Kemendikdasmen Perkuat Implementasi PP Tunas lewat 7 KAIH dan 3S

by | 31 Mar 2026 | Warta Kiwari

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan. Lingkungan yang kondusif dinilai mampu mendukung peserta didik untuk belajar secara optimal, berinteraksi secara positif, serta membentuk karakter sesuai tahap perkembangan mereka.

Namun, dalam praktiknya, tantangan masih muncul, salah satunya adalah penggunaan gawai yang berlebihan di kalangan anak. Ketergantungan terhadap perangkat digital ini tidak hanya memengaruhi konsentrasi belajar, tetapi juga berpotensi mengganggu interaksi sosial dan perkembangan karakter. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang mampu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Sebagai langkah konkret, Kemendikdasmen mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Kebijakan ini diwujudkan melalui penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang berfokus pada penguatan karakter, serta pengaturan penggunaan gawai melalui konsep 3S, yaitu screen time, screen zone, dan screen break.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa pembatasan akses anak terhadap platform digital yang berisiko merupakan langkah penting agar teknologi tetap berfungsi sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan sebaliknya. Ia juga menyoroti peran strategis guru dalam mengawal kebijakan ini, terutama dalam membimbing peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami juga mendorong agar sekolah-sekolah dapat menyediakan lebih banyak alternatif kegiatan fisik bagi peserta didik. Dengan demikian, penguatan karakter melalui 7 KAIH dan 3S dapat berjalan dengan optimal. Pada akhirnya, teknologi adalah alat, tetapi karakter adalah kemudi. Tugas kita bersama adalah memastikan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara digital dan kuat secara karakter,” Ujar Abdul Mu’ti

Pemerintah memastikan bahwa literasi digital tetap berjalan seiring dengan kebijakan tersebut. Proses pembelajaran berbasis teknologi tetap dilakukan dengan pendampingan yang tepat, sehingga siswa tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan digital. Sekolah juga didorong untuk menyediakan lebih banyak aktivitas fisik sebagai alternatif, guna menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi langsung. Melalui langkah ini, diharapkan terbentuk generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

(berita ini telah tayang di https://kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14958-kemendikdasmen-dukung-implementasi-pp-tunas-melalui-gerakan-7-kaih-dan-3s )

Berita Lainnya

Kolaborasi Lintas Sekor, Potensi Kuatkan Literasi Jawa Barat

Bandung Barat - BBPMP Provinsi Jawa Barat menerima kunjungan Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat dalam rangka sosialisasi program Strategi Adaptif Peningkatan Kecakapan Literasi (SiAPIK): Tata Kelola Literasi Berbasis Kolaborasi Lintas Sektor, Selasa (14/7/2026)....

Koordinasi Pemetaan Potensi Sekolah Percontohan SPMI Tahun 2026

Bandung Barat - Membangun budaya mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan komitmen, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan. Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, pada Rabu (14/07/2026) BBPMP Provinsi Jawa...

Monitoring Pasca Pelaksanaan SPMB di Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi - Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat didampingi Penanggung Jawab (PIC) SPMB Provinsi Jawa Barat melaksanakan monitoring pasca pelaksanaan SPMB di sejumlah SD Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Bekasi pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan...