by Tim Media | Jan 19, 2026 | Warta Kiwari
Indramayu – Transformasi pembelajaran berbasis digital mulai terasa di SMAN 1 Indramayu melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini mengubah kelas konvensional menjadi ruang belajar yang lebih hidup, modern, dan kolaboratif. Penggunaan IFP membuat proses pembelajaran lebih dinamis serta membuka peluang baru bagi guru dan siswa untuk berinteraksi.
Kepala SMAN 1 Indramayu menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, penyampaian materi menjadi lebih mudah dan menarik, sementara keterlibatan murid meningkat. Ia menilai digitalisasi pembelajaran ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik di sekolah.
“IFP membuat proses belajar di sma 1 indramayu semakin interaktif dan modern murid lebih terlibat, guru lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran. Ini adalah transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran yang kami harapkan .” ujarnya.
Para guru turut merasakan manfaat teknologi tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa IFP membantu menampilkan video, simulasi, permainan edukatif, serta berbagai media digital lainnya yang memudahkan siswa memahami konsep pembelajaran. Kehadiran perangkat ini juga membuat suasana kelas lebih aktif dan interaktif dibandingkan metode tradisional.
“IFP memudahkan saya menampilkan video interaktif, games interaktif dan membuat suanana belajar anak anak jauh interaktif, serta memudahkan siswa untuk memahami konsep belajar dangan adanya ifp suasana kelas jauh lebih aktif.” Ujar guru SMAN 1 Indramyu.
Siswa SMAN 1 Indramayu pun merespons positif perubahan ini. Mereka merasa pembelajaran menjadi lebih modern dan tidak monoton karena materi dapat langsung ditampilkan secara visual. Dengan adanya video, simulasi, hingga kuis digital, siswa lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar dan lebih mudah memahami pelajaran.
Pemanfaatan IFP di SMAN 1 Indramayu menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pembelajaran mampu membawa dampak positif bagi mutu pendidikan. Perubahan ini menunjukkan komitmen sekolah Adalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua.
{Tim media}
by Tim Media | Jan 19, 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Tes Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026. TKA merupakan asesmen nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar, bukan sebagai penentu kelulusan.
“TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat untuk mendapatkan gambaran kemampuan akademik murid secara adil dan objektif. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan proses pembelajaran,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (13/1).
Sebagai asesmen yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, TKA disusun untuk mengukur kesiapan murid dalam menempuh jenjang berikutnya sekaligus memberikan gambaran nasional mengenai capaian akademik.
“Data TKA memungkinkan kami membaca kondisi pembelajaran secara riil. Dengan begitu, intervensi pendidikan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan murid serta sekolah,” tambah Toni.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 dimulai dengan pendaftaran peserta pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Setelah itu, gladi bersih digelar pada 9–17 Maret 2026. TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara jenjang SD dilaksanakan pada 20–30 April 2026. Kemendikdasmen juga menyediakan jadwal susulan pada 11–17 Mei 2026 bagi peserta yang tidak dapat hadir pada waktu utama. Pengolahan hasil dilakukan pada 18–23 Mei 2026, dan pengumuman hasil nasional dirilis pada 24 Mei 2026.
Untuk mempersiapkan peserta didik, Kemendikdasmen mengajak murid, guru, dan sekolah memanfaatkan sarana pembelajaran yang tersedia. Murid dapat mengakses contoh soal dan materi pendukung melalui laman Ayo Coba TKA serta fitur Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan TKA mengutamakan integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sekolah terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Informasi teknis mengenai mekanisme dan pelaksanaan TKA akan disampaikan lebih lanjut melalui dinas pendidikan dan kanal resmi Kemendikdasmen.
Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: /sipers/A6/I/2026
(Tim media)
by Tim Media | Jan 19, 2026 | Warta Kiwari
Kota Sukabumi – Program Revitalisasi Pendidikan membawa perubahan besar bagi SDN Cipanengah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas. Kini, sekolah tersebut memiliki ruang kelas yang lebih aman dan nyaman, toilet yang bersih, serta pembelajaran yang semakin modern melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Program Makan Bergizi Gratis juga turut mendorong kesehatan dan semangat belajar siswa, sehingga kualitas pembelajaran meningkat secara menyeluruh.
Kepala SDN Cipanengah, Jaji Suhendi, S.Pd., menyampaikan bahwa revitalisasi ini memberi dampak nyata bagi lingkungan sekolah. Ia mengatakan ruang kelas kini lebih nyaman, aman, dan inklusif. Infrastruktur yang lebih baik dinilai membuat proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.
“Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh kami, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Program revitalisasi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Salah satu pekerja bangunan, Feri menuturkan bahwa proyek tersebut membantu menambah pendapatan masyarakat.
“Dengan revitalisasi sekolah, lapangan kerja terbuka dan sangat membantu penghasilan kami,” ungkapnya.
Guru-guru SDN Cipanengah turut merasakan perubahan signifikan pada proses pembelajaran. Indrawati Ahmadi Fauziah, S.Pd., menilai ruang kelas yang kini lebih terang dan nyaman membuat penyampaian materi lebih efektif. Guru lainnya, Mohammad Rizky, menyebut keberadaan IFP sangat membantu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan membuat siswa lebih betah belajar di kelas.
Manfaat revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua. Seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya karena kelas tidak lagi bocor saat hujan sehingga kegiatan belajar terasa lebih nyaman. Ketua Komite Sekolah, Yuyun Krisnawati, menuturkan bahwa anak-anak kini lebih bersemangat datang ke sekolah.
“Anak saya jauh lebih antusias belajar karena ruangannya lebih bagus dan tidak takut bocor lagi,” ujarnya.