Penguatan Tata Kelola Arsip: BBPMP Jabar Terima Supervisi Kearsipan 2025

Penguatan Tata Kelola Arsip: BBPMP Jabar Terima Supervisi Kearsipan 2025

Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kegiatan Supervisi Penyelenggaraan Kearsipan Teknis/Unit Kearsipan III dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Umum dan PBJ selaku pembina kearsipan, sebagai bagian dari upaya implementasi Permendikbudristek Nomor 20 Tahun 2022 mengenai penyelenggaraan kearsipan di lingkungan instansi pemerintah.

Supervisi ini digelar di Gedung Cikurai BBPMP Jabar dengan tujuan memastikan tata kelola arsip berjalan sesuai regulasi nasional. Melalui pendampingan teknis ini, kementerian ingin melihat langsung bagaimana proses pengelolaan arsip dilaksanakan serta memastikan unit kearsipan di daerah memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaannya, tim supervisi meninjau berbagai aspek penting, mulai dari pengelolaan arsip aktif dan inaktif, penyimpanan, hingga pemanfaatan sistem digital kearsipan. Proses ini juga menjadi momen evaluasi untuk mengetahui area yang perlu diperbaiki demi meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan nasional.

BBPMP Jabar menyambut baik pelaksanaan supervisi ini sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung Gerakan Nasional Sadar dan Tertib Arsip (GNSTA). Melalui pembinaan langsung dari kementerian, diharapkan kualitas tata kelola arsip semakin tertib, akuntabel, dan mampu memperkuat pelayanan publik di bidang pendidikan. Dengan adanya supervisi ini, BBPMP Jabar menegaskan kembali komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pengelolaan arsip. Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong penyelenggaraan arsip yang modern, tertib, dan mendukung terciptanya pendidikan bermutu untuk semua.

(Tim media)

Dua Pegawai BBPMP Jabar Masuk Enam Terbaik Call for Papers Widyaprada Summit 2025

Dua Pegawai BBPMP Jabar Masuk Enam Terbaik Call for Papers Widyaprada Summit 2025

Jakarta Dua pegawai BBPMP Provinsi Jawa Barat berhasil masuk dalam enam peserta terbaik Call for Papers Widyaprada Summit 2025, sebuah forum nasional yang berfokus pada penguatan peran Widyaprada dalam penjaminan mutu pendidikan. Tahun ini, Widyaprada Summit mengusung tema “Widyaprada sebagai Motor Penjaminan Mutu Pendidikan Menuju Layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Dua karya yang terpilih mewakili BBPMP Jawa Barat sekaligus masuk enam besar nasional tersebut yaitu:

  1. “Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Kolaboratif Berbasis Rapor Pendidikan melalui Sistem Jabar Beraksi” oleh Dr. Dini Irawati, M.Pd.
  2. “Strategi Publikasi Program Prioritas melalui Pendekatan Outcome Harvesting Content” oleh Agus Ramdani, S.Sos., M.M.Pd.

Keduanya menampilkan inovasi dan pendekatan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan, mulai dari pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar kolaborasi hingga strategi publikasi yang mengoptimalkan dampak program prioritas.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan BBPMP Jawa Barat juga menyerahkan bunga rampai berjudul “Pendidikan Bermutu untuk Semua, Wujudkan Jawa Barat Istimewa” kepada Wakil Menteri Dikdasmen, Atip Latipulhayat. Penyerahan ini menjadi simbol kontribusi dan komitmen BBPMP Jabar dalam menghadirkan praktik baik penjaminan mutu pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Terima kasih atas dedikasinya, semoga terus menginspirasi dan memperkuat ekosistem pendidikan di Jawa Barat dan Indonesia.

Tim Media

BBPMP Jabar Terima Kunjungan SEAMEO Council President dan Menteri Brunei untuk Tinjau Praktik Baik PAUD

BBPMP Jabar Terima Kunjungan SEAMEO Council President dan Menteri Brunei untuk Tinjau Praktik Baik PAUD

Bandung Barat – Laboratorium PAUD BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan resmi dari SEAMEO Council President pada Selasa, 2 Desember. Kunjungan ini dipimpin oleh Menteri Pendidikan Brunei Darussalam, H.E. Datin Seri Setia Dr. Hajah Romaizah binti Haji Mohd Salleh. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi BBPMP Jabar untuk menampilkan berbagai inovasi serta penguatan layanan pendidikan anak usia dini yang telah dikembangkan.

Kegiatan kunjungan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai praktik baik layanan PAUD di Indonesia, khususnya yang telah dikembangkan di Jawa Barat. Melalui observasi di lapangan, Menteri Pendidikan Brunei Darussalam dapat melihat bagaimana berbagai program dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak. 

Selama berada di Laboratorium PAUD, beliau meninjau sejumlah program inovatif yang menjadi unggulan BBPMP Jabar. Di antaranya adalah Moving Class, yang memungkinkan anak belajar dengan lebih aktif dan variatif; Parenting, yang berfokus pada pendampingan orang tua dalam mendukung perkembangan anak, serta MOMAHE atau Mobil Mainan Anak Hebat, sebuah layanan bergerak yang membawa pengalaman belajar menyenangkan ke berbagai wilayah.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi BBPMP Jabar untuk menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pihak pemerintah mampu menghasilkan layanan PAUD berkualitas. Aktivitas anak, keterlibatan pendidik, dan partisipasi keluarga yang langsung terlihat di area layanan menjadi bukti nyata implementasi pendekatan holistik yang diterapkan. Melalui forum ini, BBPMP Jawa Barat berharap dapat memperkuat kerja sama regional, sekaligus mendorong pertukaran praktik baik antar-negara di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran SEAMEO Council President menjadi bentuk apresiasi atas upaya yang telah dilakukan, serta motivasi bagi Jawa Barat untuk terus menghadirkan layanan PAUD yang inklusif, adaptif, dan bermutu bagi semua anak.

(Tim media)

Kolaborasi untuk Sesama: BBPMP Jabar dan PMI Gelar Aksi Donor Darah dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025

Kolaborasi untuk Sesama: BBPMP Jabar dan PMI Gelar Aksi Donor Darah dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025

Bandung Barat – BBPMP Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan donor darah sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional 2025. Acara yang berlangsung di Aula Tangkuban Parahu ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai peserta, mulai dari pegawai, mitra lembaga, hingga masyarakat umum. Selain menjadi momentum penghormatan terhadap dedikasi guru Indonesia, kegiatan donor darah ini juga menjadi wujud kepedulian sosial BBPMP Jabar untuk mendorong kesehatan dan solidaritas di lingkungan masyarakat.

Salah satu peserta donor darah, Ibu Atin dari Pondok Cipta, turut membagikan pengalamannya selama mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa donor darah kali ini menjadi pengalaman ke-12 sepanjang dirinya aktif sebagai pendonor, dan menjadi kali ketiga ia berpartisipasi di BBPMP Jawa Barat.

Mendonorkan darah bukan hanya wujud kepedulian untuk menolong sesama, tetapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan karena tubuh terasa lebih ringan dan bugar setelah donor. Ibu Atin mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali mencobanya, namun kini sudah terbiasa dan menjalani prosesnya dengan lebih tenang. Ibu Atin juga membagikan tips persiapan sebelum donor, antara lain memperbanyak minum air putih, sarapan terlebih dahulu, serta memastikan tidur yang cukup minimal tujuh jam.

 “Semoga kegiatan donor darah di BBPMP Jabar semakin maju dan sukses,” ujarnya.

Dari pihak penyelenggara, PMI yang diwakili Ibu Dini, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari kolaborasi PMI dengan BBPMP Jawa Barat dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan donor darah harus melalui proses booking sejak tiga bulan sebelumnya, sehingga jadwal awal yang rencananya dilaksanakan pada November bergeser menjadi 1 Desember.

Sebelum kegiatan berlangsung, PMI juga membuka pendaftaran secara daring bagi masyarakat umum, dan tercatat sekitar 80 peserta terdaftar sebagai calon pendonor. Ibu Dini berharap antusiasme ini dapat terus meningkat dan kegiatan donor darah dapat digelar secara rutin setiap tiga bulan sekali. Selain manfaat sosial, donor darah juga membantu tubuh meregenerasi sel darah sehingga baik untuk kesehatan.

“Target kami ke depan 100 pendonor , dengan sasaran mulai usia 17 tahun karena tersedia juga penghargaan bagi pendonor aktif dan untuk mendukung regenerasi sel darah baru,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BBPMP Jawa Barat menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga dalam kontribusi sosial untuk masyarakat luas. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi refleksi bahwa penguatan karakter, rasa empati, dan semangat gotong royong merupakan nilai penting yang harus dijaga, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan sosial. BBPMP Jabar berharap kegiatan donor darah ini dapat menjadi agenda keberlanjutan yang menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.

(tim Media)