Bandung – Dalam rangka Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Komisi X DPR RI di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat turut hadir bersama para pemangku kepentingan bidang pendidikan untuk memberikan masukan terhadap penyusunan revisi regulasi pendidikan yang lebih terintegrasi, adaptif, inklusif, dan berkeadilan.
Kunjungan kerja Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 ini dipimpin oleh Ketua Tim sekaligus Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hj. Himmatul Aliyah, dan Kurniasih Mufidayati. Turut hadir pula pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI, Sekretariat Komisi X DPR RI, tenaga ahli Komisi X DPR RI, Badan Keahlian Dewan (BKD), serta tim pendukung dari TVR Parlemen dan media cetak maupun media sosial DPR RI.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, mempertemukan Komisi X DPR RI dengan Plt. Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nur Syarifah, Staf Khusus Menteri Bidang Pemerintahan dan Akuntabilitas Tjitjik Sri Tjahjandarie, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin, Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Muhammad Yusro, Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal I Gusti Made Ardana, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, serta Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Sugito Adiwarsito, Turut hadir pula Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, LLDIKTI Wilayah IV, serta berbagai perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, dan politeknik di Jawa Barat.
Melalui forum ini, Komisi X DPR RI menyerap berbagai masukan terkait revisi regulasi pendidikan, mulai dari penguatan hak atas pendidikan, wajib belajar 13 tahun, peningkatan kualitas dan kesejahteraan pendidik, pendidikan inklusif, digitalisasi pembelajaran, penguatan pendidikan karakter, hingga tata kelola pendidikan nasional yang lebih terpadu melalui pendekatan kodifikasi.
Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan regulasi pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, menjamin pemerataan akses dan mutu pendidikan, serta memperkuat sistem pendidikan nasional yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Bandung Barat – Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, BBPMP Provinsi Jawa Barat melalui Tim BURAS (Bantuan untuk Orang Sekitar) menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk Peduli Anak Yatim “Ayo Kembali ke Sekolah”. Kegiatan ini diwujudkan melalui penyaluran 100 paket perlengkapan sekolah kepada anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berada di sekitar lingkungan BBPMP Jawa Barat.
Penyaluran bantuan dilaksanakan secara bertahap di dua lokasi, yaitu di Kampus I BBPMP Jawa Barat, Padalarang, pada Senin (6/7/2026), dan dilanjutkan di Kampus II Jayagiri pada Rabu (8/7/2026). Melalui kegiatan ini, BBPMP Jawa Barat ingin membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan belajar anak-anak agar lebih siap menyambut dimulainya tahun ajaran baru.
Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial BBPMP Jawa Barat kepada masyarakat sekitar sekaligus dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang pendidikan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban keluarga penerima manfaat serta memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk memulai proses pembelajaran.
Selain menjadi wujud tanggung jawab sosial, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus dibangun melalui Tim BURAS. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antara BBPMP Jawa Barat dengan masyarakat sekitar sekaligus mendukung terciptanya akses pendidikan yang lebih baik bagi seluruh anak.
Melalui kegiatan Peduli Anak Yatim “Ayo Kembali ke Sekolah”, BBPMP Provinsi Jawa Barat berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dalam menyambut tahun ajaran baru dengan penuh optimisme, sehingga mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan semangat dan terus berupaya meraih cita-cita melalui pendidikan.
Bandung Barat – Dalam upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi di era transformasi digital, BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Tim Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Rabu (8/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melaksanakan Evaluasi Indeks KAMI (Keamanan Informasi) sebagai bagian dari penguatan sistem pengelolaan keamanan informasi di lingkungan BBPMP Jabar.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Umum BBPMP Jabar, Mardi Wibowo. Momentum ini menjadi wujud komitmen BBPMP Jabar dalam membangun budaya keamanan informasi yang semakin kuat, sehingga pengelolaan data dan layanan digital dapat berlangsung secara aman, andal, dan bertanggung jawab.
Dalam pelaksanaannya, evaluasi Indeks KAMI mengacu pada standar ISO/IEC 27001:2022 yang digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan organisasi dalam menerapkan keamanan informasi. Melalui evaluasi ini, BBPMP Jabar dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi keamanan informasi yang telah diterapkan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan..
Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan secara berkelanjutan. Dengan tata kelola keamanan informasi yang semakin baik, perlindungan terhadap data dan informasi dapat terus diperkuat sehingga kualitas layanan publik yang diberikan kepada masyarakat menjadi semakin aman, andal, dan berkualitas.
Kolaborasi antara BBPMP Jabar dengan Pusdatin Kemendikdasmen ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola digital yang semakin baik serta mendukung transformasi pendidikan yang terpercaya dan berkelanjutan. Mari bersama menjaga keamanan informasi, karena setiap data yang terlindungi adalah bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.
Bandung Barat – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2026 tidak hanya menjadi momen bagi murid untuk mengenal lingkungan sekolah. Pada pelaksanaannya, guru dan satuan pendidikan juga melakukan asesmen sebagai langkah awal untuk memahami kondisi setiap peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirancang lebih tepat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang mereka sejak hari pertama masuk sekolah.
Asesmen ini bukan bertujuan mengukur prestasi atau menentukan peringkat murid, melainkan memetakan kebutuhan belajar sebagai dasar penyusunan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik.
Mengapa Asesmen MPLS Ramah Penting?
Melalui asesmen, guru dan sekolah dapat memperoleh gambaran awal mengenai berbagai aspek perkembangan murid, meliputi:
Bakat dan minat, untuk mengidentifikasi potensi, ketertarikan, serta kecenderungan murid sebagai dasar pengembangan diri.
Sosial-emosional, guna mengenali kondisi emosional, kemampuan berinteraksi, dan kesiapan murid mengikuti pembelajaran.
Literasi dan numerasi, untuk memetakan kemampuan awal membaca dan berhitung sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan murid.
Kebugaran, melalui pengukuran seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), denyut nadi, dan fleksibilitas sebagai dasar pembiasaan hidup sehat.
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebagai bagian dari upaya mendukung deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik. Mendukung pemeriksaan kesehatan murid melalui pendaftaran layanan CKG.
Apa Saja yang Diasesmen?
Asesmen MPLS kini dilaksanakan selama 90 menit dengan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Adapun cakupan asesmen untuk setiap jenjang adalah sebagai berikut:
PAUD
Sosial-emosional
Kebugaran
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)
SD
Sosial-emosional
Bakat dan minat
Kebugaran
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)
SMP, SMA, dan SMK
Sosial-emosional
Bakat dan minat
Literasi dan numerasi
Kebugaran
Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Hal yang Perlu Dipahami
Kemendikdasmen menegaskan bahwa asesmen dalam MPLS Ramah memiliki prinsip sebagai berikut:
Bukan tes untuk menentukan peringkat murid.
Bukan dasar kelulusan maupun kenaikan kelas.
Bukan untuk memberikan label kepada peserta didik.
Hasil asesmen bersifat rahasia dan hanya digunakan sebagai dasar pendampingan serta perencanaan pembelajaran.
Seluruh soal dan hasil asesmen dikelola langsung oleh Kemendikdasmen. Setiap murid akan menerima laporan hasil asesmen secara individu, sedangkan sekolah memperoleh rekapitulasi hasil yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan pembelajaran.
Melalui asesmen ini, dapat membantu guru, sekolah, dan orang tua dalam memahami kebutuhan setiap murid. Pemahaman tersebut menjadi landasan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih tepat, nyaman, dan sesuai dengan potensi murid. Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif sejak awal sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh murid.
Jakarta – Momentum Peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang diperingati setiap 7 Juli membawa kabar membanggakan bagi BBPMP Provinsi Jawa Barat. Pustakawan BBPMP Provinsi Jawa Barat, Sofi Suwaris, S.S., terpilih sebagai Penerima Apresiasi Pustakawan Berdedikasi Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, inovasi, serta kontribusi dalam memperkuat budaya literasi dan menghadirkan layanan perpustakaan yang berkualitas. Capaian ini menjadi pengakuan atas peran pustakawan yang tidak hanya mengelola koleksi perpustakaan, tetapi juga memperluas akses informasi dan mendukung terbangunnya ekosistem pembelajaran yang bermutu.
Dalam peringatan Hari Pustakawan Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema “Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pustakawan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat menemukan, memahami, mengevaluasi, hingga memanfaatkan informasi secara bermakna. Penghargaan yang diberikan kepada pustakawan pada setiap peringatan Hari Pustakawan Indonesia belum sebanding dengan kontribusi mereka dalam memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
“Tanggal 7 Juli ini adalah momentum bagi kita semua untuk memberi penghormatan kepada para pustakawan bukan sebagai penjaga rak buku dan koleksi buku semata” ujar Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mendorong agar perpustakaan terus bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup, ruang dialog, pusat literasi, sekaligus simpul kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung terwujudnya pendidikan yang bermutu melalui penguatan budaya membaca dan literasi.
Prestasi yang diraih Sofi Suwaris menjadi cerminan komitmen BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pengembangan layanan perpustakaan yang adaptif dan inovatif. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mampu memberikan manfaat bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, maupun masyarakat.
Keluarga besar BBPMP Provinsi Jawa Barat menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Sofi Suwaris atas penghargaan tersebut. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.