TKA 2026 Memasuki Tahap Gladi Bersih, Mekanisme Pelaksanaan Disempurnakan

TKA 2026 Memasuki Tahap Gladi Bersih, Mekanisme Pelaksanaan Disempurnakan

Bandung Barat – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan satuan pendidikan sederajat terus dipersiapkan melalui berbagai tahapan, mulai dari pendataan, sinkronisasi, hingga persiapan teknis pelaksanaan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai ketentuan dan kesiapan satuan pendidikan.

Menjelang pelaksanaan, satuan pendidikan perlu memastikan seluruh proses pendataan telah diselesaikan, termasuk melengkapi data infrastruktur, menentukan status dan moda pelaksanaan, mengisi rincian komputer proktor, klien, dan ruang, serta mengatur gelombang dan sesi. Pengaturan tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju tahapan gladi dan pelaksanaan TKA.

Memasuki awal Oktober 2026, rangkaian TKA dan Asesmen Nasional (AN) telah memasuki tahapan gladi bersih. Gladi bersih TKA dan AN dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni Gelombang 1 pada 5-11 Oktober 2026 dan Gelombang 2 pada 12-18 Oktober 2026. Selanjutnya, pelaksanaan TKA dan AN dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Jadwal pelaksanaan TKA dan AN tahun 2026 jenjang SMA, SMK, MA, dan satuan pendidikan sederajat

Pelaksanaan TKA tahun 2026 juga mengalami sejumlah perubahan mekanisme berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya. Salah satu perubahan dilakukan untuk mengurangi kelelahan kognitif peserta. Jika pada tahun 2025 tiga mata pelajaran wajib dilaksanakan dalam satu hari, maka pada tahun 2026 mata pelajaran wajib dilaksanakan satu mata pelajaran untuk satu hari.

Selain perubahan pembagian waktu pelaksanaan, durasi pengerjaan juga mengalami penyesuaian. Untuk Matematika, waktu pengerjaan meningkat dari 60 menit menjadi 75 menit untuk 25 butir soal. Sementara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris juga memiliki durasi 75 menit untuk 30 butir soal. Penyesuaian tersebut menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan TKA bagi peserta.

Perubahan mekanisme juga diterapkan pada pelaksanaan TKA bagi peserta didik SMK, termasuk penyediaan pilihan mata uji berdasarkan program keahlian. Sementara itu, akomodasi bagi murid berkebutuhan khusus turut diperluas dengan mencakup tuna netra, tuna rungu, dan hambatan belajar spektrum ringan.

Dari sisi efisiensi, pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) dan TKA juga diintegrasikan sesuai jadwal TKA sehingga satuan pendidikan tidak perlu melaksanakan keduanya secara terpisah. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari hasil evaluasi untuk membuat implementasi asesmen lebih efektif dan efisien.

Selain mengukur kemampuan akademik peserta didik, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk melihat capaian secara lebih rinci. Laman hasil TKA tidak hanya menampilkan statistik nilai, tetapi juga menyediakan analisis capaian berdasarkan indikator kompetensi pada setiap butir soal dan mata pelajaran, serta contoh soal untuk membantu pemahaman. Hasil hingga tingkat kabupaten/kota dapat dilihat oleh publik, sedangkan hasil satuan pendidikan dapat diakses melalui akun satuan pendidikan.

Melalui berbagai persiapan dan penyempurnaan mekanisme tersebut, pelaksanaan TKA diharapkan dapat berlangsung secara optimal serta memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.