Devani, Peraih OSN dan Lomba Bahasa, Siap Tumbuhkan Potensi di SNT Jepara

Devani, Peraih OSN dan Lomba Bahasa, Siap Tumbuhkan Potensi di SNT Jepara

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 719/sipers/A6/VIII/2026

Jepara, 14 Agustus 2026 — Bagi Devani Fara Maritza, menjadi bagian dari Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara bukan sekadar berpindah sekolah. Ia melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan berbagai potensi yang selama ini dimilikinya.

Bagi Devani Fara Maritza, menjadi bagian dari Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara bukan sekadar berpindah sekolah. Murid jenjang SMP itu melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi yang selama ini dimilikinya.

Devani telah meraih sejumlah prestasi, di antaranya lomba FTBI Sesorah Bahasa Jawa, MAPSI Khitobah, dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA. Ia mengenal SNT melalui sosialisasi Pemerintah Kabupaten Jepara dan tertarik dengan lingkungan belajar serta fasilitas yang ditawarkan.

“Di SNT ada fasilitas seperti kolam renang dan laboratorium, serta pembelajaran Smart Classroom berbasis Science, Technology, Enginering, Art, Matematic, Sport (STEAMS). Saya ingin mendapatkan pembinaan yang lebih sesuai, bertemu teman-teman yang memiliki semangat belajar tinggi, dan mengembangkan bakat saya dalam bahasa, keagamaan, komunikasi, dan sains,” ujar Devani.

Devani merupakan satu dari 80 murid yang menjadi angkatan pertama SNT 14 Jepara. Mereka terdiri atas dua rombongan belajar (rombel) kelas VII SMP sebanyak 40 murid dan dua rombel kelas X SMA sebanyak 40 murid.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti mengatakan, 80 murid tersebut telah melewati proses seleksi dan dinyatakan lolos melalui jalur prestasi.

“Delapan puluh murid ini telah melewati proses seleksi dan dinyatakan lolos melalui jalur prestasi,” ujar Nugraheni saat pelepasan murid SNT 14 Jepara.

Menurutnya, pembelajaran di SNT tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional. Para murid juga akan mendapatkan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), serta pendekatan yang mengangkat kearifan lokal.

Saat ini, para murid mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di BBPMP Provinsi Jawa Tengah pada 11–17 Agustus 2026. Rangkaian MPLS akan ditutup dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut beroperasinya SNT sebagai tonggak penting dalam perjalanan pendidikan nasional. Hal itu disampaikan saat membuka MPLS 17 SNT di Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8).

“Ini adalah tonggak sejarah dalam satu sistem pendidikan nasional,” ujar Mendikdasmen.

Kehadiran SNT 14 Jepara juga mendapat sambutan positif dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menyampaikan kebanggaannya karena Jepara dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan SNT.

“Saya ikut bangga dalam rangka peningkatan SDM di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Kita dipercaya mendapatkan SNT, mudah-mudahan ini menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Jepara,” kata Witiarso saat pelepasan murid SNT 14 Jepara di Pendopo Kartini Jepara.

Ia berharap SNT tidak sekadar menambah pilihan fasilitas pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jepara.

Kepala SNT 14 Jepara Darojah menegaskan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter.

“Teknologi kami gunakan sebagai alat untuk memperkaya pembelajaran, bukan menggantikan peran guru. Setiap penggunaan teknologi tetap diimbangi dengan penguatan karakter melalui disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, etika digital, dan pembiasaan positif,” ujarnya.

Di SNT 14 Jepara, potensi murid dikembangkan melalui kegiatan akademik dan nonakademik, seperti seni, olahraga, keagamaan, literasi, keterampilan, ekstrakurikuler, dan proyek pembelajaran.

Darojah berpesan agar para murid tidak takut bermimpi dan terus mengenali potensi diri.

“Jangan takut bermimpi dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Kenali potensi diri, berani mencoba, disiplin berlatih, dan terus belajar. Karena setiap anak memiliki keunikan, dan tugas kita adalah mengubah keunikan itu menjadi kekuatan dan prestasi.”

Bagi 80 murid tersebut, SNT 14 Jepara bukan sekadar sekolah baru. Mereka sedang memulai perjalanan sebagai angkatan pertama untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi demi masa depan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers