Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan sekolah percontohan SPMI Tahun 2026. Melalui bimtek ini, BBPMP Jabar berupaya memperkuat pemahaman serta kesiapan para pemangku kepentingan dalam membangun sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan di satuan pendidikan.
Bimtek dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan sesi daring pada 28 Juli 2026 melalui Zoom Meeting. Selanjutnya, kegiatan berlanjut secara luring pada 29-30 Juli serta 31 Juli-1 Agustus 2026 yang diselenggarakan di Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi. Peserta kegiatan terdiri atas unsur Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Jawa Barat.
Selama pelaksanaan bimtek, peserta memperoleh penguatan mengenai kebijakan SPMI, pemanfaatan Rapor Pendidikan, penyusunan rencana peningkatan mutu berbasis data, serta penggunaan platform JABAR BERAKSI untuk mendukung implementasi penjaminan mutu di satuan pendidikan.
Melalui penguatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, pengawas sekolah, dan satuan pendidikan semakin erat dalam menumbuhkan budaya mutu. Kolaborasi yang berkelanjutan ini diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak bagi seluruh peserta didik di Jawa Barat.
Tanggerang – Dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat turut hadir mendampingi Bupati Tasikmalaya dan Kepala Dinas Kabupaten Tasikmalaya dalam kegiatan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan/tanah Pemerintah Daerah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang diselenggarakan pada Kamis (30/07/2026) di Tangerang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Direktur Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD Dikdas PNFI, Direktur PAUD, Direktur SMP, Direktur SMA, serta Kepala Daerah dari 17 kabupaten/kota.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, turut menandatangani NPHD sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pemerataan akses terhadap layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh peserta didik.
Kabupaten Bogor – Melalui sinergi harmonis antara BBPMP Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, seluruh Humas SMP Negeri se-Kabupaten Bogor memperkuat kapasitas dalam memahami pergeseran peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada Kamis (30/07/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi transformasi komunikasi publik di era digital sekaligus mewujudkan layanan informasi publik yang semakin terbuka, profesional, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pergeseran peran PPID yang kini tidak hanya berfokus pada layanan informasi publik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi yang transparan, responsif, dan terpercaya. Peran tersebut menjadikan PPID bersama Humas sebagai penghubung yang memperkuat komunikasi antara satuan pendidikan dan masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, PPID dan Humas dituntut mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kemampuan tersebut menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan.
Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Humas SMP Negeri se-Kabupaten Bogor dalam mengelola informasi publik secara efektif. Sinergi antara BBPMP Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menjadi langkah penting dalam mendukung tata kelola informasi yang akuntabel sekaligus memperkuat komunikasi publik di lingkungan satuan pendidikan.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat bersama-sama mewujudkan tata kelola informasi publik yang semakin terbuka, profesional, dan berdampak bagi kemajuan pendidikan.
Bandung – Dalam upaya memperkuat kualitas pengelolaan data pendidikan, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Indeks Kualitas Dapodik (IKD) Tahun 2026 yang berlangsung pada 28-30 Juli 2026 di Kota Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh operator Dapodik Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat sebagai pengelola data pendidikan di tingkat daerah.
Melalui lokakarya ini, peserta memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan, pemutakhiran, verifikasi, dan validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Selain itu, peserta juga menganalisis capaian Indeks Kualitas Dapodik di wilayah masing-masing sebagai dasar untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Kegiatan ini turut menjadi forum kolaborasi bagi para pengelola data pendidikan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan Dapodik. Bersama-sama, peserta merumuskan strategi perbaikan serta menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan guna meningkatkan kualitas data pendidikan secara berkelanjutan di daerah.
Penyelenggaraan lokakarya ini mencerminkan komitmen BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam memperkuat tata kelola data pendidikan yang akurat, mutakhir, dan berkualitas. Data yang andal menjadi fondasi penting dalam mendukung penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta pengambilan keputusan di bidang pendidikan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pengelola data pendidikan, Indeks Kualitas Dapodik di Provinsi Jawa Barat diharapkan terus meningkat. Peningkatan kualitas data tersebut akan mendukung perencanaan pendidikan yang lebih akurat, efektif, dan berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kota Cimahi – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui implementasi layanan inovasi Mobil Mainan Anak Hebat (MOMAHE). Kegiatan yang dikemas dalam Demonstrasi Gelar Main MOMAHE ini diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026) di Taman Penitipan Anak Negeri Hati Bunda Kota Cimahi.
Pelaksanaan Demonstrasi Gelar Main MOMAHE menghadirkan tiga rangkaian utama, yaitu Gelar Main, Bengkel Main, dan Donasi Main. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak sekaligus memperkuat kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.
Bermain bukan sekadar mengisi waktu. Bagi anak usia dini, bermain merupakan cara mereka belajar, berimajinasi, bersosialisasi, dan mengenal dunia. Oleh karena itu, setiap alat permainan edukatif memiliki peran penting sebagai sarana yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai aktivitas dalam MOMAHE yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar dengan gembira, guru memperoleh inspirasi dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, orang tua terlibat aktif mendampingi proses tumbuh kembang anak, serta masyarakat diajak menumbuhkan budaya berbagi melalui donasi alat permainan edukatif guna mendukung layanan PAUD yang semakin berkualitas.
Bunda PAUD Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, mengapresiasi pelaksanaan MOMAHE yang dinilai mampu melibatkan seluruh unsur dalam ekosistem pendidikan anak usia dini.
“MOMAHE melibatkan semua pihak. Anak-anak bermain dengan gembira, guru mendapatkan inspirasi, dan orang tua menjadi bagian dari proses tumbuh kembang anak.” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya bermain, budaya berkarya, dan budaya berbagi sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD, khususnya di Kota Cimahi.
Momentum tersebut juga menjadi penguat semangat Gerakan ASN Berbagi Mainan untuk PAUD Kota Cimahi, sebuah gerakan sederhana yang mengajak seluruh ASN untuk berbagi alat permainan edukatif yang masih layak pakai kepada satuan PAUD yang membutuhkan. Melalui gerakan ini, mainan tidak hanya menjadi sarana bermain, tetapi juga media belajar yang mampu mendukung perkembangan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan kreativitas anak.
Kolaborasi antara BBPMP Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Cimahi melalui MOMAHE diharapkan dapat menginspirasi berbagai daerah dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, menyenangkan, dan berpihak pada kebutuhan anak. Dengan terus memperkuat kolaborasi diharapkan semakin banyak anak Indonesia yang dapat tumbuh, belajar, dan berbahagia melalui kegiatan bermain yang bermakna.