Bogor – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Angkatan Pertama Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka pada Senin (10/8/2026). Pembukaan dipusatkan di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan terhubung secara daring dengan 16 lokasi SNT lainnya di berbagai wilayah Indonesia.
Pembukaan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himatul Aliah, serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono yang hadir secara daring.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan, SNT merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan bermutu, unggul, dan terintegrasi yang dapat dijangkau anak-anak di berbagai daerah. Program tersebut merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026.
“Untuk angkatan pertama ini, dari total 37 lokasi yang ditetapkan untuk dibangun pada 2026, sebanyak 17 lokasi SNT telah siap beroperasi. Sebanyak 1.360 murid yang terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA berhasil lolos seleksi penerimaan murid baru dari total 2.068 pendaftar,” ungkap Gogot.
Sebanyak 17 lokasi tersebut ditetapkan setelah Kemendikdasmen menerima usulan lokasi SNT dari 114 kabupaten dan kota yang kemudian melalui proses verifikasi, validasi, dan kunjungan lapangan bersama kementerian dan lembaga terkait. SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu lokasi yang mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di 17 SNT tersebut, Kemendikdasmen juga menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan melalui proses seleksi. Sebanyak 17 kepala sekolah dipilih dari 1.800 pendaftar, sementara 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran direkrut dari 60 ribu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendamping pembelajaran tersebut telah mengikuti pelatihan dan persiapan sebelum bertugas di sekolah masing-masing.
Dari sisi pembelajaran, Kemendikdasmen juga menyiapkan Learning Management System (LMS) yang menyediakan bahan ajar serta mendukung pemanfaatan perangkat pembelajaran digital di ruang kelas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang mendorong murid untuk berkembang dan berprestasi.
Dalam sambutannya, Pratikno menekankan bahwa SNT tidak hanya menghadirkan sekolah, tetapi juga membawa perubahan dalam tata kelola pendidikan melalui integrasi jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen. Integrasi tersebut memungkinkan keberlanjutan kurikulum dan pemanfaatan fasilitas bersama secara lebih optimal, termasuk laboratorium dan sarana olahraga.
“Kualitas pendidikan yang baik harus ada di mana-mana. Tempat anak lahir dan tumbuh tidak boleh menentukan nasib kualitas pendidikannya. Selain penguasaan akademik, SNT juga memfasilitasi seni, budaya, dan olahraga agar lahir manusia unggul yang utuh,” tegas Pratikno.
Pratikno juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang pendidikan yang aman dan nyaman tanpa kekerasan bagi anak. Hal tersebut sejalan dengan perhatian SNT terhadap pembentukan karakter murid, selain pencapaian akademik.
Senada dengan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberadaan SNT merupakan bagian dari pemenuhan amanat konstitusi untuk memberikan layanan pendidikan bagi warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Kepada para murid SNT angkatan pertama, ia berpesan agar mereka mengambil peran sebagai bagian dari perjalanan awal program tersebut.
“Kalian adalah pionir, pelopor, dan mitra kami dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa,” pesan Abdul Mu’ti.
Penguatan karakter juga menjadi perhatian dalam pembukaan MPLS. Kepala KSP Dudung Abdurachman mengingatkan para murid untuk menjaga karakter, kejujuran, dan kepedulian sosial. Sementara itu, Himatul Aliah menekankan pentingnya keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sebagai fondasi dalam menghadapi perkembangan era digital dan tantangan abad ke-21.
Rangkaian pembukaan MPLS SNT Angkatan Pertama turut diisi dengan unjuk bakat dan bincang interaktif antara pejabat negara dengan murid berprestasi dari berbagai SNT. Beragam potensi ditampilkan, mulai dari seni tari dan tarik suara hingga bela diri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan seremoni penekanan tombol secara serentak yang menandai dimulainya MPLS bagi seluruh murid SNT angkatan pertama di Indonesia. Momentum ini menjadi langkah awal bagi 1.360 murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi melalui layanan pendidikan SNT, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas di berbagai daerah.
Malang, Jawa Timur, 10 Agustus 2026 – Pendidikan tidak hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana proses belajar dialami oleh murid. Pengalaman belajar yang bermakna menjadi kunci dalam membentuk pemahaman yang lebih dalam. Menjawab hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada pengalaman belajar yang Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful) melalui Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) pada jenjang SMK di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, Minggu (9/8).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan perlu dimulai dari akar permasalahan, yaitu pendekatan pembelajaran di kelas. “Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam dibangun di atas prinsip utama Mindful, Meaningful, dan Joyful yang menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat. Menurutnya, esensi Pembelajaran Mendalam terletak pada sikap dalam memandang proses belajar, di mana kualitas proses menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan, serta harus didukung dengan cara pandang yang menghargai setiap murid.
“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Disebut mendalam karena memang sangat kuat pengaruh dari teori Information Processing, yang menekankan bahwa kualitas proses itu yang menentukan keberhasilan. Tapi di atas itu semua adalah sikap pandang kita dalam memandang setiap murid, murid itu harus kita muliakan apa pun kemampuan akademiknya, apa pun latar belakang ekonominya, apa pun latar belakang (lainnya) dalam Pembelajaran Mendalam itu,” jelas Mendikdasmen.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penguatan Pembelajaran Mendalam (PM) merupakan elemen krusial dalam merancang transformasi pendidikan vokasi yang adaptif. Menurutnya, ajang Aksi PM tidak sekadar berfokus pada kompetisi, melainkan menjadi wadah apresiasi bagi guru SMK untuk menjawab tantangan, mengeksplorasi strategi pembelajaran baru, serta menyebarkan praktik baik yang dapat direplikasi.
Melalui ajang ini, proses dan perjalanan pembelajaran dinilai secara menyeluruh mulai dari identifikasi masalah, pilihan pedagogis, hingga dampak konkretnya terhadap siswa. “Aksi PM menjadi ruang apresiasi bagi guru SMK yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas. Karya yang ditampilkan menggambarkan perjalanan pembelajaran secara utuh, dari masalah yang dihadapi, strategi pedagogis yang dipilih, hingga bukti pembelajaran dan dokumen pendukung. Dengan kata lain, yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” jelas Tatang.
Menurutnya, pendidikan vokasi yang unggul membutuhkan guru yang terus belajar dan berinovasi demi menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.
Krisna Kirana, peraih penghargaan Terbaik 1 dari SMK Negeri 2 Jiwan, Madiun, meyakini bahwa pembelajaran bermakna lahir saat murid mampu menghubungkan konsep teori dengan dunia nyata. Melalui karyanya yang berjudul “MATABOR” (Matematika Terapan Abad 21: Basis Operasi Trigonometri pada Pengeboran Presisi), ia mengintegrasikan konsep trigonometri ke dalam praktik pengeboran presisi di bengkel mesin agar murid merasakan langsung manfaat ilmu tersebut dalam dunia kerja. Ia menekankan bahwa penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tidak harus rumit dan mendorong guru lain untuk mulai mengeksplorasi integrasi materi antarjurusan demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan.
Sementara itu, peraih Terbaik 2, Yusra Khairunnisa dari SMK Negeri 1 Singosari, Malang, menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui pendekatan hybrid dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR). Inovasi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret guna mendorong kemampuan analisis murid. Untuk mewujudkan aspek Menyenangkan (Joyful), ia menggunakan Diorama AR yang memungkinkan murid memindai penanda (marker) untuk mempelajari furnitur, psikologi warna, hingga aspek ergonomi secara interaktif.
Kedua pengajar tersebut berpesan agar rekan sejawat tidak menunda perubahan dan mulai menerapkan Pembelajaran Mendalam dari langkah-langkah terkecil di kelas masing-masing. Yusra menegaskan bahwa perubahan sejati bukan berasal dari apa yang diketahui, melainkan dari apa yang dilakukan secara nyata. Ia menyatakan, “Silakan dimulai dari hal kecil karena yang paling mengetahui permasalahan di kelas adalah Bapak/Ibu guru sendiri,” sebagai ajakan bagi para pendidik untuk lebih peka terhadap dinamika belajar murid mereka.
Rangkaian Aksi PM berlangsung pada 22 Juli hingga 9 Agustus 2026, melibatkan 250 satuan pendidikan sasaran pelatihan tahun 2025 hingga terpilih 10 karya terbaik yang meraih berbagai kategori penghargaan. Melalui Aksi PM SMK, Kemendikdasmen berharap praktik baik Pembelajaran Mendalam dapat terus berkembang dan diadopsi secara luas, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, bermakna, dan berdampak bagi masa depan murid.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kabupaten Bungo, Jambi, 9 Agustus 2026 – Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) membuka kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang terkendala kondisi ekonomi dan geografis untuk kembali menempuh pendidikan formal. Program yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diimplementasikan melalui sekolah induk dan sekolah mitra, termasuk di Kabupaten Bungo, Jambi.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pelaksanaan PJJ saat meninjau pembelajaran di SMAN 1 Bungo, Jambi, Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada murid angkatan pertama yang mengikuti PJJ.
Fajar menjelaskan bahwa PJJ yang dikoordinasikan Kemendikdasmen merupakan bagian dari pendidikan formal. Para murid terdaftar pada sekolah induk, yaitu SMA Negeri 10 Jambi, dan berhak memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,” ujar Fajar. Ia juga mengingatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang dibuka hingga 30 Agustus mendatang.
Pelaksanaan PJJ tersebut dirasakan langsung oleh murid yang sebelumnya tidak melanjutkan sekolah, di antaranya Yanita Franselina Manik, Muhammad Ali Imron, dan Renaldi Pratama. Ketiganya memilih PJJ karena harus membantu ekonomi keluarga, tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan. Yanita berharap PJJ dapat membantunya memperoleh ijazah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Renaldi Pratama juga berbagi pengalamannya dalam membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai pencuci motor sejak lulus SMP. Meski memperoleh pendapatan rata-rata Rp50.000 per hari, Renaldi tetap ingin melanjutkan pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,” ujarnya saat berdialog dengan Wamen Fajar.
Sementara itu, Muhammad Ali Imron optimistis dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil mengejar cita-citanya. Setelah sempat tidak bersekolah selama setahun, Imron ingin kembali belajar dan kelak berkontribusi bagi daerahnya. “Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,” kata Imron.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mendukung pelaksanaan PJJ melalui program “Pro-Jambi Cerdas”. Program tersebut menyediakan perlengkapan sekolah, seperti pakaian, tas, buku, dan sepatu bagi murid dari keluarga prasejahtera yang terdata. “Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi door-to-door ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,” jelas Umar.
Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan bahwa sekolahnya sebagai sekolah mitra terus berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk. Dinas pendidikan bersama sekolah juga menyebarluaskan informasi PJJ melalui media sosial dan jaringan perangkat desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. “Kami berupaya meyakinkan masyarakat bahwa ijazah yang diterima nantinya benar-benar resmi dari SMA negeri di Kota Jambi,” tambah Lugimin.
Pada akhir kunjungan, Fajar mendorong dinas pendidikan dan sekolah untuk meningkatkan dukungan infrastruktur teknologi serta kompetensi guru pendamping. Umar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan menganggarkan pengadaan cloud server dan pelatihan pembuatan konten video pembelajaran bagi pendidik pada tahun depan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan PJJ berjalan lebih optimal sehingga murid tetap memperoleh pendampingan belajar selama menempuh pendidikan formal.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Laman: kemendikdasmen.go.id X: x.com/Kemdikdasmen Instagram: instagram.com/kemendikdasmen Facebook: facebook.com/kemendikdasmen YouTube: KEMDIKDASMEN Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers
Depok, 7 Agustus 2026 – SD Islam Alam & Sains Al-Jannah resmi ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat, sebagai Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Momentum bersejarah ini ditandai dengan menggelar sosialisasi dan penyamaan persepsi yang dihadiri secara lengkap oleh Ketua & Bendahara Yayasan, Pengawas Sekolah Bapak H. Wagiran, S.Pd., Komite, Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, guru, hingga tim Office Boy (OB).
