Ciamis Smart Challenge (CSC): Wujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan

Ciamis Smart Challenge (CSC): Wujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan

Ciamis – Ciamis Smart Challenge (CSC) merupakan sebuah Lomba Cerdas Cermat untuk siswa jenjang SMP se-Kabupaten Ciamis yang merupakan inisiatif Komunitas Belajar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan Bahasa Inggris jenjang SMP se-kabupaten Ciamis.

Diikuti oleh 106 SMP Negeri dan Swasta se-Kabupaten Ciamis, kegiatan Lomba Cerdas Cermat CSC ini dikemas secara kreatif, inovatif dan kolaboratif oleh Komunitas Belajar MGMP Mata Pelajaran di Kabupaten Ciamis ini bertujuan untuk: meningkatkan pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan semangat berkompetisi siswa, menambah pengetahuan siswa di bidang IT, menggali pengetahuan siswa mengenai perkembangan ilmu dan teknologi, mempersiapkan siswa dalam menghadapi dan menguasai kemajuan teknologi yang sekarang dan yang akan datang, meningkatkan kegemaran membaca dan literasi siswa serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui budaya kompetisi edukatif, mengangkat dan mempopulerkan “Ciamis Smart Challenge (CSC)” Kabupaten Ciamis sebagai warisan budaya untuk generasi muda; dan menumbuhkembangkan kecintaan siswa terhadap karya budaya dan kearifan lokal Kabupaten Ciamis.

Bertempat di di Gedung Islamic Center Ciamis, Jl. Mr. Iwa Kusuma Sumantri, Kertasari, Kec. Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46213, dilaksanakan Babak Semifinal dan Final dan dihadiri oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang memberikan arahan dan motivasi untuk para siswa peserta LCC CSC. Dalam sambutannya, Herdiat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan CSC ini. Selanjutnya Herdiat menghimbau agar kegiatan seperti ini harus menjadi tradisi tahunan, jangan hanya sekali lalu berhenti, “Jangan ‘obor karari’, sekarang semangat, tahun depan hilang. Harus berkesinambungan,” tegas Herdiat.

Pada kesempatan yang sama, Herdiat juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tamu undangan yang telah menghadiri kegiatan LCC CSC, antara lain, perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII.

Foto Bersama Undangan kegiatan Lomba Cerdas Cermat CSC

Sumber Foto: https://disdik.ciamiskab.go.id/

Dikomandoi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, S.STP, M.Si. dan didukung oleh Penerbit Erlangga, Bank Jabar Banten (BJB), Bank Galuh, dan Penerbit Yudistira kegiatan yang mengusung Kemitraan Pendidikan antara orangtua siswa, sekolah dan masyarakat/Mitra Pembangunan ini dapat terselenggara dengan sukses dan diikuti oleh seluruh peserta secara bersungguh-sungguh, penuh semangat dan antusiasme yang sangat tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, S.STP, M.Si., sedang menyampaikan Laporan Kegiatan

Sumber Foto: https://disdik.ciamiskab.go.id/

Sebuah gagasan yang cerdas, kreatif dan inovatif, LCC CSC ini mengusung Bahasa Inggris sebagai Bahasa yang digunakan oleh para Juri ketika melemparkan pertanyaan dan dijawab oleh peserta lomba juga dalam Bahasa Inggris. Dalam hal ini, peserta, selain diuji kemampuan dalam menjawab berbagai pertanyaan yang terkait dengan mata Pelajaran-mata Pelajaran yang diujikan, juga ditantang untuk memahami pertanyan-pertanyaan yang disampaikan dalam Bahasa Inggris dan juga dituntut untuk memiliki kemampuan untuk menyampaikan jawaban dalam Bahasa Inggris. Hal ini sejalan dengan prinsip Conquer the world by mastering its language.

Peserta LCC CSC sedang mengikuti lomba

Sumber Foto: https://disdik.ciamiskab.go.id/

Keluar sebagai pemenang lomba ditetapkan 18 (delapan belas) sekolah yang mendapatkan skor tertinggi untuk seluruh materi pertanyaan yang mencakup mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan Wawasan Kegaluhan (Ciamis), yaitu:

Pemenang LCC CSC Tahun 2025 berfoto Bersama Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Ciamis

Sumber Foto: https://disdik.ciamiskab.go.id/

  1. Kesimpulan

Lomba Cerdas Cermat Ciamis Smart Challenge (LCC CSC) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupate Ciamis merupakan sebuah Langkah nyata dan terobosan (breakthrough) untuk mendorong peningkatan kompetensi siswa jenjang SMP dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan sebagai salah satu bentuk pembinaan untuk mewujudkan 8 (Delapan) Dimensi Profil Lulusan (DPL), yaitu: Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME: Menghormati sesama dan selalu bersyukur, kemandirian, berani mencoba, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah, kewargaan: bangga sebagai anak Indonesia dan peduli dengan lingkungan sekitar, kesehatan, menjaga kebersihan diri, makan sehat, dan rajin berolahraga, penalaran kritis, mampu berpikir logis dan menemukan solusi saat menghadapi tantangan, kreativitas, selalu punya ide baru dan senang mencoba hal-hal baru, kolaborasi, mampu bekerja sama dengan teman dan membangun kebersamaan, dan komunikasi: Berani berbicara dan menyampaikan pendapat dengan sopan.

Menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam penguatan pendidikan karakter di daerah sesuai kebijakan nasional, LCC CSC diharapkan dapat memperkuat peran strategis Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pendidikan dan sebagai salah satu upaya peningkatkan sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, sekolah, Dinas Pendidikan, orangtua siswa dan Mitra Pembangunan Pendidikan (Bank BJB, Bank Galuh, Penerbit Erlangga dan Yudistira) dalam menciptakan ekosistem pembinaan karakter yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Semoga kegiatan ini juga dapat menjadi sebuah inspirasi praktik baik dalam pengembangan program-program Pendidikan di Kabupaten Ciamis  untuk mewujudkan visi “Sinergi Mewujudkan Ciamis Maju dan Berkelanjutan.”

Kontributor Naskah:

Ida Siti Hodijah (Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat

Risnandar (Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Ciamis)

BBPMP Jawa Barat Hadiri Koordinasi Piloting PBK & KA diSatuan PAUD

BBPMP Jawa Barat Hadiri Koordinasi Piloting PBK & KA diSatuan PAUD

Tangerang, 6 September 2025 – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat bersama BBPMP Sulawesi Selatan, BPMP Sumatera Utara, dan BBPMP Sumatera Barat menghadiri kegiatan Koordinasi Piloting Pengembangan Berpikir Komputasional (PBK) dan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA) di Satuan PAUD. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada 4–6 September 2025 di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Tangerang.

Koordinasi dibuka oleh Direktur PAUD, Dr. Nia Nurhasanah, S.Si., M.Pd., dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, S.Pd., M.Pd., Kepala BBPMP Sulawesi Selatan, BPMP Sumatera Utara, serta BBPMP Sumatera Barat. Turut hadir Widyaprada Ahli Utama/Ketua Tim Kerja Pembelajaran dan Penilaian, Tim Penulis Pengembangan PBK dan KA di jenjang PAUD, serta Dr. Muhammad Muchlas Rowi, S.F., S.H., M.M., Staf Khusus
Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, yang memaparkan mengenai sekolah model Koding-KA.

Menyiapkan Anak dengan Keterampilan Abad 21

Di era digital, anak-anak perlu dibekali keterampilan abad 21, seperti berpikir komputasional, literasi digital, dan pemahaman data. Tujuan pengembangan ini tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kreativitas, empati, serta kesiapan menghadapi tantangan global. PBK dan KA mendorong strategi pembelajaran yang menempatkan anak sebagai pusat proses belajar, dengan suasana yang berkesadaran (mindful), bermakna
(meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pengembangan berpikir komputasional pada anak usia dini dapat dilakukan
melalui dua pendekatan:

  1. Plugged – menggunakan perangkat digital seperti komputer atau tablet.
  2. Unplugged – tanpa perangkat digital, misalnya melalui permainan, puzzle, kegiatan seni, dan aktivitas kreatif lainnya.


Peran Kecerdasan Artifisial di PAUD

Kecerdasan Artifisial (KA) berperan penting dalam mendukung pembelajaran di PAUD. Guru dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dan kontekstual, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis,
kreatif, dan inovatif pada anak.

Penggunaan KA juga semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui aplikasi populer seperti Google, TikTok, Instagram, Canva, hingga ChatGPT. Kehadiran teknologi ini membuat KA semakin mudah diakses oleh siapa pun tanpa harus menjadi ahli teknologi. Bahkan, sistem berbasis KA dapat membantu guru mendeteksi lebih dini keterlambatan perkembangan atau kesulitan belajar anak dengan menganalisis pola perilaku dan performa mereka secara berkelanjutan.

Menuju Generasi Emas Indonesia

Melalui pengembangan PBK dan pemanfaatan KA, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang logis, kreatif, mampu bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik. Upaya ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan zaman. (TR)

Jumlah Calon Peserta Terus Bertambah, Sekolah dan Murid Tunjukkan Minat Ikuti TKA

Jumlah Calon Peserta Terus Bertambah, Sekolah dan Murid Tunjukkan Minat Ikuti TKA

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 511/sipers/A6/IX/2025

Jakarta, 4 September 2025 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengapresiasi antusias murid yang menunjukkan minat besar untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hingga saat ini jumlah pendaftar menyentuh angka lebih dari 2 juta peserta didik.

“Peningkatan jumlah pendaftar ini menunjukkan semakin tingginya minat murid untuk mengukur capaian belajar sekaligus membuka peluang masuk ke seleksi nasional jalur prestasi. Kami mengimbau kepada sekolah dan murid untuk melakukan pendaftaran secepatnya, sehingga peluang untuk memilih jadwal dan mempersiapkan diri menjadi semakin matang,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis dan Pendataan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025, di Jakarta, Selasa (2/9).

Mendikdasmen menambahkan bahwa TKA merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Ia menuturkan TKA akan terus dilaksanakan dan sudah ada perangkat-perangkat aturan yang mendukung pelaksanaan tersebut.

“Kami telah menyampaikan dalam rapat kabinet bahwa TKA menjadi terobosan Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dan juga dalam rapat bersama dengan Komisi X DPR RI kami menegaskan bahwa TKA menjadi alat pengukur kemampuan murid dalam bidang literasi dan numerasi,” tutur Menteri Mu’ti.

Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa pelaksanaan rakor ini bertujuan untuk melakukan progres pengecekan data pendaftaran murid peserta TKA. Ia menyebut, rakor ini menghadirkan para peserta yang terdiri dari tim teknis asesmen skala nasional, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) di seluruh provinsi.

“Saat ini telah terdata lebih dari dua juta murid siap mengikuti TKA. Data ini akan terus bertambah, seiring dengan jadwal pendaftaran yang ditetapkan. Melalui rakor ini juga kami akan melakukan pendataan infrastruktur di berbagai daerah, dengan begitu para perwakilan dari masing-masing provinsi akan melaporkan kondisi dan kesiapan infrastruktur untuk TKA,” papar Toni.

Toni menambahkan, pelaksanaan rakor ini sekaligus mempersiapkan penulisan soal TKA untuk kelas enam SD dan kelas sembilan SMP. Ia berharap, kesempatan ini juga dapat mendiskusikan permasalahan teknis dan mitigasi risiko pelaksanaan TKA di masing-masing daerah.

“Semoga permasalahan teknis di tiap provinsi dapat menemukan solusi yang efektif dan efisien. Dan juga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga semua murid dapat terfasilitasi dengan baik dan mendapatkan kesempatan yang setara untuk bisa mengikuti TKA,” tutup Toni.

Peningkatan Jumlah Pendaftar TKA Meningkat

Pendaftaran TKA telah dibuka sejak 24 Agustus hingga 4 Oktober 2025. Melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id, seluruh satuan pendidikan dapat mendaftarkan peserta didik untuk menjadi peserta TKA. Masyarakat juga bisa mengakses informasi seputar TKA. Saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai lebih dari 2 juta peserta didik. Dari jumlah tersebut, terdapat lebih dari 370 ribu peserta didik yang telah memilih mata pelajaran pilihan. Sebagai informasi, pendaftaran TKA akan ditutup pada 5 Oktober 2025. Para peserta didik juga dapat melakukan pelatihan soal TKA melalui Ayo Coba TKA pada laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/ secara gratis.

BBPMP Provinsi Jawa Barat Ikut Serta dalam Kunjungan Bersama Komite Pengarah Nasional Program INOVASI di Kabupaten Cirebon

BBPMP Provinsi Jawa Barat Ikut Serta dalam Kunjungan Bersama Komite Pengarah Nasional Program INOVASI di Kabupaten Cirebon

Cirebon – BBPMP Provinsi Jawa Barat turut serta dalam Kunjungan Bersama Komite Pengarah Nasional Program INOVASI Fase 3 yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 26–27 Agustus 2025 di Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini difokuskan pada kesiapan implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta upaya mengatasi kesenjangan pendidikan di jenjang SD dan MI. Rangkaian kunjungan bersama menjadi sarana penting untuk melihat langsung praktik pendidikan di lapangan, sekaligus merumuskan masukan strategis bagi pembahasan dalam Rapat Komite Pengarah Nasional.

Kunjungan ini diikuti oleh Kepala BSKAP Kemendikdasmen Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, BBPMP Provinsi Jawa Barat, BBGTK Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd, M.M.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, S. Pd., M. Pd. mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kunjungan bersama ini memberikan penguatan nyata pada peningkatan literasi dan numerasi di Kabupaten Cirebon serta memperkuat sinergi lintas lembaga untuk mendorong transformasi pendidikan.

Hasil temuan lapangan akan menjadi bahan masukan yang berharga dalam perumusan kebijakan, terutama dalam mengawal implementasi pembelajaran yang lebih bermakna dan merata bagi anak-anak Indonesia.

Tim Media

Kolaborasi BBPMP Jabar dan Bunda PAUD dalam Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Kolaborasi BBPMP Jabar dan Bunda PAUD dalam Wujudkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan Advokasi Arah dan Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah kepada Bunda PAUD pada Selasa (26/8) di Kantor BBPMP Provinsi Jawa Barat Kampus Jayagiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran Bunda PAUD dalam mendukung kebijakan wajib belajar 1 tahun prasekolah serta mendorong percepatan pengukuhan Bunda PAUD di seluruh wilayah Jawa Barat.

Peserta advokasi terdiri atas Bunda PAUD kabupaten/kota, perwakilan Dinas Pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan dari SEAMEO CECCEP.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. Purwanto, M. Pd. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa Bunda PAUD memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung implementasi kebijakan pemerintah. 

“Satu tahun prasekolah dipandang esensial untuk membangun fondasi anak sejak dini sekaligus menanamkan lima karakter dan nilai luhur masyarakat Sunda, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan advokasi ini juga menghadirkan narasumber hebat, Ir. Harris Iskandar, Ph.D. dari Direktorat PAUD, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai peran strategis Bunda PAUD dalam mendukung kebijakan wajib belajar 1 tahun prasekolah.

Bunda PAUD Bersama Kelompok Kerja (Pokja) diharapkan terus mendorong kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menghadirkan layanan PAUD bermutu untuk semua, dalam kerangka Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif.

Peran aktif Bunda PAUD menjadi kunci dalam memastikan anak memperoleh stimulasi dan layanan pendidikan yang tepat sejak dini. “Dengan keterlibatan Bunda PAUD, implementasi kebijakan wajib belajar 1 tahun prasekolah dapat berjalan optimal sekaligus menyiapkan fondasi kuat bagi terwujudnya generasi emas Indonesia,” ungkapnya.

Advokasi yang dilaksanakan BBPMP Jabar ini menjadi langkah strategis untuk mendorong partisipasi berbagai pihak, khususnya Bunda PAUD, dalam mendukung kebijakan pemerintah guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Timker PAUD

BBPMP Jabar Gelar Advokasi G7KAIH di 27 Kabupaten/Kota

BBPMP Jabar Gelar Advokasi G7KAIH di 27 Kabupaten/Kota

Subang – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Advokasi Implementasi Gerakan 7 Karakter Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) pada 21–22 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 27 kabupaten/kota dengan melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bunda PAUD, Pengawas dan Penilik Satuan Pendidikan serta Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepala BBPMP Jabar, Komalasari, S.Pd. M.Pd., menjelaskan bahwa G7KAIH merupakan program penguatan karakter peserta didik yang selaras dengan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dan UKS. Ia menegaskan, keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Perlu keterlibatan orang tua, masyarakat, pemerintah daerah, serta elemen lain agar G7KAIH benar-benar terintegrasi dalam budaya sekolah,” ujar Komalasari saat menghadiri kegiatan advokasi di Kabupaten Subang, Kamis (21/8/2025).

Dalam rangkaian advokasi, Kepala BBPMP Jabar juga berdiskusi dengan Bunda PAUD Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, S.I.P. Diskusi tersebut menyoroti peran strategis Bunda PAUD dalam mendukung pelaksanaan G7KAIH, khususnya melalui kegiatan berbasis anak dan masyarakat.

Ruang lingkup advokasi sendiri meliputi sosialisasi kebijakan, fasilitasi pelaksanaan, serta penguatan sinergi lintas sektor. Forum advokasi bersama Bunda PAUD se-Jawa Barat pun menghasilkan sejumlah rekomendasi, seperti pencanangan G7KAIH oleh kepala daerah, penggerakkan Senam Anak Indonesia Hebat, dan sosialisasi program melalui berbagai forum masyarakat.

Dengan langkah ini, BBPMP Jabar berharap G7KAIH tumbuh menjadi gerakan kolektif yang memperkuat karakter anak Indonesia dan memperkuat sinergi pendidikan di Jawa Barat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Tim Media

BBPMP Jabar Gelar Webinar Penguatan Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

BBPMP Jabar Gelar Webinar Penguatan Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah

Bandung Barat – Apakah cukup membekali anak usia dini hanya dengan kemampuan calistung (membaca, menulis, berhitung)? Atau justru perlu menyiapkan aspek akademik sekaligus non-akademik, termasuk perkembangan psikososialnya? Pertanyaan reflektif ini menjadi pengantar dalam Kegiatan Penguatan Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah-Mengapa PAUD dan Mengapa harus PAUD?.  Kegiatan ini diselenggarakan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat pada hari Rabu (20/8) secara daring.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Harris Iskandar, Ph.D, yang memaparkan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi tumbuh kembang anak. Menurutnya, PAUD memiliki peran strategis dalam menyiapkan kesiapan anak, baik akademik maupun non-akademik, sehingga mereka lebih siap melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.

“PAUD adalah investasi jangka panjang yang memberikan pengembalian besar bagi masa depan anak dan masyarakat. Kebijakan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah menjadi langkah strategis dalam memastikan setiap anak memperoleh pendidikan berkualitas sebelum memasuki SD/MI,” jelasnya.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bahwa PAUD bukan hanya tentang calistung, melainkan juga membangun aspek psikososial anak agar mereka lebih siap menghadapi proses belajar yang lebih formal. Dengan demikian, PAUD menjadi fondasi penting menuju kebijakan wajib belajar 13 tahun.

BBPMP Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan ini mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk bersama memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini, demi terwujudnya generasi emas Indonesia di masa depan.

Timker PAUD

MOMAHE Hadirkan Kegembiraan Belajar di TK Kristen Giri Asih, Lembang

MOMAHE Hadirkan Kegembiraan Belajar di TK Kristen Giri Asih, Lembang

Bandung Barat, 20 Agustus 2025 – MOMAHE (Mobil Mainan Anak Hebat) merupakan program inovasi yang mengusung semangat “Menghadirkan Mainan, Menciptakan Kegembiraan, dan Mewujudkan Cita-Cita Anak Hebat Indonesia”. Layanan ini meliputi penyediaan sarana bermain edukatif, penyajian media pembelajaran digital, penyelenggaraan bengkel main, serta penggalangan donasi mainan edukatif. Kehadiran MOMAHE sejalan dengan prinsip Kemendikdasmen, “Pendidikan Bermutu Untuk Semua”, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Layanan inovasi Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat ini membawa kegembiraan belajar bagi anak-anak usia dini melalui sarana bermain edukatif, media digital, hingga pendampingan untuk guru dan orang tua. Suasana penuh semangat tercipta mulai anak-anak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat, bermain motorik, berkreasi, sekaligus belajar literasi dan numerasi dengan cara menyenangkan.

Apresiasi datang dari berbagai pihak. Salah satu orang tua, Rika, menyampaikan rasa bahagianya, Sebagai orang tua, saya sangat senang anak kami bisa ikut kegiatan dalam layanan MOMAHE. Anak terlihat gembira, semangat belajar, dan punya pengalaman baru. Terima kasih BBPMP Provinsi Jawa Barat, sudah menghadirkan layanan yang bermanfaat untuk anak-anak kami.” 

Senada dengan itu, Kepala TK Kristen Giri Asih, Maria Magdalena, juga menegaskan manfaat nyata MOMAHE, “Anak-anak terlihat gembira, guru semakin berdaya, dan sekolah kami semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang penuh kegembiraan. Terima kasih kepada BBPMP Provinsi Jawa Barat, MOMAHE benar-benar menjadi wujud nyata Pendidikan Bermutu Untuk Semua.”

Hadirnya MOMAHE di berbagai satuan pendidikan anak usia dini menjadi bukti komitmen BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia. Melalui inovasi ini, pendidikan sejak dini dirancang tidak hanya bermutu, tetapi juga menggembirakan bagi setiap anak. (UJ)

Tim Media

BBPMP Jabar Dorong Optimalisasi PMP melalui Penguatan SDM Pendidikan

BBPMP Jabar Dorong Optimalisasi PMP melalui Penguatan SDM Pendidikan

Bekasi – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Penjaminan Mutu Pendidikan melalui Pengembangan Kapasitas SDM dalam pelaksanaan Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 19–20 Agustus 2025, dengan melibatkan unsur pengawas, kepala sekolah, dan perwakilan Dinas Pendidikan.

Implementasi PMP di satuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan oleh tim pelaksana yang kompeten. Melalui kegiatan ini, BBPMP Jawa Barat berupaya memastikan bahwa pelaksanaan PMP berjalan optimal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM, baik di tingkat pemerintah daerah maupun satuan pendidikan.

Dalam sambutannya di Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari menegaskan, bahwa penjaminan mutu pendidikan memiliki dua fokus utama, yakni oleh pemerintah daerah dan oleh satuan pendidikan. Keduanya saling mendukung dalam memastikan tercapainya Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan peningkatan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

“Kalau kita bicara mutu, maka kita bicara standar. Dan standar itu adalah 8 SNP. Hasil asesmen nasional kini sudah dipetakan keterkaitannya dengan 8 SNP. Misalnya literasi dan numerasi terkait dengan Standar Kompetensi Lulusan, sementara perencanaan pembelajaran terkait dengan Standar Proses. Hal ini penting agar penjaminan mutu benar-benar menjadi budaya dan kebutuhan bersama,” tegasnya.

Adapun tujuan khusus dari kegiatan ini meliputi advokasi bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar:

  1. Memahami kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan,
  2. Meningkatkan pemahaman indikator Standar Nasional Pendidikan,
  3. Memahami analisis pemetaan mutu,
  4. Mengkaji hasil serta rekomendasi pemetaan mutu, dan
  5. Menyusun rencana tindak lanjut secara terukur.

Komalasari juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap hasil penguatan ini dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing dan didiseminasikan ke sekolah lain sehingga tercipta gerakan bersama dalam mewujudkan mutu pendidikan yang lebih baik.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Mari kita bersama-sama mewujudkan Jabar Istimewa dan Kota Bekasi Keren. Tentu, pendidikan yang kuat akan mendukung slogan tersebut. Kami dari pemerintah pusat melalui unit teknis di provinsi Jawa Barat akan mendampingi Bapak Ibu semua dalam peningkatan 8 Standar Nasional Pendidikan,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, BBPMP Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat kapasitas SDM pendidikan di daerah, agar mutu pendidikan tidak hanya menjadi target administratif, tetapi tumbuh sebagai budaya bersama di satuan pendidikan.

Tim Media

Belajar Bersama BBPMP Jabar: Pembelajaran Mendalam di Satuan PAUD

Belajar Bersama BBPMP Jabar: Pembelajaran Mendalam di Satuan PAUD

Bandung Barat- Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat terus menguatkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Melalui Belajar Bersama BBPMP Jabar yang kembali hadir dengan kegiatan Penguatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dengan tema Pembelajaran Mendalam. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (19/8) bersama para pendidik TKIT Thoriq Al Fath Kabupaten Bekasi.

Pembelajaran Mendalam mendorong terciptanya suasana belajar yang penuh kesadaran, bermakna, dan menggembirakan, dengan mengintegrasikan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Melalui kegiatan ini, diharapkan pendidik semakin siap memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan bermakna.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua!

Tim Media