Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru

Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru

Kabupaten Cianjur – Semangat membangun karakter, kemandirian, dan kepedulian terus ditumbuhkan melalui penyelenggaraan Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Kabupaten Cianjur.

Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” serta slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Gema Tunas V hadir sebagai ruang pembentukan karakter kepemimpinan-kepemimpinan yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga memiliki keteguhan karakter, semangat kebersamaan, kepedulian, dan komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat Panca Waluya, mari meneguhkan pribadi yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer sebagai fondasi menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru. Karena pemimpin sejati bukan hanya tentang siapa yang berada di depan, tetapi tentang siapa yang bersedia berkarya, berbakti, dan peduli.

PKBM & SKB: Berkarya, Berbakti, Peduli.
Menumbuhkan pemimpin, menguatkan pendidikan masyarakat, membangun Jawa Barat Istimewa.

Dua Dekade Duta Bahasa: Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Dua Dekade Duta Bahasa: Bersama Merawat Bahasa Indonesia di Kalangan Generasi Muda

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 821/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 20 September 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) mengumumkan Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti dari DKI Jakarta sebagai Terbaik I Duta Bahasa Nasional 2026 pada Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 di Graha Utama, Kemendikdasmen, Jakarta, Jumat (18/9).Perhelatan yang menandai 20 tahun perjalanan Duta Bahasa sejak 2006 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Mengangkat tema “Matribahasa-Matribumi”, Duta Bahasa Nasional 2026 mengajak generasi muda melihat bahasa ibu sebagai akar yang menopang bahasa persatuan, bahasa Indonesia, sekaligus membentuk identitas ibu pertiwi. Bahasa bukan sekadar sarana tutur, melainkan jembatan pemersatu keragaman etnis, budaya, dan geografis yang tumbuh seiring dengan sejarah perjuangan bangsa.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berpesan agar para Duta Bahasa menjadi teladan dalam menggunakan bahasa Indonesia sekaligus penggerak kecintaan terhadap bahasa dan sastra, khususnya di kalangan generasi muda. “Peran dan amanah tersebut tidak berhenti pada rangkaian kegiatan atau masa penugasan, tetapi diharapkan terus tumbuh menjadi komitmen dan gerakan yang berkelanjutan. Saya berharap para Duta Bahasa dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang menguatkan partisipasi semesta dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui dukungan nyata dan peran aktif, kolaboratif, serta berdampak,” ucap Hafidz.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, melaporkan bahwa Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung melalui tahapan seleksi di tingkat provinsi, pembekalan, penjurian final, hingga Puncak Penganugerahan di tingkat nasional. Menurutnya, program unggulan Badan Bahasa tersebut menjadi wadaj untuk melahirkan generasi muda terbina yang dapat menjadi mitra Badan Bahasa. “Pengalaman yang diperoleh selama menjalankan tugas menjadi pembelajaran yang bermakna untuk terus berkontribusi dalam upaya pengutamaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing sehingga dapat memartabatkan bahasa Indonesia,” ujar Hidayat.

Sebanyak 31 pasang finalis dari berbagai daerah mengikuti rangkaian penilaian sebelum maju ke Puncak Penganugerahan. Penilaian meliputi krida kebahasaan dan kesastraan, tuturloka, psikotes, unjuk talenta, penulisan artikel kebahasaan dan kesastraan, pembuatan video konten, serta performa panggung. Hasilnya, Terbaik II diraih Najwan Eka Murit Setiawan dan Siti Syahira Hasnainy Putri dari Jawa Timur; Terbaik III diraih I Km Wikananda Rama Satria Ms dan Kadek Dinda Amela Putri Darma dari Bali; Terbaik IV, Muhamad Akmal Musthofa dan Mitha Afrida Khairunnisa dari Jawa Barat; Terbaik V, Gayuh Ardian Fajri dan Krisna Puspita dari Daerah Istimewa Yogyakarta; serta Terbaik VI, Dimas Saputra dan Rahma Anggit Khairunnisa dari Kalimantan Barat. Sementara itu, Harapan I diraih Galih Widhia Putra dan Geri Melda Rina dari Lampung; Harapan II, Muhammad Berlian dan Alifya Aini Fauziyah dari Sumatra Barat; Harapan III, Zulfiqri Saputra Samsul dan Nilayanti dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat; serta Harapan IV, Reyhan Rahmat Ilahi dan Nasywa Luthfia Alfi dari Jambi. Predikat Terbaik Favorit Putra diraih Najwan Eka Murti Setiawan dan Terbaik Favorit Putri diraih Siti Syahira Hasnainy Putri, keduanya dari Jawa Timur.

Para juri kehormatan memberikan penguatan agar Duta Bahasa tidak hanya menjadi teladan dalam penggunaan bahasa, tetapi juga aktif mengisi ruang publik dan media sosial dengan konten yang positif dan relevan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, menyampaikan bahwa Duta Bahasa merupakan aset bangsa yang perlu terus dibina dan diberdayakan sebagai mitra Badan Bahasa, Kemendikdasmen, dan unit pelaksana teknis di daerah. Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Chacha Annisa, mendorong Duta Bahasa untuk aktif di masyarakat dan media sosial, sedangkan Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengajak para finalis terus mengasah kemampuan dan memperbanyak pengalaman untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa
.
Terpilih sebagai Terbaik I, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti menyampaikan komitmen untuk menjadi mitra strategis Badan Bahasa dalam mengembangkan dan melakukan pembinaan kebahasaan, terutama bagi generasi muda. “Kami juga akan berkolaborasi lebih luas lagi bersama Badan Bahasa dan Ikatan Duta Bahasa Nasional serta merangkul berbagai pihak untuk mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa,” ungkap Immanuel. Dania menambahkan,” Harapannya, Duta Bahasa Nasional tidak hanya menjadi perpanjangan tangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, tetapi juga bisa menjadi jembatan kebutuhan yang ada di masyarakat jika ada masalah atau keluhan tentang kebahasaan dan kesastraan.”

Dengan berakhirnya Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2026, para Duta Bahasa diharapkan melanjutkan perannya di tengah masyarakat melalui tindakan nyata yang sesuai dengan dinamika perkembangan zaman. Kehadiran mereka diharapkan turut memantapkan fungsi bahasa Indonesia, memperkuat jati diri, serta meningkatkan daya saing bangsa melalui kecintaan terhadap bahasa dan sastra.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Puspresnas Tegaskan Integritas OSN 2026 dan Tindak Kecurangan

Puspresnas Tegaskan Integritas OSN 2026 dan Tindak Kecurangan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 820/sipers/A6/IX/2026

Malang, Jawa Timur, 20 September 2026 – Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen), SMA/MA/SMK/MAK/Sederajat Tingkat Nasional Tahun 2026, yang diselenggarakan pada 14 s.d. 20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berlangsung sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah No. 16 tahun Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid dan panduan OSN 2026. Namun, dalam pelaksanaannya, Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menemukan adanya kecurangan pada pelaksanaan tes.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Puspresnas akan bertindak tegas sesuai dengan ketentuan atas kecurangan yang telah terdeteksi tersebut. “Kami telah melakukan pemantauan dan bekerja sama dengan para Dewan Juri Nasional pada sembilan cabang ajang dan satu ekshibisi atas pelaksanaan dua hari tes OSN pada 16 dan 17 September 2026. Hasilnya terdeteksi ditemukan kecurangan selama tes berlangsung,” tegas Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono.

“Puspresnas dan Dewan Juri Nasional memperkuat integritas OSN dengan pengawasan ketat yang telah dimulai sejak OSN tingkat kabupaten/kota/provinsi di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kecurangan OSN Dikmen Tingkat Nasional 2026 disinyalir pada finalis di cabang ajang ekonomi, astronomi, matematika, dan kebumian. Finalis, ketua kontingen, satuan pendidikan, dan berbagai pihak lainnya diharapkan dapat mematuhi ketentuan dan peraturan OSN tingkat nasional serta siap menghormati hasil klarifikasi dan penilaian Dewan Juri Nasional,” ungkap Irene.

Menindaklanjuti temuan kecurangan tersebut, Puspresnas bersama Dewan Juri Nasional telah melakukan pemeriksaan dan penelaahan berdasarkan bukti dan informasi yang diperoleh selama pelaksanaan OSN. Proses tersebut dilakukan dengan mengamankan dan menginventarisasi bukti dan informasi terkait, melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, serta memeriksa proses dan hasil pelaksanaan tes pada cabang ajang yang terindikasi. Puspresnas juga memastikan independensi proses penelaahan agar tindak lanjut ditetapkan berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku. Puspresnas juga memastikan bahwa proses pemeriksaan dilakukan dengan tetap memperhatikan hak seluruh pihak yang terlibat sebagai bagian dari komitmen menjaga objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam penyelenggaraan ajang talenta.

Memperhatikan aturan pada panduan OSN Dikmen, pelanggaran dalam kategori berat antara lain berupa penggunaan perangkat yang tidak diperkenankan untuk lomba dan membawa perangkat komunikasi dan alat yang dilarang saat tes berlangsung. Berdasarkan ketentuan tersebut, peserta yang terbukti melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi diskualifikasi. Sanksi bagi satuan pendidikan atau berbagai pihak lainnya akan dikaji lebih dalam bersama Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen.

“Ditemukan ada peserta mengakses Google selama proses pengerjaan untuk mencari petunjuk atau informasi terkait dengan soal. Kami dan pengawas telah mengendalikan sistem jaringan yang dapat mendeteksi kecurangan dari aplikasi tes. Klarifikasi dilakukan dan peserta mengakui kecurangan ini. Langkah ini dilakukan juri untuk menjaga objektivitas, keadilan, integritas, dan sportivitas kompetisi, sehingga prestasi yang diraih benar-benar mencerminkan kemampuan peserta,” tutur Dwi selaku koordinator juri cabang ajang ekonomi.

Pada cabang ajang matematika, ditemukan pula pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes. “Satu peserta melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan tes yaitu membawa dan menggunakan telepon seluler serta memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pengerjaan soal,” ungkap Fajar sebagai koordinator juri di cabang ajang matematika.

Kemendikdasmen melalui Puspresnas menegaskan bahwa keberhasilan OSN tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diperoleh, tetapi juga dari kualitas proses yang menghasilkan prestasi tersebut. OSN bukan semata-mata kompetisi untuk memperoleh medali. OSN merupakan bagian dari ekosistem pengembangan talenta murid yang mengintegrasikan kompetensi, karakter, integritas, dan kesempatan pengembangan prestasi secara berkelanjutan. Kemendikdasmen melalui Puspresnas memastikan prestasi yang lahir dari OSN diperoleh melalui proses yang jujur dan berintegritas.

Kemendikdasmen juga mengapresiasi masyarakat yang peduli terhadap prestasi dan karakter generasi muda Indonesia serta turut mengawal penyelenggaraan OSN di setiap tingkatan. Penguatan tata kelola penyelenggaraan akan terus dilakukan secara intensif untuk menjaring talenta berprestasi di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan SILN. Masyarakat juga diimbau memastikan informasi mengenai OSN bersumber dari kanal komunikasi resmi dan terverifikasi milik Puspresnas yaitu https://pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id/ .rj

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers