by Tim Media | May 5, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Pembelajaran anak usia dini yang bermakna tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dasar, tetapi juga pada pengembangan karakter, imajinasi, dan pemahaman anak terhadap lingkungan sekitarnya. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pembelajaran bertema profesi yang diikuti anak-anak dari TK Tahfiz Quran MQ pada Selasa, 5 Mei 2026.
Melalui berbagai aktivitas bermain interaktif, anak-anak diajak mengenal beragam profesi seperti pemadam kebakaran, polisi, dan sejumlah pekerjaan lainnya. Pendekatan belajar melalui bermain ini memberikan pengalaman konkret bagi anak untuk memahami peran berbagai profesi dalam kehidupan sehari-hari.
Pengenalan profesi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun wawasan anak. Selain memperluas pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya motivasi dan cita-cita, sekaligus membuka ruang bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya.
Dalam proses pembelajaran, anak-anak diajak terlibat aktif melalui permainan peran dan interaksi kelompok. Aktivitas tersebut tidak hanya melatih kemampuan komunikasi, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial seperti bekerja sama, berbagi peran, dan menghargai teman.
Nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap sesama juga diperkenalkan melalui setiap rangkaian kegiatan. Pembelajaran kontekstual seperti ini membantu anak memahami makna sederhana tentang kontribusi setiap individu dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain aspek sosial dan emosional, kegiatan ini turut mendukung perkembangan kognitif anak. Melalui eksplorasi dan diskusi ringan, anak dilatih untuk berpikir kritis sederhana, mengenali fungsi suatu profesi, serta menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka temui sehari-hari.
Suasana belajar yang menyenangkan juga berkontribusi pada peningkatan rasa percaya diri anak. Kesempatan untuk berekspresi dan tampil dalam berbagai simulasi profesi mendorong anak lebih berani berkomunikasi dan menunjukkan potensinya.
Dalam kegiatan tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi anak juga tetap menjadi perhatian melalui layanan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan asupan gizi yang baik menjadi bagian penting dalam menunjang tumbuh kembang anak agar tetap sehat, aktif, dan siap mengikuti proses belajar secara optimal.
Kolaborasi antara satuan pendidikan dan berbagai pihak dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna menjadi langkah positif dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai dasar yang akan mendukung perkembangan mereka di masa depan.
(Tim media)
by Tim Media | May 5, 2026 | Warta Kiwari
Bandung — Revitalisasi satuan pendidikan terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat mutu pembelajaran melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih layak. Perbaikan fasilitas pendidikan dinilai berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan mendukung keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Hal tersebut sejalan dengan konsep ASRI yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Pendekatan ini menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang tidak hanya memadai secara fisik, tetapi juga mampu mendukung kenyamanan psikologis serta pembentukan karakter peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, pada Senin (4/5/2026), menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan. Ketersediaan fasilitas yang baik memungkinkan terciptanya suasana belajar yang lebih kondusif sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih nyaman dan optimal.
Konsep ASRI sendiri menjadi bagian dari inisiatif nasional yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai tindak lanjut kebijakan penguatan kualitas pendidikan melalui pembenahan lingkungan sekolah.
Dalam implementasinya, aspek aman menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang bebas dari risiko fisik maupun tekanan psikologis. Sekolah diharapkan menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekolah untuk tumbuh dan belajar.
Sementara itu, unsur sehat diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan yang bersih, tertata, serta mendorong penerapan pola hidup sehat. Aspek ini diperkuat dengan prinsip resik, yaitu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah secara konsisten.
Adapun unsur indah diarahkan untuk membangun suasana sekolah yang asri dan menyenangkan. Lingkungan yang tertata baik diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar sekaligus menciptakan pengalaman pendidikan yang lebih positif bagi peserta didik.
Lebih dari sekadar pembenahan fisik, program ini juga diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian, serta efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter.
Penguatan kualitas sarana pendidikan melalui revitalisasi diharapkan terus mendorong terciptanya ekosistem belajar yang adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan.
(Tim media)
by Tim Media | May 4, 2026 | Warta Kiwari
Subang — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Subang menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan akuntabel, khususnya pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan pakta integritas oleh unsur pimpinan daerah pada Senin, 4 Mei 2026, di Alun-Alun Kabupaten Subang. Langkah ini menegaskan pentingnya penyelenggaraan proses penerimaan murid baru yang berjalan objektif, terbuka, serta bebas dari praktik yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan integritas.
Penguatan integritas dalam pelaksanaan SPMB menjadi bagian penting dalam menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Sistem yang transparan tidak hanya memastikan proses seleksi berjalan sesuai aturan, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan.
Dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, tata kelola yang bersih merupakan fondasi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Pelaksanaan SPMB yang akuntabel diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan sesuai haknya.
BBPMP Provinsi Jawa Barat turut mendukung penguatan tata kelola pendidikan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong implementasi kebijakan pendidikan yang berintegritas dan berorientasi pada pemerataan layanan.
Semangat Hari Pendidikan Nasional tahun ini juga menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak hanya ditopang oleh peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh penguatan sistem yang menjunjung transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, diharapkan penyelenggaraan pendidikan di Jawa Barat semakin mampu menghadirkan layanan yang bermutu, inklusif, dan dapat diakses secara adil oleh seluruh masyarakat.
(Tim media)
by Tim Media | May 2, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai titik penting untuk memperkuat arah transformasi pendidikan di Jawa Barat. Momentum ini dipandang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan relevan dengan tantangan zaman.
BBPMP Jawa Barat menilai bahwa penguatan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang belajar melalui pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh. Pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, dan pengembangan kapasitas peserta didik agar siap menghadapi perubahan.
Plt Kepala BBPMP Jawa Barat, Mardi Wibowo, menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh ekosistem pendidikan untuk kembali menempatkan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.
“Hardiknas harus menjadi ruang refleksi bagi kita semua guru, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan, untuk meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi proses menumbuhkan potensi dan karakter,” ujarnya, Sabtu 2 Mei 2026..
Di tingkat implementasi, transformasi pendidikan di Jawa Barat terus diarahkan pada penguatan praktik pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual menjadi salah satu fokus utama.
Perubahan pendidikan, menurut BBPMP Jawa Barat, perlu dimulai dari proses belajar di dalam kelas. Peran guru menjadi sangat strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang mampu memberi dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.
Selain penguatan pembelajaran, sejumlah prioritas lain terus didorong, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi pendidik, hingga penguatan budaya sekolah yang aman dan inklusif.
Gerakan literasi dan numerasi juga terus diperkuat sebagai fondasi peningkatan capaian pembelajaran. Di saat yang sama, perluasan akses pendidikan bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan menjadi perhatian bersama.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kokoh. Keberhasilan transformasi pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.
Melalui semangat Hardiknas 2026, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk menghadirkan langkah-langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan, sehingga terwujud layanan pendidikan yang semakin inklusif, adaptif, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 30, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peningkatan mutu pendidikan anak usia dini membutuhkan penguatan kompetensi pendidik yang berkelanjutan, baik dalam aspek pembelajaran maupun kepemimpinan satuan pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut BBPMP Provinsi Jawa Barat memfasilitasi Pelatihan Upaya Peningkatan Mutu Kepala Sekolah dan Guru PAUD, selama 29–30 April 2026 dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kapasitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan anak. Penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam memastikan layanan PAUD mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Pada hari pertama, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati langsung berbagai praktik pembelajaran di laboratorium PAUD. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar untuk melihat implementasi pendekatan pembelajaran yang menekankan eksplorasi, kreativitas, serta keterlibatan aktif anak dalam setiap proses belajar.
Berbagai praktik baik yang ditampilkan, mulai dari konsep perpindahan kelas sesuai aktivitas belajar, penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, hingga peningkatan kapasitas pendidik, memberikan gambaran konkret mengenai strategi peningkatan kualitas layanan PAUD.
Suasana pembelajaran semakin terasa dinamis saat anak-anak mengikuti kegiatan bertema pengenalan profesi. Melalui permainan kreatif dan aktivitas bermain peran, mereka diajak mengenal berbagai profesi sambil mengembangkan keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan motorik sejak usia dini.
Di saat yang sama, keterlibatan orang tua dalam sesi diskusi pengasuhan menjadi bagian penting dari pendekatan pembelajaran. Sinergi antara guru dan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Dengan strategi tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih kontekstual, relevan, dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Selain kompetensi pedagogik, penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran turut menjadi perhatian. Kepemimpinan yang adaptif dinilai berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung interaksi positif antara guru dan anak.
Kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan melalui pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas layanan PAUD. Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, dan merata.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 29, 2026 | Warta Kiwari
Bandung — Penguatan kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur kerja, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja. Untuk mendukung hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan In House Training penguatan kompetensi pegawai yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kemampuan komunikasi efektif sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman terkait strategi komunikasi interpersonal, penguatan kolaborasi antartim, serta keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Penguasaan kompetensi tersebut menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus mendukung terciptanya layanan yang lebih adaptif.
Penguatan kompetensi komunikasi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Implementasi komunikasi yang terbuka, empatik, dan solutif dinilai mampu memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan kualitas interaksi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam konteks pelayanan publik, komunikasi yang efektif memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan. Penyampaian informasi yang jelas, tepat, dan disertai empati akan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa komunikasi bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan fondasi utama dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas.
Melalui penguatan kompetensi ini, BBPMP Jawa Barat terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat profesionalisme pegawai sekaligus menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 28, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Program revitalisasi satuan pendidikan mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Perbaikan sarana dan prasarana tidak hanya mengubah kondisi fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Di SDN Cipanengah Kota Sukabumi, perubahan tersebut dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka kini dapat belajar tanpa khawatir terhadap kondisi ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan. Atap yang tidak lagi bocor serta ruang belajar yang lebih tertata membuat aktivitas belajar menjadi lebih fokus.
“Kami senang sekolah sudah diperbaiki, kelasnya tidak bocor lagi kalau hujan, belajar jadi nyaman,” ungkap salah satu siswi.
Hal serupa disampaikan pihak sekolah. Kepala SDN Cipanengah Kota Sukabumi menilai revitalisasi membawa peningkatan signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar. Selain itu, kondisi sekolah yang lebih inklusif turut mendukung kebutuhan seluruh peserta didik.
“Alhamdulillah, sekarang ruang kelas lebih nyaman, aman, dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh orang tua siswa. Perubahan lingkungan sekolah dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar anak. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari.
“Anak saya sekarang lebih semangat belajar karena ruangannya nyaman dan tidak khawatir bocor saat hujan,” kata salah satu orang tua murid.
Kondisi serupa sebelumnya juga dialami oleh SD Yayasan Amal Keluarga. Sebelum revitalisasi dilakukan, kerusakan bangunan akibat lama tidak digunakan selama pandemi sempat menghambat kegiatan belajar mengajar. Perbaikan yang dilakukan kini memungkinkan sekolah kembali berfungsi secara optimal.
“Setelah diperbaiki, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Ini sangat membantu keberlangsungan pembelajaran,” ujar Kepala Sekolah, Asep Miftahudin.
Tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar, dampak revitalisasi juga dirasakan di sekolah menengah kejuruan. Di SMK Kesehatan Cianjur, pembaruan fasilitas praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih mendekati kondisi dunia kerja. Ruang praktik yang ditata menyerupai layanan kesehatan nyata membantu siswa memahami alur kerja secara langsung.
“Fasilitas ini membantu kami saat praktik dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar salah satu siswa.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, perbaikan fasilitas turut memperluas ruang belajar dan bermain. Di TK Al Hikmah, ketersediaan sarana seperti area bermain, toilet, dan ruang kesehatan membuat aktivitas anak menjadi lebih optimal.
Guru TK Al Hikmah, Oom Romlah, menyebut bahwa sebelumnya kegiatan anak masih terbatas. Kini, dengan fasilitas yang lebih lengkap, proses pembelajaran menjadi lebih variatif.
Sementara itu, orang tua siswa juga merasakan manfaatnya. Lingkungan yang lebih layak membuat anak-anak lebih aktif dan gembira saat berada di sekolah.
“Sekarang anak-anak bisa bermain dengan lebih leluasa dan terlihat lebih senang,” ujar salah satu wali murid.
Di sisi lain, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proyek pembangunan membuka peluang kerja bagi warga, sehingga turut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami mendapat tambahan penghasilan,” kata salah satu pekerja.
Selain itu, peningkatan fasilitas juga berdampak pada kualitas pembelajaran di tingkat SMP. Di SMPN 3 Sliyeg, ruang kelas baru serta dukungan perangkat pembelajaran membuat kegiatan belajar mengajar lebih interaktif dan efektif.
“Fasilitas yang ada sekarang sangat membantu kami dalam menyampaikan materi secara lebih menarik,” ujar salah satu guru.
Siswa pun menunjukkan respons positif terhadap perubahan tersebut. Lingkungan sekolah yang lebih bersih, fasilitas yang memadai, serta dukungan program pendukung membuat mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
“Kami jadi lebih nyaman belajar, fasilitasnya lengkap dan mendukung,” ungkap salah satu siswa.
Secara keseluruhan, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Lingkungan belajar yang lebih layak menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 28, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi memperkenalkan logo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang akan diperingati pada 2 Mei. Logo ini tidak sekadar menjadi penanda peringatan tahunan, tetapi juga mencerminkan dorongan pembaruan dalam sektor pendidikan.
Melalui elemen visual yang ditampilkan, logo Hardiknas 2026 merefleksikan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi tiga program prioritas, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas ke depan.
Salah satu unsur utama dalam logo adalah figur manusia berwarna biru yang digambarkan bergerak dinamis. Visual ini mencerminkan peran aktif seluruh elemen dalam mendukung pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Sementara itu, garis lengkung berbentuk elips di bagian bawah melambangkan kesinambungan serta upaya perlindungan dalam proses pengembangan pendidikan.
Penggunaan warna biru sebagai warna dominan juga memiliki makna tersendiri, yaitu mencerminkan kepercayaan, profesionalisme, serta harapan terhadap masa depan pendidikan yang lebih baik. Kombinasi elemen tersebut memperkuat pesan bahwa transformasi pendidikan memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan terintegrasi, diharapkan sistem pendidikan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang.
Logo resmi Hardiknas 2026 dapat diunduh melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari panduan penggunaan identitas peringatan secara nasional.
(berita ini telah tayang di https://www.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/15156-pedoman-logo-hari-pendidikan-nasional-2026 )
by Tim Media | Apr 24, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat mencatat capaian positif dalam penguatan tata kelola kelembagaan melalui perolehan dua penghargaan tingkat nasional pada Penganugerahan Unit Kerja dan Satuan Kerja Terbaik Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
BBPMP Jawa Barat meraih peringkat kedua pada kategori Unit Pelaksana Teknis dalam penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai 96,50. Selain itu, BBPMP Jabar juga memperoleh peringkat kedua pada kategori Keterbukaan Informasi Publik (KIP) untuk Unit Pelaksana Teknis dengan predikat informatif.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi dalam penguatan sistem kerja yang terukur, transparan, dan berbasis kinerja. Implementasi SAKIP yang optimal menjadi indikator penting dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan berdampak, sementara keterbukaan informasi publik mencerminkan komitmen dalam menyediakan akses informasi yang jelas dan akuntabel kepada masyarakat.
Penguatan pada dua aspek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BBPMP Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada bagaimana kebijakan dan program dapat dipahami serta dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan.
Ke depan, capaian ini menjadi pijakan untuk terus mendorong perbaikan kinerja, inovasi layanan, serta penguatan budaya kerja yang profesional. Dengan demikian, peran BBPMP Jawa Barat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
(Tim media)
by Tim Media | Apr 24, 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Upaya percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Direktorat PAUD bersama BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi calon penerima bantuan implementasi program tersebut di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 ini diikuti oleh Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan serta perwakilan Pokja Bunda PAUD dari sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Sumedang, Cianjur, Sukabumi, Kota Bogor, Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Garut, Purwakarta, Bandung, Kuningan, Subang, Karawang, dan Pangandaran. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah ini menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman dalam pelaksanaan program.
Bimbingan teknis difokuskan pada penguatan pemahaman terkait mekanisme implementasi program, termasuk kesiapan daerah dalam memenuhi persyaratan penerima bantuan. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan perencanaan dan pelaksanaan program secara lebih terarah. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan layanan pendidikan prasekolah dapat diakses secara lebih luas dan merata.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan program. Dengan sinergi yang terbangun, implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan sejak usia dini.
(Tim media)