Dalam pemaparannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa SPMI bukanlah sekadar administrasi, melainkan kompas mandiri untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis alam, sains, dan nilai Islam. Diperkuat arahan dari Pengawas Sekolah, seluruh lini menyatukan langkah dan membulatkan Komitmen Bersama—menjadikan mutu sebagai budaya harian yang ditanggung bersama dari manajemen hingga garda operasional.
Sebagai aksi nyata, sekolah langsung menetapkan langkah strategis: membentuk Tim Penjaminan Mutu Sekolah (TPMS), memetakan evaluasi diri, menyusun program pemenuhan mutu, menerapkan standar pelayanan unggul, serta menjalankan monitoring berkala. Dengan sinergi total ini, SD Islam Alam & Sains Al-Jannah siap mengemban amanah sebagai teladan pendidikan berkualitas dan menginspirasi di Jawa Barat.
Bandung, Jawa Barat, 6 Agustus 2026 — Anak-anak tumbuh bukan hanya dari apa yang mereka pelajari di sekolah, tetapi juga dari lingkungan yang membuat mereka merasa aman, dicintai, dan didukung untuk berkembang. Karena itu, menghadirkan masa kanak-kanak yang bahagia tidak pernah menjadi tugas satu pihak saja. Guru, orang tua, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan setiap anak memperoleh awal kehidupan dan pendidikan yang terbaik.
Semangat itulah yang terasa dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat. Mereka yang sehari-hari mendampingi anak berbagi harapan dan komitmen yang sama, yakni menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berpihak pada anak sebagai bekal mereka menatap masa depan.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Masmidah Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dan penuh kasih sayang.
“Saya merasa senang melihat peringatan Hari Anak Nasional yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna melalui kolaborasi lintas sektor. Semoga semangat ini terus menginspirasi lahirnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Masmidah di Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8).
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, melihat peringatan Hari Anak Nasional sebagai ruang yang mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap pendidikan anak usia dini. “Momentum Hari Anak Nasional ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ungkap Siti.
Komitmen tersebut juga terus diperkuat melalui kebijakan pemerintah. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan bahwa Direktorat PAUD saat ini berfokus pada perluasan akses dan peningkatan mutu layanan melalui implementasi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.
“Komitmen tersebut harus diwujudkan dalam satuan PAUD yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Dari PAUD yang bermutu, kita menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang hebat dan unggul untuk mewujudkan Indonesia yang maju di masa depan,” ujar Kurniawan.
Bagi para pendidik, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses tumbuh kembang anak. Guru TK Bunga Anggrek Lembang, Mela Melani, menilai masa transisi dari PAUD ke SD perlu dijalani secara menyenangkan dan merdeka bermain.
“Di satuan PAUD, kami berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang ceria, bebas dari tekanan, serta ramah bagi keunikan setiap anak. Mari kita tuntun anak-anak kita tumbuh menjadi generasi pembelajar yang bahagia dan mandiri,” tuturnya.
Semangat yang sama juga dirasakan para orang tua. Titin, salah seorang orang tua yang hadir mendampingi anaknya, mengaku kegiatan Hari Anak Nasional tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi orang tua untuk semakin memahami pentingnya pendampingan di rumah.
“Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, sementara kami memperoleh wawasan baru tentang pentingnya pendampingan di rumah. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih baik,” katanya.
Berbagai cerita, harapan, dan komitmen tersebut hadir dalam rangkaian Festival Anak Hebat Jawa Barat 2026 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026. Melalui festival ini, anak-anak diajak belajar sambil bermain, sementara guru, orang tua, Bunda PAUD, dan pemerintah kembali meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan berpihak pada anak.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah