Mitos dan Fakta Digitalisasi Pembelajaran yang Perlu Diketahui

by | 13 Feb 2026 | Warta Kiwari

Poster : Digitalisasi Pembelajaran

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang dijalankan adalah penguatan Program Digitalisasi Pembelajaran agar dapat diterapkan secara merata hingga ke berbagai wilayah di Indonesia.

Digitalisasi pembelajaran kerap disalah artikan hanya sebatas penggunaan perangkat teknologi di ruang kelas. Tidak sedikit yang mengira bahwa kehadiran interactive flat panel (IFP) sudah cukup merepresentasikan transformasi digital di dunia pendidikan. Padahal, digitalisasi pembelajaran memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan saling berkaitan dengan berbagai aspek peningkatan mutu pendidikan.

Pada praktiknya, digitalisasi pembelajaran mencakup pengembangan konten pembelajaran digital, penerapan metode pedagogi modern, hingga penguatan literasi digital bagi guru dan murid. Transformasi ini juga berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur sekolah serta upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Oleh karena itu, sejumlah miskonsepsi yang berkembang di masyarakat perlu diluruskan agar pemahaman tentang digitalisasi pembelajaran menjadi lebih utuh.

Berikut Mitos dan Fakta terkait Digitalisasi Pembelajaran.

  •  Digitalisasi pembelajaran mengabaikan pembangunan sekolah (Mitos)

Pembangunan dan perbaikan sekolah tetap menjadi prioritas pemerintah melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Kelola Infrastruktur Pendidikan (PHTC). Program ini mencakup revitalisasi sekolah, seperti perbaikan ruang kelas, sanitasi, serta penyediaan sarana yang aman dan layak. Digitalisasi pembelajaran hadir sebagai pelengkap untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, bukan sebagai pengganti pembangunan fisik sekolah.

  • Digitalisasi pembelajaran mengabaikan kesejahteraan guru (MITOS)

Pemerintah tetap berkomitmen pada peningkatan kesejahteraan guru. Tunjangan profesi, peningkatan kompetensi, serta program pelatihan guru terus berjalan. Digitalisasi justru dirancang untuk mendukung guru dalam proses belajar mengajar, membantu pengelolaan kelas, dan memperkaya metode pembelajaran, bukan menggantikan peran guru.

  • Digitalisasi pembelajaran hanya soal Interactive Flat Panel  (MITOS

Digitalisasi pembelajaran tidak terbatas pada penggunaan perangkat seperti IFP. Transformasi ini juga mencakup penyediaan konten pembelajaran digital yang relevan, penerapan pendekatan pedagogi yang inovatif, serta peningkatan literasi digital bagi guru dan murid agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertanggung jawab

  • Interactive Flat Panel sama dengan Smart TV (MITOS)

Interactive Flat Panel berbeda dengan Smart TV. IFP merupakan layar sentuh berukuran besar yang dirancang khusus untuk kebutuhan interaktif, seperti presentasi, pembelajaran digital, dan kolaborasi di kelas. Sementara itu, Smart TV lebih difungsikan untuk konsumsi konten multimedia dan tidak dirancang untuk interaksi dua arah dalam pembelajaran.

  • Digitalisasi memperkuat pembelajaran (FAKTA)

Digitalisasi pembelajaran bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar di kelas. Implementasinya berjalan beriringan dengan revitalisasi sekolah dan peningkatan kesejahteraan guru. Dengan dukungan teknologi, pembelajaran diharapkan menjadi lebih efektif, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Melalui pemahaman yang tepat, digitalisasi pembelajaran tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai upaya bersama untuk memperkuat mutu pendidikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

(Tim media)

 

 

 

Publikasi Terkait

Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru

Kabupaten Cianjur - Semangat membangun karakter, kemandirian, dan kepedulian terus ditumbuhkan melalui penyelenggaraan Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Kabupaten...

Workshop Pendidikan Kota Bandung, Dorong Optimalisasi Pengelolaan BOSP

Kota Bandung - Dalam rangka mendukung pelaksanaan pembelajaran yang bermutu untuk menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini bersama Komisi X DPR RI menyelenggarakan Workshop Pendidikan bertema “Pengelolaan dan Optimalisasi Bantuan...

Perkuat Sinergi, Kawal Pembangunan SNT Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - BBPMP Provinsi Jawa Barat mendampingi Tim Kejaksaan Agung bersama Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (Setditjen PAUD Dikdas dan PNFI) dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengamanan Pembangunan...

Tim KSP Pantau Revitalisasi di Kabupaten Garut

Kabupaten Garut - Dalam rangka pemantauan Program Revitalisasi Sekolah, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat bersama Tim Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melakukan kunjungan pemantauan pelaksanaan revitalisasi di Kabupaten Garut,...

Kemendikdasmen Siapkan Empat Strategi Tindak Lanjut Hasil PISA 2025

Bandung Barat - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam pendidikan Indonesia. Selain mencatat peningkatan pada kemampuan literasi sains dan membaca, Indonesia juga berhasil memperluas akses pendidikan...