Perbedaan Simulasi dan Gladi Bersih TKA SMP, Ini Penjelasan Kemendikdasmen

by | 20 Jan 2026 | Warta Kiwari

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan dengan rinci perbedaan antara tahapan simulasi dan gladi bersih dalam rangkaian persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP. Kedua tahap tersebut menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan utama TKA digelar.

Fauzan Amin Nur Rochim, Ahli Pertama Pengembang Penilaian Pendidikan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), menyampaikan bahwa baik simulasi maupun gladi bersih berfungsi menguji kesiapan infrastruktur, mulai dari lokasi penyelenggaraan hingga perangkat teknis yang digunakan. Menurutnya, dua tahap ini akan dilalui satuan pendidikan sebelum peserta mengikuti TKA sesuai jadwal resmi.

“Pada dasarnya, kedua tahapan itu merupakan proses persiapan untuk mengukur kemampuan infrastruktur, baik lokasi tes maupun fasilitas teknis lainnya,” kata Fauzan di Jakarta pada Senin.

Secara teknis, simulasi TKA hanya berlaku bagi sekolah yang masuk kategori mandiri. Sementara itu, gladi bersih memiliki cakupan lebih luas karena wajib diikuti seluruh sekolah, baik yang berstatus mandiri maupun menumpang. Perbedaan status ini menjadi penentu mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Dari sisi penggunaan data, simulasi dilakukan menggunakan data dummy sehingga tidak mewajibkan kehadiran peserta TKA. Sebaliknya, gladi bersih menggunakan data asli para peserta, sehingga sekolah harus melibatkan murid yang terdaftar mengikuti TKA. Gladi bersih menjadi ajang uji coba paling mendekati kondisi sebenarnya sebelum TKA resmi berlangsung.

Untuk jadwalnya, Kemendikdasmen menetapkan simulasi TKA tingkat SMP berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret. Gladi bersih dijadwalkan pada 9–17 Maret, lalu pelaksanaan TKA akan digelar pada 6–16 April. Adapun TKA susulan bagi peserta yang berhalangan hadir akan dilakukan pada 11–17 Mei.

(Tim media)

Publikasi Terkait

Kemendikdasmen Siapkan Empat Strategi Tindak Lanjut Hasil PISA 2025

Bandung Barat - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam pendidikan Indonesia. Selain mencatat peningkatan pada kemampuan literasi sains dan membaca, Indonesia juga berhasil memperluas akses pendidikan...

BBPMP Jabar Dampingi 282 Sekolah Perkuat Implementasi SPMI

Bandung Barat - Penjaminan mutu pendidikan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi perlu diwujudkan menjadi budaya nyata di setiap satuan pendidikan. Untuk mengawal komitmen tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan pendampingan langsung bagi 282 sekolah...