Tangerang, Banten, 23 Agustus 2026 – Masih dalam momentum memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kabar membanggakan kembali datang dari perjuangan talenta muda Indonesia di ajang internasional. Murid Indonesia berhasil meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation pada ajang International Geography Olympiad (iGeo) yang berlangsung pada 11 s.d. 17 Agustus 2026 di Istanbul, Turki.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada murid yang telah mempersembahkan prestasi di ajang iGeo 2026.
“Selamat untuk adik-adik yang telah memberikan kado terbaik di bulan kemerdekaan. Terima kasih kepada para pembina, sekolah, dan orang tua yang juga menguatkan sehingga meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation,” ujar Kepala Puspresnas, Irene.
Medali emas masing-masing diraih oleh Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau. Medali perunggu diraih oleh Arkha Enzi Anagi dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta. Selain meraih dua emas dan satu perunggu, tim Indonesia juga meraih honorable mention poster presentation dengan judul poster “The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.”
Sebelumnya, keempat murid yang berpartisipasi pada ajang ini merupakan peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang ajang Geografi. Selama proses persiapan, mereka telah mengikuti pembinaan dan seleksi intensif yang dilakukan oleh Puspresnas, Kemendikdasmen.
Selanjutnya, para murid mendapatkan pendampingan dari tim pembina, yaitu Dewayany dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Asri Oktavioni Indraswari dari Universitas Indonesia (UI). Dewayany mengatakan bahwa prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus mencerminkan hasil dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa murid Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus hasil dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang,” ujarnya.
iGeo merupakan kompetisi geografi tingkat internasional yang diselenggarakan setiap tahun bagi murid Sekolah Menengah Atas. Pada 2026, ajang ini berlangsung di Turki dan diikuti sebanyak 184 peserta dari 50 negara.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kab. Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 23 Agustus 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi beberapa lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi dan memberikan dukungan penuh agar layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah terdampak gempa dapat segera pulih kembali.
“Tadi kita bersama Pak Wakil Presiden mengunjungi lokasi-lokasi gempa yang cukup serius terdampak dan kerusakannya juga cukup masif,” jelas Wamen Atip.
Melihat kondisi tersebut Wamendikdasmen menegaskan bahwa pendataan ulang akan segera dilakukan karena banyak sekolah yang meskipun tidak rusak total, tetap tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Prioritas utama saat ini adalah merancang skema pembelajaran di masa darurat, termasuk pembangunan kelas-kelas darurat.
Selain infrastruktur Wamendikdasmen juga menyebutkan bahwa salah satu fokus utama Kemendikdasmen adalah pemulihan kondisi psikologis murid dan guru. “Dari kunjungan tadi saya melihat secara psikologis baik guru, murid khususnya, tampaknya mereka secara psikologis belum siap, tadi saya tanya satu per satu. Karena gempa masih terus berlangsung, jadi masih ada gempa-gempa susulan,” jelasnya.
Wamendikdasmen juga memberikan pesan penguatan kepada para guru dan orang tua siswa agar tetap tabah menghadapi musibah ini. Meskipun banyak yang secara fisik sehat, trauma psikologis masih membayangi, sehingga banyak warga yang memilih tetap berada di luar rumah meski bangunan mereka masih layak huni.
“Ya, tadi saya menyampaikan kepada para guru khususnya yang saya temui agar mereka tetap tabah menerima cobaan ini dan alhamdulillah para guru dalam keadaan sehat wal’afiat yang saya temui tadi Meski secara psikologis mereka juga sangat terguncang meskipun ada beberapa guru yang rumahnya tidak terdampak cukup serius, tapi mereka tidak berani untuk berada di rumah. Nah, saya pesankan untuk menenangkan terlebih dahulu, begitu juga untuk para orang tua, dengan murid-murid yang saya temui tadi,” tutup Wamendikdasmen.
Kepala sekolah SD Inpres Robo, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Selvia Widianto Sar menceritakan para murid dan guru kini tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar karena kondisi sekolah yang kini hanya menyisakan reruntuhan akibat gempa.
“Pasca terjadinya gempa dari 11 ruang kelas, semuanya rusak berat, perasaan saya saat ini yang pertama sedih, stres, kasihan dengan murid-murid saya dengan keadaan kami saat ini yang tidak bisa belajar di tempat yang semestinya,” ungkap Selvia.
Kunjungan dan perhatian dari Kemendikdasmen sedikit banyak memberikan harapan untuk bisa kembali bangkit. “Saya merasa terharu bahwa dari Jakarta bisa menyentuh kami di SD Robo Desa Ranaka bantuan dari bapak Menteri Pendidikan untuk kami di sini, luar biasa rasa terharunya saya dan juga rasa bangganya saya terhadap kepedulian bapak untuk kami di sini,” haru Selvia.
Pada kesempatan ini, Wapres Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan perbaikan fasilitas pendidikan yang dimulai dari proses identifikasi dan klasifikasi tingkat kerusakan agar dapat segera ditangani sesuai tingkat kerusakannya.
Selain itu, Wapres juga menegaskan bahwa penanganan fasilitas pendidikan harus dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan keselamatan warga sekolah. Sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak memungkinkan digunakan perlu mendapatkan prioritas, termasuk melalui penyediaan ruang belajar sementara atau sekolah darurat.
Melalui kunjungan ini, Wapres menyampaikan, penanganan pascabencana akan terus berjalan secara terkoordinasi agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala, termasuk anak-anak yang harus memperoleh haknya untuk belajar dalam kondisi aman dan layak.
Berdasarkan data dari Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, per 20 Agustus 2026, gempa bumi NTT berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan dengan sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di 7 kabupaten yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan. Dari 8.664 ruang kelas ter data, 5.521 rusak (63,7%), sementara 2.229 di antaranya rusak berat atau total. Kerusakan juga menimpa laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan rumah dinas guru.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Jakarta, 22 Agustus 2026 — Gempa bumi yang masih mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak 15 Agustus 2026 hingga kini berdampak besar terhadap keberlangsungan pendidikan. Sebanyak 1.378 satuan pendidikan terdampak, sehingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus bergerak memastikan anak-anak tetap dapat belajar dengan berbagai moda pembelajaran guna memastikan keamanan murid dan guru di tengah kondisi darurat.
Saat ini pembelajaran bagi sekitar 116.324 murid terdampak. Mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi NTT, pembelajaran dilaksanakan dari rumah dan tempat pengungsian untuk menjaga keselamatan warga sekolah karena gempa susulan masih berlangsung dan sejumlah bangunan berpotensi roboh.
Kemudian dari satuan pendidikan yang telah melaporkan kondisi pembelajaran, sebanyak 923 satuan pendidikan menerapkan belajar dari rumah, 171 melaksanakan pembelajaran daring, 35 sekolah menggunakan kelas darurat, dan 30 sekolah masih melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran, Kemendikdasmen telah menerbitkan Panduan Pembelajaran di Masa Darurat yang memberikan fleksibiitas dalam moda dan materi pembelajaran, dengan penekanan pada materi esensial, literasi-numerasi dasar, serta dukungan psikosisoal. Contoh penerapannya tersedia melalui laman Rumah Pendidikan.
“Dalam situasi bencana, keselamatan dan keberlanjutan pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama. Kemendikdasmen terus bergerak bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan, meskipun dalam kondisi darurat. Kita ingin memastikan bahwa keterbatasan akibat bencana tidak menghentikan hak anak untuk belajar dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di NTT (21/8).
Kemendikdasmen menyampaikan belasungkawa mendalam atas bencana yang telah menyebabkan 72 orang meninggal dunia, termasuk tiga murid dan satu guru. Gempa juga merusak puluhan ribu rumah dan menyebabkan lebih dari 80 ribu orang mengungsi, termasuk sekitar 38 ribu warga sekolah.
Berdasarkan data Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 20 Agustus 2026, sebanyak 1.268 dari 1.378 satuan pendidikan terdampak telah melaporkan kondisi atau sekitar 92 persen. Dampak tersebut mencakup tujuh kabupaten, dengan 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
Dari 8.664 ruang kelas yang terdata, sebanyak 5.521 ruang kelas atau 63,7 persen mengalami kerusakan, termasuk 2.229 ruang kelas yang rusak berat atau total. Kerusakan juga terjadi pada laboratorium, perpustakaan, fasilitas sanitasi, dan rumah dinas guru. Sebanyak 502 satuan pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Sejak 16 Agustus 2026, tim Kemendikdasmen telah berada di Labuan Bajo dan bergerak ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan awal yang dibawa antara lain 4.500 bingkisan anak, paket sembako, 800 school kit, dan 400 family kit. Bantuan telah disalurkan ke sejumlah wilayah di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Tim tambahan juga bergerak ke Ende, Nagekeo, dan Sikka.
Selain itu, untuk mendukung pemulihan kegiatan belajar, Kemendikdasmen secara bertahap menyiapkan ruang kelas darurat bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Sebanyak 100 tenda ruang kelas saat ini sedang didistribusikan dan diharapkan dapat mulai digunakan pada pekan berikutnya.
Dukungan juga diberikan melalui pendampingan psikososial bagi murid dan guru bersama Himpunan Psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta mitra perguruan tinggi.
Selanjutnya, Kemendikdasmen menyiapkan penyaluran 5.000 school kit, 1.500 family kit, 6.238 mebelair, 3.956 papan tulis, dan 123.522 buku. Pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan pembelajaran masa darurat juga terus dilakukan hingga kebijakan tersebut berakhir pada 28 Agustus 2026.
Pendataan dampak dan kebutuhan pendidikan dilakukan secara berkala melalui formulir daring dan ditampilkan secara terbuka melalui portal data BNPB, sehingga perkembangan kondisi satuan pendidikan dapat dipantau dan menjadi dasar penentuan dukungan.
Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan. Dukungan diperlukan terutama untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta pendampingan guru dan murid dalam melaksanakan pembelajaran darurat.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Jakarta, 22 Agustus 2026 — Bahasa Indonesia terus menemukan ruangnya di panggung internasional, tidak hanya sebagai bahasa yang dipelajari warga dunia, tetapi juga sebagai medium untuk mengenal Indonesia dan membangun persahabatan antarbangsa. Semangat tersebut terlihat dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia Tahun 2026 yang mempertemukan para penutur asing bahasa Indonesia dari berbagai negara serta peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat pada Jumat (21/8) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan penguatan bahasa Indonesia di kancah global merupakan bagian dari upaya menjadikan bahasa sebagai instrumen diplomasi. Menurutnya, perjalanan bahasa Indonesia menuju ruang internasional merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Festival Handai Indonesia juga menjadi ruang bagi para penutur asing untuk menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai bentuk, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dan kebanggaan terhadap bahasa yang mereka pelajari.
“Festival Handai Indonesia adalah ajang tingkat internasional bagi para Handai Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas dalam berbahasa Indonesia. Festival ini merupakan bentuk apresiasi yang bersifat kompetitif sehingga para Handai Indonesia, baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar Indonesia, memiliki wadah dan kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar bahasa Indonesia dengan penuh kepercayaan diri dan kebanggaan, seberapa pun level kemahirannya,” ujar Mendikdasmen.
Mendikdasmen melihat kehadiran para Handai Indonesia sebagai bagian dari kontribusi bahasa Indonesia dalam membangun hubungan antarbangsa dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. “Dengan menggunakan medium bahasa apa pun, khususnya bahasa Indonesia, kita semua warga dunia dapat menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman. Kita dapat membangun saling pengertian, menguatkan kerja sama, dan pada akhirnya menciptakan perdamaian dunia dan kemakmuran bersama. Inilah pesan yang ingin kita sampaikan melalui bahasa Indonesia. Inilah kontribusi Indonesia bagi dunia,” jelasnya.
Penguatan bahasa Indonesia di tingkat global berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global. Ia menilai penguasaan bahasa Indonesia oleh warga dunia memiliki makna yang lebih luas karena berkaitan dengan pengenalan nilai-nilai keindonesiaan. “Diplomasi bukan hanya soal dokumen dan perjanjian, melainkan juga soal penghargaan budaya dan komunikasi. Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat,” ungkap Mendikdasmen.
Mendikdasmen berpesan agar para Handai Indonesia dapat terus memelihara jejaring dan persahabatan, menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan, mengembangkan pembelajaran BIPA di negara dan lembaga masing-masing, serta menjadi penghubung dua arah yang memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat dunia sekaligus membawa keindahan negara mereka ke Indonesia. “Kalian adalah teladan bahwa bahasa Indonesia dapat dipelajari, dicintai, dan digunakan oleh siapa pun dari mana pun,” tutup Mendikdasmen.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menilai pembelajaran bahasa Indonesia tidak berhenti pada kemampuan berkomunikasi, tetapi juga membuka kesempatan untuk memahami Indonesia secara lebih dekat. Menurutnya, semakin banyak penutur asing bahasa Indonesia, akan semakin memperkuat hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia. Ia juga menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para finalis serta para diplomat negara sahabat yang telah menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa Indonesia.
“Belajar bahasa Indonesia berarti juga belajar untuk memahami budaya, cara berpikir, dan cara hidup masyarakat Indonesia. Bahasa dapat memperkuat hubungan antarnegara melalui komunikasi langsung antar masyarakat. Inilah tujuan utama diplomasi bahasa,” ujar Menlu Sugiono.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin menjelaskan, Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari program penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan. Tingginya jumlah negara asal peserta FHI 2026 yang melampaui jumlah negara penyelenggara program BIPA menunjukkan bahwa minat terhadap bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di seluruh dunia.
“Pemberian penghargaan kepada peserta terbaik Festival Handai Indonesia 2026 dan penutupan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan praktik diplomasi bahasa dan penginternasionalan bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan yang efektif. Festival Handai Indonesia adalah ajang apresiasi bagi para sahabat Indonesia yaitu warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia serta memahami peradaban, masyarakat, dan kebudayaan Indonesia,” jelas Hafidz.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Duta Besar Laos untuk Indonesia Khamfeuang Phanthaxay, yang menjadi salah satu peserta Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat. Menurutnya, kemampuan berbahasa Indonesia membantunya berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami budaya Indonesia karena memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antarbangsa. “Bagi kami, mempelajari Bahasa Indonesia bukan hanya tentang menambah kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang membuka pintu untuk memahami masyarakat, budaya, dan cara pandang Indonesia dengan lebih dekat,” jelasnya.
Pemenang pertama Festival Handai Indonesia 2026 kategori pidato, Ciro dari Italia, mengaku senang mengikuti festival dan menggunakan Bahasa Indonesia untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Ketertarikannya terhadap Bahasa Indonesia juga tumbuh dari kekagumannya terhadap budaya dan masyarakat Indonesia yang membuatnya semakin terdorong untuk belajar. “Saya mempelajari bahasa Indonesia karena suka dengan budayanya. Menurut saya, bahasa Indonesia memiliki kosa kata sangat luas dan spesifik,” jelas Ciro.
Tahun ini, FHI menghadirkan lima jenis lomba, yaitu bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi. Sebanyak 542 pendaftar dari 79 negara turut ambil bagian, dengan 25 peserta dari 21 negara berhasil melaju sebagai finalis dan mengikuti babak final di Jakarta. Melalui Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat, Bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari sebagai bahasa, tetapi juga digunakan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai negara, membangun saling pengertian, dan merawat persahabatan antarbangsa.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Jakarta, 22 Agustus 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Pemeriksaan Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025. Dalam pemeriksaan tersebut, Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti menyampaikan apresiasi kepada BPK RI atas kerja sama dan objektivitas selama proses pemeriksaan. Ia menegaskan bahwa LHP menjadi bahan evaluasi bagi Kemendikdasmen untuk memperbaiki akuntabilitas kinerja, pengelolaan keuangan, serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN).
“Setiap catatan, temuan, dan rekomendasi yang tertuang dalam LHP ini merupakan masukan berharga yang akan mendorong Kemendikdasmen untuk lebih tertib administrasi, akuntabel, dan transparan dalam pengelolaan keuangan negara,” ujarnya, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (21/8).
Suharti mengatakan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, telah meminta seluruh jajaran Kemendikdasmen untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan BPK RI. Komitmen tersebut diarahkan agar penggunaan anggaran negara semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Untuk mempertahankan opini WTP sekaligus meminimalkan risiko penyimpangan dan temuan pemeriksaan, Kemendikdasmen juga terus memperkuat Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) dan Pengawasan Internal di seluruh unit kerja dan satuan kerja. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas pengendalian internal, pengelolaan risiko, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pengelolaan keuangan dan Barang Milik Negara (BMN).
Selain itu, Kemendikdasmen mendorong penguatan peran Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam memberikan peringatan dini dan memastikan potensi permasalahan dapat diidentifikasi serta ditindaklanjuti sejak awal. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan meningkatkan kualitas tata kelola secara berkelanjutan.
Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI, Laode Nusriadi menyampaikan bahwa pemberian opini tersebut merupakan hasil dari rangkaian pemeriksaan yang mencakup komunikasi sejak tahap awal pemeriksaan, pelaksanaan pemeriksaan, pembahasan temuan hasil pemeriksaan, hingga pembahasan rencana aksi atas konsep hasil pemeriksaan.
“Dengan penuh rasa syukur kami sampaikan bahwa BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2025,” ujar Laode.
Menurutnya, opini WTP menjadi capaian yang mencerminkan komitmen dan kesungguhan Kemendikdasmen dalam penyelenggaraan pengelolaan keuangan negara. Namun, opini tersebut bukan berarti pengelolaan keuangan telah sepenuhnya bebas dari catatan perbaikan.
Dalam pemeriksaan, BPK masih menemukan beberapa kelemahan sistem pengendalian internal dan ketidakpatuhan yang tidak berpengaruh signifikan terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
BPK RI merekomendasikan kepada Kemendikdasmen untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai tugas dan fungsinya. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, tindak lanjut atas rekomendasi BPK wajib disampaikan paling lambat 60 hari setelah LHP diterima.
Pemberian opini WTP atas Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025 menjadi capaian sekaligus meningkatkan untuk terus memperbaiki tata kelola pengelolaan keuangan negara. Melalui tindak lanjut rekomendasi BPK dan penguatan sistem pengawasan internal, Kemendikdasmen berkomitmen menjaga pengelolaan anggaran pendidikan agar semakin transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah