Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru

Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru

Kabupaten Cianjur – Semangat membangun karakter, kemandirian, dan kepedulian terus ditumbuhkan melalui penyelenggaraan Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” serta slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Gema Tunas V hadir sebagai ruang pembentukan karakter kepemimpinan-kepemimpinan yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga memiliki keteguhan karakter, semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat Panca Waluya, mari meneguhkan pribadi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sebagai fondasi menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru. Karena pemimpin sejati bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang siapa yang bersedia berkarya, berbakti, dan peduli.

PKBM & SKB: Berkarya, Berbakti, Peduli.
Menumbuhkan pemimpin, menguatkan pendidikan masyarakat, membangun Jawa Barat Istimewa.

Dua Dekade Duta Bahasa: Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Dua Dekade Duta Bahasa: Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 821/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 20 September 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengumumkan Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti dari DKI Jakarta sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional 2026 pada Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 di Graha Utama, Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (18/9).Perhelatan yang menandai 20 tahun perjalanan Duta Bahasa sejak 2006 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Mengangkat tema “Matribahasa-Matribumi”, Duta Bahasa Nasional 2026 mengajak generasi muda melihat bahasa ibu sebagai akar yang menopang bahasa persatuan, bahasa Indonesia, sekaligus membentuk identitas ibu pertiwi. Bahasa bukan sekadar sarana tutur, melainkan jembatan pemersatu keragaman etnis, budaya, dan geografis yang tumbuh seiring dengan sejarah perjuangan bangsa.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berpesan agar para Duta Bahasa menjadi teladan dalam menggunakan bahasa Indonesia sekaligus penggerak kecintaan terhadap bahasa dan sastra, khususnya di kalangan generasi muda. “Peran dan amanah tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan atau masa penugasan, tetapi diharapkan terus tumbuh menjadi komitmen dan gerakan yang berkelanjutan. Saya berharap para Duta Bahasa dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang menguatkan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui dukungan nyata dan peran aktif, kolaboratif, serta berdampak,” ucap Hafidz.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, melaporkan bahwa Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung melalui tahapan seleksi di tingkat provinsi, pembekalan, penjurian final, hingga Puncak Penganugerahan di tingkat nasional. Menurutnya, program unggulan Badan Bahasa tersebut menjadi wadaj untuk melahirkan generasi muda terbina yang dapat menjadi mitra Badan Bahasa. “Pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas menjadi pembelajaran yang bermakna untuk terus berkontribusi dalam upaya pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing sehingga dapat memartabatkan bahasa Indonesia,” ujar Hidayat.

Sebanyak 31 pasang finalis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian penilaian sebelum maju ke Puncak Penganugerahan. Penilaian meliputi krida kebahasaan dan kesastraan, tuturloka, psikotes, unjuk talenta, penulisan artikel kebahasaan dan kesastraan, pembuatan video konten, serta performa panggung. Hasilnya, Terbaik II diraih Najwan Eka Murit Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur; Terbaik III diraih I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali; Terbaik IV, Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat; Terbaik V, Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Terbaik VI, Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat. Sementara itu, Harapan I diraih Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina dari Lampung; Harapan II, Muhammad Berlian dan Alifya Aini Fauziyah dari Sumatra Barat; Harapan III, Zulfiqri Saputra Samsul dan Nilayanti dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat; serta Harapan IV, Reyhan Rahmat Ilahi dan Nasywa Luthfia Alfi dari Jambi. Predikat Terbaik Favorit Putra diraih Najwan Eka Murti Setiawan dan Terbaik Favorit Putri diraih Siti Syahira Hasnainy Putri, keduanya dari Jawa Timur.

Para juri kehormatan memberikan penguatan agar Duta Bahasa tidak hanya menjadi teladan dalam penggunaan bahasa, tetapi juga aktif mengisi ruang publik dan media sosial dengan konten yang positif dan relevan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyampaikan bahwa Duta Bahasa merupakan aset bangsa yang perlu terus dibina dan diberdayakan sebagai mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, dan unit pelaksana teknis di daerah. Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa, mendorong Duta Bahasa untuk aktif di masyarakat dan media sosial, sedangkan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengajak para finalis terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa
.
Terpilih sebagai Terbaik I, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti menyampaikan komitmen untuk menjadi mitra strategis Badan Bahasa dalam mengembangkan dan melakukan pembinaan kebahasaan, terutama bagi generasi muda. “Kami juga akan berkolaborasi lebih luas lagi bersama Badan Bahasa dan Ikatan Duta Bahasa Nasional serta merangkul berbagai pihak untuk mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa,” ungkap Immanuel. Dania menambahkan,” Harapannya, Duta Bahasa Nasional tidak hanya menjadi perpanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi juga bisa menjadi jembatan kebutuhan yang ada di masyarakat jika ada masalah atau keluhan tentang kebahasaan dan kesastraan.”

Dengan berakhirnya Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026, para Duta Bahasa diharapkan melanjutkan perannya di tengah masyarakat melalui tindakan nyata yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Kehadiran mereka diharapkan turut memantapkan fungsi bahasa Indonesia, memperkuat jati diri, serta meningkatkan daya saing bangsa melalui kecintaan terhadap bahasa dan sastra.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Puspresnas Tegaskan Integritas OSN 2026 dan Tindak Kecurangan

Puspresnas Tegaskan Integritas OSN 2026 dan Tindak Kecurangan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 820/sipers/A6/IX/2026

Malang, Jawa Timur, 20 September 2026 – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen), SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Tingkat Nasional Tahun 2026, yang diselenggarakan pada 14 s.d. 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berlangsung sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 16 tahun Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid dan panduan OSN 2026. Namun, dalam pelaksanaannya, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menemukan adanya kecurangan pada pelaksanaan tes.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Puspresnas akan bertindak tegas sesuai dengan ketentuan atas kecurangan yang telah terdeteksi tersebut. “Kami telah melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan para Dewan Juri Nasional pada sembilan cabang ajang dan satu ekshibisi atas pelaksanaan dua hari tes OSN pada 16 dan 17 September 2026. Hasilnya terdeteksi ditemukan kecurangan selama tes berlangsung,” tegas Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono.

“Puspresnas dan Dewan Juri Nasional memperkuat integritas OSN dengan pengawasan ketat yang telah dimulai sejak OSN tingkat kabupaten/kota/provinsi di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kecurangan OSN Dikmen Tingkat Nasional 2026 disinyalir pada finalis di cabang ajang ekonomi, astronomi, matematika, dan kebumian. Finalis, ketua kontingen, satuan pendidikan, dan berbagai pihak lainnya diharapkan dapat mematuhi ketentuan dan peraturan OSN tingkat nasional serta siap menghormati hasil klarifikasi dan penilaian Dewan Juri Nasional,” ungkap Irene.

Menindaklanjuti temuan kecurangan tersebut, Puspresnas bersama Dewan Juri Nasional telah melakukan pemeriksaan dan penelaahan berdasarkan bukti dan informasi yang diperoleh selama pelaksanaan OSN. Proses tersebut dilakukan dengan mengamankan dan menginventarisasi bukti dan informasi terkait, melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, serta memeriksa proses dan hasil pelaksanaan tes pada cabang ajang yang terindikasi. Puspresnas juga memastikan independensi proses penelaahan agar tindak lanjut ditetapkan berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku. Puspresnas juga memastikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan hak seluruh pihak yang terlibat sebagai bagian dari komitmen menjaga objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam penyelenggaraan ajang talenta.

Memperhatikan aturan pada panduan OSN Dikmen, pelanggaran dalam kategori berat antara lain berupa penggunaan perangkat yang tidak diperkenankan untuk lomba dan membawa perangkat komunikasi dan alat yang dilarang saat tes berlangsung. Berdasarkan ketentuan tersebut, peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi diskualifikasi. Sanksi bagi satuan pendidikan atau berbagai pihak lainnya akan dikaji lebih dalam bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.

“Ditemukan ada peserta mengakses Google selama proses pengerjaan untuk mencari petunjuk atau informasi terkait dengan soal. Kami dan pengawas telah mengendalikan sistem jaringan yang dapat mendeteksi kecurangan dari aplikasi tes. Klarifikasi dilakukan dan peserta mengakui kecurangan ini. Langkah ini dilakukan juri untuk menjaga objektivitas, keadilan, integritas, dan sportivitas kompetisi, sehingga prestasi yang diraih benar-benar mencerminkan kemampuan peserta,” tutur Dwi selaku koordinator juri cabang ajang ekonomi.

Pada cabang ajang matematika, ditemukan pula pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes. “Satu peserta melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes yaitu membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pengerjaan soal,” ungkap Fajar sebagai koordinator juri di cabang ajang matematika.

Kemendikdasmen melalui Puspresnas menegaskan bahwa keberhasilan OSN tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari kualitas proses yang menghasilkan prestasi tersebut. OSN bukan semata-mata kompetisi untuk memperoleh medali. OSN merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta murid yang mengintegrasikan kompetensi, karakter, integritas, dan kesempatan pengembangan prestasi secara berkelanjutan. Kemendikdasmen melalui Puspresnas memastikan prestasi yang lahir dari OSN diperoleh melalui proses yang jujur dan berintegritas.

Kemendikdasmen juga mengapresiasi masyarakat yang peduli terhadap prestasi dan karakter generasi muda Indonesia serta turut mengawal penyelenggaraan OSN di setiap tingkatan. Penguatan tata kelola penyelenggaraan akan terus dilakukan secara intensif untuk menjaring talenta berprestasi di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan SILN. Masyarakat juga diimbau memastikan informasi mengenai OSN bersumber dari kanal komunikasi resmi dan terverifikasi milik Puspresnas yaitu https://pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id/ .rj

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

OSN 2026 Ditutup, Talenta Sains Raih Medali hingga Peluang ke Ajang Internasional

OSN 2026 Ditutup, Talenta Sains Raih Medali hingga Peluang ke Ajang Internasional

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 819/sipers/A6/IX/2026

Malang, Jawa Timur, 20 September 2026 – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026 resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (19/9). Sebanyak 566 talenta sains dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti kompetisi dalam sembilan cabang ajang yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika, kebumian, kimia, dan matematika.

Dari 566 finalis tersebut, sebanyak 45 peserta meraih medali emas, 90 peserta meraih medali perak, dan 135 peserta meraih medali perunggu. Sementara itu, pada Eksibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA), sebanyak 2 peserta meraih medali emas, 4 peserta meraih medali perak, dan 6 peserta meraih medali perunggu melalui Partisipasi Semesta, kerja sama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan Universitas Cakrawala dan Casio. Dalam perolehan medali OSN 2026, DKI Jakarta menjadi juara umum dengan raihan 82 medali, terdiri atas 21 medali emas, 26 medali perak, dan 35 medali perunggu.

Dalam arahannya, Menteri Abdul Mu’ti mengatakan bahwa OSN tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperoleh medali, tetapi merupakan sarana untuk menemukan, memandu, dan mengembangkan potensi akademik generasi muda Indonesia. Seluruh peserta yang berhasil mencapai tingkat nasional, menurutnya, merupakan talenta yang telah melalui proses seleksi dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

“Teruslah belajar untuk meraih cita-cita dan teruslah belajar agar kalian menjadi saintis Indonesia, ilmuwan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, berakhlak mulia, dan akan membawa bangsa Indonesia meraih kemajuan dan kejayaan dengan kemajuan sains dan teknologi yang kalian kembangkan,” tutur Mendikdasmen.

Mendikdasmen menjelaskan bahwa pengembangan sains dan teknologi perlu tetap berakar pada potensi alam, sosial, dan budaya Indonesia. Karena itu, para saintis muda Indonesia diharapkan tidak hanya menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial, tetapi juga memiliki nilai, moralitas, integritas, dan karakter sebagai bangsa Indonesia.

“Kami berharap ajang ini dapat memberikan motivasi bagi anak-anak kita untuk lebih giat belajar dan juga mengembangkan diri sebagai saintis muda Indonesia yang mampu untuk menerapkan teori sekaligus juga dapat mengeksplorasi berbagai kekayaan yang kita miliki, baik kekayaan alam, kekayaan hayati, kekayaan nabati, kekayaan sosial budaya, yang semuanya dapat menjadi objek formal dan material dari pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Mendikdasmen.

Mendikdasmen juga menjelaskan bahwa pengembangan potensi berlangsung secara kumulatif dan perlu dilanjutkan dengan pengalaman, pembelajaran, serta keberanian untuk terus mencoba. Para peserta diharapkan memiliki growth mindset, optimistis terhadap masa depan, dan tidak mudah menyerah untuk menjadi lebih baik.

“Kami mendorong agar sains yang dikembangkan anak-anak kita ini tetap mengembangkan potensi yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia, sehingga dapat menjadi added value yang menjadikan kekayaan alam yang kita miliki ini menjadi semakin bermanfaat karena sentuhan sains dan teknologi yang bisa dimulai pengembangannya dari ajang OSN ini,” ujar Mendikdasmen.

Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, menyampaikan bahwa penyelenggaraan OSN 2026 mengalami peningkatan jumlah peserta lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain kompetisi dalam sembilan cabang ajang, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Bina Talenta Indonesia Kolaboratif serta eksibisi kompetisi kecerdasan artifisial.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk tidak hanya berkompetisi secara individual, tetapi juga berkolaborasi lintas bidang. Dengan demikian, para peserta memperoleh berbagai peluang pengembangan lanjutan, mulai dari pembinaan talenta hingga kesempatan mengikuti seleksi ajang internasional.

“Untuk apresiasi uang pembinaan, peluang untuk ke ajang internasional dengan pembinaan di Pelatnas, bina talenta, beasiswa, potensi untuk masuk dalam perguruan tinggi melalui jalur prestasi. Semua itu disediakan oleh Kemendikdasmen untuk mendukung pengembangan talenta di Indonesia,” ucap Irene.

Selanjutnya, Wakil Rektor 4 Universitas Muhammadiyah Malang, Muhammad Salis, mengatakan OSN menjadi ruang bagi talenta muda untuk mengaktualisasikan diri, membangun jejaring, dan saling memotivasi untuk berkembang. Menurutnya, penyelenggaraan OSN juga menunjukkan perhatian terhadap inovasi dan pengembangan talenta muda.

“Kompetisi sebenarnya bukanlah tentang sekadar soal menang kalah, namun bagaimana kita bergembira dalam mengaktualisasikan diri, bagaimana kita menikmati jejaring baru,” terang Salis.

Selain penghargaan berupa medali, para peraih medali OSN 2026 mendapatkan uang pembinaan serta kesempatan mengikuti pembinaan talenta dan seleksi untuk berbagai ajang internasional. Peraih medali emas memperoleh uang pembinaan sebesar Rp25 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp15 juta. Berbagai kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk memastikan prestasi yang diraih dalam OSN dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan talenta sains Indonesia secara berkelanjutan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah di Bangkalan

Revitalisasi Satuan Pendidikan Dorong Peningkatan Kualitas Sekolah di Bangkalan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 818/sipers/A6/IX/2026

Bangkalan, Jawa Timur, 20 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengapresiasi dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dinilai memberikan manfaat bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Bangkalan menjadi salah satu wilayah dengan alokasi revitalisasi terbesar di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan pendidikan.
 
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen, yang dinilai memberikan harapan bagi sekolah-sekolah di Bangkalan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
 
“Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan harapan dan manfaat bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Atas dukungan ini kami menyampaikan apresiasi karena yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wamen atau dalam hal ini Kemendikasmen yang sangat luar biasa memperhatikan Kabupaten Bangkalan,” ungkap Bupati Lukman.


 
Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan bahwa Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu wilayah penerima alokasi revitalisasi terbesar di Jawa Timur saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9). Peningkatan dukungan revitalisasi bagi Bangkalan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengatasi ketimpangan pendidikan melalui pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
 
“Meningkatnya bantuan Revitalisasi untuk Kabupaten Bangkalan sebenarnya wujud dari komitmen pemerintah pusat oleh Bapak Presiden, untuk mengatasi ketimpangan pendidikan. Karena kita awali dari pemerataan akses yang berkualitas dan tentu ke depan harapannya ada dampak yang lebih, dari perbaikan sekolah yang kita lakukan tadi, ke mutunya. Maka antara perbaikan fisik dengan non-fisik itu harus berkorelasi,” jelas Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.


Dalam pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan, Kemendikdasmen menerapkan prinsip utama swakelola dan pemberdayaan masyarakat. Setiap proyek rata-rata melibatkan 10 hingga 15 tenaga kerja lokal serta menggunakan material bangunan dari di daerah setempat, sehingga program tidak hanya mendukung perbaikan fasilitas sekolah, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
 
“Tahun lalu kami evaluasi, itu tahun 2025 ya, itu kita bisa merekrut tenaga kerja di atas 200 ribu orang, dengan anggaran bervariasi tergantung tingkat kerusakan, ada yang Rp 100 Juta sampai juga di atas Rp 1 Miliar,” tutur Wamendikdasmen.
 
Untuk memastikan manfaat revitalisasi berlangsung berkelanjutan, Bupati Lukman mengimbau kepala sekolah penerima program bantuan revitalisasi untuk merawat sarana yang telah diperbaiki, antara lain dengan memanfaatkan anggaran pemeliharaan seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
“Tugasnya kita semua untuk menjaga yang sudah dibangun itu, jangan sampai 1 tahun sudah buram catnya. Paling tidak sudah ada di anggaran BOS kan, jadi untuk perawatan juga harus diperhatikan. Saya minta 10 tahun tidak boleh rusak ini, harus di rawat sehingga kenyamanan di dalam proses belajar mengajar anak-anak kita bisa berjalan dengan baik,” tutup Bupati Bangkalan.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers