Semarak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Bersama BBPMP Jabar

Semarak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Bersama BBPMP Jabar

Bandung Barat – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan perayaan bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” di Kampus Jayagiri, pada Rabu (5/8/2026). Perayaan ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan anak, pendidik, orang tua, Bunda PAUD, serta berbagai mitra sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak anak melalui lingkungan belajar yang ramah dan berkualitas.

Perayaan tersebut dihadiri oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti; Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan; Ketua Dharma Wanita Persatuan Ditjen PAUD, Dikdas, dan PNFI, Brotojoyo Retnowati Gogot Suharwoto; Direktur PAUD, Kurniawan; Bupati Pangandaran sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Pangandaran, Citra Fitriyami; Direktur SEAMEO CECCEP, Prof. Vina Adriany; jajaran Dharma Wanita Persatuan UPT Kemendikdasmen di Jawa Barat; Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat; organisasi mitra PAUD; serta pendidik, orang tua, dan peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dimeriahkan seni budaya lengser, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Senam Anak Indonesia Hebat melalui kegiatan Pagi Ceria, serta penampilan tari tradisional. Dalam sambutannya, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada anak.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan Kemendikdasmen, yang dilanjutkan dengan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Deklarasi tersebut menjadi penegasan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan, mencegah perundungan (bullying), serta membangun budaya sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan sehingga setiap anak dapat belajar dan berkembang secara optimal.

Setelah pembukaan, keceriaan anak-anak terlihat saat mereka mengikuti berbagai aktivitas pada sepuluh area bermain edukatif yang telah disiapkan. Melalui Area Motorik Ceria, Main Tradisional, Seni dan Imajinasi, Dongeng Literasi, Eksplorasi Sains, Tumbuh Kembang bersama MOMAHE, Jaga Lingkungan, Eksplorasi Perpustakaan, Lentera Digital, dan Profesiku, peserta diajak mengembangkan kemampuan motorik, kreativitas, literasi, sains, budaya, kepedulian terhadap lingkungan, hingga mengenal beragam profesi. Pengalaman belajar tersebut semakin lengkap dengan kegiatan Petualangan Tangguh Siaga Bencana bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung yang mengenalkan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak usia dini melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Di waktu yang sama, para pendidik, orang tua, dan Bunda PAUD mengikuti seminar hybdrid tentang Smart Parenting di Era Digital dan penguatan peran keluarga. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan sekaligus memperkuat sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak. Rangkaian seminar kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama Bunda PAUD dalam implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Pra Sekolah sebagai wujud kolaborasi untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, BBPMP Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, bermutu, dan menyenangkan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, satuan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan Generasi Indonesia Hebat menuju Indonesia Emas 2045.

Putuskan Rantai Kecanduan Gawai Anak, Gerakan Bersama Sekolah dan Rumah

Putuskan Rantai Kecanduan Gawai Anak, Gerakan Bersama Sekolah dan Rumah

Bandung Barat – Mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang murid merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan webinar “Putuskan Rantai Kecanduan Gawai Anak, Gerakan Bersama Sekolah dan Rumah” pada Selasa (4/8/2026).

Antusiasme peserta begitu luar biasa. Lebih dari 4.100 peserta dari berbagai unsur bergabung dalam webinar ini, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, penilik, kepala satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, hingga orang tua murid dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan sesuai dengan SE Mendikdasmen no 18 tahun 2026, oleh Abdul Rachman Pambudi, S.Pd., M.Cs., M.Tr.A.P., Analis Kebijakan Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Ineu Maryani, M.Pd. Praktisi sekaligus Dosen Bimbingan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia yang membahas implementasi pembatasan penggunaan gawai anak di rumah dan di sekolah secara kolaboratif.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi menghadapi anak yang mengalami tantrum saat penggunaan gawai dibatasi, membangun kebiasaan positif tanpa ketergantungan pada layar, hingga langkah pencegahan terhadap dampak serius kecanduan gawai bagi perkembangan anak. Berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan oleh sekolah maupun keluarga turut dibagikan oleh para narasumber.

Melalui webinar ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam membentuk budaya penggunaan teknologi yang sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Karena melindungi anak dari dampak negatif kecanduan gawai bukan hanya tugas sekolah, melainkan gerakan bersama demi menghadirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.

Perkuat Sinergi Pelaksanaan SPMB, BBPMP Jabar Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Garut

Perkuat Sinergi Pelaksanaan SPMB, BBPMP Jabar Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Garut

Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Garut pada Selasa (4/8/2026). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai upaya memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan proses penerimaan murid yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan murid.

Melalui diskusi tersebut, perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Garut dan BBPMP Provinsi Jawa Barat bertukar pandangan mengenai berbagai aspek pelaksanaan SPMB. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman bersama sekaligus mendorong kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan SPMB yang semakin baik.

Sejumlah isu strategis turut menjadi pembahasan, di antaranya optimalisasi peran sekolah swasta dalam mendukung pemenuhan daya tampung, penguatan komunikasi publik terkait pemerataan mutu dan sekolah favorit, serta peran BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam proses verifikasi dan validasi penetapan daya tampung satuan pendidikan.

Melalui kolaborasi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pelaksanaan SPMB yang tertib, inklusif, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat komitmen bersama menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.