BBPMP Jawa Barat dan Pemkab Majalengka Tinjau Hasil Revitalisasi SDN VII Majalengka Wetan

BBPMP Jawa Barat dan Pemkab Majalengka Tinjau Hasil Revitalisasi SDN VII Majalengka Wetan

Majalengka – BBPMP Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka meninjau hasil revitalisasi SDN VII Majalengka Wetan, Kabupaten Majalengka, Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat hasil perbaikan sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman bagi peserta didik.

Dalam peninjauan tersebut, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, Komalasari, hadir bersama Bupati Majalengka Eman Suherman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka H. Muhammad Umar Ma’ruf.

Komalasari menyampaikan bahwa program revitalisasi pendidikan di Kabupaten Majalengka telah menjangkau 179 sekolah dari berbagai satuan pendidikan, baik yang telah selesai dibangun maupun yang masih dalam proses pengerjaan. Adapun revitalisasi SDN VII Majalengka Wetan telah mencapai 100 persen dengan nilai bantuan sebesar Rp1,127 miliar.

Dengan jumlah 506 siswa, hasil revitalisasi tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar melalui fasilitas pendidikan yang lebih baik. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Komalasari menegaskan bahwa revitalisasi pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, seperti pengecatan, perbaikan ruang kelas, dan rehabilitasi gedung sekolah. Upaya tersebut perlu diiringi dengan peningkatan mutu pembelajaran agar fasilitas yang tersedia dapat mendukung proses pendidikan secara optimal dan membantu melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, serta berkarakter.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Umar Ma’ruf, menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto, kementerian terkait, Bupati Majalengka, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majalengka.

Kepala SDN VII Majalengka Wetan, Iyus Susnardi, juga berharap hasil revitalisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah, khususnya dalam menunjang kegiatan pembelajaran bagi peserta didik.

Melalui peninjauan ini, BBPMP Provinsi Jawa Barat terus mendorong agar revitalisasi sekolah tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan diharapkan terus terjaga untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Lantik 162 Pejabat, Mendikdasmen Tekankan Birokrasi yang Melayani dan Memudahkan Masyarakat

Lantik 162 Pejabat, Mendikdasmen Tekankan Birokrasi yang Melayani dan Memudahkan Masyarakat

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 877/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 15 Oktober 2026 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk membangun birokrasi yang ramah, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah untuk menghadirkan kemudahan dan solusi, bukan menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam pelantikan pejabat di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (14/10).

Adapun pejabat yang dilantik sebanyak 162 orang yang terdiri atas satu orang Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yakni Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Abdullah Faqih; satu orang Pejabat Fungsional Ahli Utama, Abdul Gani; 46 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama selaku eselon II; 69 orang administrator; serta 45 orang pengawas.

Dalam sambutannya, ia turut mengucapkan selamat kepada para pejabat yang menerima amanah baru sekaligus menyampaikan apresiasi kepada jajaran yang telah berkontribusi terhadap berbagai capaian kementerian selama dua tahun terakhir.

Mendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan kementerian bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi, dedikasi, dan kebersamaan seluruh jajaran. Rotasi, mutasi, dan promosi merupakan bagian dari proses pengembangan organisasi untuk meningkatkan kinerja serta memperkuat pelayanan pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Mendikdasmen menyampaikan tiga pesan utama kepada para pejabat yang dilantik. Pertama, perkuat budaya ramah dan santun agar tidak berhenti sebagai program, tetapi tumbuh menjadi karakter setiap insan pendidikan. “Budaya tersebut perlu diwujudkan melalui sikap responsif, akuntabel, adaptif, serta semangat melayani dan membangun hubungan kerja yang harmonis,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah. Setiap pejabat diharapkan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, menjadi teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat, serta terus meningkatkan kapasitas diri. “Hubungan antarsesama perlu dibangun dengan semangat asah, asih, dan asuh,” pesannya.

Kedua, para pejabat dituntut menjadi pemimpin yang agile, bukan fragile. Pemimpin yang adaptif harus memiliki visi yang jelas, kecerdasan, ketangkasan, dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, kemampuan menemukan terobosan, menyelesaikan persoalan di tengah keterbatasan, serta menjaga ketahanan mental menjadi bekal penting untuk menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Ketiga, Mendikdasmen mendorong penguatan kolaborasi untuk menjaga dan meningkatkan capaian kementerian. “Kinerja yang baik hanya dapat dipertahankan melalui kerja bersama, kemitraan yang kuat, dan kesediaan untuk saling mendukung.”

“Mari kita bangun birokrasi yang tidak birokratis. Mari menjadi aparatur negara yang melayani masyarakat dan memudahkan semua urusan,” imbuhnya.

Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah, bukan alasan untuk menciptakan jarak dengan masyarakat. Pejabat boleh menjadi bagian dari kelompok pemimpin, tetapi tidak boleh bersikap elitis atau mempersulit urusan orang lain.

Menutup pesannya, Mendikdasmen menyampaikan terima kasih kepada keluarga para pejabat atas dukungan yang memungkinkan mereka menjalankan tugas, termasuk ketika harus bekerja di berbagai daerah dengan tantangan akses dan keterbatasan fasilitas.

Melalui amanah baru ini, seluruh pejabat diharapkan memperkuat komitmen untuk bekerja dengan integritas, mengedepankan kolaborasi, dan memastikan birokrasi pendidikan semakin dekat dengan masyarakat serta berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Dua Bulan Memimpin SNT 7 Bogor, Fitriani Temukan Banyak Pelajaran

Dua Bulan Memimpin SNT 7 Bogor, Fitriani Temukan Banyak Pelajaran

Bogor – Lebih dari dua bulan memimpin Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor, Fitriani tidak hanya menjalankan amanah sebagai pemimpin sekolah, tetapi juga memperoleh banyak pelajaran dari tenaga pendidik (TPP) dan murid. Termasuk cerita seorang murid yang mulai menyukai pelajaran yang dulu tidak disukainya.

Bagi Fitriani, amanah memimpin SNT 7 Bogor merupakan tanggung jawab besar sekaligus kesempatan untuk terus belajar. Sejak dilantik, ia berupaya menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya sambil memahami berbagai hal baru dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah pengalaman belajar murid melalui pendekatan STEAMS. Dalam pendekatan ini, murid mempelajari beberapa mata pelajaran yang saling terhubung dengan didampingi guru-guru yang berkolaborasi dalam proses pembelajaran. Saat membaca modul pembelajaran yang digunakan, Fitriani mengaku kembali merasakan keinginan untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar.

Selain dari proses pembelajaran, Fitriani juga memperoleh pengalaman berkesan dari cerita seorang murid yang merasa nyaman belajar di SNT 7 Bogor. Murid tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya mulai menyukai matematika dan IPA, dua mata pelajaran yang sebelumnya tidak disukainya.

Tak hanya melihat perkembangan murid, Fitriani juga menyaksikan kerja keras para TPP sejak SNT 7 Bogor mulai beroperasi. Ia berharap, ke depan, pendampingan bagi guru dapat diperkuat, terutama dalam memahami dan menilai perkembangan murid selama mengikuti proses pembelajaran.

Dengan berbagai pengalaman tersebut, Fitriani menyadari bahwa perjalanan SNT 7 Bogor masih panjang. Ia berharap anak-anak dapat terus menikmati proses belajar, sementara kenyamanan yang telah tumbuh di lingkungan sekolah dapat dijaga bersama oleh seluruh pihak yang terlibat.

Sumber: Instagram/sekolahnasionalterintegrasi