Di Tengah Keberagaman Cigugur, Wamen Atip Tanamkan Semangat Rukun Sama Teman

Di Tengah Keberagaman Cigugur, Wamen Atip Tanamkan Semangat Rukun Sama Teman

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 734/sipers/A6/VIII/2026

Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, 19 Agustus 2026 – Di tengah keberagaman yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat Cigugur, ratusan murid merayakan kemerdekaan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka: bermain, bernyanyi, bermimpi, dan belajar hidup rukun bersama teman. Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, Kabupaten Kuningan, menjadi ruang berlangsungnya perayaan HUT ke-81 RI bertema Hari Anak Merdeka 2026: Rukun Sama Teman, Merdeka Bermain, Merdeka Bertumbuh, Merdeka Bermimpi.

Kegiatan kolaborasi lintas sektor tersebut sekaligus menggaungkan kampanye Gerakan Rukun Sama Teman yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta membangun kebiasaan saling menghargai. Paseban Cigugur dipilih karena nilai historisnya sebagai ruang harmoni keberagaman yang menjadi miniatur Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa keberagaman perlu dihayati sebagai fakta sekaligus anugerah. Menurutnya, pendidikan karakter yang dibangun melalui pembiasaan hidup rukun menjadi salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak perlu menyamakan yang berbeda dan membedakan yang sama. Yang harus kita lakukan adalah menyatukan adab kebersamaan,” ujar Atip di hadapan ratusan murid yang hadir di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu (19/8).

Atip juga mengajak murid untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ia menekankan bahwa tidak ada murid yang bodoh karena setiap individu memiliki bentuk kecerdasan yang berbeda-beda dan ini merupakan wujud nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Komitmen ini diperkuat melalui Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Menengah, yang mewajibkan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif. Tugas sekolah, menurutnya, adalah mengembangkan kecerdasan tersebut agar setiap murid dapat bertumbuh dengan ceria.

“Semua murid cerdas, hanya berbeda bentuknya. Ada yang pintar matematika, seni, hingga olahraga, dan semuanya memiliki modal yang sama untuk sukses,” jelasnya.

Pesan tersebut kemudian hadir dalam suasana yang lebih dekat dengan keseharian murid. Dua murid bernama Kanaya naik ke panggung untuk menyanyikan lagu Rukun Sama Teman dan melantunkan selawat. Atip memuji keberanian mereka sebagai bentuk kecerdasan seni dan musikal yang luar biasa.

Keceriaan berlanjut ketika Atip berdialog dengan Ajeng yang bercita-cita menjadi dosen, Inara yang ingin menjadi guru, Bianca yang suka olahraga dan ingin menjadi dokter, serta Hatsir yang menyukai matematika dan bercita-cita menjadi guru agama.

Untuk memperkuat pesannya, Atip memberikan analogi “Tiga Rudy” yang sukses dengan keahlian berbeda, yakni Rudy Hadisuwarno di bidang tata rambut, Rudy Choirudin di bidang tata boga, dan Presiden ke-3 RI B.J. Habibie yang akrab disapa Rudy Habibie di bidang matematika dan teknologi.

“Ketiganya adalah orang sukses. Insyaallah Indonesia di tangan adik-adik yang memiliki kecerdasan berbeda ini akan menjadi kuat,” pesannya.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menambahkan bahwa murid bukan sekadar penerus pembangunan, melainkan pemilik dan pewaris masa depan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan murid tumbuh dengan aman, sehat, dan berkarakter.

“Membangun manusia dan karakter jauh lebih penting daripada sekadar pembangunan fisik, karena kualitas sebuah daerah diukur dari peningkatan kualitas manusianya,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua 3 Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Chandra Setiawan, menyatakan bahwa masa depan Indonesia dimulai dari murid yang merasa aman, didengar, dan dihargai. Ia menjelaskan bahwa ICRP kini memperluas ruang dialognya hingga ke ruang bermain murid untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini.

Chandra juga menyoroti fenomena sosial ketika orang dewasa kerap secara keliru menggunakan figur aparat keamanan untuk menakuti anak-anak agar mereka patuh. Ia menegaskan bahwa polisi, TNI, dan Satpol PP sebenarnya adalah sahabat anak yang berperan sebagai pelindung, bukan sosok menakutkan bagi mereka.

Melalui pelurusan persepsi tersebut, anak-anak diharapkan dapat memandang aparat keamanan sebagai sosok pelindung yang dekat dan hangat. Upaya ini selaras dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, di mana setiap elemen masyarakat, termasuk aparat, berkolaborasi melindungi hak dan masa depan anak Indonesia.

Semangat kebersamaan juga terlihat dari kehadiran komunitas adat AKUR Sunda Wiwitan yang turut memperkuat pesan persahabatan dan gotong royong. Gerakan Rukun Sama Teman diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan menjadikan nilai persahabatan serta gotong royong sebagai DNA bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan bagi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana di NTT

Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan bagi Satuan Pendidikan Terdampak Bencana di NTT

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 733/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan dukacita yang mendalam atas bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat, termasuk warga sekolah. Kemendikdasmen turut prihatin atas kondisi yang dihadapi murid, guru, dan tenaga kependidikan yang terdampak. Dalam situasi ini, Kemendikdasmen memastikan satuan pendidikan dan seluruh warga sekolah yang terdampak terus mendapatkan perhatian dan dukungan agar proses pembelajaran serta pemenuhan hak belajar murid tetap dapat berlangsung sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa keberlangsungan pembelajaran di daerah terdampak perlu disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi satuan pendidikan.

“Prioritas dan komitmen Kemendikdasmen adalah keselamatan guru dan murid di wilayah bencana. Karena itu, pembelajaran yang dilakukan juga mempertimbangkan keselamatan guru dan murid. Salah satunya menggunakan sistem pembelajaran darurat dengan kurikulum darurat,” kata Mendikdasmen.

Mendikdasmen menambahkan bahwa bantuan dukungan untuk proses pembelajaran sudah bergerak ke beberapa wilayah terdampak bencana. Di Labuan Bajo yang membawa bantuan untuk mendukung keberlangsungan pembelajaran bagi warga sekolah yang terdampak sudah tiba.

“Tim Kemendikdasmen yang sudah sampai di Labuan Bajo telah membawa bantuan yang berisi 2.000 paket bingkisan anak, 800 school kit, dan 70 family kit untuk mendukung pembelajaran di masa darurat,” tambah Mendikdasmen.

Berdasarkan data SPAB, per 19 Agustus 2026, sebanyak 512 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak bencana, terdiri atas 94.452 murid serta 8.755 guru dan tenaga kependidikan. Dampak bencana juga menyebabkan 52.268 murid di 276 satuan pendidikan terganggu pembelajaran akibat sekolah diliburkan, dan pembelajaran dilakukan di rumah masing-masing dan di titik pengungsian.

Panduan Pembelajaran di Masa Darurat

Selain itu, Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) terus memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi dalam situasi bencana yang diwujudkan melalui penyediaan panduan pembelajaran bagi satuan pendidikan terdampak bencana dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran di tengah kondisi darurat.

Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menegaskan bahwa satuan pendidikan, murid, dan guru yang terdampak bencana di NTT terus menjadi perhatian Kemendikdasmen. “Kami memastikan mereka tetap mendapatkan dukungan agar proses pembelajaran dapat terus berlangsung dan hak belajar murid tetap terpenuhi, meskipun berada dalam kondisi yang penuh keterbatasan. Kehadiran dan dukungan bagi warga sekolah terdampak menjadi bagian dari komitmen kami untuk memastikan pendidikan tetap berjalan dalam situasi apa pun,” ujarnya di Jakarta, pada Rabu (19/8).

Panduan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan yang terdampak bencana. Pembelajaran tidak harus berlangsung dengan pola yang sama seperti dalam kondisi normal. Satuan pendidikan diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan tingkat kerusakan, ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi murid dan guru, serta situasi lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, satuan pendidikan dapat memprioritaskan materi pembelajaran yang esensial dan relevan dengan kondisi murid. Dukungan psikososial, keselamatan diri, literasi dan numerasi dasar, serta pemulihan rutinitas belajar menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Metode pembelajaran juga dapat disesuaikan, baik melalui pembelajaran tatap muka secara terbatas, pembelajaran mandiri, maupun metode lain yang memungkinkan sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia.

Selain aspek akademik, panduan ini juga menempatkan aspek psikososial sebagai bagian penting dari proses pemulihan. Bencana dapat memberikan dampak emosional bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan. Karena itu, lingkungan sekolah diharapkan dapat kembali menjadi ruang aman yang mendukung pemulihan, membangun rasa percaya diri, serta membantu warga sekolah kembali menjalankan aktivitas belajar secara bertahap.

Untuk mendukung implementasi di lapangan, Kemendikdasmen juga menyediakan contoh-contoh pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan dalam merancang kegiatan belajar sesuai kondisi pascabencana. Contoh dan materi pendukung tersebut dapat diakses oleh masyarakat melalui laman Rumah Pendidikan.

Kemendikdasmen mengajak pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di NTT untuk bersama-sama memastikan pembelajaran tetap berjalan dengan mengedepankan keselamatan, fleksibilitas, dan kebutuhan murid. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar kondisi bencana tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan hak atas pendidikan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

O2SN Nasional XIX Jadi Ruang Murid Kembangkan Potensi dan Prestasi

O2SN Nasional XIX Jadi Ruang Murid Kembangkan Potensi dan Prestasi

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) secara resmi membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional XIX Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Ajang ini menjadi wadah bagi murid dari berbagai daerah untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, sekaligus membangun karakter melalui olahraga.

O2SN tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kedisiplinan, kerja sama, keberanian, dan sportivitas. Melalui kompetisi yang sehat, murid didorong untuk menghadapi tantangan, menghargai proses, serta memberikan kemampuan terbaiknya.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa O2SN bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menang atau paling terampil. Menurutnya, ajang ini menjadi bagian penting dalam upaya menemukan, mengembangkan, dan menjaga talenta-talenta Indonesia.

“O2SN ini bukan sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang menang, yang terkuat atau yang paling terampil, tetapi O2SN merupakan bagian penting dari upaya Indonesia untuk menemukan, mengembangkan, dan menjaga talenta-talenta Indonesia,” ujar Suharti.

Ia menyampaikan bahwa para peserta telah melalui perjalanan panjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi sebelum akhirnya berkompetisi di tingkat nasional. Perjalanan tersebut, kata Suharti, tidak terlepas dari dukungan guru, pelatih, kepala sekolah, orang tua, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang membantu murid mengenali dan mengembangkan potensinya.

Suharti juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pembinaan talenta Indonesia. Kemendikdasmen melalui Puspresnas terus bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, induk organisasi cabang olahraga, pemerintah daerah, serta berbagai mitra agar talenta muda dapat terus berkembang dan memiliki kesempatan meraih prestasi hingga tingkat internasional.

Sejalan dengan upaya pengembangan talenta tersebut, Kepala Puspresnas, Retno Juni Rochmaningsih, berharap O2SN dapat menjadi bagian dari proses pembibitan atlet sejak usia dini untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.

“Harapannya tentu banyaknya para atlet di dalam usia pra pembibitan untuk tetap eksis menjadi calon-calon SDM unggul ke depan,” ujar Retno.

Selain menjadi wadah pengembangan potensi olahraga, O2SN juga diharapkan dapat membentuk karakter peserta melalui pengalaman bertanding. Karena itu, para peserta didorong untuk tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas serta membangun persahabatan.

Kepada para peserta, Suharti berpesan agar menjadikan O2SN sebagai kesempatan untuk bertanding secara sportif, membangun persahabatan, dan membentuk karakter. Ia mengingatkan bahwa kemenangan memang penting, tetapi cara untuk meraihnya jauh lebih penting.

“Selamat bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Junjung tinggi sportivitas,” tutupnya.

O2SN Tingkat Nasional XIX Tahun 2026 dilaksanakan dalam beberapa jenjang. Untuk jenjang Pendidikan Dasar (SD/MI/Sederajat dan SMP/MTs/Sederajat), pelaksanaan berlangsung pada 17-23 Agustus 2026. Selanjutnya, O2SN jenjang Pendidikan Khusus dijadwalkan pada 7-12 September 2026, sedangkan jenjang Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat) akan berlangsung pada 9-15 November 2026.

Melalui penyelenggaraan O2SN, pengembangan bakat dan minat murid diharapkan berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Ajang ini menjadi kesempatan bagi murid untuk berkembang, berprestasi, membangun persahabatan, serta membawa potensi terbaiknya menuju jenjang yang lebih tinggi.

Karnaval Nusantara, Wujud Solidaritas dalam Kebersamaan Kemerdekaan

Karnaval Nusantara, Wujud Solidaritas dalam Kebersamaan Kemerdekaan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 731/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 18 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan tidak hanya hadir dalam kemeriahan karnaval dan beragam mobil hias yang melintas di jalanan Jakarta. Dalam rangkaian Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan, kebersamaan 29 kementerian dan lembaga (K/L) menjadi gambaran solidaritas dan persatuan masyarakat Indonesia, termasuk kepedulian terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8), menjadi ruang perjumpaan masyarakat melalui keberagaman budaya dan kreativitas. Karnaval pun tidak hanya menghadirkan suasana perayaan, tetapi juga merefleksikan semangat untuk saling menguatkan dan berdiri bersama sebagai satu bangsa.

Karnaval mobil hias menjadi bagian dari representasi budaya Nusantara yang mencerminkan persatuan, kekayaan budaya, dan semangat kebangsaan. Beragam tema dan ornamen yang ditampilkan masing-masing K/L memperlihatkan keberagaman Indonesia dalam satu rangkaian kegiatan yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) turut berpartisipasi dengan menghadirkan empat mobil hias yang menampilkan program prioritas pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mobil hias jenjang SD menghadirkan keceriaan anak-anak dalam belajar dan bermain melalui suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Konsep tersebut menggambarkan semangat bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain, sebagai ruang bagi anak untuk mengenal angka, mencintai buku, serta tumbuh melalui permainan bersama. Di atas mobil hias hadir perwakilan murid SD bersama guru pendamping sebagai lambang generasi muda yang cerdas, ceria, kreatif, dan berkarakter.

Sementara itu, mobil hias jenjang SMP menghadirkan semangat belajar yang inspiratif melalui eksplorasi ilmu dan pengetahuan serta penerapan sains, teknologi, engineering, dan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Konsep tersebut menggambarkan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mengenal ilmu pengetahuan melalui pengalaman dan penerapannya dalam kehidupan.

Adapun mobil hias jenjang SMA dan SMK menghadirkan semangat belajar dalam suasana yang inspiratif dan penuh semangat. Di atas kendaraan tersebut hadir murid-murid berprestasi, Duta SMA, serta murid-murid SMK bersama guru pendamping. Kehadiran mereka menggambarkan perpaduan sains, teknologi, kreativitas, dan prestasi sebagai bagian dari semangat peserta didik dalam mengembangkan potensi dan meraih prestasi.

Keikutsertaan peserta didik dan guru pendamping pada empat mobil hias tersebut menjadi bagian dari wajah pendidikan dasar dan menengah yang ditampilkan Kemendikdasmen dalam karnaval. Tidak hanya menghadirkan kreativitas visual, setiap kendaraan membawa pesan mengenai pengalaman belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.

Di tengah kebersamaan tersebut, masyarakat yang hadir di sepanjang jalur karnaval juga menjadi bagian dari semangat solidaritas yang menyatukan berbagai elemen bangsa. Anak-anak turut menyaksikan berbagai ornamen dan karakter yang ditampilkan, sementara sejumlah peserta membagikan suvenir kepada masyarakat yang berada di sepanjang rute.

Alika Raisya, masyarakat asal Depok, Jawa Barat, mengaku tertarik melihat beragam mobil hias yang ditampilkan dalam karnaval. Menurutnya, kreativitas yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri. Ia secara khusus menyukai mobil hias yang dibawa Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif.

“Menurut saya, mobil-mobil paradenya menarik dan kreatif. Saya suka dengan mobilnya Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif,” ujar Alika.

Antusiasme juga dirasakan Al Fatih Kautsarrazky, murid kelas 4 SDN Cilandak Barat 07, Jakarta Selatan. Ia mengaku senang dapat menyaksikan karnaval sekaligus memperoleh suvenir dari salah satu mobil yang melintas.

“Seru, karena aku dikasih suvenir sama mobil yang parade. Lalu mobilnya menarik, aku suka mobil Kementerian Kehutanan karena banyak hewan-hewan yang ditampilkan,” kata Al Fatih.

Bagi Al Fatih, mengikuti rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman tersendiri karena ia berkesempatan bertemu dengan sejumlah tokoh yang hadir. Ia menyebut melihat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Kak Seto Mulyadi.

Pengalaman menyaksikan karnaval dan bertemu sejumlah tokoh membuat Al Fatih memiliki harapan untuk peringatan kemerdekaan berikutnya. Ia berharap Presiden dapat turut hadir dalam parade.

“Harapannya tahun depan aku bisa melihat Presiden ikut parade,” ujarnya.

Kesenian Rakyat dalam Kebersamaan Kemerdekaan pada akhirnya menjadi lebih dari sebuah perayaan. Partisipasi 29 K/L dan kehadiran masyarakat memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk saling peduli, saling menguatkan, dan menjaga solidaritas, termasuk bagi saudara-saudara di NTT. Semangat inilah yang menjadi bagian dari makna kebersamaan dalam memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

BBPMP Jabar Laksanakan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

BBPMP Jabar Laksanakan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Pelaksanaan upacara menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus menguatkan komitmen untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkarya.

Upacara bendera diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan BBPMP Provinsi Jawa Barat dan berlangsung dengan khidmat. Semangat peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, tetapi juga melalui komitmen untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan pendidikan.

Selain pelaksanaan upacara bendera, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan BBPMP Provinsi Jawa Barat juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada pegawai berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian dan kontribusi pegawai dalam menjalankan tugas.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman hasil perlombaan yang telah dilaksanakan di lingkungan BBPMP Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan sekaligus memberikan apresiasi kepada para pegawai yang telah berpartisipasi dalam berbagai perlombaan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat belajar, bertumbuh, dan berkarya dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan. Semangat tersebut diharapkan terus diwujudkan melalui komitmen menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua, sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.