Perbedaan Simulasi dan Gladi Bersih TKA SMP, Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Perbedaan Simulasi dan Gladi Bersih TKA SMP, Ini Penjelasan Kemendikdasmen

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan dengan rinci perbedaan antara tahapan simulasi dan gladi bersih dalam rangkaian persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP. Kedua tahap tersebut menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan utama TKA digelar.

Fauzan Amin Nur Rochim, Ahli Pertama Pengembang Penilaian Pendidikan dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), menyampaikan bahwa baik simulasi maupun gladi bersih berfungsi menguji kesiapan infrastruktur, mulai dari lokasi penyelenggaraan hingga perangkat teknis yang digunakan. Menurutnya, dua tahap ini akan dilalui satuan pendidikan sebelum peserta mengikuti TKA sesuai jadwal resmi.

“Pada dasarnya, kedua tahapan itu merupakan proses persiapan untuk mengukur kemampuan infrastruktur, baik lokasi tes maupun fasilitas teknis lainnya,” kata Fauzan di Jakarta pada Senin.

Secara teknis, simulasi TKA hanya berlaku bagi sekolah yang masuk kategori mandiri. Sementara itu, gladi bersih memiliki cakupan lebih luas karena wajib diikuti seluruh sekolah, baik yang berstatus mandiri maupun menumpang. Perbedaan status ini menjadi penentu mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Dari sisi penggunaan data, simulasi dilakukan menggunakan data dummy sehingga tidak mewajibkan kehadiran peserta TKA. Sebaliknya, gladi bersih menggunakan data asli para peserta, sehingga sekolah harus melibatkan murid yang terdaftar mengikuti TKA. Gladi bersih menjadi ajang uji coba paling mendekati kondisi sebenarnya sebelum TKA resmi berlangsung.

Untuk jadwalnya, Kemendikdasmen menetapkan simulasi TKA tingkat SMP berlangsung pada 23 Februari hingga 1 Maret. Gladi bersih dijadwalkan pada 9–17 Maret, lalu pelaksanaan TKA akan digelar pada 6–16 April. Adapun TKA susulan bagi peserta yang berhalangan hadir akan dilakukan pada 11–17 Mei.

(Tim media)

Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 1 Indramayu Hadirkan Kelas Lebih Interaktif Melalui Pemanfaatan IFP

Digitalisasi Pembelajaran di SMAN 1 Indramayu Hadirkan Kelas Lebih Interaktif Melalui Pemanfaatan IFP

Indramayu – Transformasi pembelajaran berbasis digital mulai terasa di SMAN 1 Indramayu melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini mengubah kelas konvensional menjadi ruang belajar yang lebih hidup, modern, dan kolaboratif. Penggunaan IFP membuat proses pembelajaran lebih dinamis serta membuka peluang baru bagi guru dan siswa untuk berinteraksi.

Kepala SMAN 1 Indramayu menyampaikan bahwa kehadiran IFP membawa perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, penyampaian materi menjadi lebih mudah dan menarik, sementara keterlibatan murid meningkat. Ia menilai digitalisasi pembelajaran ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik di sekolah.

“IFP membuat proses belajar di sma 1 indramayu semakin interaktif dan modern murid lebih terlibat, guru lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran. Ini adalah transformasi pendidikan melalui digitalisasi pembelajaran yang kami harapkan .” ujarnya.

Para guru turut merasakan manfaat teknologi tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa IFP membantu menampilkan video, simulasi, permainan edukatif, serta berbagai media digital lainnya yang memudahkan siswa memahami konsep pembelajaran. Kehadiran perangkat ini juga membuat suasana kelas lebih aktif dan interaktif dibandingkan metode tradisional.

“IFP memudahkan saya menampilkan video interaktif, games interaktif dan membuat suanana belajar anak anak jauh interaktif, serta memudahkan siswa untuk memahami konsep belajar dangan adanya ifp suasana kelas jauh lebih aktif.” Ujar guru SMAN 1 Indramyu.

Siswa SMAN 1 Indramayu pun merespons positif perubahan ini. Mereka merasa pembelajaran menjadi lebih modern dan tidak monoton karena materi dapat langsung ditampilkan secara visual. Dengan adanya video, simulasi, hingga kuis digital, siswa lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar dan lebih mudah memahami pelajaran.

Pemanfaatan IFP di SMAN 1 Indramayu menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pembelajaran mampu membawa dampak positif bagi mutu pendidikan. Perubahan ini menunjukkan komitmen sekolah Adalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua.

{Tim media}

Kemendikdasmen Tetapkan Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 Dimulai April Untuk Pemetaan Mutu Bukan Penentu Kelulusan

Kemendikdasmen Tetapkan Pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026 Dimulai April Untuk Pemetaan Mutu Bukan Penentu Kelulusan

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) resmi mengumumkan jadwal pelaksanaan Tes Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026. TKA merupakan asesmen nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar, bukan sebagai penentu kelulusan.

“TKA tidak digunakan sebagai syarat kelulusan, melainkan sebagai alat untuk mendapatkan gambaran kemampuan akademik murid secara adil dan objektif. Hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan proses pembelajaran,” ujar Toni di Jakarta, Selasa (13/1).

Sebagai asesmen yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, TKA disusun untuk mengukur kesiapan murid dalam menempuh jenjang berikutnya sekaligus memberikan gambaran nasional mengenai capaian akademik.

“Data TKA memungkinkan kami membaca kondisi pembelajaran secara riil. Dengan begitu, intervensi pendidikan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai kebutuhan murid serta sekolah,” tambah Toni.

Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 dimulai dengan pendaftaran peserta pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Setelah itu, gladi bersih digelar pada 9–17 Maret 2026. TKA untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sementara jenjang SD dilaksanakan pada 20–30 April 2026. Kemendikdasmen juga menyediakan jadwal susulan pada 11–17 Mei 2026 bagi peserta yang tidak dapat hadir pada waktu utama. Pengolahan hasil dilakukan pada 18–23 Mei 2026, dan pengumuman hasil nasional dirilis pada 24 Mei 2026.

Untuk mempersiapkan peserta didik, Kemendikdasmen mengajak murid, guru, dan sekolah memanfaatkan sarana pembelajaran yang tersedia. Murid dapat mengakses contoh soal dan materi pendukung melalui laman Ayo Coba TKA serta fitur Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan TKA mengutamakan integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan sekolah terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.

Informasi teknis mengenai mekanisme dan pelaksanaan TKA akan disampaikan lebih lanjut melalui dinas pendidikan dan kanal resmi Kemendikdasmen.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: /sipers/A6/I/2026

(Tim media)

SDN Cipanengah Alami Transformasi Lewat Program Revitalisasi Pendidikan, Hadirkan Lingkungan Belajar Lebih Nyaman

SDN Cipanengah Alami Transformasi Lewat Program Revitalisasi Pendidikan, Hadirkan Lingkungan Belajar Lebih Nyaman

Kota Sukabumi – Program Revitalisasi Pendidikan membawa perubahan besar bagi SDN Cipanengah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas. Kini, sekolah tersebut memiliki ruang kelas yang lebih aman dan nyaman, toilet yang bersih, serta pembelajaran yang semakin modern melalui pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Program Makan Bergizi Gratis juga turut mendorong kesehatan dan semangat belajar siswa, sehingga kualitas pembelajaran meningkat secara menyeluruh.

Kepala SDN Cipanengah, Jaji Suhendi, S.Pd., menyampaikan bahwa revitalisasi ini memberi dampak nyata bagi lingkungan sekolah. Ia mengatakan ruang kelas kini lebih nyaman, aman, dan inklusif. Infrastruktur yang lebih baik dinilai membuat proses belajar mengajar berjalan lebih optimal.

“Perubahan ini tidak hanya dirasakan oleh kami, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program revitalisasi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Salah satu pekerja bangunan, Feri menuturkan bahwa proyek tersebut membantu menambah pendapatan masyarakat.

“Dengan revitalisasi sekolah, lapangan kerja terbuka dan sangat membantu penghasilan kami,” ungkapnya.

Guru-guru SDN Cipanengah turut merasakan perubahan signifikan pada proses pembelajaran. Indrawati Ahmadi Fauziah, S.Pd., menilai ruang kelas yang kini lebih terang dan nyaman membuat penyampaian materi lebih efektif. Guru lainnya, Mohammad Rizky, menyebut keberadaan IFP sangat membantu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan membuat siswa lebih betah belajar di kelas.

Manfaat revitalisasi juga dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua. Seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya karena kelas tidak lagi bocor saat hujan sehingga kegiatan belajar terasa lebih nyaman. Ketua Komite Sekolah, Yuyun Krisnawati, menuturkan bahwa anak-anak kini lebih bersemangat datang ke sekolah.

“Anak saya jauh lebih antusias belajar karena ruangannya lebih bagus dan tidak takut bocor lagi,” ujarnya.

(Tim media)

Teknologi IFP Ubah Suasana Belajar di TKN Pembina Lembursitu Jadi Lebih Interaktif dan Menyenangkan

Teknologi IFP Ubah Suasana Belajar di TKN Pembina Lembursitu Jadi Lebih Interaktif dan Menyenangkan

Kota Sukabumi – Transformasi pembelajaran di TKN Pembina Lembursitu kian terasa sejak hadirnya Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas. Teknologi ini membawa perubahan signifikan dalam aktivitas belajar anak-anak, yang kini dapat bergerak, bermain, bernyanyi, dan berkolaborasi melalui tampilan visual yang lebih menarik. Suasana kelas pun tampak lebih hidup dan mampu membuat anak betah selama proses belajar.

Kehadiran perangkat digital tersebut juga memperluas kreativitas para pendidik dalam menyampaikan materi. Salah satu guru menuturkan bahwa IFP menjadi angin segar bagi pembelajaran di TK, karena guru dapat menghadirkan materi secara visual, interaktif, dan lebih mudah dipahami peserta didik.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Selain itu, kolaborasi pembelajaran di dalam Rumah Pendidikan semakin mudah dilakukan berkat dukungan layar interaktif tersebut. Guru kini dapat mengeksplor berbagai konten edukatif secara bersama-sama dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi anak-anak. Orang tua pun merasakan dampak positifnya. Salah satu ibu mengungkapkan bahwa anaknya kini pulang sekolah dengan penuh antusias.

 “Sekarang anak kami selalu bercerita tentang hal-hal baru dari papan pintar di kelas,” tuturnya.

Pemerintah daerah turut memberikan apresiasi atas dukungan transformasi pendidikan ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas komitmennya memperkuat kualitas pendidikan di berbagai daerah, termasuk Kota Sukabumi. Menurutnya, kehadiran teknologi seperti IFP menjadi langkah penting dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif di era digital.

Dengan kombinasi teknologi, kreativitas guru, dan dukungan orang tua, TKN Pembina Lembursitu terus bergerak menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sejak usia dini. Pemanfaatan IFP tidak hanya menjadikan pembelajaran lebih menarik, tetapi juga menanamkan rasa ingin tahu serta semangat belajar pada anak-anak sebagai fondasi menuju generasi emas Indonesia.

( Tim media )