by Tim Media | Jun 10, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Asesmen Prediksi Kompetensi Pegawai Kemendikdasmen Tahun 2026 pada 9-10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer BBPMP Jabar ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan BBPMP Jabar sebagai bagian dari upaya penguatan manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi.
Pelaksanaan asesmen dibagi ke dalam empat sesi ujian selama dua hari. Pada hari pertama, sesi pertama diikuti oleh 13 peserta berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), sedangkan sesi kedua diikuti oleh 18 peserta berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Seluruh peserta mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah ditetapkan guna memastikan proses berjalan tertib dan lancar.
Melalui asesmen ini, BBPMP Jabar berupaya memperoleh data profil kompetensi pegawai yang objektif dan terukur. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai potensi serta kompetensi yang dimiliki setiap pegawai sehingga menjadi dasar dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan lembaga.
Selain mendukung pengembangan individu, hasil asesmen juga diharapkan dapat memperkuat pengelolaan talenta dan perencanaan karier pegawai. Dengan tersedianya data kompetensi yang akurat, lembaga dapat menyusun strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih tepat sasaran serta selaras dengan kebutuhan lembaga. Pada akhirnya, langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kinerja lembaga dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Tim Media
by Tim Media | Jun 9, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan Uji Coba Terbatas Aplikasi JABAR BERAKSI Versi 4 pada Senin (8/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan aplikasi sebelum diimplementasikan secara lebih luas dalam mendukung pelaksanaan pendampingan dan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Barat.
Uji coba melibatkan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, antara lain pengawas sekolah, penilik, guru, dan widyaprada. Keterlibatan para pengguna potensial tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai efektivitas aplikasi dalam mendukung tugas dan fungsi pendampingan pendidikan di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta melakukan simulasi penggunaan aplikasi, menguji berbagai fitur yang tersedia, serta mengisi instrumen evaluasi yang telah disiapkan. Selain itu, sesi diskusi dan refleksi bersama juga dilaksanakan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan.
Melalui rangkaian uji coba tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat berupaya memastikan kesesuaian alur bisnis, optimalisasi fungsi fitur, serta kemudahan penggunaan aplikasi bagi para pengguna. Berbagai masukan dan saran yang disampaikan peserta menjadi bahan penting dalam proses penyempurnaan sistem.
Hasil Uji Coba Terbatas ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan Aplikasi JABAR BERAKSI Versi 4 sebelum diterapkan secara lebih luas. Pengembangan aplikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendampingan yang lebih efektif, sekaligus memperkuat upaya penjaminan mutu pendidikan di Jawa Barat.
Tim Media
by Tim Media | Jun 8, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah hadir untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan mengakses pendidikan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi. Kebijakan ini tidak hanya mengatur proses penerimaan murid baru, tetapi juga menjadi upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu bagi seluruh peserta didik.
Salah satu hal baru dalam SPMB Ramah adalah pemanfaatan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jalur prestasi. Sesuai Pasal 3 ayat (1) dan (2) Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, nilai TKA dapat digunakan sebagai salah satu syarat seleksi pada jalur prestasi, yaitu:
- Nilai TKA SD/MI untuk seleksi masuk SMP/MTs atau sederajat.
- Nilai TKA SMP/MTs untuk seleksi masuk SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK.
Meski demikian, calon murid dan orang tua tetap perlu memperhatikan petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing.
Selain prestasi akademik, SPMB Ramah juga memberikan ruang lebih luas bagi pengalaman kepemimpinan peserta didik. Pengalaman sebagai ketua organisasi kesiswaan atau kepanduan dapat menjadi bagian dari Jalur Prestasi, di antaranya:
- Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS);
- Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM);
- Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK);
- Badan Eksekutif Siswa; dan
- Organisasi kesiswaan lainnya di lingkungan satuan pendidikan.
Pengalaman sebagai ketua organisasi tersebut dapat digunakan sebagai salah satu komponen seleksi jalur prestasi sesuai ketentuan daerah masing-masing.
Untuk menjamin pelaksanaan yang transparan dan berkeadilan, pengawasan SPMB Ramah melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan proses penerimaan murid baru berjalan sesuai prinsip objektivitas, inklusivitas, dan tanpa diskriminasi.
Pada pelaksanaannya, SPMB Ramah menetapkan kuota penerimaan yang berbeda untuk setiap jenjang pendidikan.
Jenjang SD
- Jalur domisili: minimal 70%;
- Jalur afirmasi: minimal 15%;
- Jalur prestasi: tidak tersedia;
- Jalur mutasi: maksimal 5%.
Jenjang SMP
- Jalur domisili: minimal 40%;
- Jalur afirmasi: minimal 20%;
- Jalur prestasi: minimal 25%;
- Jalur mutasi: maksimal 5%.
Jenjang SMA
- Jalur domisili: minimal 30%;
- Jalur afirmasi: minimal 30%;
- Jalur prestasi: minimal 30%;
- Jalur mutasi: maksimal 5%.
Persentase kuota pada setiap jenjang harus memenuhi total 100% sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain kuota penerimaan, calon murid juga perlu memperhatikan persyaratan usia pada masing-masing jenjang pendidikan.
TK
- Kelompok A: usia 4-5 tahun;
- Kelompok B: usia 5-6 tahun.
