17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu

17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 696/sipers/A6/VIII/2026

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 10 Agustus 2026 Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di berbagai wilayah Indonesia telah resmi memulai layanan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027. SNT menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk mendorong pemerataan pendidikan bermutu sekaligus menghadirkan ruang belajar yang memungkinkan setiap murid mengembangkan potensi, kemampuan, minat, dan bakatnya secara optimal.

Beroperasinya 17 SNT ditandai dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang dimulai pada Senin (10/8). Di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, hadir dan menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS.

Mendikdasmen mengatakan bahwa penyelenggaraan SNT merupakan bagian dari upaya besar pemerintah membangun sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Dimulainya layanan pendidikan SNT pada tahun ajaran 2026/2027 sekaligus menjadi momentum penting dalam perjalanan pendidikan Indonesia.

“Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu model pendidikan khusus yang kita kembangkan sebagai penjabaran dari Instruksi Presiden yang telah diterbitkan oleh Bapak Presiden dan sebagai bagian dari usaha besar bangsa Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi sejarah baru karena mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Menteri Mu’ti.

Menurut Mendikdasmen, SNT memberikan kesempatan dan layanan pendidikan yang memungkinkan murid dengan kemampuan istimewa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensinya secara lebih optimal.

“Tujuannya untuk memberikan kesempatan dan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan istimewa, khususnya dalam bidang akademik maupun nonakademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi,” tuturnya.

SNT dikembangkan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih luas bagi potensi murid melalui lingkungan dan proses pembelajaran yang berkualitas. Kehadiran SNT di berbagai daerah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pusat-pusat mutu pendidikan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah sekitarnya.

Mendikdasmen menekankan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam. Karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang dapat memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

“Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” kata Mendikdasmen kepada para murid.

Untuk memastikan layanan pendidikan SNT dapat segera dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah pada tahap awal mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten/kota sebagai lokasi pembelajaran. Pada saat yang sama, pemerintah terus mempersiapkan pembangunan gedung SNT dengan fasilitas yang lebih representatif.

“Pada tahap awal, penyelenggaraan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia dilakukan di fasilitas yang dimiliki Kemendikdasmen dan fasilitas yang dimiliki pemerintah daerah. Proses pembangunan sedang dipersiapkan dan diharapkan pada tahun depan Sekolah Nasional Terintegrasi telah memiliki gedung sendiri dengan fasilitas yang representatif, yang memungkinkan kalian semua dapat belajar dengan sebaik-baiknya,” ujar Mendikdasmen.

Hari pertama pembelajaran di SNT juga menjadi awal perjalanan baru bagi para murid angkatan pertama. Mereka datang membawa pengalaman, prestasi, cita-cita, serta semangat untuk tumbuh bersama di lingkungan belajar yang baru.

Salah satunya adalah Agisni Ramadani, murid jenjang SMP di SNT 7 Bogor. Sebelum bergabung dengan SNT, Agisni berhasil meraih peringkat pertama di kelas dan menjadi lulusan terbaik di sekolah asalnya. Ia berharap kesempatan belajar di SNT dapat membantunya terus mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-citanya.

“Saya sangat senang setelah diterima di sini. Saya berharap bisa berkembang dan menjadi lebih baik lagi. Saya ingin menjadi dokter spesialis,” ujar Agisni.

Semangat yang sama disampaikan Nadine A. Zuhrah Farista, murid kelas X SNT 7 Bogor. Nadine membawa pengalaman dan prestasi nonakademik, khususnya di bidang kepramukaan. Sebelumnya ia berhasil meraih predikat Pramuka Garuda tingkat penggalang.

“Harapan saya ke depan semoga saya bisa lebih berkembang lagi di sini dan menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya,” ujar Nadine.

