Beas Kaheman, Salah Satu Implementasi Pendidikan Karakter di Kab. Purwakarta

by | 26 Apr 2022 | Warta Kiwari

Beas Kaheman, Salah Satu Implementasi Pendidikan Karakter di Kab. Purwakarta

 

Siang itu, suasana aula Bale Linuhung Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta sedikit berbeda. Hilir mudik orang yang sedang mengangkut dan menurunkan beras terlihat memenuhi salah satu pojok ruangan yang sangat besar tersebut. Menurut salah satu petugas mereka sedang mengumpulkan beras untuk program Gemilang Cinta. Apa itu Gemilang Cinta? “Gemilang Cinta adalah program membagi-bagikan beras di  bulan Ramadhan untuk warga sekitar yang kurang mampu. Berasnya berasal dari program Beas Kaheman” ujarnya. Apa itu program Beas Kaheman?

Menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Purwakarta, ibu Sadiyah, M.Pd, Beas Kaheman adalah program atau kegiatan mengumpulkan beras yang dilakukan oleh siswa PAUD, SD dan SMP se Kab. Purwakarta setiap hari Kamis. Beras yang terkumpul di sekolah kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar dan juga kepada anak yang membutuhkan di sekolah tersebut. Tidak ada paksaan dalam mengumpulkan beras, hanya bagi siswa yang mampu saja yang mengumpulkan.

Yang lebih unik lagi dari program ini adalah siswa membawa beras tersebut kesekolah tidak menggunakan plastik, namun diganti dengan Kanjut Kundang. Kanjut Kundang adalah wadah atau kantong yang terbuat dari kain. Kanjut Kundang ini dibuat dari kain bekas secara manual (dikecos) oleh siswa itu sendiri tidak boleh oleh orang lain. Hal ini sebagai salah satu bentuk pendidikan ketelatenan, keuletan dan sebagai salah satu hasil praktik mata pelajaran  prakarya/keterampilan.

Sementara itu, ibu Sekretaris Dinas menjelaskan bahwa program ini masuk ke dalam salah satu 7 poe atikan istimewa sebagai penguatan pendidikan karakter di Purwakarta, yakni Senin Ajeng Nusantara, Salasa Mapag Buana, Rebo Maneuh di Sunda, Kemis Nyanding Wawangi. Kemis sebagai Nyanding Wawangi adalah tema pembelajaran setiap hari Kamis. Dimana siswa dituntut untuk lebih kreatif lagi. terutama, dari sisi kepekaan sosial. Mereka diajarkan untuk lebih saling menghormati‎ dan menebar kasih sayang antar sesama.

Diharapkan melalui program ini dapat menanamkan nilai gotong royong dan nilai kepedulian sosial pada setiap siswa sekaligus membantu masyarakat yang tidak mampu di lingkungan sekitar.

 

 

 

ttings.

Berita Lainnya

BBPMP Jabar Perkuat Keamanan Informasi melalui Evaluasi Indeks KAMI

Bandung Barat - Dalam upaya memperkuat tata kelola keamanan informasi di era transformasi digital, BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan kerja Tim Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Rabu (8/7/2026)....

Asesmen MPLS Ramah 2026 Jadi Langkah Awal Kenali Kebutuhan Murid

Bandung Barat - Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah 2026 tidak hanya menjadi momen bagi murid untuk mengenal lingkungan sekolah. Pada pelaksanaannya, guru dan satuan pendidikan juga melakukan asesmen sebagai langkah awal untuk memahami kondisi...

Pustakawan BBPMP Jabar Raih Apresiasi Pustakawan Berdedikasi Tahun 2026

Jakarta - Momentum Peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang diperingati setiap 7 Juli membawa kabar membanggakan bagi BBPMP Provinsi Jawa Barat. Pustakawan BBPMP Provinsi Jawa Barat, Sofi Suwaris, S.S., terpilih sebagai Penerima Apresiasi Pustakawan Berdedikasi Tahun...