Bandung Barat – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat memperkuat peningkatan mutu pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan SPMI, Literasi Numerasi, dan Digitalisasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Dana BOSP Kinerja Terbaik Tahun 2026. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap melalui Gugus Belajar Satuan Pendidikan di berbagai wilayah Jawa Barat.
Gelombang pertama kegiatan ini berlangsung pada 13-15 Agustus 2026 di satuan pendidikan tuan rumah dengan dukungan tim fasilitator BBPMP Provinsi Jawa Barat. Pelaksanaan Bimtek selanjutnya dijadwalkan secara bertahap hingga September 2026 di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi satuan pendidikan untuk memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), meningkatkan literasi dan numerasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Melalui pendampingan, diskusi, dan praktik langsung, satuan pendidikan didorong untuk mengoptimalkan Dana BOSP Kinerja dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan.
Penguatan dalam kegiatan ini diarahkan pada pengembangan pembelajaran yang aktif, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid. Satuan pendidikan juga didorong memanfaatkan data capaian pendidikan sebagai dasar refleksi dan perbaikan pembelajaran, sekaligus memperkuat kompetensi pendidik serta pemanfaatan sumber belajar dan teknologi digital sesuai kebutuhan.
Melalui pelaksanaan Bimtek yang secara kolaboratif dan berkelanjutan, BBPMP Provinsi Jawa Barat mendorong satuan pendidikan agar mampu mengoptimalkan Dana BOSP Kinerja untuk mendukung proses perbaikan mutu. Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi murid dan terwujudnya budaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Nomor: 736/sipers/A6/VIII/2026
Jakarta, 20 Agustus 2026 — Gempa susulan kembali mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Kabupaten Manggarai, masyarakat kembali dilanda kepanikan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,8 terjadi pada Kamis pagi (20/8). Sebelumnya, pada Rabu malam (19/8), gempa berkekuatan magnitudo 5,7 juga dirasakan masyarakat.
“Semoga kami selamat dan tidak terjadi tsunami,” ucap salah satu warga, dikutip Kasman, Tim Direktorat Sekolah Dasar yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan telah tiba di lokasi pada Rabu (19/8).
Menurut pengakuan Kasman, hingga saat ini guncangan masih terasa di lapangan. Perjalanan menuju titik lokasi tujuan juga diwarnai longsor di sisi jalan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Tim Kemendikdasmen untuk tetap hadir dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Kemendikdasmen memberikan bantuan berupa goodie bag berisi makanan bagi 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Selain bingkisan makanan berupa susu, air minum kemasan, dan makanan ringan, Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP. Family kit turut diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.
“Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Jakarta, Kamis (20/8).
Kemendikdasmen Berikan Santunan bagi Korban Gempa Bumi
Selain menyalurkan bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar juga memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak gempa bumi.
Santunan senilai Rp2 juta dan family kit diberikan kepada salah satu guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat dampak gempa bumi.
Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan sebesar Rp1 juta dan school kit kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah.
Sementara itu, santunan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i. Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.
Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng, Sr. Flaviana Dia, MC, mengungkapkan betapa bermaknanya kehadiran pemerintah di tengah masa-masa sulit yang dialami para suster, guru, dan peserta didik di Ruteng.
Gempa bumi mungkin telah merusak dinding-dinding kelas di Jalan Gurami, namun gerak cepat kepedulian pemerintah bersama keteguhan para pendidik membuktikan bahwa semangat belajar anak-anak Manggarai tidak akan pernah runtuh.
Kehadiran Tim Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang bergerak cepat menyalurkan bantuan ke lokasi bencana terasa berarti bagi para korban. Hal tersebut terlihat dari sambutan sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan di lokasi pengungsian.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah