Perpustakaan BBPMP Jabar Raih Akreditasi A Perpustakaan Khusus Tahun 2025

Perpustakaan BBPMP Jabar Raih Akreditasi A Perpustakaan Khusus Tahun 2025

Jakarta – Perpustakaan BBPMP Provinsi Jawa Barat berhasil meraih Akreditasi A Perpustakaan Khusus Tahun 2025. Penghargaan tersebut diterima dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Perpustakaan di Lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (24/6).

Prestasi ini menjadi bukti komitmen Perpustakaan BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan layanan informasi dan literasi yang berkualitas. Akreditasi A mencerminkan terpenuhinya berbagai standar penyelanggaraan dan pengelolaan perpustakaan, sekaligus menunjukkan keberhasilan upaya peningkatan mutu layanan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dedikasi, kerja keras, dan kolaborasi seluruh pengelola perpustakaan dalam mengembangkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna. Atas capaian ini, keluarga besar BBPMP Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola perpustakaan yang telah berkontribusi dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang unggul.

Prestasi ini diharapkan menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui capaian tersebut, Perpustakaan BBPMP Provinsi Jawa Barat diharapkan terus berkarya, menginspirasi, dan menguatkan budaya literasi melalui layanan perpustakaan yang unggul.

Tim Media

Melalui Helpdesk SPMB 2026, Kabupaten Bogor Hadirkan Praktik Baik SPMB Ramah

Melalui Helpdesk SPMB 2026, Kabupaten Bogor Hadirkan Praktik Baik SPMB Ramah

Kabupaten Bogor – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan layanan pendidikan yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai praktik baik yang diterapkan selama pelaksanaan SPMB.

Salah satu praktik baik yang menjadi perhatian adalah pembentukan Helpdesk SPMB 2026 tingkat kabupaten di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Helpdesk ini berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan bagi masyarakat, sehingga calon murid maupun orang tua dapat memperoleh informasi terkait SPMB secara cepat, terbuka, dan tepat sasaran.

Kehadiran Helpdesk tersebut merupakan wujud komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh tahapan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai ketentuan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses SPMB agar berjalan aman dan lancar.

“Kami akan mengawal kegiatan pelaksanaan SPMB 2026 untuk berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Tidak hanya melalui layanan tingkat kabupaten, berbagai sekolah juga menunjukkan komitmen yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di antaranya adalah SDN Ciriung 02 dan SDN Nanggewer 02 Kabupaten Bogor yang berupaya memastikan seluruh calon murid dan orang tua mendapatkan layanan yang mudah diakses, ramah, serta informatif selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

Melalui pendekatan SPMB Ramah, sekolah menghadirkan suasana pelayanan yang humanis dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Kehadiran petugas layanan yang responsif, keterbukaan informasi terkait daya tampung dan hasil seleksi, serta pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman layanan publik yang berkualitas.

Berbagai langkah tersebut tidak hanya mendukung kelancaran proses penerimaan murid baru, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan layanan pendidikan. Lingkungan pelayanan yang nyaman dan terbuka membantu calon murid serta orang tua menjalani setiap tahapan SPMB dengan lebih tenang dan terarah.

Praktik baik ini menjadi inspirasi bahwa setiap sekolah dapat menghadirkan layanan SPMB yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberikan rasa nyaman, aman, dan percaya bagi masyarakat.

