Moving Class B3 Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Anak RA Nurul Hidayah

Moving Class B3 Hadirkan Pembelajaran Interaktif bagi Anak RA Nurul Hidayah

Bandung Barat – Program Belajar Bersama BBPMP Provinsi Jawa Barat (B3) kembali menghadirkan layanan Moving Class sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas. Pada Rabu, 11 Maret 2026, kegiatan ini diikuti oleh peserta didik RA Nurul Hidayah yang belajar langsung di Laboratorium PAUD BBPMP Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti pembelajaran dengan tema “Indahnya Berbagi dan Menyambut Idulfitri.” Melalui tema ini, peserta didik diperkenalkan pada berbagai nilai kebaikan yang dapat dipraktikkan sejak usia dini.

Kegiatan diawali dengan membiasakan anak-anak untuk berdoa sebelum memulai aktivitas sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Anak-anak juga belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru serta mengikuti aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, peserta didik berlatih melafalkan surat-surat pendek dan doa harian, sekaligus mengenal berbagai informasi sederhana yang ada di sekitar mereka. Pembiasaan lain yang juga dikenalkan adalah menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter.

Tidak hanya berfokus pada anak-anak, kegiatan Moving Class ini juga melibatkan orang tua melalui kelas parenting bertajuk “Yuk, Gunakan Gawai dengan Bijak.” Pada sesi tersebut, orang tua diajak berdiskusi mengenai pentingnya pendampingan dalam penggunaan gawai oleh anak. Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang cara memilih konten yang sesuai serta membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih sehat di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu menanamkan nilai berbagi, kebiasaan baik, serta membangun pola pendampingan yang lebih tepat bagi anak di rumah.

(Tim media)

Tak Sekadar Makan, Program MBG Dorong Kesehatan dan Prestasi Belajar Siswa

Tak Sekadar Makan, Program MBG Dorong Kesehatan dan Prestasi Belajar Siswa

Bandung Barat –  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya sekadar menyediakan makanan bagi peserta didik di sekolah. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendukung kesehatan, meningkatkan kualitas belajar, sekaligus mempersiapkan masa depan generasi muda Indonesia.

Dalam kurun waktu sekitar 1 tahun 5 bulan sejak diluncurkan, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya penyediaan makanan bergizi di sekolah mulai memberikan dampak luas bagi peserta didik.

Penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah dinilai penting karena kondisi gizi sangat memengaruhi kemampuan anak dalam belajar. Anak yang datang ke sekolah dalam keadaan lapar sering kali mengalami kesulitan berkonsentrasi dan cender ung tidak aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa program makan di sekolah dapat membantu meningkatkan partisipasi siswa dalam pendidikan. Dengan adanya akses makanan bergizi, siswa memiliki energi yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.

Laporan UNESCO tahun 2025 juga menyoroti manfaat program makan bergizi di sekolah yang diterapkan di berbagai negara. Program semacam ini terbukti mampu meningkatkan motivasi siswa untuk datang ke sekolah sekaligus membantu mengurangi risiko kekurangan gizi pada anak.

Selain itu, program tersebut juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Siswa yang mendapatkan asupan gizi yang cukup cenderung lebih fokus saat mengikuti pelajaran dan mampu memahami materi dengan lebih optimal.

Hasil evaluasi dari puluhan penelitian di sejumlah negara menunjukkan bahwa program makan bergizi di sekolah dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Peningkatan ini terlihat dari kemajuan dalam berbagai bidang akademik, termasuk literasi dan matematika.

Tidak hanya berdampak pada proses belajar, program ini juga berkontribusi dalam menekan angka putus sekolah. Ketika siswa mendapatkan dukungan gizi yang memadai, peluang mereka untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi menjadi lebih besar.

Program MBG juga menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Program ini berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan yang lebih baik.

Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar peserta didik dapat terpenuhi. Asupan gizi yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Di sisi lain, program MBG juga diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan siswa. Selain menyediakan makanan, program ini turut mendorong penerapan pola makan yang lebih baik melalui edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang. Upaya tersebut juga dapat membantu menekan berbagai masalah kesehatan pada anak, seperti kekurangan gizi maupun risiko stunting yang masih menjadi perhatian di sejumlah daerah.

Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung bagi peserta didik.

Ke depan, keberlanjutan program MBG menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat, berprestasi, dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

(Tim media)