Mendikdasmen: Pendidikan adalah Kekuatan untuk Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas

Mendikdasmen: Pendidikan adalah Kekuatan untuk Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 872/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 14 Oktober 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kekuatan utama dalam membangun bangsa dan menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi untuk mewujudkan bangsa yang maju sekaligus melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference yang mengangkat tema “Organising for Power” di Jakarta, Selasa (13/10).

“Untuk membangun bangsa yang baik, kita harus memiliki pendidikan yang baik. Jika ingin melahirkan generasi yang baik, kita juga harus memiliki pendidikan yang baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah sebuah kekuatan,” ujar Mendikdasmen.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercermin dalam Asta Cita keempat yang menekankan pembangunan sumber daya manusia serta penguatan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia.

Menurut Menteri Mu’ti, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan kerja bersama dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Untuk itu, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan keterlibatan aktif murid dalam proses belajar. Pendekatan ini juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya yang perlu dihargai, sekaligus mengakui pentingnya penghormatan terhadap guru dan masyarakat dalam ekosistem pendidikan.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat. Pendidikan juga perlu dibangun melalui pendekatan humanis dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sebagai Catur Pusat Pendidikan.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menjadi pembelajar yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab.

“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa di tengah perubahan dunia yang terus berlangsung, kolaborasi semakin penting untuk memastikan guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata. Setiap anak, terlepas dari latar belakangnya, berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

“Kami akan terus berinvestasi di bidang pendidikan untuk memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan mereka,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, pemerintah daerah memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi guru, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, menyampaikan harapan agar konferensi ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama bagi masa depan pendidikan serta profesi guru. Ia menegaskan komitmen PGRI untuk terus memperjuangkan martabat profesi, kesejahteraan, standar dan profesionalisme, serta perlindungan hak-hak guru.

Dukungan terhadap guru, penguatan profesionalisme, dan pemenuhan kesejahteraan mereka merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak, masyarakat, dan bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat dan pendidikan yang berkualitas, guru dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Indonesia dan dunia. (Penulis: Stephanie / Editor: Seno)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Jawa Barat Bergerak bersama Wujudkan Jabar Istimewa, Menuju Bebas ATS 2029

Jawa Barat Bergerak bersama Wujudkan Jabar Istimewa, Menuju Bebas ATS 2029

Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BBPMP Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmen dalam pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan ini dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat. Kehadiran Sekretaris Daerah menjadi wujud nyata komitmen dan tekad kuat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Jabar Istimewa, dengan target Jawa Barat Bebas ATS pada tahun 2029.

Berdasarkan data per 8 Oktober 2026, jumlah ATS di Jawa Barat berhasil turun dari 647.604 anak menjadi 508.615 anak. Artinya, terdapat penurunan sebanyak 138.989 anak atau 21,46%, melampaui target penurunan minimal 20% yang telah ditetapkan. Capaian ini menjadi langkah penting menuju target tahun 2029, yaitu seluruh anak di Jawa Barat mendapatkan layanan pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal, sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing anak.

Melalui kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perangkat daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan, Jawa Barat terus bergerak memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan.

Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Literasi Berpadu dengan Inovasi Batik Berbasis STEM dan AI

Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Literasi Berpadu dengan Inovasi Batik Berbasis STEM dan AI

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 870/sipers/A6/X/2026

Sidoarjo, Jawa Timur, 13 Oktober 2026 — Peringatan Bulan Bahasa di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi momentum penguatan literasi sekaligus ajang kreativitas murid melalui gelar karya kokurikuler berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Salah satu karya yang ditampilkan adalah ART-MATIKS, inovasi yang memadukan matematika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan pelestarian batik Sidoarjo.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya bahasa sebagai identitas dan kedaulatan bangsa. “Kalau berbicara mengenai bahasa, kita tidak hanya berbicara mengenai bahasa sebagai alat komunikasi, tapi bahasa sebagai identitas bangsa dan juga bahasa sebagai kedaulatan,” ujar Mendikdasmen di Jawa Timur, Senin (12/10).

Pesan tersebut sejalan dengan upaya sekolah menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sastra, dan literasi. Kepala SMAN 1 Taman, Dewi Nurmalasari, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan pembelajaran mendalam yang bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada murid.

Melalui proyek kokurikuler, murid dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, dan komunikasi. “Melatih mereka untuk menelusuri masalah, berpikir kreatif, berpikir kritis, mandiri, berkolaborasi, mampu komunikasi, dan seterusnya,” tegas Dewi.

ART-MATIKS, Dari Rumus Matematika Menjadi Desain Batik

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah ART-MATIKS (Aplikasi Redesain & Transformasi Matematika Batik Sidoarjo), yang dibimbing oleh salah satu guru SMAN 1 Taman, Ika Yunita, dan dikembangkan oleh murid kelas XI.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu murid kelas XI, Elfaretha Shifa, menyampaikan bahwa proyek ini memanfaatkan konsep transformasi geometri, meliputi dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi, untuk merancang motif batik yang kemudian dikembangkan dengan bantuan AI.

“Mulai dari dilatasi, refleksi, rotasi, dan translasi. Nah, kemudian dari rumus-rumus tersebut, kita membuat sebuah rancangan motif menggunakan prompt AI untuk mengaplikasikan dan mengembangkannya menjadi lebih bagus lagi hingga menghasilkan sebuah karya,” jelas Shifa saat mempresentasikan proyek tersebut.

Motif yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada berbagai produk, mulai dari botol minum, pajangan, kipas, gantungan kunci, hingga desain kain dan busana.

Bagi Shifa, proyek ini juga menjadi upaya mengenalkan kekayaan budaya daerah. “Sebelumnya kita sebagai warga Sidoarjo juga memiliki kewajiban untuk melestarikan kearifan lokal itu sendiri,” ucap Shifa.

Melalui ART-MATIKS, murid tidak hanya mempelajari matematika sebagai kumpulan rumus, tetapi juga menerapkannya dalam karya yang menghubungkan teknologi, kreativitas, dan budaya lokal. Proyek ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis STEM dapat menjadi sarana untuk mengembangkan inovasi sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya.

Perpaduan Bulan Bahasa dan gelar karya kokurikuler menunjukkan bahwa literasi dan penguasaan teknologi dapat tumbuh beriringan. Sekolah mendorong murid menjadi generasi yang bangga terhadap bahasa dan budayanya, mampu mengomunikasikan gagasan, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. (Penulis: Ririn/Editor: Stephanie/Seno H.)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Mendikdasmen Dorong Lingkungan Sekolah Jadi Sumber Belajar Murid

Mendikdasmen Dorong Lingkungan Sekolah Jadi Sumber Belajar Murid

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 869/sipers/A6/X/2026

Banyumas, Jawa Tengah, 13 Oktober 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong sekolah memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMA Negeri 1 Patikraja, dalam rangka pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di Banyumas, Jawa Tengah (10/10). Melalui pengalaman langsung, murid dapat mengenali jenis tanaman, mempelajari karakteristiknya, dan menghubungkan pengetahuan di kelas dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu cara yang diusulkan ialah memasang papan informasi pada pohon-pohon di lingkungan sekolah. Papan tersebut dapat memuat nama pohon, nama ilmiah, serta informasi mengenai karakteristik dan manfaatnya. Dengan cara ini, lingkungan sekolah dapat menjadi sumber belajar yang mudah diakses murid sekaligus mendorong mereka untuk mengamati, bertanya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemanfaatan lingkungan sekolah merupakan bagian dari penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) melalui penciptaan lingkungan belajar yang mendukung proses pendidikan. “Namanya deep learning itu antara lain terintegrasi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang disebut dengan hidden curriculum,” ujar Mu’ti. Konsep hidden curriculum merujuk pada nilai, kebiasaan, dan pengalaman yang dipelajari murid melalui lingkungan serta keseharian di sekolah. Dengan demikian, lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga dapat membantu membentuk karakter dan rasa ingin tahu murid.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga meninjau pelaksanaan program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMA Negeri 1 Patikraja. Pekerjaan di sekolah tersebut mencakup pembangunan dua ruang baru dan rehabilitasi tiga ruang. Area dak juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang kelas pada masa mendatang, sesuai dengan kebutuhan sekolah dan kelayakan teknis. Pemanfaatan fasilitas sekolah perlu diiringi pengelolaan dan pemeliharaan yang bertanggung jawab agar sarana yang tersedia dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pembelajaran murid.

Di Provinsi Jawa Tengah, program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 2025 menjangkau 1.783 sekolah atau satuan pendidikan dengan total anggaran Rp1,475 triliun dan menyerap 23.430 tenaga kerja. Pada 2026, sebanyak 5.443 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) senilai Rp4,169 triliun. Hingga data yang tersedia, penyaluran dana telah dilakukan kepada 4.597 sekolah dengan total Rp2,434 triliun, serta menyerap 62.609 tenaga kerja.

Khusus di Kabupaten Banyumas, program revitalisasi pada 2025 menjangkau 30 sekolah atau satuan pendidikan dengan total anggaran Rp29,786 miliar dan menyerap 499 tenaga kerja. Pada 2026, sebanyak 176 sekolah telah menandatangani PKS senilai Rp114,875 miliar. Penyaluran dana telah dilakukan kepada 156 sekolah dengan total Rp69,387 miliar, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.996 orang.

Dalam kesempatan bersama murid, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang meliputi penguasaan materi, strategi mengerjakan soal, dan kesiapan mental. “Pertama, kuasai materi. Kedua, siapkan strategi. Ketiga, persiapkan mental. Ketiga itu adalah kuncinya,” ujar Mendikdasmen. Ia mengingatkan bahwa ketiga aspek tersebut perlu dipersiapkan secara seimbang. “Materi dikuasai tetapi jika strateginya salah, kalian tidak bisa menguasai materinya dengan baik. Tapi strateginya oke, mentalnya down, lihat soal sudah stres dulu, tidak ada hasilnya. Makanya kita membuat moto jujur dan gembira,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan murid agar tidak berkecil hati ketika menghadapi soal dengan bacaan panjang. Ia menjelaskan bahwa soal TKA disusun dengan mengacu pada standar PISA (Programme for International Student Assessment). Menurutnya, penguasaan materi, strategi, dan kesiapan mental perlu berjalan beriringan agar murid dapat menunjukkan kemampuan mereka dengan baik.

Lebih jauh, Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya pendidikan bagi masa depan murid dan kontribusi mereka kepada masyarakat. “Jangan percaya kalau ada orang bilang tidak usah sekolah penting-penting, yang penting pintar. Tidak ada orang pintar tanpa sekolah. Sekolah itu intinya membuat kita sukses. Pendidikan juga bisa membuat kita melakukan lebih baik dan lebih banyak bagi orang lain dan bangsa,” pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Perkuat Tata Kelola dan Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan, BBPMP Jabar terima kunjungan DPRD Provinsi Jabar

Perkuat Tata Kelola dan Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan, BBPMP Jabar terima kunjungan DPRD Provinsi Jabar

Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan konsultasi Panitia Khusus (Pansus) XIV DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan, Senin (12/10/2026). Kunjungan diterima langsung oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, dengan melibatkan BBGTK Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang didampingi Biro Hukum dan Biro Kesejahteraan Rakyat.

Dilaksanakan secara hybrid, pertemuan ini mendiskusikan tantangan dan permasalahan terkait penyelenggaraan Pendidikan ini membahas berbagai tema antara lain pemetaan mutu Pendidikan, Akreditasi dan penjaminan mutu, Guru dan Peningkatan Kompetensi, Tata Kelola dan koordinasi serta Data dan tindak lanjutnya.

Diawali dengan paparan Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat terkait Program Prioritas Pendidikan tahun 2026, diskusi banyak membahas permasalahan akses dan relevansinya terhadap penjaminan dan pemerataan mutu Pendidikan di wilayah Jawa Barat, termasuk permasalahan akses dalam implementasi kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan dikaitkan dengan Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Pembahasan berikutnya terkait Pengelolaan Guru dan Kepala Sekolah dengan BBGTK Provinsi Jawa Barat yang menyisakan banyak PR bagi para pihak dan memerlukan tindak lanjut dengan segera.

Di akhir, BBPMP Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kedatangan Pansus DPRD Provinsi Jawa Barat ini sebagai bentuk sinergi, koordinasi dan kolaborasi yang lebih intensif dalam mewujudkan Pendidikan bermutu bagi semua.