Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi UPT

Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi UPT

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (Biro OSDM) melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada BBPMP Provinsi Jawa Barat, 19-21 Agustus 2026.

Evaluasi ini menjadi bagian dari proses persiapan penataan organisasi UPT di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi UPT, efektivitas peran dan kontribusinya, serta kesesuaian antara tugas yang dilaksanakan dengan kebutuhan penjaminan mutu pendidikan di daerah.

Untuk memperoleh gambaran tersebut, evaluasi dilakukan melalui visitasi dan penggalian data secara langsung. Rvaluasi ini diharapkan dapat memberikan masukan berbasis kondisi nyata di lapangan sebagai bahan dalam merumuskan penataan organisasi UPT yang lebih efektif, tepat fungsi, adaptif terhadap kebutuhan daerah, serta mampu memberikan dukungan yang semakin optimal terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Dengan demikian, evaluasi tidak sekadar menilai pelaksanaan tugas dan fungsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan struktur, fungsi, dan peran UPT ke depan semakin mampu menjawab tantangan serta kebutuhan peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Sejalan dengan hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen mendukung proses penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas layanan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Barat.

BBPMP Jabar Perkuat Mutu Pendidikan melalui Bimtek SPMI, Literasi Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran

BBPMP Jabar Perkuat Mutu Pendidikan melalui Bimtek SPMI, Literasi Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran

Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat memperkuat peningkatan mutu pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SPMI, Literasi Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Dana BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui Gugus Belajar Satuan Pendidikan di berbagai wilayah Jawa Barat.

Gelombang pertama kegiatan ini berlangsung pada 13-15 Agustus 2026 di satuan pendidikan tuan rumah dengan dukungan tim fasilitator BBPMP Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan Bimtek selanjutnya dijadwalkan secara bertahap hingga September 2026 di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi satuan pendidikan untuk memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meningkatkan literasi dan numerasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Melalui pendampingan, diskusi, dan praktik langsung, satuan pendidikan didorong untuk mengoptimalkan Dana BOSP Kinerja dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.

Penguatan dalam kegiatan ini diarahkan pada pengembangan pembelajaran yang aktif, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid. Satuan pendidikan juga didorong memanfaatkan data capaian pendidikan sebagai dasar refleksi dan perbaikan pembelajaran, sekaligus memperkuat kompetensi pendidik serta pemanfaatan sumber belajar dan teknologi digital sesuai kebutuhan.

Melalui pelaksanaan Bimtek yang secara kolaboratif dan berkelanjutan, BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong satuan pendidikan agar mampu mengoptimalkan Dana BOSP Kinerja untuk mendukung proses perbaikan mutu. Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi murid dan terwujudnya budaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Kemendikdasmen Salurkan Santunan dan Bantuan pada Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT

Kemendikdasmen Salurkan Santunan dan Bantuan pada Murid dan Guru Terdampak Gempa NTT

Siaran Pers
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 736/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 20 Agustus 2026 — Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Kabupaten Manggarai, masyarakat kembali dilanda kepanikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Kamis pagi (20/8). Sebelumnya, pada Rabu malam (19/8), gempa berkekuatan magnitudo 5,7 juga dirasakan masyarakat.

“Semoga kami selamat dan tidak terjadi tsunami,” ucap salah satu warga, dikutip Kasman, Tim Direktorat Sekolah Dasar yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah tiba di lokasi pada Rabu (19/8).

Menurut pengakuan Kasman, hingga saat ini guncangan masih terasa di lapangan. Perjalanan menuju titik lokasi tujuan juga diwarnai longsor di sisi jalan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Tim Kemendikdasmen untuk tetap hadir dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa goodie bag berisi makanan bagi 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Selain bingkisan makanan berupa susu, air minum kemasan, dan makanan ringan, Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP. Family kit turut diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.

“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Kamis (20/8).

Kemendikdasmen Berikan Santunan bagi Korban Gempa Bumi

Selain menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak gempa bumi.

Santunan senilai Rp2 juta dan family kit diberikan kepada salah satu guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat dampak gempa bumi.

Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan sebesar Rp1 juta dan school kit kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.

Sementara itu, santunan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i. Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.

Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, mengungkapkan betapa bermaknanya kehadiran pemerintah di tengah masa-masa sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.

Gempa bumi mungkin telah merusak dinding-dinding kelas di Jalan Gurami, namun gerak cepat kepedulian pemerintah bersama keteguhan para pendidik membuktikan bahwa semangat belajar anak-anak Manggarai tidak akan pernah runtuh.

Kehadiran Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi bencana terasa berarti bagi para korban. Hal tersebut terlihat dari sambutan sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi pengungsian.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Mulai 2027, Pemerintah Buka Jalan Lebih Jelas bagi Karier Guru PPPK

Mulai 2027, Pemerintah Buka Jalan Lebih Jelas bagi Karier Guru PPPK

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 735/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 19 Agustus 2026 — Pemerintah membuka ruang yang lebih jelas bagi pengembangan karier guru melalui kesempatan bagi guru PPPK paruh waktu untuk mengikuti proses menjadi PPPK penuh waktu. Pada saat yang sama, guru yang telah berstatus PPPK penuh waktu diberikan kesempatan mengikuti seleksi CPNS.

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama Pimpinan DPR RI, Selasa (18/8), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) menyampaikan bahwa guru PPPK paruh waktu mendapat kesempatan menjadi PPPK penuh waktu mulai 2027. Sementara itu, guru yang telah berstatus PPPK penuh waktu diberikan kesempatan mengikuti seleksi CPNS, yang pendaftarannya mulai dibuka pada awal 2027.

Pelaksanaan kesempatan tersebut tetap mengikuti mekanisme, persyaratan, kebutuhan formasi, serta ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penataan status kepegawaian sekaligus memberikan arah yang lebih jelas bagi keberlanjutan karier guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan nasional, antara lain melalui peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan pengembangan kompetensi guru.

“Ini tentu kabar baik bagi para guru kita. Kami berterima kasih atas arahan dan dukungan Bapak Presiden yang menjadikan kesejahteraan dan kepastian karier guru sebagai salah satu prioritas dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” ujar Mendikdasmen.

Dikatakan Mu’ti, pemerintah akan terus bersinergi untuk memastikan guru mendapatkan kesempatan berkembang, terlindungi. “Upaya tersebut berjalan beriringan dengan penguatan berbagi aspek profesi guru, mulai dari kesejahteraan dan perlindungan hingga pengembangan kompetensi serta apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian guru,” tambah Mu’ti.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), saat ini jumlah guru berstatus PPPK mencapai 908.617 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 231.246 orang masih berstatus PPPK paruh waktu.

Ke depan, Kemendikdasmen akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti kebijakan tersebut sesuai dengan kewenangan masing-masing. Para guru dan masyarakat diimbau mengikuti perkembangan mengenai mekanisme, persyaratan, jadwal, formasi, dan tahapan seleksi CPNS tahun 2027 melalui kanal resmi Kementerian PANRB serta kanal resmi pemerintah terkait.

Komitmen Kemendikdasmen Perkuat Kesejahteraan dan Kompetensi Guru

Sejalan dengan langkah pemerintah dalam memberikan ruang yang lebih jelas bagi pengembangan karier guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan dan peningkatan kompetensi guru. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran aneka tunjangan bagi guru ASN sekaligus berbagai program pengembangan kompetensi yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan guru dan perkembangan dunia pendidikan.

Sepanjang semester I 2026, penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) mencapai Rp37,9 triliun untuk 1,68 juta guru. Sementara itu, Tunjangan Khusus Guru (TKG) telah disalurkan sebesar Rp1,5 triliun kepada lebih dari 65 ribu guru, sedangkan Dana Tambahan Penghasilan (DTP) mencapai Rp25 miliar untuk lebih dari 25 ribu guru.

Dari sisi peningkatan kompetensi, sepanjang 2026 Kemendikdasmen juga telah meluncurkan berbagai pelatihan bagi guru. Program tersebut antara lain Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSDMBI), Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding & Kecerdasan Artifisial (KKA), Pelatihan STEM, Peningkatan Kompetensi Guru BK, serta Pelatihan Pendidikan Inklusif.

Capaian dan berbagai program tersebut merupakan upaya pemerintah memastikan hak-hak guru dapat diterima dan tersalurkan serta penguatan status dan pengembangan karier guru berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Di Tengah Keberagaman Cigugur, Wamen Atip Tanamkan Semangat Rukun Sama Teman

Di Tengah Keberagaman Cigugur, Wamen Atip Tanamkan Semangat Rukun Sama Teman

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 734/sipers/A6/VIII/2026

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 19 Agustus 2026 – Di tengah keberagaman yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Cigugur, ratusan murid merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: bermain, bernyanyi, bermimpi, dan belajar hidup rukun bersama teman. Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, menjadi ruang berlangsungnya perayaan HUT ke-81 RI bertema Hari Anak Merdeka 2026: Rukun Sama Teman, Merdeka Bermain, Merdeka Bertumbuh, Merdeka Bermimpi.

