Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah, Wamendikdasmen Bahas Pelaksanaan SPMB di Jawa Barat

Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah, Wamendikdasmen Bahas Pelaksanaan SPMB di Jawa Barat

Bandung – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Jawa Barat pada Kamis (12/6). Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen berdiskusi bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dr. H. Purwanto, M.Pd., Direktur SMA Yuli Haryanto, S.E., M.Si., Kepala BBGTK Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., serta Plt. Kepala BBPMP Jawa Barat Mardi Wibowo, S.S., M.AP.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Tahun 2026 di Jawa Barat. Berbagai masukan, aspirasi, dan dinamika yang berkembang di masyarakat menjadi perhatian bersama guna memastikan proses penerimaan murid baru berjalan sesuai prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Selain membahas SPMB dan PCMB, pertemuan ini juga menyoroti pelaksanaan Program Sekolah Maung sebagai salah satu upaya memperluas akses layanan pendidikan bagi peserta didik di Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Wamendikdasmen memberikan arahan terkait berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan PCMB, termasuk keresahan yang dirasakan sebagian orang tua dan calon murid baru. Ia menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif, transparansi informasi, serta penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar setiap tahapan penerimaan murid baru dapat dipahami masyarakat dengan baik.

Penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dinilai menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penerimaan murid baru. Melalui koordinasi yang solid, berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara Kemendikdasmen dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik peserta didik. Diharapkan, berbagai langkah yang dilakukan dapat semakin memperkuat akses pendidikan yang adil dan bermutu bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.

Tim Media