#SPMBRamah
#SPMBuntukSemua
#PendidikanBermutuuntukSemua
#BogorIstimewa

BBPMP Jabar Perkuat Kapasitas Pengawas Sekolah dalam Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan

BBPMP Jabar Perkuat Kapasitas Pengawas Sekolah dalam Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan

Bandung – BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penguatan Kapasitas Pengawas Sekolah dalam Implementasi Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan yang berlangsung di Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan 22-24 Juni ini diikuti oleh pengawas sekolah dan penilik dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat serta widyaprada sebagai upaya memperkuat peran pengawas dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Dalam arahannya pada pembukaan kegiatan, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak penjaminan mutu pendidikan di satuan pendidikan. Pengawas tidak hanya berfungsi sebagai pembina dan pendamping, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memastikan budaya mutu tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Dirjen juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data melalui pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut program peningkatan mutu. Menurutnya, implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) harus berorientasi pada perbaikan kualitas pembelajaran dan peningkatan hasil belajar peserta didik, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

Sementara itu, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, berharap kegiatan ini dapat memperkuat kapasitas pengawas dalam memastikan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan di seluruh jenjang. Menurutnya, kolaborasi bersama pengawas menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

“Melalui kegiatan ini kita berharap bahwa pengawas yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan penguatan kapasitas untuk memastikan terimplementasinya sistem penjaminan mutu dan penguatan program-program prioritas. Melalui kolaborasi bersama pengawas, kita menguatkan partisipasi semesta untuk pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Komalasari.

Selain itu, Ia juga mendorong para peserta untuk mendiseminasikan hasil bimbingan teknis kepada satuan pendidikan di wilayah masing-masing. Selain itu, pemanfaatan aplikasi JABAR BERAKSI diharapkan dapat mendukung proses pendampingan dan memastikan pelaksanaan penjaminan mutu internal di seluruh jenjang pendidikan.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, bapak dan ibu pengawas dapat melakukan diseminasi dan menggunakan aplikasi JABAR BERAKSI untuk memastikan terlaksananya penjaminan mutu internal di satuan-satuan pendidikan sesuai dengan jenjangnya, baik di PAUD, SD, SMP, SMA, maupun SMK,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, para pengawas diharapkan semakin mampu melakukan pemetaan mutu, mengidentifikasi akar permasalahan pendidikan, serta menyusun strategi pendampingan yang tepat sasaran. Selain itu, pemanfaatan inovasi daerah melalui platform JABAR BERAKSI diharapkan dapat memperkuat proses pendampingan, monitoring, refleksi, dan tindak lanjut peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengawas sebagai aktor kunci transformasi pendidikan, sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat berlangsung secara sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan pendidikan serta capaian belajar peserta didik.

Tim Media

SPMB Karawang Berjalan Lancar, Hadirkan Layanan Transparan dan Ramah Masyarakat

SPMB Karawang Berjalan Lancar, Hadirkan Layanan Transparan dan Ramah Masyarakat

Kabupaten Karawang – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kabupaten Karawang berlangsung lancar berkat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang transparan, ramah, dan berkeadilan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karawang melalui pengembangan aplikasi SPMB Kabupaten Karawang yang terintegrasi dengan sekolah negeri dan swasta. Kehadiran aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, melakukan pendaftaran, sekaligus memperluas pilihan satuan pendidikan dalam satu sistem yang lebih praktis dan terhubung.

Penerapan teknologi tersebut turut mendukung kelancaran pelaksanaan SPMB di berbagai satuan pendidikan. Salah satu praktik baik ditunjukkan oleh SDN Nagasari VI yang telah menyelesaikan seluruh tahapan SPMB dengan tertib dan berhasil menerima 200 murid baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Optimalisasi aplikasi, layanan helpdesk, serta pendampingan kepada orang tua membantu memastikan proses pendaftaran hingga daftar ulang berjalan dengan baik dan mudah diakses masyarakat.

Sementara itu, di SMPN 1 Karawang, jumlah pengaduan yang masuk pada masa pendaftaran tahap 1 terpantau relatif sedikit. Meski demikian, petugas tetap bersiaga di posko layanan untuk memberikan pendampingan, menjawab berbagai pertanyaan, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi dan layanan secara cepat, tepat, dan responsif.

Kelancaran pelaksanaan SPMB di Kabupaten Karawang menunjukkan bahwa pelayanan publik yang mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, inklusif, dan tanpa diskriminasi mampu menciptakan proses penerimaan murid baru yang nyaman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

#SPMBRamah
#SPMBuntukSemua
#SPMBDaerahku
#PendidikanBermutuuntukSemua

Junjung Tinggi Transparansi dan Akuntabilitas, Masyarakat Dapat Memantau Jumlah Pendaftar SPMB Secara Terbuka di SMPN 6 Kota Bogor

Junjung Tinggi Transparansi dan Akuntabilitas, Masyarakat Dapat Memantau Jumlah Pendaftar SPMB Secara Terbuka di SMPN 6 Kota Bogor

Kota Bogor – SMP Negeri 6 Kota Bogor berkomitmen menyelenggarakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang transparan, akuntabel, objektif, dan ramah bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan informasi yang terbuka, layanan helpdesk, serta sistem pelayanan yang mengacu pada berbagai regulasi yang berlaku, mulai dari Peraturan Menteri, Peraturan Wali Kota, petunjuk teknis (juknis), hingga Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kepala SMPN 6 Kota Bogor, Dra. Euis Nurjanah, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah berupaya memberikan layanan terbaik kepada seluruh pendaftar dan orang tua calon murid. Dengan daya tampung sebanyak 324 murid dan didukung oleh 13 panitia SPMB, sekolah memastikan seluruh proses penerimaan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan SPMB di SMPN 6 Kota Bogor berlangsung pada 2–23 Juni 2026 untuk seluruh jalur penerimaan, yaitu Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi. Adapun persentase kuota yang disediakan terdiri atas 40 persen jalur Domisili, 25 persen jalur Afirmasi, 30 persen jalur Prestasi, dan 5 persen jalur Mutasi.

Salah satu upaya yang menjadi perhatian sekolah adalah keterbukaan informasi kepada masyarakat. Dalam proses SPMB, masyarakat dapat melihat secara langsung jumlah pendaftar pada masing-masing jalur serta kuota yang tersedia. Transparansi ini membantu calon murid dan orang tua dalam menentukan jalur pendaftaran yang paling sesuai.

Selain itu, SMPN 6 Kota Bogor juga menghadirkan layanan helpdesk bagi pendaftar yang mengalami kendala atau melakukan kesalahan saat proses pendaftaran. Melalui layanan tersebut, panitia memberikan pendampingan dan informasi secara langsung sehingga proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar.

Dari sisi sarana dan prasarana, sekolah telah menyediakan ruang khusus layanan SPMB yang dilengkapi jaringan internet memadai. Setiap petugas verifikator juga diberikan tugas dan kewenangan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sehingga pelayanan dapat dilakukan secara efektif dan profesional.

Meski demikian, sekolah masih menghadapi tantangan berupa kurangnya pemahaman sebagian pendaftar terhadap mekanisme SPMB. Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh belum meratanya informasi yang diterima dari sekolah asal. Untuk mengatasi hal itu, panitia secara aktif memberikan penjelasan dan informasi yang selengkap-lengkapnya kepada calon murid dan orang tua.

Berbagai inovasi dan strategi pelayanan yang diterapkan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak. Panitia lebih mudah memantau dan memeriksa berkas pendaftaran secara digital tanpa harus bergantung pada dokumen fisik. Orang tua calon murid memperoleh kemudahan dalam mengetahui pilihan jalur dan kuota yang tersedia, sementara masyarakat sekitar terbantu melalui jalur domisili yang memberikan akses pendidikan lebih dekat dengan tempat tinggal.

Ke depan, SMPN 6 Kota Bogor berharap pelaksanaan SPMB dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi sistem maupun layanan. Sekolah menginginkan sistem yang semakin mudah diakses masyarakat sehingga setiap calon murid memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan di sekolah negeri terdekat sesuai daya tampung dan standar yang berlaku. Komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan prima diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan SPMB yang semakin bermutu dari tahun ke tahun. (IA).

#SPMBRamah
#SPMBuntukSemua
#PendidikanBermutuuntukSemua
#SPMBDaerahku