Kemendikdasmen Dorong Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

Kemendikdasmen Dorong Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 874/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 14 Oktober 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung upaya membangun budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan melalui kolaborasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Agama. Inisiatif ini mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari, terutama di sekolah-sekolah yang belum pernah mengikuti Program Sekolah Adiwiyata.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari kebijakan inti pendidikan yang perlu diwujudkan melalui penguatan kompetensi lulusan, pembelajaran, pembiasaan karakter, dan penyediaan sarana sekolah yang layak.

“Sekolah adalah tempat kebiasaan dibentuk. Kebiasaan yang tumbuh di sekolah akan dibawa murid ke rumah, ke lingkungan tempat tinggalnya, dan ke tempat kerjanya,” ujar Wamen Atip dalam kegiatan Taubat Ekologis untuk Sekolah Berbudaya Lingkungan, di Jakarta, Senin (12/10).

Wamen Atip menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan tercermin dalam dimensi keimanan dan ketakwaan pada delapan dimensi profil lulusan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Kepedulian tersebut juga dapat diperkuat melalui pembelajaran mendalam (Deep Learning), kegiatan kokurikuler, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta Gerakan Sekolah Bersih yang mendorong lingkungan sekolah aman, sehat, rapi, dan indah.

Untuk itu, Wamen Atip mengajak sekolah memulai perubahan dari kondisi nyata di lingkungan masing-masing, seperti mengidentifikasi jumlah sampah harian, memperbaiki pengelolaan sampah, menjaga kebersihan toilet dan saluran air, serta menghemat penggunaan energi dan air. Hasil identifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan yang terintegrasi dalam rencana kerja dan anggaran sekolah.

“Perubahan tidak boleh bergantung pada satu atau dua orang saja. Oleh karena itu, diperlukan komitmen seluruh warga sekolah dan dukungan pemerintah daerah agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi budaya,” tambahnya.

Semangat tersebut dirasakan Dini Purnama Sari, guru SMKN 17 Jakarta. Sekolahnya telah membiasakan murid dan warga sekolah membawa botol minum serta tempat makan sendiri, sekaligus memilah dan mengolah sampah organik maupun anorganik melalui kegiatan kokurikuler. Sekolah juga menyediakan fasilitas pengisian air minum mandiri agar murid dapat mengurangi penggunaan minuman kemasan.

Sementara itu, Annisa ul Chasanah, guru SDN Malaka Jaya 10 Jakarta, menyampaikan komitmen sekolah untuk membiasakan pemilahan sampah, mengurangi plastik sekali pakai, merawat tanaman, dan membuat kompos dari sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta daun kering.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan partisipasi aktif warga sekolah, Kemendikdasmen berharap Taubat Ekologis tidak berhenti pada deklarasi, tetapi berlanjut menjadi aksi nyata dan kebiasaan sehari-hari. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang tumbuhnya generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. (Penulis: Shaka/Editor: Stephanie/Seno H.)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Mendikdasmen Terima Penghargaan TOP GPR Award 2026 atas Penguatan Komunikasi Publik

Mendikdasmen Terima Penghargaan TOP GPR Award 2026 atas Penguatan Komunikasi Publik

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 873/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 14 Oktober 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menerima penghargaan kategori TOP Digital Education Innovation Figure 2026 dalam ajang 6th TOP GPR Award 2026 di Jakarta, Selasa (13/10). Penghargaan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya inovasi digital pendidikan yang didukung komunikasi publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Government Public Relations (GPR) Award merupakan praktik komunikasi publik pemerintah untuk menyampaikan informasi, menjelaskan kebijakan, serta membangun hubungan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Melalui TOP GPR Award 2026, GPR Institute mendokumentasikan berbagai praktik, inovasi, dan capaian komunikasi publik instansi pemerintah sebagai referensi bagi pengembangan kehumasan pemerintah.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen. Ia mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan upaya bersama yang dibangun di lingkungan kementerian.

“Terima kasih kepada Prof. Widodo Muktiyo dan Bapak Tri Raharjo serta seluruh jajaran GPR Institute atas penghargaan yang diberikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Penghargaan ini merupakan capaian yang diperoleh dari kebersamaan serta kerja sama yang selama ini dibangun dalam Kemendikdasmen,” ucap Mendikdasmen.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen menerapkan budaya kerja RAMAH, yaitu Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai saluran layanan untuk merespons informasi, pertanyaan, dan keluhan masyarakat, termasuk Unit Layanan Terpadu (ULT) yang menyediakan layanan selama 24 jam dan tujuh hari dalam sepekan. Ia juga memperkenalkan prinsip SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, sebagai bagian dari upaya memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat.

Selain ULT, Kemendikdasmen mengembangkan Rumah Pendidikan sebagai platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber belajar untuk mendukung proses pembelajaran. Inovasi ini mendapat pengakuan internasional setelah meraih predikat Winner atau juara pertama kategori e-Government dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto turut mengapresiasi Rumah Pendidikan sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan Indonesia. Penghargaan tersebut memperkuat upaya Kemendikdasmen dalam menghadirkan inovasi digital yang memperluas akses terhadap layanan pendidikan dan sumber belajar.

Sementara itu, Founder GPR Institute, Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran mendasar dalam kehidupan berbangsa. Menurutnya, perkembangan teknologi telah menghadirkan tantangan baru bagi komunikasi publik, mulai dari misinformasi, disinformasi, hingga penyebaran konten manipulatif berbasis AI. “Persoalan komunikasi adalah persoalan yang menjadi oksigen bangsa,” ujar Widodo.

Ia menjelaskan bahwa humas pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu mampu mendeteksi isu sebelum berkembang menjadi krisis, memverifikasi informasi, menangani disinformasi, serta menyampaikan kebijakan secara jelas dan konsisten.

Widodo juga menekankan pentingnya mendengarkan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi publik. Menurutnya, pemerintah perlu memahami perubahan perilaku dan persepsi masyarakat, sekaligus memanfaatkan data untuk mengevaluasi berbagai fenomena. AI dapat menjadi alat bantu dalam pekerjaan komunikasi, tetapi kreativitas, penilaian, dan tanggung jawab manusia tetap diperlukan.

Harapannya melalui 6th TOP GPR Award 2026, penguatan kompetensi humas pemerintah diharapkan dapat terus didorong agar komunikasi kebijakan menjadi lebih akurat, responsif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Di tengah perkembangan AI dan derasnya arus informasi digital, komunikasi publik yang beretika dan dapat dipercaya menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Penulis: Zahra/Editor: Ririn/Seno H.)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Mendikdasmen: Pendidikan adalah Kekuatan untuk Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas

Mendikdasmen: Pendidikan adalah Kekuatan untuk Membangun Bangsa dan Menyiapkan Generasi Emas

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 872/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 14 Oktober 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kekuatan utama dalam membangun bangsa dan menyiapkan generasi masa depan. Pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi untuk mewujudkan bangsa yang maju sekaligus melahirkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman. Hal tersebut disampaikan saat membuka 10th Education International Asia-Pacific Regional Conference yang mengangkat tema “Organising for Power” di Jakarta, Selasa (13/10).

“Untuk membangun bangsa yang baik, kita harus memiliki pendidikan yang baik. Jika ingin melahirkan generasi yang baik, kita juga harus memiliki pendidikan yang baik. Saya percaya bahwa pendidikan adalah sebuah kekuatan,” ujar Mendikdasmen.

Ia menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercermin dalam Asta Cita keempat yang menekankan pembangunan sumber daya manusia serta penguatan generasi muda menuju Generasi Emas Indonesia.

Menurut Menteri Mu’ti, pendidikan di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan kerja bersama dari pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Untuk itu, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan keterlibatan aktif murid dalam proses belajar. Pendekatan ini juga menempatkan murid sebagai manusia seutuhnya yang perlu dihargai, sekaligus mengakui pentingnya penghormatan terhadap guru dan masyarakat dalam ekosistem pendidikan.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, gemar belajar, makan sehat dan bergizi, bermasyarakat, serta tidur cepat. Pendidikan juga perlu dibangun melalui pendekatan humanis dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sebagai Catur Pusat Pendidikan.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak terlepas dari peran guru. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membimbing murid menjadi pembelajar yang baik dan warga negara yang bertanggung jawab.

“Kami menekankan peran guru bukan hanya sebagai agen pembelajaran, melainkan juga sebagai agen peradaban,” tegasnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa di tengah perubahan dunia yang terus berlangsung, kolaborasi semakin penting untuk memastikan guru memperoleh dukungan yang dibutuhkan dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan merata. Setiap anak, terlepas dari latar belakangnya, berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

“Kami akan terus berinvestasi di bidang pendidikan untuk memastikan setiap murid memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan mereka,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, pemerintah daerah memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat dukungan bagi guru, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan saat ini.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, menyampaikan harapan agar konferensi ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama bagi masa depan pendidikan serta profesi guru. Ia menegaskan komitmen PGRI untuk terus memperjuangkan martabat profesi, kesejahteraan, standar dan profesionalisme, serta perlindungan hak-hak guru.

Dukungan terhadap guru, penguatan profesionalisme, dan pemenuhan kesejahteraan mereka merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak, masyarakat, dan bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat dan pendidikan yang berkualitas, guru dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi Indonesia dan dunia. (Penulis: Stephanie / Editor: Seno)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers