Putuskan Rantai Kecanduan Gawai Anak, Gerakan Bersama Sekolah dan Rumah

by | 5 Aug 2026 | Warta Kiwari

Bandung Barat – Mewujudkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang murid merupakan tanggung jawab bersama. Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, BBPMP Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan webinar “Putuskan Rantai Kecanduan Gawai Anak, Gerakan Bersama Sekolah dan Rumah” pada Selasa (4/8/2026).

Antusiasme peserta begitu luar biasa. Lebih dari 4.100 peserta dari berbagai unsur bergabung dalam webinar ini, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, penilik, kepala satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, hingga orang tua murid dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat, dilanjutkan dengan pemaparan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan sesuai dengan SE Mendikdasmen no 18 tahun 2026, oleh Abdul Rachman Pambudi, S.Pd., M.Cs., M.Tr.A.P., Analis Kebijakan Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Ineu Maryani, M.Pd. Praktisi sekaligus Dosen Bimbingan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia yang membahas implementasi pembatasan penggunaan gawai anak di rumah dan di sekolah secara kolaboratif.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari strategi menghadapi anak yang mengalami tantrum saat penggunaan gawai dibatasi, membangun kebiasaan positif tanpa ketergantungan pada layar, hingga langkah pencegahan terhadap dampak serius kecanduan gawai bagi perkembangan anak. Berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan oleh sekolah maupun keluarga turut dibagikan oleh para narasumber.

Melalui webinar ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam membentuk budaya penggunaan teknologi yang sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Karena melindungi anak dari dampak negatif kecanduan gawai bukan hanya tugas sekolah, melainkan gerakan bersama demi menghadirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan.

Publikasi Terkait

Perkuat Sinergi, Kawal Pembangunan SNT Kabupaten Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya - BBPMP Provinsi Jawa Barat mendampingi Tim Kejaksaan Agung bersama Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal (Setditjen PAUD Dikdas dan PNFI) dalam Forum Group Discussion (FGD) Pengamanan Pembangunan...

Tim KSP Pantau Revitalisasi di Kabupaten Garut

Kabupaten Garut - Dalam rangka pemantauan Program Revitalisasi Sekolah, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat bersama Tim Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melakukan kunjungan pemantauan pelaksanaan revitalisasi di Kabupaten Garut,...

Kemendikdasmen Siapkan Empat Strategi Tindak Lanjut Hasil PISA 2025

Bandung Barat - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 menunjukkan perkembangan positif dalam pendidikan Indonesia. Selain mencatat peningkatan pada kemampuan literasi sains dan membaca, Indonesia juga berhasil memperluas akses pendidikan...

BBPMP Jabar Dampingi 282 Sekolah Perkuat Implementasi SPMI

Bandung Barat - Penjaminan mutu pendidikan tidak boleh berhenti di atas kertas, tetapi perlu diwujudkan menjadi budaya nyata di setiap satuan pendidikan. Untuk mengawal komitmen tersebut, BBPMP Provinsi Jawa Barat melaksanakan pendampingan langsung bagi 282 sekolah...