Kick Off SPMB 2026 Dorong Layanan Pendidikan yang Transparan

Kick Off SPMB 2026 Dorong Layanan Pendidikan yang Transparan

Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai rangkaian pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 melalui kegiatan Kick Off SPMB yang diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026, di SPORT Jabar Arcamanik. Agenda ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Pelaksanaan kick off tersebut menandai penguatan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun sistem penerimaan murid baru yang lebih tertata. Kesepahaman bersama dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi yang berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, komitmen bersama tidak hanya dimaknai sebagai kesepakatan administratif, tetapi juga menjadi upaya kolektif dalam menghadirkan tata kelola penerimaan murid baru yang bebas dari praktik-praktik yang dapat mengurangi prinsip keadilan.

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui kehadiran Plt. Kepala, Mardi Wibowo. Keterlibatan BBPMP Jawa Barat menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan tata kelola pendidikan daerah, khususnya dalam memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan mutu layanan pendidikan.

Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan inovasi melalui program Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul). Program tersebut dirancang sebagai alternatif pengembangan pendidikan bagi peserta didik berprestasi dengan mekanisme seleksi berbasis capaian tanpa menggunakan sistem zonasi seperti pada sekolah reguler.

Kehadiran Sekolah Maung diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara optimal. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dan keberagaman kemampuan peserta didik.

SPMB Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk terus memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih dan inklusif. Dengan kolaborasi seluruh pihak, proses penerimaan murid baru diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang setara serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.

(Tim media)

Peringati Hardiknas 2026, BBPMP Provinsi Jawa Barat Gelar Aksi Donor Darah

Peringati Hardiknas 2026, BBPMP Provinsi Jawa Barat Gelar Aksi Donor Darah

Bandung Barat – Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat tidak hanya diisi dengan kegiatan edukatif, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan donor darah yang digelar pada Senin, 11 Mei 2026, hasil kolaborasi Agen Perubahan Tim BURAS (Bantuan untuk Orang Sekitar dan Sosial) bersama PMI RSHS.

Kegiatan ini menghadirkan partisipasi dari pegawai, keluarga besar Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta masyarakat di sekitar lingkungan kantor. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional juga dapat dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kepedulian sosial melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.

Donor darah menjadi salah satu bentuk kontribusi sederhana namun memiliki dampak besar bagi kemanusiaan. Setiap kantong darah yang terkumpul berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi darah untuk penanganan medis.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Tim BURAS BBPMP Jabar yang telah menyelenggarakan kegiatan donor darah ini. Saya sangat senang dapat ikut berpartisipasi dan memberikan setetes darah bagi mereka yang membutuhkan. Semoga setiap tetes darah yang didonorkan dapat bermanfaat bagi penerima, serta para pendonor senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan.”ujar Wawan Setiawan selaku Pegawai Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat

Antusiasme serupa juga datang dari masyarakat yang turut mengikuti kegiatan donor darah tersebut. Salah seorang pendonor mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah memberikan manfaat besar, baik bagi kesehatan maupun kepedulian sosial.

“Banyak manfaat yang dapat kita rasakan, di antaranya meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, mendeteksi penyakit sejak dini, menjaga keseimbangan zat besi, dan yang terpenting berdampak sosial yakni berkontribusi membantu sesama yang sedang sakit dan membutuhkan darah,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat bagi penerima, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan. Donor darah mendorong kesadaran peserta untuk menerapkan pola hidup sehat, sekaligus memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pelaksanaan kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong di lingkungan kerja. Kolaborasi antara pegawai, keluarga, masyarakat, dan mitra layanan kesehatan mencerminkan nilai kebersamaan yang terus dibangun dalam berbagai aktivitas kelembagaan.

Melalui kegiatan sosial seperti ini, peringatan Hari Pendidikan Nasional dimaknai tidak hanya sebagai refleksi terhadap dunia pendidikan, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Partisipasi aktif seluruh pihak menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang berdampak luas bagi masyarakat.

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor, panitia pelaksana, dan PMI RSHS atas dukungan yang diberikan dalam menyukseskan kegiatan ini.

Semangat berbagi yang terbangun melalui donor darah ini diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Melalui setetes darah yang didonorkan, tersimpan harapan besar bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter dan humanis.

(Tim media)

SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Pastikan Guru Non-ASN Tetap Dapat Mengajar dan Menerima Haknya

SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Pastikan Guru Non-ASN Tetap Dapat Mengajar dan Menerima Haknya

Bandung Barat – Informasi yang menyebut guru non-ASN tidak lagi dapat mengajar mulai tahun depan dipastikan tidak benar. Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non-ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah telah memberikan kepastian hukum terkait keberlanjutan penugasan guru non-ASN.

Kebijakan ini menegaskan bahwa guru non-ASN yang telah terdata hingga 31 Desember 2024 dan masih aktif mengajar tetap dapat menjalankan tugasnya di satuan pendidikan yang dikelola pemerintah daerah. Selain itu, hak-hak mereka juga tetap dijamin agar proses pembelajaran di sekolah tidak terganggu.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa surat edaran tersebut hadir untuk memberikan kepastian bagi pemerintah daerah dalam mengelola penugasan guru non-ASN.

“Dalam surat edaran itu, memberikan kepastian, jaminan, pada guru non-ASN untuk tetap boleh mengajar. Menjamin mereka untuk tidak diberhentikan karena pemerintah daerah butuh pegangan hukum untuk tetap bisa perpanjang mereka.”ujarnya.

Berdasarkan ketentuan tersebut, guru non-ASN yang telah terdata dan aktif mengajar tetap dapat melaksanakan tugasnya serta memperoleh hak sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu:

  • Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi beban kerja
  • Insentif dari Kemendikdasmen bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik namun belum memenuhi beban kerja
  • Insentif dari Kemendikdasmen bagi guru yang belum memiliki sertifikat pendidik
  • Penghasilan tambahan dari pemerintah daerah yang dapat diberikan sesuai kemampuan anggaran masing-masing daerah

Berdasarkan data per 31 Desember 2024, tercatat masih terdapat 237.196 guru non-ASN yang aktif mengajar pada satuan pendidikan yang dikelola pemerintah daerah. Jumlah tersebut menunjukkan peran strategis guru non-ASN dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di berbagai daerah.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan ketersediaan tenaga pendidik yang memadai. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menekankan pentingnya jaminan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.

Surat edaran ini diterbitkan agar proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan optimal. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga memberikan dasar yang kuat bagi pemerintah daerah untuk tetap melanjutkan penugasan guru non-ASN sesuai kebutuhan layanan pendidikan di masing-masing wilayah.

“Setelah ada edaran tersebut maka kita dengan yakin bisa mengeluarkan gaji tersebut untuk guru-guru.” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto.

Terbitnya  surat edaran ini sekaligus menepis berbagai informasi yang menimbulkan keresahan di kalangan guru non-ASN. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan penataan tenaga pendidik secara bertahap tanpa mengabaikan keberlangsungan proses belajar mengajar.

Melalui kebijakan ini, pemerintah terus berupaya memastikan setiap peserta didik di Indonesia tetap memperoleh layanan pendidikan yang bermutu, sekaligus menjaga keberlanjutan peran guru non-ASN sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.

(Tim media)

B3 Jabar Perkuat Wawasan Pengasuhan Positif melalui Kelas Parenting

B3 Jabar Perkuat Wawasan Pengasuhan Positif melalui Kelas Parenting

Bandung Barat – Pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan di rumah. Pemahaman inilah yang menjadi fokus dalam kelas parenting pada program Belajar Bersama BBPMP (B3) Jabar yang berlangsung Kamis, 7 Mei 2026.

Dalam sesi diskusi, para orang tua membahas berbagai pendekatan untuk menanamkan disiplin secara konsisten tanpa mengesampingkan komunikasi yang hangat. Pendekatan pengasuhan positif menjadi perhatian utama agar aturan yang diterapkan di rumah dapat dipahami anak sebagai bagian dari pembiasaan, bukan tekanan.

Selain itu, peserta juga memperoleh berbagai wawasan praktis terkait strategi mengenalkan makanan sehat kepada anak. Pembahasan menitikberatkan pada cara membangun kebiasaan makan bergizi melalui metode yang lebih menyenangkan sehingga anak dapat menerima pola makan sehat secara alami.

Materi pengasuhan semakin diperkaya melalui kegiatan PAUD HI yang menghadirkan ahli gizi Desa Jayagiri, Regina Dwinurcahyani Abdillah, bersama kader PKK Desa Jayagiri. Diskusi menyoroti pentingnya kecukupan gizi dan pola pengasuhan sehat sebagai fondasi dalam mendukung perkembangan fisik maupun kemampuan belajar anak.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan melalui pembahasan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran PAUD. Melalui kolaborasi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat, B3 Jabar terus mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas dan mendukung perkembangan anak usia dini secara menyeluruh.

(Tim media)

Moving Class B3 Jabar Kenalkan Anak pada Dunia Transportasi

Moving Class B3 Jabar Kenalkan Anak pada Dunia Transportasi

Bandung Barat – Pembelajaran pada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan pengalaman sehari-hari agar  materi lebih mudah dipahami. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan Belajar Bersama BBPMP (B3) Jabar yang digelar Kamis, 7 Mei 2026, di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dengan konsep moving class, anak-anak diajak mengikuti pembelajaran bertema mengenal alat transportasi. Materi disampaikan melalui aktivitas interaktif yang memungkinkan peserta didik belajar sambil bermain.

Melalui berbagai aktivitas eksploratif, peserta diperkenalkan pada fungsi alat transportasi dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini dirancang agar anak tidak hanya mengenal nama kendaraan, tetapi juga memahami peran dan manfaatnya dalam aktivitas masyarakat.

Pembelajaran yang dikemas secara aktif turut membantu memperkaya kosakata anak sekaligus melatih kemampuan komunikasi. Anak didorong untuk bertanya, menjawab, serta menyampaikan pemahaman mereka melalui interaksi bersama pendidik dan teman sebaya.

Selain menambah wawasan, metode moving class juga melatih kemandirian dan rasa ingin tahu anak. Dengan berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain, peserta belajar beradaptasi dan mengikuti arahan secara bertahap.

Kegiatan ditutup dengan refleksi pembelajaran sebagai bagian dari evaluasi sekaligus penguatan kapasitas pendidik. Model pembelajaran seperti ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menyenangkan, dan bermakna bagi anak usia dini.

(Tim media)

Pelatihan APAR Perkuat Kesiapan Pegawai Hadapi Risiko Kebakaran

Pelatihan APAR Perkuat Kesiapan Pegawai Hadapi Risiko Kebakaran

Bandung Barat – Keselamatan kerja menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan nyaman. Untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi evakuasi kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya membangun pemahaman praktis bagi seluruh pegawai terkait langkah-langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran. Selain memberikan pengetahuan dasar, pelatihan juga menekankan pentingnya respons cepat dan terukur dalam menghadapi kondisi darurat.

Dalam lingkungan kerja, risiko kebakaran dapat terjadi kapan saja akibat berbagai faktor, mulai dari gangguan instalasi listrik hingga kelalaian penggunaan peralatan. Karena itu, kemampuan mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan yang tepat menjadi keterampilan dasar yang perlu dimiliki setiap pegawai.

Melalui sesi pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi APAR, jenis-jenis media pemadam, serta cara penggunaannya sesuai dengan karakteristik sumber api. Pengetahuan ini penting agar tindakan pemadaman awal dapat dilakukan secara efektif tanpa menimbulkan risiko tambahan.

Tidak hanya teori, para peserta juga melakukan praktik langsung penggunaan APAR di bawah pendampingan petugas pemadam kebakaran. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata bagi pegawai untuk memahami teknik penggunaan alat secara benar, mulai dari cara membuka pengaman hingga mengarahkan semprotan ke titik api.

Selain penggunaan APAR, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi evakuasi kebakaran. Dalam simulasi tersebut, pegawai diarahkan untuk mengikuti prosedur penyelamatan diri secara sistematis, mulai dari mengenali tanda bahaya, bergerak menuju jalur evakuasi, hingga berkumpul di titik aman yang telah ditentukan.

Latihan ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan kerja. Saat menghadapi situasi darurat, ketepatan mengambil keputusan dan kedisiplinan mengikuti prosedur sangat menentukan keselamatan seluruh penghuni gedung.

Kegiatan semacam ini juga membantu mengevaluasi efektivitas jalur evakuasi dan sistem tanggap darurat yang telah tersedia. Dari simulasi tersebut, berbagai aspek teknis dapat ditinjau untuk memastikan seluruh mekanisme berjalan optimal apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan pelatihan. Pengalaman dan keahlian para petugas menjadi sumber pembelajaran langsung yang memperkuat pemahaman peserta mengenai penanganan kebakaran secara tepat.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam aspek keselamatan kerja merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi. Lingkungan kerja yang aman tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga menjaga kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan.

Melalui pelatihan ini, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat terus mendorong terciptanya budaya kerja yang tanggap, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan bersama. Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan sekadar respons saat keadaan darurat terjadi, melainkan bagian dari upaya preventif yang perlu dibangun secara berkelanjutan melalui edukasi dan latihan yang konsisten.

(Tim media)

BBPMP Provinsi Jawa Barat Perkuat Layanan melalui Kolaborasi dan Transformasi Kelembagaan

BBPMP Provinsi Jawa Barat Perkuat Layanan melalui Kolaborasi dan Transformasi Kelembagaan

Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat terus melakukan penguatan peran kelembagaan guna menjawab kebutuhan layanan pendidikan yang semakin berkembang. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu melalui kunjungan dari BKHM sebagai bagian dari upaya membangun sistem layanan yang lebih terintegrasi, efektif, dan adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan.

Kunjungan tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat sinergi antara unit pusat dan daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih responsif. Fokus utama pembahasan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan informasi serta pengembangan tata kelola kelembagaan yang mampu mendukung implementasi berbagai kebijakan pendidikan secara lebih optimal.

Dalam arahannya, Kepala BKHM menekankan pentingnya peran BBPMP sebagai perpanjangan tangan layanan di daerah. Keberadaan BBPMP diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi pusat informasi yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dan satuan pendidikan terhadap akses kebijakan pendidikan yang terintegrasi.

Penguatan fungsi tersebut juga akan didukung melalui pemanfaatan aplikasi bersama antara Unit Layanan Terpadu (ULT) pusat dan UPT di daerah. Integrasi sistem ini dirancang untuk mempermudah koordinasi layanan, mempercepat alur informasi, serta membuka akses data secara lebih luas dan terstruktur.

Dengan sistem yang saling terhubung, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih efisien. Masyarakat maupun pemangku kepentingan pendidikan dapat memperoleh informasi secara lebih cepat, akurat, dan terkoordinasi, tanpa terhambat oleh sekat administratif antarunit.

Selain penguatan layanan berbasis sistem, BBPMP Jawa Barat juga terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sarana yang dimiliki. Berbagai ruang yang ada mulai diarahkan untuk mendukung aktivitas belajar, diskusi, hingga kolaborasi lintas sektor pendidikan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah penerapan konsep moving class yang memberikan fleksibilitas dalam penggunaan ruang belajar. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif serta mendorong interaksi yang lebih dinamis.

Optimalisasi juga dilakukan pada ruang perpustakaan yang kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar kolaboratif. Pemanfaatan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengembangan ide, literasi, dan inovasi pendidikan.

Sementara itu, auditorium turut diarahkan menjadi ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk kegiatan edukatif, forum diskusi, hingga penguatan kapasitas berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

Transformasi pemanfaatan ruang tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam menciptakan ekosistem belajar yang lebih terbuka dan inspiratif. Ruang-ruang yang ada didorong untuk menjadi sarana produktif yang mendukung pertukaran gagasan serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.

Kolaborasi antara BKHM dan BBPMP Jawa Barat menunjukkan bahwa penguatan layanan pendidikan tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada inovasi tata kelola dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Melalui langkah ini, BBPMP Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dan bertransformasi, menghadirkan layanan pendidikan yang relevan, inovatif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Jawa Barat.

(Tim media)

Program GEMPITA Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Holistik bagi Anak Usia Dini

Program GEMPITA Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Holistik bagi Anak Usia Dini

Bandung Barat — Pendidikan anak usia dini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas belajar anak, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Pendekatan tersebut terlihat dalam kegiatan Belajar Bersama BBPMP (B3) Jawa Barat bersama PAUD Flamboyan Ceria melalui Program GEMPITA yang berlangsung pada Rabu, 6 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran yang dirancang untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Anak-anak mengikuti pembelajaran berbasis moving class yang memungkinkan mereka belajar melalui eksplorasi dan permainan interaktif. Pendekatan tersebut membantu anak mengenal lingkungan sekitar sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Melalui aktivitas belajar sambil bermain, anak didorong untuk aktif berinteraksi, bekerja sama, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan. Suasana belajar yang menyenangkan menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi anak usia dini.

Tidak hanya berfokus pada peserta didik, kegiatan ini juga memperkuat peran keluarga dalam proses pengasuhan. Orang tua memperoleh penguatan melalui sesi parenting bertema penumbuhan disiplin dalam pengasuhan positif. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh yang konsisten, suportif, dan komunikatif dalam mendampingi perkembangan anak.

Penguatan kapasitas orang tua juga dilakukan melalui edukasi kesehatan ibu dan anak yang melibatkan kader PKK Desa Jayagiri bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Desa Jayagiri. Pembahasan mengenai kesehatan ibu dan anak usia dini menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan tersebut mendorong meningkatnya pemahaman orang tua dan kader terkait pentingnya menjaga kesehatan keluarga sejak dini, termasuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan rumah dan masyarakat.

Selain itu, orang tua turut terlibat dalam kegiatan bengkel Alat Permainan Edukatif (APE). Dalam sesi ini, peserta diajak membuat media permainan dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran kreatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang terjangkau dan aman bagi anak.

Pembuatan APE tidak hanya mendukung stimulasi perkembangan anak, tetapi juga mempererat interaksi positif antara orang tua dan anak melalui kegiatan bermain bersama di rumah.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa layanan PAUD yang berkualitas memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pendidik, keluarga, tenaga kesehatan, hingga masyarakat sekitar. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan anak.

Melalui pendekatan yang terintegrasi, pendidikan anak usia dini diharapkan mampu mendukung perkembangan karakter, kesehatan, dan kemampuan belajar anak secara lebih optimal sebagai bekal menghadapi masa depan.

(Tim media)

BBPMP Provinsi Jawa Barat Dorong Pelaksanaan SPMB yang Transparan dan Berintegritas

BBPMP Provinsi Jawa Barat Dorong Pelaksanaan SPMB yang Transparan dan Berintegritas

Bandung Barat — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang berkualitas membutuhkan tata kelola yang kuat, pemahaman kebijakan yang seragam, serta sinergi antarpemangku kepentingan. Untuk mendukung hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat mengambil peran aktif dalam Kick Off SPMB Kota Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai narasumber sekaligus mitra strategis dalam penguatan layanan pendidikan.

Keterlibatan BBPMP Jawa Barat menjadi bagian dari upaya mendorong pelaksanaan SPMB yang mampu menjamin akses pendidikan secara adil dan merata bagi seluruh calon peserta didik. Proses penerimaan murid baru tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif tahunan, melainkan sebagai langkah awal dalam memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai prinsip kualitas dan integritas.

Penguatan pemahaman terhadap kebijakan dan petunjuk teknis SPMB menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Kesamaan persepsi antarpenyelenggara dinilai penting agar implementasi di lapangan berjalan efektif, tepat sasaran, serta mengedepankan prinsip objektivitas dan akuntabilitas.

Melalui sosialisasi kebijakan, seluruh pihak yang terlibat didorong untuk memahami mekanisme pelaksanaan secara menyeluruh, mulai dari tahapan pendaftaran hingga proses seleksi. Pemahaman yang selaras diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala teknis sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan murid baru.

Komitmen bersama yang dibangun antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas.

Pelaksanaan SPMB yang transparan dan bebas diskriminasi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh peserta didik. Prinsip keadilan dalam penerimaan murid baru merupakan bagian dari upaya memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan tanpa hambatan.

Sebagai lembaga penjaminan mutu pendidikan, BBPMP Jawa Barat terus mendorong penguatan sistem pendidikan melalui pendampingan kebijakan, fasilitasi peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Melalui sinergi yang terbangun, pelaksanaan SPMB diharapkan mampu menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Upaya bersama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pendidikan yang merata serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.

(Tim media)

Pembelajaran Tema Profesi Perkuat Karakter dan Kreativitas Anak Usia Dini

Pembelajaran Tema Profesi Perkuat Karakter dan Kreativitas Anak Usia Dini

Bandung Barat — Pembelajaran anak usia dini yang bermakna tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dasar, tetapi juga pada pengembangan karakter, imajinasi, dan pemahaman anak terhadap lingkungan sekitarnya. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pembelajaran bertema profesi yang diikuti anak-anak dari TK Tahfiz Quran MQ pada Selasa, 5 Mei 2026.

Melalui berbagai aktivitas bermain interaktif, anak-anak diajak mengenal beragam profesi seperti pemadam kebakaran, polisi, dan sejumlah pekerjaan lainnya. Pendekatan belajar melalui bermain ini memberikan pengalaman konkret bagi anak untuk memahami peran berbagai profesi dalam kehidupan sehari-hari.

Pengenalan profesi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun wawasan anak. Selain memperluas pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya motivasi dan cita-cita, sekaligus membuka ruang bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya.

Dalam proses pembelajaran, anak-anak diajak terlibat aktif melalui permainan peran dan interaksi kelompok. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial seperti bekerja sama, berbagi peran, dan menghargai teman.

Nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama juga diperkenalkan melalui setiap rangkaian kegiatan. Pembelajaran kontekstual seperti ini membantu anak memahami makna sederhana tentang kontribusi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain aspek sosial dan emosional, kegiatan ini turut mendukung perkembangan kognitif anak. Melalui eksplorasi dan diskusi ringan, anak dilatih untuk berpikir kritis sederhana, mengenali fungsi suatu profesi, serta menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.

Suasana belajar yang menyenangkan juga berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri anak. Kesempatan untuk berekspresi dan tampil dalam berbagai simulasi profesi mendorong anak lebih berani berkomunikasi dan menunjukkan potensinya.

Dalam kegiatan tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi anak juga tetap menjadi perhatian melalui layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan asupan gizi yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang tumbuh kembang anak agar tetap sehat, aktif, dan siap mengikuti proses belajar secara optimal.

Kolaborasi antara satuan pendidikan dan berbagai pihak dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna menjadi langkah positif dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai dasar yang akan mendukung perkembangan mereka di masa depan.

(Tim media)