Kegiatan kolaborasi lintas sektor tersebut sekaligus menggaungkan kampanye Gerakan Rukun Sama Teman yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta membangun kebiasaan saling menghargai. Paseban Cigugur dipilih karena nilai historisnya sebagai ruang harmoni keberagaman yang menjadi miniatur Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa keberagaman perlu dihayati sebagai fakta sekaligus anugerah. Menurutnya, pendidikan karakter yang dibangun melalui pembiasaan hidup rukun menjadi salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak perlu menyamakan yang berbeda dan membedakan yang sama. Yang harus kita lakukan adalah menyatukan adab kebersamaan,” ujar Atip di hadapan ratusan murid yang hadir di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (19/8).

Atip juga mengajak murid untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ia menekankan bahwa tidak ada murid yang bodoh karena setiap individu memiliki bentuk kecerdasan yang berbeda-beda dan ini merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Komitmen ini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Menengah, yang mewajibkan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Tugas sekolah, menurutnya, adalah mengembangkan kecerdasan tersebut agar setiap murid dapat bertumbuh dengan ceria.

“Semua murid cerdas, hanya berbeda bentuknya. Ada yang pintar matematika, seni, hingga olahraga, dan semuanya memiliki modal yang sama untuk sukses,” jelasnya.

Pesan tersebut kemudian hadir dalam suasana yang lebih dekat dengan keseharian murid. Dua murid bernama Kanaya naik ke panggung untuk menyanyikan lagu Rukun Sama Teman dan melantunkan selawat. Atip memuji keberanian mereka sebagai bentuk kecerdasan seni dan musikal yang luar biasa.

Keceriaan berlanjut ketika Atip berdialog dengan Ajeng yang bercita-cita menjadi dosen, Inara yang ingin menjadi guru, Bianca yang suka olahraga dan ingin menjadi dokter, serta Hatsir yang menyukai matematika dan bercita-cita menjadi guru agama.

Untuk memperkuat pesannya, Atip memberikan analogi “Tiga Rudy” yang sukses dengan keahlian berbeda, yakni Rudy Hadisuwarno di bidang tata rambut, Rudy Choirudin di bidang tata boga, dan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie yang akrab disapa Rudy Habibie di bidang matematika dan teknologi.

“Ketiganya adalah orang sukses. Insyaallah Indonesia di tangan adik-adik yang memiliki kecerdasan berbeda ini akan menjadi kuat,” pesannya.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menambahkan bahwa murid bukan sekadar penerus pembangunan, melainkan pemilik dan pewaris masa depan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan murid tumbuh dengan aman, sehat, dan berkarakter.

“Membangun manusia dan karakter jauh lebih penting daripada sekadar pembangunan fisik, karena kualitas sebuah daerah diukur dari peningkatan kualitas manusianya,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua 3 Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Chandra Setiawan, menyatakan bahwa masa depan Indonesia dimulai dari murid yang merasa aman, didengar, dan dihargai. Ia menjelaskan bahwa ICRP kini memperluas ruang dialognya hingga ke ruang bermain murid untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini.

Chandra juga menyoroti fenomena sosial ketika orang dewasa kerap secara keliru menggunakan figur aparat keamanan untuk menakuti anak-anak agar mereka patuh. Ia menegaskan bahwa polisi, TNI, dan Satpol PP sebenarnya adalah sahabat anak yang berperan sebagai pelindung, bukan sosok menakutkan bagi mereka.

Melalui pelurusan persepsi tersebut, anak-anak diharapkan dapat memandang aparat keamanan sebagai sosok pelindung yang dekat dan hangat. Upaya ini selaras dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, di mana setiap elemen masyarakat, termasuk aparat, berkolaborasi melindungi hak dan masa depan anak Indonesia.

Semangat kebersamaan juga terlihat dari kehadiran komunitas adat AKUR Sunda Wiwitan yang turut memperkuat pesan persahabatan dan gotong royong. Gerakan Rukun Sama Teman diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan menjadikan nilai persahabatan serta gotong royong sebagai DNA bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers