by Tim Media | 22 May 2026 | Warta Kiwari
Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 terus didorong agar berjalan lebih transparan, objektif, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. Upaya tersebut memerlukan pengawasan bersama serta kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh proses penerimaan berlangsung secara adil dan berintegritas.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan tata kelola pendidikan, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat turut berpartisipasi dalam Forum Bersama Pengawasan Pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Forum ini menjadi ruang penguatan sinergi antarlembaga dalam mengawal pelaksanaan SPMB agar mampu memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Pengawasan yang terintegrasi dinilai penting untuk mencegah berbagai praktik yang dapat mengurangi prinsip keadilan dan transparansi dalam proses penerimaan murid baru.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kegiatan “Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027” yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (21/5). Kegiatan ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga negara, serta unsur strategis nasional, mulai dari Komisi X DPR RI, DPD RI, Kantor Staf Presiden, kementerian terkait, aparat penegak hukum, hingga lembaga pengawas dan perlindungan anak.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelaksanaan SPMB berlangsung secara objektif, transparan, adil, dan berintegritas, sekaligus menegaskan bahwa pengawasan penerimaan murid baru memerlukan dukungan bersama demi menjaga mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.
Komitmen bersama tersebut menitikberatkan pada pelaksanaan SPMB yang jujur, akuntabel, inklusif, dan ramah bagi seluruh anak Indonesia. Selain memastikan kepatuhan terhadap regulasi, pendekatan pengawasan juga diarahkan untuk melindungi hak peserta didik memperoleh layanan pendidikan tanpa diskriminasi.
Pembahasan dalam forum turut menyoroti pentingnya pemanfaatan data dan koordinasi antarlembaga dalam mengantisipasi potensi permasalahan selama proses penerimaan berlangsung. Dengan pengawasan yang kuat dan sistem yang lebih terbuka, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses informasi yang jelas terkait mekanisme maupun tahapan SPMB.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tidak sekadar menjadi agenda tahunan dalam proses penerimaan murid baru. Menurutnya, SPMB merupakan bagian penting dari layanan publik di bidang pendidikan yang berperan dalam memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.
“SPMB harus menjadi pintu masuk pendidikan yang adil, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak,” ujar Abdul Mu’ti.
“Dengan demikian, keberhasilan SPMB bukan hanya tentang proses penerimaan murid baru, tetapi tentang upaya negara memastikan masa depan anak-anak Indonesia yang dimulai dari akses pendidikan,” lanjutnya.
Melalui sinergi berbagai pihak, pelaksanaan SPMB diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara administratif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan peserta didik yang lebih bersih, transparan, dan berpihak pada pemerataan akses pendidikan.
(Tim Media)
by Tim Media | 21 May 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Upaya peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sistem pendampingan yang mampu menjawab tantangan di lapangan secara adaptif dan berkelanjutan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui inovasi JABAR BERAKSI yang dikembangkan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat.
Keberhasilan inovasi JABAR BERAKSI melaju hingga tahap final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Pendidikan Dasar dan Menengah (KIPRAH) Tahun 2026 serta mengikuti sesi presentasi dan wawancara final pada Rabu, 20 Mei 2026 menjadi wujud komitmen BBPMP Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.
Partisipasi dalam KIPRAH 2026 menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan terhadap inovasi layanan publik di bidang pendidikan. Proses presentasi dan wawancara tidak hanya menilai gagasan, tetapi juga dampak nyata yang telah dihasilkan bagi peningkatan mutu layanan pendidikan.
JABAR BERAKSI dikembangkan sebagai upaya memperkuat peran pengawas sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Pendekatan yang dibangun tidak hanya berfokus pada administrasi pengawasan, tetapi juga mendorong pengawas menjadi pendamping, fasilitator, sekaligus penggerak perubahan mutu pendidikan.
Melalui inovasi ini, penguatan kapasitas pengawas diarahkan agar mampu menjalankan fungsi coaching dan pendampingan berbasis kebutuhan sekolah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan dalam mengidentifikasi tantangan, menyusun strategi perbaikan, serta melakukan intervensi yang lebih terukur berdasarkan data.
Inovasi bukan sekadar ide baru, tetapi keberanian untuk menghadirkan dampak nyata, menjadi semangat yang terus dibangun dalam pengembangan JABAR BERAKSI sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan yang lebih responsif dan berkelanjutan.
JABAR BERAKSI diharapkan dapat terus memperkuat peran pengawas sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas di Jawa Barat.
(Tim Media)
by Tim Media | 20 May 2026 | Warta Kiwari
Kabupaten Bandung – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi memulai rangkaian Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemda Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Bupati Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si., bersama Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb.
Acara pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya proses SPMB di Kabupaten Bandung yang diharapkan berjalan lebih tertib, transparan, dan terarah. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan yang lebih berkualitas.
Dalam sambutannya, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan bahwa penyelenggaraan SPMB Kabupaten Bandung Tahun Ajaran 2026/2027 dilakukan dengan mengedepankan prinsip pemerataan akses pendidikan. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan serta lintas sektor untuk mewujudkan sistem yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
“Yang kita lakukan adalah memperbaiki akurasi data supaya perencanaan pendidikan lebih tepat sasaran,” ungkap Dadang.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa proses SPMB dilaksanakan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Kebijakan ini juga diperkuat dengan hadirnya program Beasiswa Bedas Calakan, yang ditujukan untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Bandung dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan ekonomi.
Melalui pelaksanaan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar serta menjadi langkah nyata dalam menjamin bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh anak tanpa terkecuali.
(Tim media)
by Tim Media | 20 May 2026 | Warta Kiwari
Bandung Barat – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 yang jatuh pada Rabu, 20 Mei kembali menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Tahun ini, pemerintah menetapkan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sebagai pesan utama dalam peringatan Harkitnas ke-118. Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga dan membina generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat.
Hari Kebangkitan Nasional menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan Indonesia karena menandai lahirnya kesadaran nasional dan semangat persatuan dalam melawan penjajahan. Nilai perjuangan itu hingga kini masih relevan di tengah tantangan perkembangan zaman.
Dalam momentum tersebut, Komalasari, S.Pd., M.Pd., Kepala BBPMP Jawa Barat mendorong seluruh pegawainya agar menjadi motor penggerak pembinaan generasi muda melalui peningkatan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan dan mengajak masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai langkah awal menjaga masa depan bangsa. Selain menekankan pentingnya pendidikan, masyarakat juga diajak memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan literasi digital guna mendukung terciptanya pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh anak bangsa.
Peringatan Harkitnas 2026 juga menjadi pengingat bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga lewat kolaborasi, inovasi, dan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan serta pembangunan nasional.
Melalui peringatan ini, semangat persatuan dan optimisme diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.
(Tim Media)
by Tim Media | 19 May 2026 | Warta Kiwari
Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai rangkaian pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 melalui kegiatan Kick Off SPMB yang diselenggarakan pada Senin, 18 Mei 2026, di SPORT Jabar Arcamanik. Agenda ini menjadi langkah awal untuk memastikan proses penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Pelaksanaan kick off tersebut menandai penguatan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun sistem penerimaan murid baru yang lebih tertata. Kesepahaman bersama dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses seleksi yang berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, komitmen bersama tidak hanya dimaknai sebagai kesepakatan administratif, tetapi juga menjadi upaya kolektif dalam menghadirkan tata kelola penerimaan murid baru yang bebas dari praktik-praktik yang dapat mengurangi prinsip keadilan.
Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan ini melalui kehadiran Plt. Kepala, Mardi Wibowo. Keterlibatan BBPMP Jawa Barat menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan tata kelola pendidikan daerah, khususnya dalam memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan mutu layanan pendidikan.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menghadirkan inovasi melalui program Sekolah Maung (Sekolah Manusia Unggul). Program tersebut dirancang sebagai alternatif pengembangan pendidikan bagi peserta didik berprestasi dengan mekanisme seleksi berbasis capaian tanpa menggunakan sistem zonasi seperti pada sekolah reguler.
Kehadiran Sekolah Maung diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara optimal. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan dan keberagaman kemampuan peserta didik.
SPMB Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Jawa Barat untuk terus memperkuat tata kelola pendidikan yang bersih dan inklusif. Dengan kolaborasi seluruh pihak, proses penerimaan murid baru diharapkan mampu memberikan akses pendidikan yang setara serta mendukung terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.
(Tim media)