by Tim Media | 2 May 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai titik penting untuk memperkuat arah transformasi pendidikan di Jawa Barat. Momentum ini dipandang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, merata, dan relevan dengan tantangan zaman.
BBPMP Jawa Barat menilai bahwa penguatan pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang belajar melalui pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh. Pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan nilai kemanusiaan, dan pengembangan kapasitas peserta didik agar siap menghadapi perubahan.
Plt Kepala BBPMP Jawa Barat, Mardi Wibowo, menegaskan bahwa peringatan Hardiknas menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh ekosistem pendidikan untuk kembali menempatkan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.
“Hardiknas harus menjadi ruang refleksi bagi kita semua guru, siswa, orang tua, dan pemangku kepentingan, untuk meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional. Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi proses menumbuhkan potensi dan karakter,” ujarnya, Sabtu 2 Mei 2026..
Di tingkat implementasi, transformasi pendidikan di Jawa Barat terus diarahkan pada penguatan praktik pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna. Pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual menjadi salah satu fokus utama.
Perubahan pendidikan, menurut BBPMP Jawa Barat, perlu dimulai dari proses belajar di dalam kelas. Peran guru menjadi sangat strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang mampu memberi dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.
Selain penguatan pembelajaran, sejumlah prioritas lain terus didorong, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi pendidik, hingga penguatan budaya sekolah yang aman dan inklusif.
Gerakan literasi dan numerasi juga terus diperkuat sebagai fondasi peningkatan capaian pembelajaran. Di saat yang sama, perluasan akses pendidikan bagi wilayah yang masih menghadapi keterbatasan layanan menjadi perhatian bersama.
Kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kokoh. Keberhasilan transformasi pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang berkelanjutan.
Melalui semangat Hardiknas 2026, seluruh pemangku kepentingan diajak untuk menghadirkan langkah-langkah nyata dalam memperkuat kualitas pendidikan, sehingga terwujud layanan pendidikan yang semakin inklusif, adaptif, dan bermutu bagi seluruh anak bangsa.
(Tim media)
by Tim Media | 30 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peningkatan mutu pendidikan anak usia dini membutuhkan penguatan kompetensi pendidik yang berkelanjutan, baik dalam aspek pembelajaran maupun kepemimpinan satuan pendidikan. Untuk mendukung hal tersebut BBPMP Provinsi Jawa Barat memfasilitasi Pelatihan Upaya Peningkatan Mutu Kepala Sekolah dan Guru PAUD, selama 29–30 April 2026 dari Dinas Pendidikan Kota Cirebon.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kapasitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada kebutuhan anak. Penguatan kompetensi menjadi bagian penting dalam memastikan layanan PAUD mampu menjawab tantangan pembelajaran yang terus berkembang.
Pada hari pertama, peserta memperoleh kesempatan untuk mengamati langsung berbagai praktik pembelajaran di laboratorium PAUD. Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar untuk melihat implementasi pendekatan pembelajaran yang menekankan eksplorasi, kreativitas, serta keterlibatan aktif anak dalam setiap proses belajar.
Berbagai praktik baik yang ditampilkan, mulai dari konsep perpindahan kelas sesuai aktivitas belajar, penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, hingga peningkatan kapasitas pendidik, memberikan gambaran konkret mengenai strategi peningkatan kualitas layanan PAUD.
Suasana pembelajaran semakin terasa dinamis saat anak-anak mengikuti kegiatan bertema pengenalan profesi. Melalui permainan kreatif dan aktivitas bermain peran, mereka diajak mengenal berbagai profesi sambil mengembangkan keberanian berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan motorik sejak usia dini.
Di saat yang sama, keterlibatan orang tua dalam sesi diskusi pengasuhan menjadi bagian penting dari pendekatan pembelajaran. Sinergi antara guru dan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Pelatihan ini juga menekankan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar. Dengan strategi tersebut, pembelajaran diharapkan menjadi lebih kontekstual, relevan, dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Selain kompetensi pedagogik, penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran turut menjadi perhatian. Kepemimpinan yang adaptif dinilai berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung interaksi positif antara guru dan anak.
Kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan melalui pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas layanan PAUD. Upaya bersama tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, dan merata.
(Tim media)
by Tim Media | 29 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung — Penguatan kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem dan prosedur kerja, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi yang efektif di lingkungan kerja. Untuk mendukung hal tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan In House Training penguatan kompetensi pegawai yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung.
Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kemampuan komunikasi efektif sebagai bagian penting dalam mendukung pelayanan publik yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman terkait strategi komunikasi interpersonal, penguatan kolaborasi antartim, serta keterampilan menyelesaikan konflik secara konstruktif. Penguasaan kompetensi tersebut menjadi elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif sekaligus mendukung terciptanya layanan yang lebih adaptif.
Penguatan kompetensi komunikasi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai ASN BerAKHLAK. Implementasi komunikasi yang terbuka, empatik, dan solutif dinilai mampu memperkuat koordinasi internal serta meningkatkan kualitas interaksi dengan para pemangku kepentingan.
Dalam konteks pelayanan publik, komunikasi yang efektif memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan. Penyampaian informasi yang jelas, tepat, dan disertai empati akan memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa komunikasi bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan fondasi utama dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas.
Melalui penguatan kompetensi ini, BBPMP Jawa Barat terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat profesionalisme pegawai sekaligus menghadirkan layanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
(Tim media)
by Tim Media | 28 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Program revitalisasi satuan pendidikan mulai menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Perbaikan sarana dan prasarana tidak hanya mengubah kondisi fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Di SDN Cipanengah Kota Sukabumi, perubahan tersebut dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka kini dapat belajar tanpa khawatir terhadap kondisi ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan. Atap yang tidak lagi bocor serta ruang belajar yang lebih tertata membuat aktivitas belajar menjadi lebih fokus.
“Kami senang sekolah sudah diperbaiki, kelasnya tidak bocor lagi kalau hujan, belajar jadi nyaman,” ungkap salah satu siswi.
Hal serupa disampaikan pihak sekolah. Kepala SDN Cipanengah Kota Sukabumi menilai revitalisasi membawa peningkatan signifikan terhadap kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar. Selain itu, kondisi sekolah yang lebih inklusif turut mendukung kebutuhan seluruh peserta didik.
“Alhamdulillah, sekarang ruang kelas lebih nyaman, aman, dan mendukung proses belajar,” ujarnya.
Dampak positif juga dirasakan oleh orang tua siswa. Perubahan lingkungan sekolah dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar anak. Dengan fasilitas yang lebih baik, anak-anak menjadi lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran setiap hari.
“Anak saya sekarang lebih semangat belajar karena ruangannya nyaman dan tidak khawatir bocor saat hujan,” kata salah satu orang tua murid.
Kondisi serupa sebelumnya juga dialami oleh SD Yayasan Amal Keluarga. Sebelum revitalisasi dilakukan, kerusakan bangunan akibat lama tidak digunakan selama pandemi sempat menghambat kegiatan belajar mengajar. Perbaikan yang dilakukan kini memungkinkan sekolah kembali berfungsi secara optimal.
“Setelah diperbaiki, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman dan aman. Ini sangat membantu keberlangsungan pembelajaran,” ujar Kepala Sekolah, Asep Miftahudin.
Tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar, dampak revitalisasi juga dirasakan di sekolah menengah kejuruan. Di SMK Kesehatan Cianjur, pembaruan fasilitas praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih mendekati kondisi dunia kerja. Ruang praktik yang ditata menyerupai layanan kesehatan nyata membantu siswa memahami alur kerja secara langsung.
“Fasilitas ini membantu kami saat praktik dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar salah satu siswa.
Pada jenjang pendidikan anak usia dini, perbaikan fasilitas turut memperluas ruang belajar dan bermain. Di TK Al Hikmah, ketersediaan sarana seperti area bermain, toilet, dan ruang kesehatan membuat aktivitas anak menjadi lebih optimal.
Guru TK Al Hikmah, Oom Romlah, menyebut bahwa sebelumnya kegiatan anak masih terbatas. Kini, dengan fasilitas yang lebih lengkap, proses pembelajaran menjadi lebih variatif.
Sementara itu, orang tua siswa juga merasakan manfaatnya. Lingkungan yang lebih layak membuat anak-anak lebih aktif dan gembira saat berada di sekolah.
“Sekarang anak-anak bisa bermain dengan lebih leluasa dan terlihat lebih senang,” ujar salah satu wali murid.
Di sisi lain, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Proyek pembangunan membuka peluang kerja bagi warga, sehingga turut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami mendapat tambahan penghasilan,” kata salah satu pekerja.
Selain itu, peningkatan fasilitas juga berdampak pada kualitas pembelajaran di tingkat SMP. Di SMPN 3 Sliyeg, ruang kelas baru serta dukungan perangkat pembelajaran membuat kegiatan belajar mengajar lebih interaktif dan efektif.
“Fasilitas yang ada sekarang sangat membantu kami dalam menyampaikan materi secara lebih menarik,” ujar salah satu guru.
Siswa pun menunjukkan respons positif terhadap perubahan tersebut. Lingkungan sekolah yang lebih bersih, fasilitas yang memadai, serta dukungan program pendukung membuat mereka lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.
“Kami jadi lebih nyaman belajar, fasilitasnya lengkap dan mendukung,” ungkap salah satu siswa.
Secara keseluruhan, revitalisasi satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan. Lingkungan belajar yang lebih layak menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih baik bagi peserta didik.
(Tim media)
by Tim Media | 28 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi memperkenalkan logo Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang akan diperingati pada 2 Mei. Logo ini tidak sekadar menjadi penanda peringatan tahunan, tetapi juga mencerminkan dorongan pembaruan dalam sektor pendidikan.
Melalui elemen visual yang ditampilkan, logo Hardiknas 2026 merefleksikan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi tiga program prioritas, yaitu revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan penting dalam membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas ke depan.
Salah satu unsur utama dalam logo adalah figur manusia berwarna biru yang digambarkan bergerak dinamis. Visual ini mencerminkan peran aktif seluruh elemen dalam mendukung pendidikan yang lebih inklusif dan merata. Sementara itu, garis lengkung berbentuk elips di bagian bawah melambangkan kesinambungan serta upaya perlindungan dalam proses pengembangan pendidikan.
Penggunaan warna biru sebagai warna dominan juga memiliki makna tersendiri, yaitu mencerminkan kepercayaan, profesionalisme, serta harapan terhadap masa depan pendidikan yang lebih baik. Kombinasi elemen tersebut memperkuat pesan bahwa transformasi pendidikan memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan terintegrasi, diharapkan sistem pendidikan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang.
Logo resmi Hardiknas 2026 dapat diunduh melalui laman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari panduan penggunaan identitas peringatan secara nasional.
(berita ini telah tayang di https://www.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/15156-pedoman-logo-hari-pendidikan-nasional-2026 )
by Tim Media | 24 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat mencatat capaian positif dalam penguatan tata kelola kelembagaan melalui perolehan dua penghargaan tingkat nasional pada Penganugerahan Unit Kerja dan Satuan Kerja Terbaik Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
BBPMP Jawa Barat meraih peringkat kedua pada kategori Unit Pelaksana Teknis dalam penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan nilai 96,50. Selain itu, BBPMP Jabar juga memperoleh peringkat kedua pada kategori Keterbukaan Informasi Publik (KIP) untuk Unit Pelaksana Teknis dengan predikat informatif.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi dalam penguatan sistem kerja yang terukur, transparan, dan berbasis kinerja. Implementasi SAKIP yang optimal menjadi indikator penting dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan berdampak, sementara keterbukaan informasi publik mencerminkan komitmen dalam menyediakan akses informasi yang jelas dan akuntabel kepada masyarakat.
Penguatan pada dua aspek ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BBPMP Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga pada bagaimana kebijakan dan program dapat dipahami serta dirasakan manfaatnya oleh pemangku kepentingan.
Ke depan, capaian ini menjadi pijakan untuk terus mendorong perbaikan kinerja, inovasi layanan, serta penguatan budaya kerja yang profesional. Dengan demikian, peran BBPMP Jawa Barat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
(Tim media)
by Tim Media | 24 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Upaya percepatan pelaksanaan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah. Direktorat PAUD bersama BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan bimbingan teknis bagi calon penerima bantuan implementasi program tersebut di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 ini diikuti oleh Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan serta perwakilan Pokja Bunda PAUD dari sejumlah kabupaten dan kota, antara lain Sumedang, Cianjur, Sukabumi, Kota Bogor, Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Garut, Purwakarta, Bandung, Kuningan, Subang, Karawang, dan Pangandaran. Keterlibatan peserta dari berbagai daerah ini menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman dalam pelaksanaan program.
Bimbingan teknis difokuskan pada penguatan pemahaman terkait mekanisme implementasi program, termasuk kesiapan daerah dalam memenuhi persyaratan penerima bantuan. Selain itu, peserta juga didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan serta tantangan yang dihadapi di masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan perencanaan dan pelaksanaan program secara lebih terarah. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan layanan pendidikan prasekolah dapat diakses secara lebih luas dan merata.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan program. Dengan sinergi yang terbangun, implementasi Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan sejak usia dini.
(Tim media)
by Tim Media | 24 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — BBPMP Provinsi Jawa Barat terus melakukan penguatan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik melalui kegiatan pendampingan pengisian instrumen Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.
Pendampingan difokuskan pada peningkatan pemahaman teknis dalam pengisian instrumen evaluasi, sehingga setiap unit kerja mampu menyajikan data yang akurat dan sesuai dengan indikator yang ditetapkan. Proses ini menjadi penting untuk memastikan hasil evaluasi dapat mencerminkan kondisi layanan secara objektif.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong penguatan sistem evaluasi mandiri di lingkungan BBPMP Jabar. Dengan evaluasi yang lebih terstruktur, setiap unit kerja diharapkan mampu mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan serta menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran.
Upaya ini sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Evaluasi yang dilakukan secara konsisten menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.
Melalui langkah ini, BBPMP Jabar terus mendorong peningkatan kinerja layanan publik agar lebih responsif dan adaptif, sekaligus memastikan standar pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan masyarakat.
(Tim media)
by Tim Media | 23 Apr 2026 | Warta Kiwari
Majalengka — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar di SDN Majalengka Wetan IV berlangsung dengan suasana yang relatif kondusif dan menunjukkan antusiasme peserta didik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda asesmen rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk memetakan kemampuan literasi dan numerasi siswa secara lebih menyeluruh.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlihat mampu mengikuti setiap sesi dengan baik meskipun dihadapkan pada variasi soal yang menuntut pemahaman dan penalaran. Model soal yang digunakan mendorong siswa untuk berpikir kritis, bukan sekadar mengandalkan hafalan, sehingga memberikan gambaran lebih utuh terhadap kemampuan akademik mereka.
“Tadi ada yang menarik, menurut salah satu murid kita. Pertanyaan dalam soal TKA ini ada yang mengecoh, jawaban terlihat berbeda namun ketika diperhatikan ulang ternyata ketemu hasilnya. Artinya bahwa kita memang mendorong murid menggunakan kemampuan berpikir, dalam menjawab soal-soal TKA. Sehingga model pertanyaan TKA itu merangsang daya berpikir kritis. Tidak hanya mengandalkan kemampuan descriptive atau hafalan semata,” jelas Wamen Fajar di Majalengka, Jawa Barat (21/4).
Wamen Fajar mengatakan bahwa TKA merupakan sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi. “Salah satu tujuan TKA adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak yang ada di Indonesia termasuk anak-anak yang ada di Kabupaten Majalengka,” tambahnya.
Hasil TKA diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berjalan. Melalui data yang diperoleh, satuan pendidikan dapat mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran.
Di sisi pelaksanaan, sekolah sempat menghadapi kendala teknis berupa gangguan listrik dan keterbatasan perangkat, sehingga pelaksanaan harus dibagi ke dalam beberapa sesi. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi melalui penyesuaian jadwal dan koordinasi internal, sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai rencana.
Dukungan dari guru dan orang tua turut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan. Guru memberikan pendampingan tambahan, sementara orang tua berperan dalam memastikan kesiapan siswa. Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA di SDN Majalengka Wetan IV menunjukkan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung asesmen berbasis pemetaan kemampuan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran.
(berita ini telah tayang di https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/15171-sd-negeri-majalengka-wetan-iv-sukses-atasi-kendala-tka-berlangsung-dengan-gembira )
by Tim Media | 22 Apr 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat — Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat edukasi gizi pada anak usia dini melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di satuan PAUD. Melalui tema “Aku Suka Makan Sehat Bergizi”, BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong pembiasaan pola makan sehat sebagai bagian dari proses belajar anak, bukan sekadar kegiatan konsumsi.
Kegiatan yang berlangsung di BBPMP Provinsi Jawa Barat ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Peserta terdiri atas perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi serta Dinas Pendidikan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, pengawas TK, penilik PAUD, pendidik, hingga orang tua peserta didik.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen PAUD, Dikdas dan PNFI, Ketua DWP Sesditjen PAUD Dikdas dan PNFI, perwakilan DWP BBPMP Provinsi Jawa Barat, serta organisasi mitra terkait. Partisipasi Dharma Wanita Persatuan dari 29 provinsi secara daring turut memperluas jangkauan kegiatan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung implementasi edukasi gizi di satuan pendidikan.
Pelaksanaan seminar dilakukan secara hybrid, memungkinkan partisipasi lebih luas baik secara luring maupun daring. Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan pemahaman peserta terkait pentingnya gizi seimbang bagi anak usia dini, serta bagaimana mengaitkannya dengan kegiatan pembelajaran sehari-hari di satuan pendidikan.
Materi yang disampaikan oleh narasumber ahli menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan pembentukan karakter anak. Karena itu, edukasi gizi perlu diterapkan secara konsisten melalui kolaborasi antara pendidik dan orang tua.
Melalui kegiatan ini, diharapkan satuan pendidikan mampu mengimplementasikan edukasi gizi secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sebagai langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Tim media)