Bandung Barat – Penjaminan mutu pendidikan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi perlu diwujudkan menjadi budaya nyata di setiap satuan pendidikan. Untuk mengawal komitmen tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan pendampingan langsung bagi 282 sekolah sasaran Program Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2026 di seluruh kabupaten dan kota pada 1–2 serta 8–9 September 2026.
Kegiatan pendampingan secara luring ini melibatkan 891 peserta yang terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru. Pendampingan difokuskan pada penguatan siklus kritis SPMI, mulai dari pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian program pemenuhan mutu di satuan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama mereviu capaian yang telah dilakukan, mengidentifikasi berbagai kendala teknis di lapangan, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan untuk mendukung peningkatan mutu. Selain itu, pemanfaatan sistem JABAR BERAKSI juga dioptimalkan sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan SPMI.
Pendampingan tidak hanya diarahkan pada penyelesaian berbagai kendala, tetapi juga mendorong sekolah sasaran untuk menyusun kerangka praktik baik (best practice). Melalui langkah ini, berbagai inovasi peningkatan mutu yang telah berhasil dilaksanakan dapat terdokumentasi secara terstruktur dan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya.
Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi SPMI sekaligus mendorong tumbuhnya budaya mutu di satuan pendidikan. Dengan demikian, transformasi ekosistem pendidikan di Jawa Barat dapat terus berjalan secara adaptif, akuntabel, dan bermutu untuk semua.
Bersama, kita wujudkan transformasi ekosistem pendidikan Jawa Barat yang adaptif, akuntabel, dan bermutu untuk semua!
