WSC Shanghai 2026 Jadi Tolok Ukur Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

WSC Shanghai 2026 Jadi Tolok Ukur Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 810/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 16 September 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Indonesia mengirimkan 20 kompetitor sebagai peserta yang akan berlaga dalam 17 bidang keahlian dan 17 eksper (expert) sebagai ahli yang menjalankan fungsi teknis dan penilaian dalam kompetisi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WSC tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum bagi pendidikan vokasi Indonesia untuk melihat perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat dunia. “Ajang di Shanghai nanti akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurutnya, berbagai bidang yang dipertandingkan dalam WSC dapat menjadi gambaran mengenai keahlian yang relevan di masa depan. Hal tersebut perlu direspons melalui pengembangan pendidikan vokasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan manusia modern, termasuk di era kecerdasan artifisial (AI).

“Dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Shanghai, saya rasa kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa dan saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia,” tuturnya.

Wamen Fajar juga mengatakan bahwa perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap pekerjaan teknis. Menurutnya, bidang-bidang, seperti listrik, plumbing, bangunan, dan konstruksi, yang dipertandingkan dalam WSC menunjukkan bahwa keterampilan teknis masih memiliki tempat di dunia kerja.

“Di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat. Saya lihat di antara cabang-cabang yang dipertandingkan juga itu ‘kan, soal listrik, plumbing, bangunan, konstruksi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa kontingen Indonesia telah melalui proses persiapan dan pelatihan yang panjang. Para kompetitor merupakan murid dan alumni SMK serta talenta dari berbagai institusi mitra industri yang menjalani pelatihan selama enam hingga mendekati satu tahun.

“Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper. Namun, mereka membawa nama Indonesia. Mereka juga tidak datang dengan tiba-tiba, ada latihan yang cukup panjang, dengan seleksi yang ketat, ada perjuangan, ada kesalahan yang berulang kali dilakukan sampai pada titik menjadi ahli,” ujar Dirjen Tatang

Ia menjelaskan bahwa WSC merupakan panggung keterampilan terbesar di dunia yang menuntut peserta tidak hanya memiliki kemampuan presisi, tetapi juga kecepatan, kreativitas, serta kemampuan memenuhi standar dan benchmark dunia.

“Tentu kita ingin medali, tapi jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar dunia,” tegasnya.

Menurut Dirjen Tatang, pengalaman yang diperoleh kontingen selama mengikuti kompetisi di Shanghai diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium. Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan murid SMK di tanah air,” ujarnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

OSN Dikmen 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pengembangan Talenta Sains Berkelanjutan

OSN Dikmen 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pengembangan Talenta Sains Berkelanjutan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 809/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 16 September 2026Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Pembukaan berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Selasa (15/9).

Mengusung semangat pengembangan talenta sains secara berkelanjutan, OSN Dikmen 2026 menjadi ruang bagi murid untuk mengaktualisasikan kemampuan sains, membangun karakter, dan memperluas kesempatan pengembangan diri hingga tingkat internasional.

Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan satu Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) Jepang berhasil lolos ke tingkat nasional dan akan berkompetisi pada sembilan cabang ajang, yaitu astronomi, biologi, ekonomi, fisika, geografi, informatika/komputer, kebumian, kimia, dan matematika.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa OSN merupakan bagian dari upaya menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta murid.

“OSN adalah ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan talenta para murid dan semangat inilah yang menjadi dasar manajemen talenta murid,” ujar Suharti.

Suharti juga menegaskan bahwa prestasi yang diraih melalui OSN perlu dipandang sebagai langkah awal untuk membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan yang lebih luas bagi para peserta.

“OSN bukan sekadar untuk mendapatkan medali, melalui pembinaan berkelanjutan, para peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mewakili Indonesia di ajang olimpiade sains internasional dan memperoleh peluang pengembangan pendidikan melalui kesempatan mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa partisipasi talenta sains jenjang pendidikan menengah pada OSN 2026 mengalami peningkatan. Jumlah pendaftar mencapai 297.955 peserta, naik 12,33 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 265.251 peserta.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi murid SMA/MA/SMK/MAK/sederajat dari 38 provinsi dan SILN di seluruh dunia dalam ajang pengembangan talenta bidang riset dan inovasi.

“Artinya, setiap tahun tingkat persaingan OSN ini semakin tinggi. Luar biasa adik-adik sudah sampai tahap final,” tutur Irene.

Selain pelaksanaan sembilan cabang sains, Puspresnas juga bekerja sama dengan Cakrawala University menyelenggarakan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) untuk tahun kedua. EKKA 2026 mencatat peningkatan pendaftar sebesar 72,01 persen, dari 1.347 peserta pada 2025 menjadi 2.317 peserta dari 37 provinsi pada 2026. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi akan mengikuti babak final EKKA 2026. Penyelenggaraan ini menjadi bagian dari perluasan ruang aktualisasi talenta murid di bidang kecerdasan artifisial.

Irene menjelaskan, pengembangan talenta murid tidak berhenti pada perolehan medali. Kemendikdasmen terus menyiapkan berbagai kesempatan bagi murid berprestasi untuk mengembangkan kemampuan dan melanjutkan perjalanan prestasinya.

“Tidak hanya medali, tidak hanya uang pembinaan, namun juga serangkaian upaya pengembangan prestasi berkelanjutan,” jelas Irene.

Sejalan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, OSN menjadi salah satu ajang talenta yang memfasilitasi pengembangan, peningkatan, dan apresiasi talenta secara berkelanjutan, mulai dari tingkat nasional hingga internasional.

Peserta dengan capaian terbaik berkesempatan mengikuti pembinaan lanjutan dan mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional, di antaranya International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), International Olympiad in Informatics (IOI).

Lebih lanjut, penyelenggaraan OSN Dikmen 2026 merupakan kali kedua UMM dipercaya menjadi tuan rumah. Dukungan UMM mencakup kesiapan fasilitas, layanan penyelenggaraan, dan penciptaan atmosfer akademik yang mendukung pengalaman peserta selama mengikuti OSN.

Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Nazaruddin Malik, menyampaikan bahwa UMM berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pengembangan sains dan talenta murid. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

“Selamat berkompetisi, tegakkan kejujuran, raihlah prestasi yang maksimal,” pesan Nazaruddin kepada seluruh peserta OSN Dikmen 2026.

Salah satu peserta OSN Dikmen cabang ajang matematika, Edric Owen Pidono dari SMAS Katolik Rajawali Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Motivasi saya mengikuti OSN adalah karena prestasi di ajang ini dapat membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, salah satunya melalui kesempatan mendapatkan Beasiswa Talenta Indonesia dan beasiswa lainnya,” ungkapnya.

Semangat untuk meraih prestasi dan melanjutkan perjuangan ke ajang internasional juga menjadi harapan para finalis OSN Dikmen 2026. Salah satunya Azzahra Nabilla Sofian dari SMA Negeri 10 Samarinda. “Semoga usaha dan kerja keras saya bisa membuahkan medali dan lanjut ke ajang internasional,” ucap finalis dari cabang ajang biologi ini.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu peserta EKKA OSN 2026, yaitu Michael Daniel dari SMAS Darma Yudha, Pekanbaru, Riau. “Selain ingin memperdalam kecerdasan artifisial, saya ingin mengikuti pelatnas dan bergabung menjadi tim nasional Indonesia pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI),” tuturnya.

Melalui OSN Dikmen 2026 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, pada 14–20 September 2026 dengan dihadiri 566 murid dari peserta OSN dan EKKA, Kemendikdasmen menegaskan komitmen untuk terus membuka ruang bagi murid Indonesia dalam mengembangkan potensi, memperluas pengalaman belajar, dan meraih prestasi yang bermanfaat bagi masa depan bangsa.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Tim KSP Pantau Revitalisasi di Kabupaten Garut

Tim KSP Pantau Revitalisasi di Kabupaten Garut

Kabupaten Garut – Dalam rangka pemantauan Program Revitalisasi Sekolah, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat bersama Tim Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melakukan kunjungan pemantauan pelaksanaan revitalisasi di Kabupaten Garut, Selasa (15/9/2026).

Pemantauan dilakukan di SDN 1 Haurpanggung dan SMPN 1 Tarogong Kaler untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan revitalisasi serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas sarana dan layanan pendidikan di sekolah.

Selain meninjau pelaksanaan revitalisasi, tim juga melihat pemanfaatan fasilitas pendukung pembelajaran di SMPN 1 Tarogong Kaler. Dalam kunjungan tersebut, murid menunjukkan pemanfaatan PID dalam mendukung proses pembelajaran.

Pemanfaatan fasilitas dan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif serta mendukung kebutuhan murid. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sekolah tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran.

Melalui kolaborasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, BBPMP Provinsi Jawa Barat terus mendukung terwujudnya sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Dua Dekade Menanti, Mimpi SMA Swasta Afore Susua Miliki Sekolah Layak Terwujud melalui Revitalisasi

Dua Dekade Menanti, Mimpi SMA Swasta Afore Susua Miliki Sekolah Layak Terwujud melalui Revitalisasi

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 808/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 15 September 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memastikan satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mendapatkan dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang layak. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SMA Swasta Afore Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan revitalisasi pada tahun 2026 diarahkan untuk menjangkau sekolah yang membutuhkan dukungan, khususnya di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan anak-anak di mana pun mereka berada tetap mendapatkan tempat belajar yang layak. Karena itu, revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Mendikdasmen.

Di Kabupaten Nias Selatan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menyasar 106 satuan pendidikan dengan total bantuan sekitar Rp118,7 miliar. Bantuan tersebut terdiri atas 30 PAUD senilai Rp16,3 miliar, 46 SD senilai Rp54,6 miliar, 18 SMP senilai Rp34,7 miliar, 6 SMA senilai Rp7,8 miliar, dan 6 SMK senilai Rp5,3 miliar.

Salah satu satuan pendidikan penerima bantuan tersebut adalah SMA Swasta Afore Susua. Pada 2026, sekolah yang berada di Kecamatan Susua tersebut mendapatkan bantuan revitalisasi sebesar Rp1.103.448.000 untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna beserta perabotnya. Hingga saat ini, pelaksanaan revitalisasi telah mencapai progres 72 persen.

Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, menyampaikan rasa syukur atas revitalisasi yang dilaksanakan di sekolahnya. Ia mengatakan, SMA Swasta Afore Susua merupakan sekolah pertama yang didirikan di Kecamatan Susua pada 2006. Sekolah tersebut didirikan oleh yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap masih terbatasnya akses pendidikan jenjang SMA bagi anak-anak di wilayah tersebut.

“Dengan bangunan seadanya dan fasilitas alakadarnya, sekolah ini dibangun dengan tujuan membantu putra-putri daerah Kecamatan Susua mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” ujar Esti.

Selama hampir dua dekade, SMA Swasta Afore Susua telah meluluskan hampir dua ribu alumni yang kini berkontribusi di tengah masyarakat. Namun, kondisi sejumlah ruang kelas sebelum direvitalisasi cukup memprihatinkan. Atap mulai bocor, plafon mengalami kerusakan, sementara lantai, jendela, dan pintu juga dalam kondisi rusak.

Menurut Esti, perubahan mulai terlihat setelah proses revitalisasi berjalan. Ruang belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai tampak kokoh, rapi, dan lebih layak digunakan. Meskipun pembangunan belum sepenuhnya selesai, para murid dan guru sudah tidak sabar untuk menempati ruang kelas yang telah direhabilitasi.

“Mimpi kami untuk bisa mendapatkan bangunan yang layak dan fasilitas yang layak telah terwujud pada tahun 2026 ini atas program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami. Saya mewakili civitas akademika, para guru, tenaga kependidikan, seluruh siswa-siswi, serta orang tua murid mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami,” ungkapnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Kemendikdasmen Siapkan Empat Strategi Tindak Lanjut Hasil PISA 2025

Kemendikdasmen Siapkan Empat Strategi Tindak Lanjut Hasil PISA 2025

Bandung Barat – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam pendidikan Indonesia. Selain mencatat peningkatan pada kemampuan literasi sains dan membaca, Indonesia juga berhasil memperluas akses pendidikan bagi anak usia sekolah.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, yang diikuti oleh 91 negara dan ekonomi dengan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sebagai sampel di seluruh dunia. Jumlah peserta tersebut menjadi yang terbesar sejak PISA pertama kali diselenggarakan pada 2000.

Pada PISA 2025, skor literasi sains Indonesia meningkat enam poin, dari 383 pada 2022 menjadi 389. Kemampuan membaca juga mengalami peningkatan dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika Indonesia tercatat 364.

Peningkatan capaian tersebut berjalan seiring dengan semakin luasnya akses pendidikan. Berdasarkan Coverage Index, yaitu proporsi murid berusia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal, angka Indonesia meningkat dari 0,46 pada keikutsertaan pertama PISA pada 2003 menjadi 0,90 pada 2025. Kondisi ini menunjukkan perluasan akses pendidikan yang signifikan dalam kurun waktu lebih dari dua dekade.

Perkembangan juga terlihat pada kemampuan murid Indonesia dalam pemecahan masalah komputasional. Murid Indonesia tercatat lebih sering terlibat dalam pembelajaran untuk menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lainnya. Hal ini menjadi peluang untuk terus memperkuat kemampuan bernalar dan literasi digital peserta didik di tengah perkembangan teknologi.

Hasil PISA 2025 menjadi salah satu pijakan dalam memperkuat kebijakan peningkatan mutu pendidikan. Kemendikdasmen menyiapkan empat arah strategis sebagai tindak lanjut, mulai dari penguatan kompetensi guru, peningkatan kualitas pembelajaran, penyelarasan asesmen, hingga penguatan peran keluarga.

Penguatan kompetensi guru diarahkan melalui peningkatan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta pengembangan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk kemampuan di bidang koding dan kecerdasan artifisial.

Dari sisi pembelajaran, penguatan dilakukan melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter murid. Kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga akan terus diselaraskan dengan kompetensi penalaran yang menjadi bagian penting dalam kerangka PISA.

Selain sekolah dan guru, keluarga turut menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kemendikdasmen mendorong penguatan peran orang tua melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) serta kemitraan keluarga dalam penerapan pembelajaran mendalam.

Capaian PISA 2025 dengan demikian tidak hanya menjadi gambaran mengenai posisi Indonesia dalam asesmen pendidikan internasional. Lebih dari itu, hasil tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus memastikan semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Dengan perluasan akses yang berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan literasi dan sains, hasil PISA 2025 menjadi momentum untuk melanjutkan transformasi pendidikan Indonesia menuju pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 797/sipers/A6/IX/2026