Kabupaten Simeulue, Aceh, 26 Agustus 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang telah menyelesaikan 100 persen pelaksanaan revitalisasi untuk tahun anggaran 2025. Peresmian simbolis yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sinabang pada Selasa (25/8) ini menandai langkah nyata pemerintah dalam memangkas ketimpangan fasilitas belajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Upaya percepatan revitalisasi fisik dan digitalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran langsung di ruang kelas. Langkah ini sekaligus menjawab tantangan geografis Kabupaten Simeulue yang terletak di Samudra Hindia, guna memastikan seluruh anak di pulau terluar mendapatkan hak belajar yang setara dan berkualitas.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan komitmen penuh kementerian di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada penguatan fondasi pendidikan nasional. Landasan ini mencakup infrastruktur fisik, pedagogis, budaya, hingga regulasi hukum demi tercapainya keadilan akses bagi seluruh murid.
“Dua tahun awal kepemimpinan di kementerian ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk membangun generasi Indonesia yang unggul berkualitas, kami memiliki visi pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan para guru, kepala sekolah, dan jajaran pemerintah daerah setempat.
Bupati Simeulue, Letkol (Purn.) Mohammad Nasrun Mikaris, menyambut baik kehadiran program pusat tersebut. Ia memaparkan bahwa daerah kepulauan dengan luas wilayah membentang panjang ini sangat membutuhkan intervensi anggaran khusus untuk memperbaiki kelayakan ribuan ruang kelas yang rusak.
“Dari sarana prasarana saat ini tersedia sebanyak 1.366 ruang kelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan besar dalam pemenuhan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan. Dari jumlah tersebut terhadap 298 ruang kelas dalam kondisi baik. Sementara 1.068 ruang kelas masih membutuhkan rehabilitasi,” ungkap Mohammad Nasrun Mikaris.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Aceh, Murthalamuddin, menyatakan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap daerah kepulauan di ujung barat Indonesia ini. Dukungan finansial melalui APBN dalam program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Simeulue dianggap sebagai momen penting untuk kebangkitan mutu pendidikan daerah. “Mudah-mudahan ini akan terus ditingkatkan, saya rasa sepanjang sejarah, ini paling banyak alokasi untuk pendidikan,” kata Murthalamuddin.
Berdasarkan informasi dari Bupati Simeulue, pada tahun anggaran 2025 dan 2026 (datanya terus bergerak), program revitalisasi di Simeulue telah menyerap anggaran sebesar Rp37,4 miliar untuk membenahi 50 PAUD, 48 SD, dan 22 SMP. Program ini diperkuat dengan bantuan digitalisasi pembelajaran berupa 182 unit terdiri dari Interactive Flat Panel (IFP) dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Untuk tahun anggaran 2026, Kadisdik Provinsi Aceh menginformasikan bahwa pemerintah pusat memproyeksikan lompatan anggaran revitalisasi hingga Rp69,7 miliar untuk 92 PAUD, 9 SD, dan 5 SMP guna melanjutkan pembenahan infrastruktur pendidikan dasar dan menengah di Simeulue.
Zahra Fathina Nasution, murid SMK Negeri 1 Sinabang yang mewakili teman-temannya mengungkapkan rasa syukur atas adanya berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, penyaluran IFP, dan perbaikan gedung sekolah bagi mereka. Kehadiran sarana dan prasarana yang memadai ini membuat Zahra dan teman-temannya kini dapat belajar dengan tenang, senang, dan lebih fokus di kelas. “Kami sangat bersyukur bangunan kelas tempat kami belajar sudah direnovasi dan dibangun ulang sehingga kami bisa merasakan belajar aman dan nyaman,” ucap Zahra.
Selain meresmikan 59 sekolah hasil revitalisasi 2025, Mendikdasmen juga melakukan peletakan batu pertama di SD Plus Muhammadiyah Sinabang. Peletakan batu pertama ini menjadi tanda komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memastikan setiap anak di wilayah terluar Simeulue mendapatkan hak pendidikan yang bermutu, layak, dan setara.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Revitalisasi Sekolah pada 18-19 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, target, jadwal, serta kondisi nyata di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, petugas monev turun langsung memantau progres pembangunan dan memeriksa administrasi program. Selain itu, petugas berdiskusi dengan pihak sekolah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi sekaligus merumuskan alternatif solusi agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
Monev menjadi bagian penting dalam memastikan proses revitalisasi tidak hanya terlaksana sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi satuan pendidikan. Pemantauan secara langsung diharapkan dapat mendukung penyelesaian berbagai kendala serta menjaga kualitas pelaksanaan program.
Revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun dan memperbaiki fasilitas, tetapi merupakan upaya menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, layak, dan mendukung tumbuh kembang anak. Melalui pelaksanaan yang terarah dan berkelanjutan, BBPMP Provinsi Jawa Barat terus mendorong terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
Kab. Ngada, Nusa Tenggara Timur, 25 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan santunan dengan total senilai Rp305 juta kepada guru dan murid yang menjadi korban gempa bumi di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan bagi keluarga korban sekaligus membantu meringankan beban guru dan murid yang mengalami luka-luka.
Santunan duka diberikan dengan total Rp25 juta, terdiri atas Rp10 juta untuk satu guru yang meninggal dunia dan masing-masing Rp5 juta bagi tiga murid yang meninggal dunia akibat bencana. Sementara itu, santunan sebesar Rp270 juta diberikan kepada guru yang mengalami luka-luka dan Rp10 juta kepada murid yang mengalami luka-luka.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat mengunjungi SD Inpres Ngelapadhi pada Senin (24/8). Dalam kunjungannya, Mendikdasmen tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para murid dan guru.
Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan trauma, para murid menyambut hangat kedatangan Mendikdasmen dengan lagu Rukun Sama Teman. Tidak hanya mendengarkan, Mendikdasmen turut menyanyikan lagu tersebut bersama para murid. Ia kemudian menyapa dan berdialog dengan anak-anak dan menanyakan cita-cita mereka. Salah seorang murid dengan percaya diri menjawab, “cita-cita saya menjadi TNI,” jawabnya.
Jawaban sederhana tersebut disambut dengan respons positif dari Mendikdasmen. “Terus semangat belajar, tidak menyerah, dan jangan takut untuk bercita-cita tinggi,” ungkapnya. Percakapan itu menjadi momen kecil yang memperlihatkan bahwa di tengah situasi pascabencana, anak-anak tetap memiliki mimpi dan harapan untuk masa depan.
Di hadapan Mendikdasmen, salah satu guru korban gempa dari TKN Libunio, Maria Epivania Getrudis, juga menceritakan pengalaman yang tidak terlupakan saat gempa terjadi. Saat itu, Maria dan suaminya sedang tertidur sebelum terbangun oleh teriakan anggota keluarga yang memperingatkan bahwa gempa sedang terjadi.
“Kami langsung lari keluar. Kami tidak melihat lagi apa yang kami injak. Sempat jatuh karena ada tangga, tetapi tetap lari sekitar 100 meter sampai ke tempat kosong,” tutur Maria.
Setelah berada di tempat aman, Maria baru menyadari bahwa dirinya dan anggota keluarga mengalami luka. Hingga kini, pengalaman tersebut masih membuatnya waspada. Getaran kecil terkadang membuatnya spontan berpikir bahwa gempa kembali terjadi.
Ketika mendapat kabar akan bertemu langsung dengan Mendikdasmen, Maria merasa terharu dan bangga. “Bertemu langsung dengan Bapak Menteri merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Kami yang berada di ujung timur bisa dikunjungi oleh Bapak Menteri dari pusat, itu luar biasa. Trauma-trauma kami sebelumnya semakin terobati dengan kehadiran Bapak Menteri,” imbuhnya.
Mendikdasmen turut merespons cerita Maria dengan memberikan apresiasi atas keteguhan para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah situasi pascagempa. “Bapak ibu sudah menjadi guru yang hebat, membangkitkan semangat dan mencerdaskan anak-anak kita,” ujar Mendikdasmen.
Kehadiran Mendikdasmen juga mendapat apresiasi dari Bupati Ngada, Raymundus Bena. “Atas nama masyarakat Kabupaten Ngada, para kepala sekolah, orang tua, murid, dan guru-guru, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak Menteri di tempat ini. Bapak Menteri hadir sekaligus memberikan dukungan,” ungkapnya.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kab. Naekeo, Nusa Tenggara Timur, 24 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan satuan pendidikan yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur, akan mendapatkan prioritas dalam program Revitalisasi satuan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Nagekeo pada Senin (24/8).
Tak hanya memastikan dukungan melalui program revitalisasi, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan awal bagi satuan pendidikan dan warga sekolah terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dan Ngada berupa logistik dasar, seperti 9.400 buku nonteks, 495 school kit, 30 family kit, 1.000 kaos, dan 1.650 paket makanan. Selain itu, pemerintah turut menyiapkan dana tunai berbentuk voucher sebesar Rp860 juta untuk 61 sekolah.
“Kita tetap optimis dan semangat bahwa semua musibah dan bencana ini dapat kita atasi bersama. Saat ini yang terpenting adalah kita saling bekerja sama, saling mendukung, dan bersama-sama memulihkan kondisi setelah bencana ini,” tutur Mendikdasmen.
Mendikdasmen mengungkapkan bahwa pemerintah terus melakukan pendataan terhadap satuan pendidikan yang terdampak bencana untuk mengetahui tingkat kerusakan. Pendataan tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan yang dapat diakomodasi melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
“Kami juga memberikan bantuan prioritas untuk sekolah-sekolah yang terdampak untuk mendapatkan revitalisasi tahun 2026.” ujar Mendikdasmen di SDK Rowa.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa setelah proses pendataan dan perhitungan kebutuhan selesai, Kemendikdasmen akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Lalu pembangunan dapat segera dimulai setelah dana Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap kedua untuk program revitalisasi sekolah masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan dana disalurkan kepada sekolah.
“Nanti setelah ada verifikasi dan validasi, akan ada perjanjian kerja sama, dan setelah semuanya clear, akan dimulai pembangunannya,” lanjutnya.
Kepala SDK Rowa, Agustina Kabha, menyambut baik rencana revitalisasi bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana. Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti untuk memulihkan sarana dan prasarana sekaligus memastikan murid dapat kembali belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan Pak Menteri, yang akan membangun kembali sekolah kami. Kami berharap struktur bangunannya nanti tahan gempa sehingga murid tidak lagi trauma dan belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bandung Barat – BBPMP Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan TOP Modular Participants dalam MODULAR Summit 2026 jenjang SMA yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Atas (SMA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 19-22 Agustus 2026 di Kabupaten Bogor.
Penghargaan ini menjadi apresiasi atas partisipasi dan komitmen dalam MODULAR (Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran) guru-guru SMA di Jawa Barat sebagai bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi dan kreativitas digital dalam pembelajaran.
MODULAR Summit 2026 merupakan puncak rangkaian Program MODULAR SMA 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran digital. Program ini mendorong pendidik menghasilkan berbagai konten pembelajaran, seperti Media Pembelajaran Interaktif (MPI), gim edukasi, laboratorium maya, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, saat membuka MODULAR Summit 2026 menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan perlu diikuti perubahan paradigma pembelajaran. Teknologi tidak sekadar digunakan sebagai perangkat pendukung, tetapi perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, interaktif, dan berpusat pada murid.
Program MODULAR SMA 2026 diikuti 4.025 peserta melalui lima sesi pendampingan. Setelah melalui proses pendampingan dan seleksi, sebanyak 692 peserta menghasilkan 2.052 konten pembelajaran digital. Sebanyak 874 konten lolos ke tahap penilaian, hingga akhirnya 200 peserta terpilih mengikuti MODULAR Summit 2026 dan menghasilkan 362 konten yang akan diunggah serta dimanfaatkan melalui Ruang Murid.
Capaian sebagai TOP Modular Participants menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi BBPMP Provinsi Jawa Barat untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam mendukung transformasi pembelajaran digital. Melalui partisipasi tersebut, BBPMP Jabar berkomitmen untuk terus berinovasi, belajar, dan bergerak bersama dalam menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.
Bersama para guru Jabar peserta Modular Summit 2026