Wujudkan Transformasi Pendidikan, Program Sekolah Penggerak Harus Jadi Agen Perubahan bagi Sekolah Sekitarnya

Wujudkan Transformasi Pendidikan, Program Sekolah Penggerak Harus Jadi Agen Perubahan bagi Sekolah Sekitarnya

Kepala BBPMP Jawa Barat dalam Pembukaan FPK Jabar 2024

Sri menjelaskan, upaya transformasi  pendidikan tidak akan berhasil manakala Kemendikbudristek berjalan sendirian. Terkait hal itu, pihaknya mengajak para pemangku kepentingan di daerah bersama-sama bergerak sesuai kewenangan yang diamanatkan undang-undang. Transformasi pendidikan, kata Sri, hanya bisa dilakukan manakala para pemangku kepentingan berkolaborasi dan berbagi peran. Kepala sekolah Sri meminta secara khusus kepada pimpinan daerah agar kepala sekolah di sekolah penggerak tidak diganti di tengah jalan. Jika kemudian terpaksa dilakukan pergantian, maka penggantinya harus berasal dari guru penggerak (GP). Pergantian kepala sekolah oleh guru penggerak dilakukan untuk menjamin kesinambungan PSP di satuan pendidikan bersangkutan. “Dari 1.847 tadi, diharapkan kepala sekolah tidak diganti di tengah jalan, tetapi promosi boleh. Diganti boleh, tetapi penggantinya dari GP,” kata dia. Sri mencatat, ada 52 kepala sekolah PSP di Jabar yang tidak diganti oleh GP. Akibatnya, pihaknya kesulitan dalam melakukan rekognisi. “Kita sedang berjuang melalui Permendikbud agar GP bisa diprioritaskan jadi kepala sekolah atau pengawas,” ujar Sri.

Seleksi Sementara, penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Tim Kerja Inovasi dan Transformasi BBPMP Dini Irawati mengatakan, sekolah penggerak harus menjadi agen perubahan. Sekolah penggerak, kata dia, tidak dipilih dari sekolah-sekolah yang sebelumnya sudah menyandang predikat terbaik, melainkan diseleksi berdasarkan visi kepala sekolah dalam memajukan satuan pendidikan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga harus peduli dengan masalah yang ada di sekolah. “Bagaimana pendidikan dan sekolah bertransformasi bisa dilihat dari rapor pendidikan. Mana yang kurang, mana yang harus diperbaiki,” katanya. Labelling Dia berharap seluruh sekolah bisa bertransformasi menjadi sekolah penggerak, meski tanpa harus di SK-kan. Hal ini supaya tidak ada lagi dikotomi/labelling antara sekolah unggulan dengan nonunggulan, sekolah penggerak dan bukan penggerak. Di sisi lain, Dini juga menyadari ada keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga tidak semua sekolah bisa diintervensi. Oleh karena itu, satu sekolah penggerak harus menularian praktik baik ke minimal lima sekolah yang ada di sekitarnya. Meski, dia juga meyakini, perubahan atau transformasi tidak bisa terwujud dalam waktu singkat. Pada pertemuan ini, BBPMP Jabar mengajak sekolah penggerak untuk melakukan refleksi dan berbagi praktik baik, review capaian progres transformasi satuan  pendidikan, dan penyusunan rencana aksi percepatan transformasi satuan pendidikan melalui PSP sebagai penggerak komunitas belajar.

(Berita ini telah ditayangkan di Wujudkan Transformasi Pendidikan, Program Sekolah Penggerak Harus Jadi Agen Perubahan bagi Sekolah Sekitarnya (pikiran-rakyat.com))

Penulis: Kismi DA

Wujudkan Transformasi Pendidikan, Program Sekolah Penggerak Harus Jadi Agen Perubahan bagi Sekolah Sekitarnya

Kepala BBPMP Jabar Harapkan Ada 5 Intervensi Untuk Mewujudkan Sekolah Yang Dicita-citakan

Kepala BBPMP Jawa Barat dalam Pembukaan FPK Jabar 2024
Fotografer: M Diva

Bandung, – Balai Besar Penjaminan Mutu  Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat bersama Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat menyelenggarakan Forum Pemangku Kepentingan Program Sekolah Penggerak dengan tema  “Membangun Komitmen Bersama Wujudkan  Sekolah yang Dicita-citakan”. Acara dilaksanakan di HARRIS Hotel & Conventions Festival Citylink,  Kota Bandung. Forum tersebut akan berlangsung selama 3 hari mulai dari 29 s.d. 31 Juli 2024.

Kepala BBPMP Jawa Barat, Dra. Sri Wahyuningsih M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanat Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021, memberikan suasana baru untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Karena guru yang akan diberikan penugasan sebagai Kepala Sekolah di antara syaratnya ialah Guru yang memiliki sertifikat pendidik, serta memiliki Sertifikat Guru Penggerak.

Menurutnya untuk mensukseskan program Sekolah Penggerak perlu ada 5 intervensi yang diharapkan ialah terbangun pendampingan dari dewan, dinas  pendidikan dan masyarakat untuk menjalankan sistem di satuan pendidikan. Penguatan Sumber Daya Manusia / SDM berbasis kolaborasi. Sekarang bukan eranya mau menang sendiri. Maka guru atau sekolah penggerak harus menjadi katalis, terlebih untuk angkatan pertama, harus menjadi pengimbasan kepada satuan pendidikan yang lain sebagai transformasi layanan pendidikan atau mengoptimalkan peran guru lainnya.

Selanjutnya intervensi pembelajaran melalui paradigma baru berbasis kurikulum merdeka. Maka sumber belajar harus dicari dan diperoleh oleh guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Selain itu, Perencanaan berbasis data, data yang bersumber dari dapodik, rapot pendidikan dan kebijakan di daerah untuk optimalisasi dana bantuan oprasional yang diterima sekolah. Serta Digitalisasi Sekolah, melalui fasilitas TIK yang disediakan dari APBN, APBD atau bantuan DAK.

Selain itu, Sri menyampaikan bahwa media sosial di BBPMP Provinsi Jawa Barat atau satuan  pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam ikut mempromosikan dan menyosialisasikan berbagai kebijakan prioritas Kemendikbudristek. “Media sosial BBPMP Provinsi Jawa Barat atau yang dikelola satuan pendidikan harus bisa menjadi sarana edukasi bagi publik, khususnya dalam bidang pendidikan.”, imbuhnya.

Sri mengungkapkan dalam menyikapi sebuah kebijakan pemerintah, kadang muncul kesalahpahaman atau miskonsepsi. Oleh karena itu, peran media sosial lembaga pemerintah, seperti halnya BBPMP Provinsi Jawa Barat sangat berkepentingan untuk mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui komunikasi media sosial yang mudah dipahami dengan konten-konten media sosial yang kreatif dan menarik.

BBPMP Jabar berharap khususnya kepada yang bertugas di tim media, humas, dan PIC Content Creator di lembaga  pendidikan produktif membuat, mengemas, menyampaikan informasi dan pesan yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat. Serta dapat meng-counter, jika ada miskonsepsi yang muncul dari masyarakat terhadap sebuah kebijakan yang digulirkan oleh Kemendikbudristek.

Infromasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com di lokasi, Sekolah-sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Barat menerima penghargaan Program Sekolah Penggerak. Penghargaan untuk sekolah pelaksana Program Sekolah Penggerak itu diberikan langsung oleh Plh. Kepala Dinas  Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Drs. M. Ade Afriandi M.T saat menghadiri Forum Pemangku Kepentingan Tahun 2024.

Kegiatan yang digelar oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jabar tahun ini, dalam rangka merefleksikan program sekolah penggerak. Serta memfasilitasi keterlibatan pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi program sekolah penggerak di Jawa Barat.

Plh. Kadisdik Jabar menuturkan, program sekolah penggerak adalah upaya untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

“Interpretasi pelajar Pancasila sendiri merupakan ikhtiar untuk mencetak murid yang kreatif, mandiri, mampu bekerja sama, kritis, beriman serta berbudi luhur,” tuturnya.

(Berita ini telah ditayangkan di Kepala BBPMP Jabar Harapkan Ada 5 Intervensi Untuk Mewujudkan Sekolah Yang Dicita-citakan – Koran Sinar Pagi Juara)

Penulis: Dwi Arifin

Wujudkan Transformasi Pendidikan, Program Sekolah Penggerak Harus Jadi Agen Perubahan bagi Sekolah Sekitarnya

BBPMP Sinergikan Forum Pemangku Kepentingan Untuk Transformasi Pendidikan

Kepala BBPMP Jawa Barat dalam Pembukaan FPK Jabar 2024

Bandung, – Dorongan satuan pendidikan untuk melakukan transformasi terus digaungkan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat. Melalui sebuah komitmen dengan Pemangku kepentingan dari 27 Kota/Kabupaten di Jawa Barat, BBPMP Jabar memberikan semangat kolaborasi, penyamaan persepsi dan misi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Pemangku Kepentingan dan steakholder pun bersepakat untuk bertransformasi dengan peningkatan SDM tenaga kependidikan yang ada. Pemahaman dan komitmen itu tersampaikan pada gelaran Forum Pemangku kepentingan di Kota Bandung, yang digelar 29 hingga 31 Juli 2024.

Kepala BBPMP Jabar  Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. menerangkan, melalui program Sekolah Penggerak diharapkan sekolah tersebut menjadi katalis untuk bisa menggerakan dan mendorong sekolah lainnya untuk berkolaborasi melakukan transformasi. ”Unsur Kepala Dinas, DPRD, BKD, Dewan Pendidikan dan steakholder lainnya hadir disini untuk bersama sama berkomitmen mewujudkan sekolah yang dicita citakan dan pendidikan di Jabar lebih baik lagi,” kata Sri.

Lanjut Sri, sekolah yang nyaman sangat diinginkan oleh seluruh masyarakat, dengan tujuan akhirnya menciptakan generasi emas yang membanggakan dan berguna bagi masyarakat dan Bangsa. “Tentunya sekolah itu mengasyikan, tidak ada bulying, tidak ada kekerasan, tidak ada intoleransi dan lainnya. Ini perlu kesepakatan dan kolaborasi semua pihak,” imbuhnya.

Salah satu komitmen dan patut diapresiasi pada PPDB 2024 adalah Pj Gubernur Jabar mendorong PPDB yang berintegritas dan jujur. Kata Sri, komitmen itu sebagai gerakan pemerintah untuk masyarakat, agar kebijakan ini dapat dipahami oleh masyarakat.

“Melalui media merupakan sarana luar biasa untuk memberikan kejelasan perihal upaya pemerintah memberikan sekolah yang nyaman. Mulai PPDB nya baik, pengelolaan dana bantuan harus transparan, perencanaan berbasis data harus akuntable, raport pendidikan juga dapodik harus terus terupdate karena sebagai data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” bebernya.

Sebagai motivasi dan semangat yang dicita citakan bersama, BBMPM memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap sekolah penggerak yang telah melakukan inovasi dalam berbagai hal, yang berujung pada penguatan mutu mendidikan dan bertransformasi. “Penghargaan itu sebagai motivasi bagi semua satuan pendidikan dan pemangku kepentingan,” ucap Sri.

BBPMP dikatakan Sri berharap, melalui Forum Pemangku Kepentingan ini semua unsur dapat bersinergi mengimplementasikan sekolah yang bertransformasi mengikuti era globlisasi tanpa menghilangkan esensi mutu pendidikan, “Perlu istiqomah untuk melakukan cita cita itu,” katanya.

(Berita ini telah ditayangkan di RRI.co.id – BBPMP Sinergikan Forum Pemangku Kepentingan Untuk Transformasi Pendidikan)

Penulis: Marliawan Yusuf
Editor: Didi Mainaki

MANFAAT KECERDASAN BUATAN UNTUK MENULIS BERITA DAN ARTIKEL

MANFAAT KECERDASAN BUATAN UNTUK MENULIS BERITA DAN ARTIKEL

Nurulloh Praktisi Media COO Kompasiana pada Pelatuhan Jurnalisme BBPMP Jawa Barat
Fotografer: M Diva

“…Penggunaan AI mempermudah pengumpulan data. Hal ini membuka peluang untuk memproduksi berita menjadi lebih efektif. Bahkan, kecerdasan buatan bisa membantu dalam penulisan artikel. Namun, menyerahkan sepenuhnya pekerjaan jurnalistik pada AI juga bisa menjadi bumerang. Sebab, teknologi ini masih memiliki banyak keterbatasan, seperti dalam akurasi dan verifikasi sehingga berpotensi menabrak kode etik jurnalistik.”

(Tatang Mulyana Sinaga, Jurnalisme dalam bayang-bayang Kecerdasan Buatan, KOMPAS, 2023)

Saat ini pemanfataan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sudah menjadi tren dalam mendukung dan memudahkah aktivitas manusia, termasuk dalam aktivitas jurnalisme. Aktivitas jurnalisme bisa dalam bentuk menulis berita atau atikel. Selain itu, liputan dalam bentuk video atau foto termasuk kerja jurnalisme. Perlu digarisbawahi bahwa penggunaan AI dalam dunia jurnalisme sifatnya hanya membantu pekerjaan saja, bukan dijadikan sebagai pengganti peran manusia, karena hasil “pekerjaan” dari AI tersebut harus di verifikasi atau dicek validitas dan kebenarannya.

Dua jenis AI yang bisa digunakan untuk membantu menulis berita atau artikel atau artikel misalnya ChatGPT-OpenAI (https://openai.com/chatgpt/) dan Grammarly (https://www.grammarly.com/). ChatGPT-OpenAI adalah bot obrolan berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi transformer untuk memprediksi probabilitas kalimat atau kata berikutnya dalam suatu percakapan atau pun perintah teks. Sedangkan Grammarly dapat menganalisis tulisan yang sudah ditulis dan memberi masukan baru untuk memperbaikinya. Generative AI mampu menghasilkan kalimat, paragraf, dan bahkan seluruh dokumen baru berdasarkan tulisan.

Penggunaan AI dalam kerja jurnalistik harus dilakukan secara sadar, jujur, akuntabel, dan tetap mengdepankan sisi kemanusiaan. Kerja juralistik juga harus disertai dengan etika seperti menjaga privasi orang lain, pikirkan dampak bagi orang lain, dan hargai hak cipta.

Hal tersebut merupakan cuplikan dari materi yang disampaikan oleh Nurulloh, praktisi media/COO Kompasiana pada pelatihan Videografi, Desain Grafis, dan Jurnalisme yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat tanggal 29 s.d. 31 Juli 2024 di Pop! Hotel Festival Citilink Bandung. Kepada para peserta, Nurulloh menyampaikan bahwa saat jurnalisme warga (citizen Journalism) terus berkembang. Saat ini, untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan praktis, masyarakat bukan hanya berpatokan kepada media-media mainstream, tetapi juga kepada media sosial yang digerakkan oleh netizen. Media sosial seperti Tik Tok adalah salah satu media sosial yang banyak diakses masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cepat dan praktis.

Selain mendapatkan pengetahuan secara teoretis terkait dengan pemanfaatan AI dalam menulis berita dan artikel, peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih dan mempraktikkan teori yang sudah didapatkan sehingga mereka dapat memahaminya secara utuh dan menyeluruh.

Penulis: Idris Apandi

FPK Provinsi Jawa Barat 2024: Upaya Membangun Komitmen Bersama Wujudkan Sekolah yang Dicita-citakan

FPK Provinsi Jawa Barat 2024: Upaya Membangun Komitmen Bersama Wujudkan Sekolah yang Dicita-citakan

Penabuhan Gong oleh Kepala BBPMP Jabar di Pembukaan FPK 2024
Fotografer: M Diva

Bandung, 30/07/2024, WK – Dalam rangka membangun komitmen bersama wujudkan sekolah yang dicita-citakan, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Forum Pemangku Kepentingan (FPK) Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 29 s.d. 31 Juli 2024 di Hotel Harris Convention Hall Bandung. Para peserta yang terlibat terdiri dari unsur Kementerian Pendidikan, DPRD Bidang Pendidikan, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan hingga Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Barat yang terlibat dalam Program Sekolah Penggerak (PSP) angkatan 2 dan 3 di Provinsi Jawa Barat.  

Unsur-unsur pendidikan tersebut merumuskan dan membangun komitmen bersama demi mewujudkan sekolah yang dicita-citakan untuk mewujudkan peserta didik yang kompeten dan berkarakter Pancasila. Forum ini menjadi ajang membangun komitmen untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada, serta memastikan setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi semua pihak terkait.

Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi pandangan dan gagasan, serta memperkuat ikatan di antara berbagai elemen pendidikan. Melalui penandatanganan deklarasi komitmen, para unsur pendidikan daerah menegaskan keseriusan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan lebih inklusif. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan setiap upaya dan sumber daya yang ada dapat dimaksimalkan untuk mencapai visi bersama mengenai sekolah yang dicita-citakan, dimana setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Penampilan tari Badaya Merak dari dua siswi SMPN 9 Kota Bandung menyambut para unsur-unsur pendidikan yang masuk ruang sidang. Kemudian, penampilan tari Jaipong dan tari Nusantara dari 4 siswi SMAN 1 Kota Bandung ikut memeriahkan acara pembukaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Sri Wahyuningsih yang ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 5 kali. Pada sambutannya, Sri berpesan bahwa pendidikan modern membekali anak anak kita dengan karakter yang mampu mandiri, berakhlak mulia, baik, cerdas dan percaya diri. Sambutan dari perwakilan PDM 01 PAUD disampaikan oleh Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd. Kemudian sambutan dari Pj. Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Plt. Kadisdik Provinsi Jawa Barat.

Pada kegiatan tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan kepada  Sekolah Penggerak Kategori Inovatif Kolaboratif kepada oleh 10 (sepuluh) satdik di Jabar dari semua jenjang. Penghargaan tersebut diterima oleh TK Cikal Cahaya Kab. Bogor, TK Assunah Kota Cirebon, SLBN Kab. Bandung Barat, SLBN Cileunyi Kab. Bandung, SDN 1 Sukamulya Kab. Ciamis, SDN 1 Kondangjajar Kab. Pangandaran, SMPN 4 Kota Cimahi, SMPN 1 Cipanas Kab. Cianjur, SMAN Jatinangor Kab. Sumedang, dan SMAN 1 Kota Bandung.

Kategori Inovatif Transformatif diberikan kepada SDN Purwaasih Kabupaten Tasikmalaya, SDN 1 Nagrikidul Kabupaten Purwakarta, SMPN 1 Lebakwangi Kabupaten Kuningan, SMAN 2 Babelan Kabupaten Bekasi (KCD III), SMAN 8 Kota Bandung (KCD VII), SMAN 1 Cikembar Kab. Sukabumi (KCD V), SD Islam Assuryaniyah Kota Bekasi, SMPN 1 Tambun Selatan Kab. Bekasi, SDN 1 Kaliwadas Kab. Cirebon.

Penulis: Timker 1
Editor: Idris Apandi

BBPMP Jabar Laksanakan Pelatihan Teknis Videografi, Desain Grafis, dan Teknik Jurnalisme

BBPMP Jabar Laksanakan Pelatihan Teknis Videografi, Desain Grafis, dan Teknik Jurnalisme

Bandung, 30 Juli 2024, WK – Perkembangan teknologi yang sangat cepat dan dinamis menuntut masyarakat harus beradaptasi dengan cepat. Masyarakat sudah sangat akrab dan familiar dengan perangkat teknologi, gawai, dan aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung efektivitas dan efisiensi kerja. Tren saat ini, masyarakat pun senang berselancar di media sosial, mencari informasi dengan cepat dan dapat mudah dipahami. Ingin mendapatkan informasi yang sederhana tapi berbobot, langsung ke intinya tanpa harus membaca panjang lebar, apalagi bertele-bertele. Oleh karena itu, trennya saat ini Sudah banyak bergeser dari membaca informasi secara tertulis menjadi melihat video pendek atau desain grafis.

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikbudristek yang bertugas untuk menginformasikan, menyosialisasikan, dan mengadvokasi kebijakan Kemendikbudristek berkepentingan untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif, efisien, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Agar hal tersebut dapat tercapai, perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten.

Berdasarkan hal tersebut, di atas, maka BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Videografi, Desan Grafis, dan Teknik Jurnalisme bagi pegawai BBPMP Provinsi Jawa Barat ditambah peserta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan sekolah di wilayah Bandung Raya. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 29 s.d. 31 Juli 2024  bertempat di Pop! Hotel Festival Citilink Bandung. Peserta dari BBPMP Provinsi Jawa Barat sebanyak 28 orang, peserta dari Dinas Pendidikan se-Bandung Raya sebanyak 5 orang, dan peserta perwakilan dari guru/tenaga kependidikan se-Bandung Raya sebanyak 7 orang.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPMP Jawa Barat, Sri Wahyuningsih. Dalam sambutannya, Sri menyampaikan bahwa media sosial di BBPMP Provinsi Jawa Barat memiliki peran yang sangat strategis dalam ikut mempromosikan dan menyosialisasikan berbagai kebijakan prioritas Kemendikbudristek. “Media sosial BBPMP Provinsi Jawa Barat harus bisa menjadi sarana edukasi bagi publik, khususnya dalam bidang pendidikan.”, imbuhnya.

Sri menambahkan bahwa dalam menyikapi sebuah kebijakan pemerintah, kadang muncul kesalahpahaman atau miskonsepsi. Oleh karena itu, peran media sosial lembaga pemerintah seperti halnya BBPMP Provinsi Jawa Barat sangat berkepentingan untuk mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui media yang mudah dipahami melalui konten-konten media sosial yang kreatif dan menarik. Sri berharap, dampak dari pelatihan ini bisa meningkatkan kemampuan staf BBPMP Provinsi Jawa Barat, khususnya yang bertugas di tim media, humas, dan PIC Content Creator dalam membuat, mengemas, dan menyampaikan informasi dan pesan yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat serta dapat meng-counter jika ada miskonsepsi yang muncul dari masyarakat terhadap sebuah kebijakan yang digulirkan oleh Kemendikbudristek.

Ketua Tim Kerja 2 Tintin Kartini selaku penanggung jawab kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini antara lain:

  1. Memberikan peserta pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar dan etika videografi, desain grafis, dan jurnalistik.
  2. Memberikan peserta pengetahuan dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk menghasilkan konten video, desain grafis, dan jurnalistik yang berkualitas.
  3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan aplikasi smartphone dan AI untuk menghasilkan konten video, desain grafis, dan jurnalistik yang menarik dan sesuai dengan target audiens.
  4. Meningkatkan kemampuan peserta untuk mengukur efektivitas strategi publikasi dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

Agus Ramdani selaku PIC PDM 07 menyampaikan  bahwa materi yang diberikan pada pada pelatihan ini antara lain; teknik jurnalisme, desain grafis untuk media sosial, dan videografi untuk media sosial. Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini sebanyak 3 orang, yaitu Rurry Fatchurrahman (Tim kreatif PDM 07 pusat), Nurulloh (praktisi media/ COO Kompasiana), dan Dzulfikar A. Ridlo (praktisi media/DMT Network Solution). Selain belajar secara teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih atau praktik.  (IA).

Penulis : Idris Apandi

#BBPMPJabar

Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusi (Modul Selesai, Aksi Nyata Dimulai)

Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusi (Modul Selesai, Aksi Nyata Dimulai)

Webinar Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusif: Modul Selesai, Aksi Nyata Dimulai

Bandung Barat, 22 Agustus 2024, WK – Indonesia semakin dekat dengan mewujudkan pendidikan yang inklusif. Hal ini ditandai dengan suksesnya webinar “Pendidikan Berjenjang Pendidikan Inklusi (Modul Selesai, Aksi Nyata Dimulai)” yang baru saja digelar. Webinar ini diikuti oleh seribu lebih peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Tujuan utama webinar ini adalah untuk mensosialisasikan modul pendidikan inklusi yang dirancang secara komprehensif untuk memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Dalam sambutannya, Kabag BBPMP Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo, menekankan pentingnya pendidikan inklusi bagi masa depan pendidikan Indonesia. “Pendidikan inklusi bukan hanya sekedar tren, tetapi merupakan sebuah kebutuhan. Semua anak, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama,” tegasnya.

Mardi Wibowo juga menyampaikan harapannya agar webinar ini dapat menjadi titik awal bagi para peserta untuk segera mengimplementasikan pendidikan inklusi di sekolah masing-masing. “Dengan adanya modul ini dan semangat kolaborasi yang tinggi, saya yakin kita dapat mewujudkan pendidikan inklusi yang berkualitas di Jawa Barat. Selain itu, acara ini menjadi wadah bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk saling belajar dan menginspirasi” ujarnya.

Webinar ini membahas berbagai aspek penting dalam pendidikan inklusif, antara lain: (1) konsep dasar pendidikan inklusif: peserta diajak untuk memahami konsep dan prinsip-prinsip dasar pendidikan inklusi, (2) penerapan modul: webinar memberikan panduan yang jelas mengenai cara menerapkan modul pendidikan inklusif di berbagai jenjang Pendidikan inklusi, (3) praktik terbaik: para peserta berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam melaksanakan pendidikan inklusif di sekolah mereka, (4) tantangan dan solusi: diskusi terbuka dilakukan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam implementasi pendidikan inklusif serta solusi-solusi yang dapat diterapkan.

Pentingnya Kolaborasi

Salah satu poin penting yang dibahas dalam webinar adalah pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mewujudkan pendidikan inklusif. Alfi Afifah, salah satu narasumber, menekankan bahwa, “Mendorong kolaborasi antara guru, orang tua, dan otoritas pendidikan akan meningkatkan sistem dukungan bagi siswa. Upaya kolektif ini membantu mengatasi beragam kebutuhan pendidikan secara efektif.”

Senada dengan Alfi, Siti Ahadia Nurjanah juga menyoroti peran penting kepemimpinan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif. “Peran kepemimpinan sekolah sangat penting dalam menumbuhkan budaya terbuka dan menerapkan kebijakan ramah anak,” ujarnya.

Tantangan dan Solusi

Para peserta juga berbagi berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing. Namun, mereka juga menawarkan solusi-solusi kreatif. Salah satu peserta bertanya, “Bagaimana cara mengajar anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Alfi Afifah menjelaskan bahwa, “Mengidentifikasi beragam kebutuhan siswa sangat penting untuk menciptakan lingkungan kelas yang aman dan menarik. Hal ini memastikan semua siswa merasa dihargai dan dilibatkan.”

Webinar ini juga menekankan pentingnya untuk memahami dan memenuhi kebutuhan individual setiap siswa. Siti Ahadia Nurjanah menambahkan, “Pendidikan yang efektif memerlukan pemahaman dan penanganan beragam kebutuhan semua siswa. Guru harus menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif yang mendorong kolaborasi dan mengakomodasi berbagai gaya belajar.”

Webinar ini menjadi langkah awal yang baik dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia. Para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam praktik sehari-hari di sekolah. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang tinggi, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi semua

Penulis: Sofi Suwaris dan Syifa
Editor: Agus Ramdani

MERIAH, PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL 2024 DI BBPMP JABAR

MERIAH, PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL 2024 DI BBPMP JABAR

Peringatan Hari Anak Nasional di BBPMP Jawa barat

(Bandung Barat, 24 Juli 2024). — Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2024, Selasa, 23 Juli 2024, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan berbagai acara seperti senam pagi dan minum susu bersama, nonton bareng film edukasi, permainan tradisional, origami, menggambar poster, membaca nyaring, sosialisasi antiperundungan, podcast, bazaar makanan sehat bagi anak, dan lomba bekal sehat dan Bergizi (Bento).

Pada acara yang digawangi oleh Timker 3 tersebut, mengundang peserta didik dan guru dari sekolah yang berada di sekitar BBPMP Provinsi Jawa Barat, yaitu; SDN 1 Cimerang, SDN 2  Cimerang, SDN Sindangsari, SDN Tipar Barat, dan SMPN 4 Padalarang. Masing-masing sekolah mengirimkan perwakilan peserta sebanyak 30(tiga puluh) orang.

Dalam sambutannya, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa acara ini spesial untuk seluruh anak di provinsi Jawa Barat. Sri mengajak agar orang tua mempersiapkan bekal makanan yang sehat untuk anak-anak. “Makanan yang sehat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Gerakan Sekolah Sehat (GSS). Mari kita awali untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia yang keren melalui penyiapan bekal makanan sehat”, imbuhnya.

Ketua Timker 3 Yanti Triana menyampaikan bahwa acara ini selain untuk memeriahkan HAN 2024, juga sebagai sarana menyosalisasikan pentingnya perlindungan anak sesuai tema peringatan HAN 2024, yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. “Perlindungan anak penting, seperti perlindungan kesehatan dan kesejahteraan penting untuk kita wujudkan bersama.”, tukasnya. Yanti menyampaikan bahwa salah satu bentuk perlindungan orang tua terhadap anak adalah dengan menyiapkan bekal makanan yang sehat bagi anak. Hal inilah yang menginspirasi diadakannya lomba bekal makanan sehat  bagi anak (Bento) pada peringatan HAN 2024 di BBPMP Provinsi Jawa Barat. “Lomba ini diikuti oleh delapan orang peserta. Jadi menu-menu yang dilombakan bisa jadi inspirasi bagi orang tua untuk menyiapkan bekal bagi anaknya untuk satu seminggu”, imbuhnya.

Peringatan HAN 2024 di BBPMP Provinsi Jawa Barat berlangsung meriah. Beberapa orang guru yang wawancarai tim media terkait kesan dan pesannya selama mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat berkesan, sangat bermanfaat, dan sangat menyenangkan. Ini adalah pengalaman pertama, pengalaman baru, dan pengalaman terbaik bagi peserta didik. Hal ini juga sangat bermanfaat rangka memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik di luar kelas. “Anak-anak sangat antusias saat mengikuti beragam acara pada hari ini.”, ucap salah seorang guru. “Kalau ada acara lagi, undang kami lagi ya”, guru yang lain menambahkan.

Beberapa orang peserta didik yang diwawancarai oleh tim media pun menyampaikan rasa senangnya menghadiri peringatan HAN 2024 di BBPMP Provinsi Jawa Barat. Mereka mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Mereka bisa bermain, ikut lomba, ikut nonton film bersama dengan teman-temannya. Bahkan saking senangnya, ada peserta didik yang tidak mau pulang.

Peringatan HAN 2024 di BBPMP Provinsi Jawa merupakan kerja kolaboratif semua unsur atau bagian yang di BBPMP Provinsi Jawa Barat. Mereka dengan penuh semangat menyukseskan acara tersebut. Semoga acara ini menjadi insprasi bagi semua pihak khususnya para orang tua untuk melindungi anak-anaknya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter Pancasila. “Anak terlindungi, Indonesia maju!”.

Penulis: Idris Apandi

#harianaknasional
#BBPMPJabarKAHIJI
#BBPMPJabsrBerAKSI
#BBPMPJabarBerAKHLAK

BBPMP Provinsi Jawa Barat Lakukan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam Rangka Supervisi Pelaksanaan MPLS pada Jenjang PAUD dan SD

BBPMP Provinsi Jawa Barat Lakukan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam Rangka Supervisi Pelaksanaan MPLS pada Jenjang PAUD dan SD

Kegiatan MPLS di Sekolah Dasar

Bandung Barat – Senang dan cerianya anak-anak menyambut Tahun Ajaran Baru 2024-2025 yang dimulai pada Senin, 15 Juli 2024 . Saat ini Masa Pengenalan Lingkungan Sekilah(MPLS)  Pendidikan Anak Usia Dini(PAUD) -Sekolah Dasar(SD) kelas 1(satu) di awal tahun ajaran sedang berlangsung di 27 (dua puluh tujuh) kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.  Untuk mendapatkan gambaran implementasi MPLS yang menyenangkan, dan menjaring permasalahan yang dihadapi dalam implementasinya di Satuan Pendidikan PAUD dan SD kelas 1(satu), Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan(BBPMP) Provinsi Jawa Barat lakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan di 27(dua puluh tujuh) kabupaten /kota dan turun lapangan untuk supervisi implementasi MPLS  di tiap kabupaten/kota, 2(dua) PAUD dan  4(empat) SD  sebagai sample acaknya.  

MPLS diawali dengan upacara penyambutan yang dihadiri oleh kepala sekolah, para guru, serta orang tua peserta didik, perkenalan dengan semua guru dan pengenalan lingkungan sekolah yang dikemas dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan.

Ragam cara yang dilakukan satuan PAUD dan SD dalam mengemas pelaksanaan MPLS dengan menyuguhkan berbagai kegiatan yang interaktif, kreatif dan edukatif. Unjuk performance ekstra kurikuler di SD  dari kakak kelas  pun menjadi suguhan yang menarik bagi anak, seperti menari, pencak silat, angklung,menyanyi, pantomim, sosiodrama, basket, demo futsal, sisingaan dan seni budaya lainnya.  Di PAUD pun juga tak kalah menariknya. Guru mengajak anak bermain dengan permainan kreatif bersama orangtua, mendekorasi ruangan seperti pesta berikut kado dari orangtua untuk anak dengan balutan baju pesta yang dikenakan anak, , bermain di outdoor dan bercerita dengan balutan kostum pencerita.

Orang tua dan guru turut memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan MPLS “Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan MPLS ini. Anak saya terlihat sangat senang dan lebih percaya diri untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” ungkap salah satu orang tua siswa kelas 1SD. “Anak-anak terlihat sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan MPLS. Mereka mulai mengenal lingkungan sekolah dan teman-teman baru dengan cara yang menyenangkan,” kata guru kelas 1 SD.

MPLS ini pun dapat menjadi momen yang efektif untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai anti bullying kepada peserta didik PAUD dan SD kelas 1, sehingga mereka dapat memulai tahun ajaran dengan pemahaman yang kuat tentang pentingnya sikap saling menghormati dan empati terhadap sesama misalnya dengan mengajak anak menonton video STOP BULLYING, bercerita, melakukan kegiatan Interaktif dan permainan  yang membangun kerja sama dan menghargai perbedaan. Tidak hanya itu, peserta didik  juga diajak untuk mengenal dan mematuhi tata tertib sekolah melalui permainan peran yang interaktif. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini.

Berdasarkan wawancara dan  hasil observasi, rata-rata guru belum memahami  dalam merancang dan melaksanakan asesmen awal. “Anak-anak di PAUD dan SD kelas 1 memiliki tingkat perkembangan yang sangat beragam. Guru harus bisa menyesuaikan asesmen untuk mengakomodasi perbedaan dalam keterampilan motorik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional,ini tantangan terbesar bagi kami , ungkap salah satu guru SD kelas 1(satu). Semoga BBPMP Jawa Barat dapat memberikan bimbingan teknis maupun pendampingan pada Pendidik dan tenaga kependidikan secara luring, harapnya. 

Supervisi ini harapannya kami BBPMP Jabar dapat memperoleh gambaran implementasi MPLS  di lapangan dan mengetahui sejauhmana pemahaman lapangan dalam mengimplementasikan kebijakan merdeka belajar episode 24(dua puluh empat) di awal tahun ajaran ini. Juga  melalui supervisi ini ssebagai  refleksi bagi program program yang telah dilakukan BBPMP melalui kegiatan PDM 09( nol sembilan), apakah informasi sudah dipahami lapangan, tantangan yang dihadapi Pendidik dan Tenaga Kependidikan(PTK) dalam melaksanakan MPLS 2 minggu.  Hal ini akan menjadi input bagi BBPMP untuk melakukan strategi penguatan dalam implementasi transisi PAUD-SD  di tahap berikutnya di tahun berikutnya,  pungkas  Sri Lilis Herliyanti .

SALAM TRANSISI

Penulis: Sriwahyuningsih &PDM 09

Kualitas PPDB Jawa Barat Meningkat, Kendala Manipulasi Data dan Kekurangan Sekolah Masih Ada

Kualitas PPDB Jawa Barat Meningkat, Kendala Manipulasi Data dan Kekurangan Sekolah Masih Ada

Sambutan Kepala BBPMP pada Pengolahan Hasil Pemantauan Pelaksanaan PPDB

Bandung Barat, 19 Juli 2024 – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Pengolahan Hasil Pemantauan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2024 pada hari Jumat, 19 Juli 2024. Acara yang diadakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh berbagai pihak terkait, termasuk petugas pemantauan PPDB BBPMP Jabar, panitia PPDB provinsi/kab/kota, dan perwakilan Disdukcapil Provinsi/kab/kota.

Kepala BBPMP Jabar, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pelaksanaan PPDB 2024 menunjukkan peningkatan kualitas dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, seperti kelancaran proses pendaftaran, berkurangnya jumlah keluhan, dan meningkatnya transparansi dalam proses penerimaan.

Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang perlu dibenahi. Salah satu kendala utama adalah upaya manipulasi data oleh sebagian orang tua untuk mendapatkan tempat terbaik bagi anak mereka. Hal ini tentunya perlu ditindaklanjuti dengan lebih tegas agar proses PPDB berjalan secara adil dan transparan.

Kendala lain yang dihadapi adalah kekurangan sekolah di beberapa daerah. Hal ini menyebabkan beberapa sekolah kelebihan murid dan melebihi daya tampungnya. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sekolah-sekolah swasta.

Dalam paparannya, Elsi Eka Rahmawati, S.E., M.A.P Narasumber dari PDM 05 Dit SD Ditjen PDM Kemdikbud Ristek menjelaskan bahwa PPDB 2024 telah dilaksanakan melalui beberapa tahap, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Tahap perencanaan meliputi penetapan wilayah zonasi, penentuan persentase setiap jalur penerimaan, pelibatan sekolah swasta, penyusunan juknis PPDB, pembentukan panitia, pengembangan aplikasi PPDB online, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Pada sesi tanya jawab, beberapa peserta mengajukan pertanyaan terkait dengan pelaksanaan PPDB, seperti pengecekan NIK yang tidak aktif atau tidak sesuai, pembatasan jumlah rombel di Dapodik versi terbaru, solusi bagi siswa yang tidak mampu membayar sekolah swasta, dan mekanisme pengajuan kelas gemuk untuk sekolah yang kekurangan sekolah. Para narasumber memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan saran serta masukan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan PPDB di masa depan.

Acara ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan para peserta dalam melaksanakan PPDB yang lebih berkualitas, akuntabel, dan transparan, sehingga dapat mewujudkan mimpi anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Berikut beberapa poin penting dari kegiatan ini:

  • Pelaksanaan PPDB 2024 menunjukkan peningkatan kualitas dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan PPDB, seperti manipulasi data dan kekurangan sekolah.
  • Penting untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan PPDB demi mewujudkan mimpi anak bangsa.
  • Dapodik versi terbaru membatasi jumlah per rombel menjadi 32 siswa.
  • Sekolah yang kelebihan murid dan terkunci di Dapodik dapat mengajukan pengajuan kelas gemuk, tentunya setelah dipenuhi berbagai syarat-syarat pengecualian, sebagai hasil kajian pihak Pemda.
  • Penting untuk meningkatkan koordinasi antara berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan PPDB.

    Penulis: Ujang Rahmat dan Endang Sutisna