SD
- Usia prioritas 7 tahun;
- Usia minimal 6 tahun pada 1 Juli tahun berjalan;
- Usia minimal 5,5 tahun pada 1 Juli tahun berjalan dengan syarat memiliki kecerdasan atau bakat istimewa serta kesiapan psikis.
SMP
- Usia maksimal 15 tahun pada 1 Juli tahun berjalan;
- Telah lulus SD atau sederajat.
SMA/SMK
- Usia maksimal 21 tahun pada 1 Juli tahun berjalan;
- Telah lulus SMP atau sederajat;
- Khusus SMK dapat menetapkan persyaratan tambahan bagi calon murid kelas 10 sesuai karakteristik program keahlian.
Melalui berbagai ketentuan tersebut, SPMB Ramah diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas dan setara bagi Melalui berbagai ketentuan tersebut, SPMB Ramah diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas dan setara bagi seluruh anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Keberhasilan pelaksanaannya membutuhkan dukungan dan pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan agar prinsip keadilan, transparansi, dan inklusivitas benar-benar terwujud dalam proses penerimaan murid baru.
Masyarakat, calon murid, maupun orang tua yang membutuhkan informasi atau ingin menyampaikan pengaduan terkait pelaksanaan SPMB Ramah dapat memanfaatkan layanan berikut:
- Portal layanan terpadu Kemendikdasmen: ult.kemendikdasmen.go.id
- Pusat panggilan (call center): 177
- Layanan WhatsApp: 0812-1804-0427
- Posko Pengaduan Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen RI: https://s.id/PoskoPengaduanSPMB
- Layanan Informasi SPMB Ramah Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI): 0851-5993-7856
Pemerintah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kanal informasi dan pengaduan tersebut guna mendukung pelaksanaan SPMB Ramah yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
(berita ini dapat dibaca juga dalam bentuk infografis di https://www.instagram.com/p/DZPl-wGGu8n)
by Tim Media | Jun 5, 2026 | Warta Kiwari
Cirebon – INOVASI Jawa Barat menyelenggarakan Pertemuan Refleksi dan Perencanaan Daerah Kabupaten Mitra INOVASI di Kabupaten Cirebon dan Sumedang pada Rabu (3/6). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar murid, khususnya pada aspek literasi, numerasi, dan karakter.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan program selama periode 2025-2026 sekaligus merumuskan arah pengembangan program pada periode 2026-2027. Melalui proses refleksi bersama, berbagai capaian, tantangan, dan peluang penguatan program dibahas sebagai dasar penyusunan strategi kolaborasi yang lebih efektif di masa mendatang.
Beragam pemangku kepentingan turut hadir dalam forum ini, mulai dari BBPMP Provinsi Jawa Barat, BBGTK Jawa Barat, pemerintah daerah tingkat provinsi dan kabupaten, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Sumedang, satuan pendidikan, ekosistem gugus, hingga perguruan tinggi. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berdampak pada pembelajaran murid.
Selain menjadi wadah refleksi, pertemuan ini juga menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, praktik baik, penyampaian kebijakan dan dukungan, serta gagasan inovatif yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Cirebon dan Sumedang. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut, para pemangku kepentingan memperoleh berbagai masukan untuk memperkuat implementasi program dan mendorong peningkatan hasil belajar murid di kedua daerah.
Melalui diskusi dan perencanaan bersama, para peserta menyepakati pentingnya memperkuat kolaborasi serta memperluas penyebarluasan praktik baik yang telah terbukti memberikan dampak positif bagi pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program sekaligus memperluas manfaatnya bagi lebih banyak sekolah dan peserta didik.
Dengan semangat gotong royong dan pembelajaran bersama, kolaborasi yang terbangun melalui forum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan dan hasil belajar murid di Kabupaten Cirebon dan Sumedang secara berkelanjutan.
Tim Media
by Tim Media | Jun 3, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 3-5 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan reformasi birokrasi sekaligus peningkatan kualitas tata kelola organisasi dan pelayanan publik di lingkungan BBPMP Provinsi Jawa Barat.
IHT tersebut diikuti oleh Tim Pembangunan Zona Integritas BBPMP Jawa Barat sebagai upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan Zona Integritas secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyelaraskan pemahaman dan meningkatkan sinergi antaranggota tim dalam menjalankan berbagai program penguatan integritas organisasi.
Dalam pelaksanaannya, BBPMP Jawa Barat menghadirkan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Itjen Kemendikdasmen), yaitu Heru Widodo, Ira Khuyyirati, dan Bambang Mursito. Para narasumber memberikan penguatan terkait pembangunan Zona Integritas, strategi peningkatan kualitas pelayanan publik, serta langkah-langkah mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Melalui berbagai materi yang disampaikan, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi Zona Integritas WBBM. Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program dan inovasi yang berkontribusi pada terciptanya tata kelola organisasi yang transparan, efektif, dan akuntabel.
Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang kolaboratif dan berintegritas. Dengan kapasitas tim yang semakin kuat, BBPMP Jawa Barat diharapkan mampu mengoptimalkan upaya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Melalui kegiatan ini, BBPMP Provinsi Jawa Barat meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas. Penguatan Zona Integritas WBBM diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga menghadirkan layanan publik yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Tim Media