Dimulainya pembelajaran di 17 SNT menjadi langkah awal pemerintah dalam mengembangkan SNT sebagai lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar, bertumbuh, berprestasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Melalui SNT, pemerintah berkomitmen memperluas hadirnya pendidikan bermutu di berbagai daerah sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Pembukaan MPLS Tandai Dimulainya SNT Angkatan Pertama

Pembukaan MPLS Tandai Dimulainya SNT Angkatan Pertama

Bogor – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Angkatan Pertama Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka pada Senin (10/8/2026). Pembukaan dipusatkan di SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan terhubung secara daring dengan 16 lokasi SNT lainnya di berbagai wilayah Indonesia.

Pembukaan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himatul Aliah, serta Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono yang hadir secara daring.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan, SNT merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan bermutu, unggul, dan terintegrasi yang dapat dijangkau anak-anak di berbagai daerah. Program tersebut merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026.

“Untuk angkatan pertama ini, dari total 37 lokasi yang ditetapkan untuk dibangun pada 2026, sebanyak 17 lokasi SNT telah siap beroperasi. Sebanyak 1.360 murid yang terdiri dari 680 murid SMP dan 680 murid SMA berhasil lolos seleksi penerimaan murid baru dari total 2.068 pendaftar,” ungkap Gogot.

Sebanyak 17 lokasi tersebut ditetapkan setelah Kemendikdasmen menerima usulan lokasi SNT dari 114 kabupaten dan kota yang kemudian melalui proses verifikasi, validasi, dan kunjungan lapangan bersama kementerian dan lembaga terkait. SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu lokasi yang mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di 17 SNT tersebut, Kemendikdasmen juga menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan melalui proses seleksi. Sebanyak 17 kepala sekolah dipilih dari 1.800 pendaftar, sementara 204 guru dan tenaga pendamping pembelajaran direkrut dari 60 ribu lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Para kepala sekolah, guru, dan tenaga pendamping pembelajaran tersebut telah mengikuti pelatihan dan persiapan sebelum bertugas di sekolah masing-masing.

Dari sisi pembelajaran, Kemendikdasmen juga menyiapkan Learning Management System (LMS) yang menyediakan bahan ajar serta mendukung pemanfaatan perangkat pembelajaran digital di ruang kelas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang mendorong murid untuk berkembang dan berprestasi.

Dalam sambutannya, Pratikno menekankan bahwa SNT tidak hanya menghadirkan sekolah, tetapi juga membawa perubahan dalam tata kelola pendidikan melalui integrasi jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen. Integrasi tersebut memungkinkan keberlanjutan kurikulum dan pemanfaatan fasilitas bersama secara lebih optimal, termasuk laboratorium dan sarana olahraga.

“Kualitas pendidikan yang baik harus ada di mana-mana. Tempat anak lahir dan tumbuh tidak boleh menentukan nasib kualitas pendidikannya. Selain penguasaan akademik, SNT juga memfasilitasi seni, budaya, dan olahraga agar lahir manusia unggul yang utuh,” tegas Pratikno.

Pratikno juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang pendidikan yang aman dan nyaman tanpa kekerasan bagi anak. Hal tersebut sejalan dengan perhatian SNT terhadap pembentukan karakter murid, selain pencapaian akademik.

Senada dengan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keberadaan SNT merupakan bagian dari pemenuhan amanat konstitusi untuk memberikan layanan pendidikan bagi warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Kepada para murid SNT angkatan pertama, ia berpesan agar mereka mengambil peran sebagai bagian dari perjalanan awal program tersebut.

“Kalian adalah pionir, pelopor, dan mitra kami dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa,” pesan Abdul Mu’ti.

Penguatan karakter juga menjadi perhatian dalam pembukaan MPLS. Kepala KSP Dudung Abdurachman mengingatkan para murid untuk menjaga karakter, kejujuran, dan kepedulian sosial. Sementara itu, Himatul Aliah menekankan pentingnya keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sebagai fondasi dalam menghadapi perkembangan era digital dan tantangan abad ke-21.

Rangkaian pembukaan MPLS SNT Angkatan Pertama turut diisi dengan unjuk bakat dan bincang interaktif antara pejabat negara dengan murid berprestasi dari berbagai SNT. Beragam potensi ditampilkan, mulai dari seni tari dan tarik suara hingga bela diri.

Kegiatan kemudian ditutup dengan seremoni penekanan tombol secara serentak yang menandai dimulainya MPLS bagi seluruh murid SNT angkatan pertama di Indonesia. Momentum ini menjadi langkah awal bagi 1.360 murid untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi melalui layanan pendidikan SNT, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas di berbagai daerah.

Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam

Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 695/sipers/A6/VIII/2026

Malang, Jawa Timur, 10 Agustus 2026 – Pendidikan tidak hanya tentang apa yang diajarkan, tetapi bagaimana proses belajar dialami oleh murid. Pengalaman belajar yang bermakna menjadi kunci dalam membentuk pemahaman yang lebih dalam. Menjawab hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada pengalaman belajar yang Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful), dan Menyenangkan (Joyful) melalui Apresiasi Karya Implementasi Pembelajaran Mendalam (Aksi PM) pada jenjang SMK di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, Minggu (9/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan perlu dimulai dari akar permasalahan, yaitu pendekatan pembelajaran di kelas. “Kita ingin memperbaiki problematika pendidikan kita itu dari hulunya, yaitu dari pendekatan pembelajaran yang kita kembangkan, yang kita sebut dengan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam dibangun di atas prinsip utama Mindful, Meaningful, dan Joyful yang menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat. Menurutnya, esensi Pembelajaran Mendalam terletak pada sikap dalam memandang proses belajar, di mana kualitas proses menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan, serta harus didukung dengan cara pandang yang menghargai setiap murid.

“Pembelajaran Mendalam adalah pembelajaran yang ingin kita lakukan dengan prinsip dasar memuliakan. Kata kuncinya adalah memuliakan: memuliakan murid, memuliakan guru, dan memuliakan ilmu. Disebut mendalam karena memang sangat kuat pengaruh dari teori Information Processing, yang menekankan bahwa kualitas proses itu yang menentukan keberhasilan. Tapi di atas itu semua adalah sikap pandang kita dalam memandang setiap murid, murid itu harus kita muliakan apa pun kemampuan akademiknya, apa pun latar belakang ekonominya, apa pun latar belakang (lainnya) dalam Pembelajaran Mendalam itu,” jelas Mendikdasmen.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penguatan Pembelajaran Mendalam (PM) merupakan elemen krusial dalam merancang transformasi pendidikan vokasi yang adaptif. Menurutnya, ajang Aksi PM tidak sekadar berfokus pada kompetisi, melainkan menjadi wadah apresiasi bagi guru SMK untuk menjawab tantangan, mengeksplorasi strategi pembelajaran baru, serta menyebarkan praktik baik yang dapat direplikasi.

Melalui ajang ini, proses dan perjalanan pembelajaran dinilai secara menyeluruh mulai dari identifikasi masalah, pilihan pedagogis, hingga dampak konkretnya terhadap siswa. “Aksi PM menjadi ruang apresiasi bagi guru SMK yang telah menerapkan Pembelajaran Mendalam di kelas. Karya yang ditampilkan menggambarkan perjalanan pembelajaran secara utuh, dari masalah yang dihadapi, strategi pedagogis yang dipilih, hingga bukti pembelajaran dan dokumen pendukung. Dengan kata lain, yang kita nilai bukan sekadar bagusnya poster, tetapi seberapa dalam pembelajaran itu mengubah pengalaman belajar murid,” jelas Tatang.

Menurutnya, pendidikan vokasi yang unggul membutuhkan guru yang terus belajar dan berinovasi demi menyiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Krisna Kirana, peraih penghargaan Terbaik 1 dari SMK Negeri 2 Jiwan, Madiun, meyakini bahwa pembelajaran bermakna lahir saat murid mampu menghubungkan konsep teori dengan dunia nyata. Melalui karyanya yang berjudul “MATABOR” (Matematika Terapan Abad 21: Basis Operasi Trigonometri pada Pengeboran Presisi), ia mengintegrasikan konsep trigonometri ke dalam praktik pengeboran presisi di bengkel mesin agar murid merasakan langsung manfaat ilmu tersebut dalam dunia kerja. Ia menekankan bahwa penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) tidak harus rumit dan mendorong guru lain untuk mulai mengeksplorasi integrasi materi antarjurusan demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan.

Sementara itu, peraih Terbaik 2, Yusra Khairunnisa dari SMK Negeri 1 Singosari, Malang, menghadirkan inovasi berbasis teknologi melalui pendekatan hybrid dengan memanfaatkan Augmented Reality (AR). Inovasi ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret guna mendorong kemampuan analisis murid. Untuk mewujudkan aspek Menyenangkan (Joyful), ia menggunakan Diorama AR yang memungkinkan murid memindai penanda (marker) untuk mempelajari furnitur, psikologi warna, hingga aspek ergonomi secara interaktif.

Kedua pengajar tersebut berpesan agar rekan sejawat tidak menunda perubahan dan mulai menerapkan Pembelajaran Mendalam dari langkah-langkah terkecil di kelas masing-masing. Yusra menegaskan bahwa perubahan sejati bukan berasal dari apa yang diketahui, melainkan dari apa yang dilakukan secara nyata. Ia menyatakan, “Silakan dimulai dari hal kecil karena yang paling mengetahui permasalahan di kelas adalah Bapak/Ibu guru sendiri,” sebagai ajakan bagi para pendidik untuk lebih peka terhadap dinamika belajar murid mereka.

Rangkaian Aksi PM berlangsung pada 22 Juli hingga 9 Agustus 2026, melibatkan 250 satuan pendidikan sasaran pelatihan tahun 2025 hingga terpilih 10 karya terbaik yang meraih berbagai kategori penghargaan. Melalui Aksi PM SMK, Kemendikdasmen berharap praktik baik Pembelajaran Mendalam dapat terus berkembang dan diadopsi secara luas, sehingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, bermakna, dan berdampak bagi masa depan murid.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

PJJ Jadi Jalan Kembali ke Sekolah bagi Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bungo

PJJ Jadi Jalan Kembali ke Sekolah bagi Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bungo

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 694/sipers/A6/VIII/2026

Kabupaten Bungo, Jambi, 9 Agustus 2026 – Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) membuka kesempatan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang terkendala kondisi ekonomi dan geografis untuk kembali menempuh pendidikan formal. Program yang dikoordinasikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diimplementasikan melalui sekolah induk dan sekolah mitra, termasuk di Kabupaten Bungo, Jambi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi pelaksanaan PJJ saat meninjau pembelajaran di SMAN 1 Bungo, Jambi, Jumat (7/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan pembelajaran sekaligus memberikan motivasi kepada murid angkatan pertama yang mengikuti PJJ.

Fajar menjelaskan bahwa PJJ yang dikoordinasikan Kemendikdasmen merupakan bagian dari pendidikan formal. Para murid terdaftar pada sekolah induk, yaitu SMA Negeri 10 Jambi, dan berhak memperoleh ijazah setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nanti adik-adik resmi menjadi murid SMA yang terdaftar di sekolah induk di Kota Jambi. Nilainya sama, kualitasnya sama,” ujar Fajar. Ia juga mengingatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang dibuka hingga 30 Agustus mendatang.

Pelaksanaan PJJ tersebut dirasakan langsung oleh murid yang sebelumnya tidak melanjutkan sekolah, di antaranya Yanita Franselina Manik, Muhammad Ali Imron, dan Renaldi Pratama. Ketiganya memilih PJJ karena harus membantu ekonomi keluarga, tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan. Yanita berharap PJJ dapat membantunya memperoleh ijazah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Renaldi Pratama juga berbagi pengalamannya dalam membagi waktu antara belajar dan bekerja sebagai pencuci motor sejak lulus SMP. Meski memperoleh pendapatan rata-rata Rp50.000 per hari, Renaldi tetap ingin melanjutkan pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik. “Harapan saya bisa dimudahkan dapat ijazah sambil tetap bisa bekerja,” ujarnya saat berdialog dengan Wamen Fajar.

Sementara itu, Muhammad Ali Imron optimistis dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil mengejar cita-citanya. Setelah sempat tidak bersekolah selama setahun, Imron ingin kembali belajar dan kelak berkontribusi bagi daerahnya. “Saya ingin mempermudah dapat kerja, dan mungkin bisa jadi Bupati, itu tidak mustahil,” kata Imron.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar, mendukung pelaksanaan PJJ melalui program “Pro-Jambi Cerdas”. Program tersebut menyediakan perlengkapan sekolah, seperti pakaian, tas, buku, dan sepatu bagi murid dari keluarga prasejahtera yang terdata. “Kami mengapresiasi inovasi Kemendikdasmen ini dan telah melakukan berbagai upaya jemput bola, termasuk sosialisasi door-to-door ke kantor desa hingga tingkat RT guna menjaring ATS,” jelas Umar.

Kepala SMAN 1 Bungo, Lugimin, mengatakan bahwa sekolahnya sebagai sekolah mitra terus berkoordinasi dengan SMA Negeri 10 Jambi sebagai sekolah induk. Dinas pendidikan bersama sekolah juga menyebarluaskan informasi PJJ melalui media sosial dan jaringan perangkat desa di 17 kecamatan di Kabupaten Bungo. “Kami berupaya meyakinkan masyarakat bahwa ijazah yang diterima nantinya benar-benar resmi dari SMA negeri di Kota Jambi,” tambah Lugimin.

Pada akhir kunjungan, Fajar mendorong dinas pendidikan dan sekolah untuk meningkatkan dukungan infrastruktur teknologi serta kompetensi guru pendamping. Umar menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan menganggarkan pengadaan cloud server dan pelatihan pembuatan konten video pembelajaran bagi pendidik pada tahun depan.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan PJJ berjalan lebih optimal sehingga murid tetap memperoleh pendampingan belajar selama menempuh pendidikan formal.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Membangun Fondasi Mutu : SD Islam Alam & Sains Al-Jannah Kota Depok Melangkah Bersama SPMI

Membangun Fondasi Mutu : SD Islam Alam & Sains Al-Jannah Kota Depok Melangkah Bersama SPMI

Depok, 7 Agustus 2026 – SD Islam Alam & Sains Al-Jannah resmi ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat, sebagai Sekolah Percontohan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Momentum bersejarah ini ditandai dengan menggelar sosialisasi dan penyamaan persepsi yang dihadiri secara lengkap oleh Ketua & Bendahara Yayasan, Pengawas Sekolah Bapak H. Wagiran, S.Pd., Komite, Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum, guru, hingga tim Office Boy (OB).

Dalam pemaparannya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa SPMI bukanlah sekadar administrasi, melainkan kompas mandiri untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis alam, sains, dan nilai Islam. Diperkuat arahan dari Pengawas Sekolah, seluruh lini menyatukan langkah dan membulatkan Komitmen Bersama—menjadikan mutu sebagai budaya harian yang ditanggung bersama dari manajemen hingga garda operasional.

Sebagai aksi nyata, sekolah langsung menetapkan langkah strategis: membentuk Tim Penjaminan Mutu Sekolah (TPMS), memetakan evaluasi diri, menyusun program pemenuhan mutu, menerapkan standar pelayanan unggul, serta menjalankan monitoring berkala. Dengan sinergi total ini, SD Islam Alam & Sains Al-Jannah siap mengemban amanah sebagai teladan pendidikan berkualitas dan menginspirasi di Jawa Barat.