Gerak Cepat Kemendikdasmen Tangani Dampak Gempa Flores, Kirim 50 Tenda Darurat dan Bantuan Sekolah

Gerak Cepat Kemendikdasmen Tangani Dampak Gempa Flores, Kirim 50 Tenda Darurat dan Bantuan Sekolah

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 727/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 16 Agustus 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi dengan magnitudo 7,7 di Laut Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada sarana pendidikan di tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.

Tercatat per 16 Agustus 2026, sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 199 satuan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB (kewenangan kabupaten) dan 54 satuan jenjang SMA/SMK/SLB (kewenangan provinsi). Jumlah tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026 seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Hingga saat ini Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan terus melakukan proses pendataan dan penanganan kerusakan.

Kabupaten Manggarai Timur merupakan wilayah dengan kerusakan terparah. Total ada 104 satuan pendidikan dari berbagai jenjang yang terdampak, lalu Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 52 satuan pendidikan. Di Manggarai Timur sebanyak 51 satuan pendidikan terdampak terdiri atas 33 SD dan 18 SMP/MTs. Selain kerusakan bangunan, musibah gempa bumi juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan yakni dua orang murid dan satu orang guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan pendataan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” jelasnya di Jakarta (16/8).

Sebagai respons cepat menjaga keberlanjutan pembelajaran sekaligus mengutamakan keselamatan warga sekolah, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang bergerak melalui dua klaster ekspedisi. Klaster pertama mengirim 30 tenda dari penyimpanan Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk mendukung kebutuhan warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Bantuan itu akan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan dijadwalkan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026. Kemendikdasmen menargetkan pemasangan tenda mulai 23 Agustus 2026. Rencananya, BGTK NTT akan menerima dan mengelola bantuan di Posko Kemendikdasmen, Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.

Sementara klaster kedua mengirim 20 tenda dari penyimpanan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menuju Pelabuhan Ende untuk mendukung sekolah di wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Surabaya pada 21 Agustus 2026. BPMP NTT akan menerima bantuan di Posko Klaster 2 di SKB Ende sebagai titik transit logistik sebelum mendistribusikannya ke wilayah sasaran. Tim Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) di bawah koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan mengawal pengiriman bantuan, distribusi, hingga pemasangan tenda darurat di lapangan.

Kemendikdasmen mengarahkan satuan pendidikan untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman, tenda belajar, atau meliburkan pembelajaran sementara sesuai kondisi daerah. Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Layanan tersebut akan segera bergerak setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi kondisi lapangan. Langkah selanjutnya adalah mendorong pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta mengoordinasikan pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk kebutuhan sarana dan school kit.

Selain bantuan fisik, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi. Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen juga mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan.

Terkait dengan penanganan kerusakan fisik, Kemendikdasmen juga terus mempercepat identifikasi sekolah rusak berdasarkan data awal yang akan dihimpun oleh Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga 18 Agustus 2026. Verifikasi lapangan dan penanganan melalui perjanjian kerja sama (PKS) ditargetkan berlangsung pada pekan berikutnya.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

SNT 3 OIKN Himpun Murid Berprestasi, Siap Tumbuhkan Potensi di Nusantara

SNT 3 OIKN Himpun Murid Berprestasi, Siap Tumbuhkan Potensi di Nusantara

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 722/sipers/A6/VIII/2026

Nusantara, 15 Agustus 2026 – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan menyambut 82 murid yang terdiri atas 41 murid SMP dan 41 murid SMA. Para murid tersebut mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal pembentukan ekosistem pendidikan terintegrasi di Nusantara.

Menariknya, para murid yang bergabung di SNT 3 OIKN merupakan murid dengan rekam jejak prestasi dari sekolah sebelumnya. Salah satunya Davina Ruth Stefany Simamora, murid SMA SNT 3 OIKN yang sebelumnya meraih Juara 1 Lomba Menyanyi Solo Tingkat Provinsi 2025 dan Putri Duta Lingkungan Hidup 2024. Bagi Davina, prestasi yang diraihnya tidak hanya berupa penghargaan, tetapi juga pengalaman yang membangun kepercayaan diri.

“Bagi saya, prestasi tersebut bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membuat saya lebih percaya diri dan terus ingin mengembangkan kemampuan saya,” ujar Davina pada Kamis (13/8).

Davina mengetahui SNT dari guru bahasa Inggris yang datang mengajar di sekolah sebelumnya. Ia kemudian tertarik bergabung karena ingin memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. “Saya memilih SNT karena saya ingin mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta mengembangkan potensi dan bakat yang saya miliki yaitu bernyanyi,” katanya.

Prestasi serupa juga dimiliki Matthew Gerald Jordan Situmorang. Selama tiga tahun mengikuti kompetisi paduan suara, Matthew meraih Gold Medal dalam Bali International Choir Festival (BICF) 2023, Silver Medal dalam Soegijapranata International Choir Competition (SICC) 2024, dan Gold Medal dalam International Bandung Choir Festival (IBCF) 2025. Di bidang akademik, ia juga mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024 dan meraih peringkat keenam tingkat provinsi.

Matthew memilih SNT karena tertarik dengan lingkungan belajar yang menawarkan kualitas layanan pendidikan serta dukungan sarana dan prasarana modern. “Suatu berkat bagi saya dapat diterima di sekolah yang memiliki guru yang semuanya dapat berbahasa Inggris dan dengan sarana prasarana sekolah yang lengkap ini sangat memenuhi ekspektasi saya,” ujar Matthew.

Sebagai SNT angkatan pertama di OIKN, Kepala SNT 3 OIKN, Fatimatus Zuhra berharap sekolah ini salah satu rujukan pengembangan layanan pendidikan berkualitas di kawasan Ibu Kota Nusantara. “Saya optimis SNT 3 OIKN akan dapat berjalan sesuai visi misi Bapak Presiden dan menjadi sekolah rujukan untuk sekolah-sekolah sekitarnya dan untuk SNT lainnya se-Indonesia,” tuturnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa kehadiran SNT merupakan wujud nyata dari visi Presiden Prabowo dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. “Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” kata Mendikdasmen saat membuka MPLS SNT angkatan pertama pada kesempatan terpisah.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 di Yogyakarta

Pengukuhan dan Penguatan Duta SMA 2026 di Yogyakarta

Bandung Barat – Mengusung tema “Merajut Makna”, Pengukuhan Duta SMA 2026 menjadi momentum istimewa untuk meneguhkan peran pelajar sebagai teladan, pemimpin muda, dan agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan PNFI (Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI) Gogot Suharwoto didampingi oleh Direktur SMA (Direktorat SMA) Yuli Haryanto serta dihadiri oleh Kepala BBPMP Yogyakarta Adi Hartono dan para pendamping dari seluruh UPT.

Dengan semangat “Pelantang Sebaya, Bangun Peradaban Bangsa”, para Duta SMA 2026 diharapkan mampu menjadi suara positif generasi muda, sekaligus menghadirkan gerakan, kreativitas, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan.

Pesan penting juga disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Atip Latipulhayat. Para Duta SMA tidak hanya didorong untuk mengembangkan kecerdasan akademik, tetapi juga memperkuat kecerdasan sosial kemampuan untuk berempati, berkolaborasi, memahami lingkungan, dan memberikan kontribusi positif di tengah perubahan zaman.

Duta SMA 2026 bukan sekadar gelar, tetapi sebuah amanah untuk menjadi pelantang kebaikan, penggerak perubahan, dan inspirasi bagi generasi sebaya.

Mari bersama Merajut Makna, Menyalakan Semangat, dan Membangun Peradaban Bangsa.

Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia

Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 720/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 14 Agustus 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah langkah pemerintah di bidang pendidikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8). Langkah tersebut mencakup percepatan renovasi sekolah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Presiden menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia harus memperoleh pendidikan yang baik. Oleh karena itu, pemerintah saat ini menjalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan.

“Tahun lalu 17 ribu, tahun ini 71 ribu lebih. Tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai kita renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas,” ucap Presiden.

Dalam bidang digitalisasi pembelajaran, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah membagikan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) kepada sekolah di seluruh Indonesia. “Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif,” tambah Presiden.

Menurut Presiden Prabowo, pemanfaatan teknologi tersebut akan memberikan akses yang lebih luas kepada guru dan murid terhadap kurikulum serta konten pembelajaran. Materi pembelajaran juga dapat diakses kembali apabila diperlukan, termasuk dari rumah.

Presiden juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran bahasa asing akan mulai diberikan sejak jenjang sekolah dasar, termasuk bagi murid kelas 1 SD.

“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk ke, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” lanjut Presiden.

Selanjutnya, dalam Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan, Presiden juga menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu dari delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Delapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.

Pada kesempatan tersebut, Presiden memaparkan beberapa langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia. Salah satunya adalah terkait renovasi sekolah rusak.

“Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden menyampaikan bahwa masih terdapat anak-anak yang belajar di ruang kelas dengan kondisi yang tidak layak, seperti atap bocor, dinding retak, toilet rusak, hingga ruang kelas yang tidak aman. Kondisi tersebut, menurut Presiden, tidak boleh terus diwariskan dan harus segera diselesaikan.

“Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik aman bersih layak untuk belajar,” ucapnya.

Selain renovasi sekolah, pemerintah juga akan melengkapi seluruh ruang kelas dengan layar pintar interaktif atau IFP untuk mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh melalui siaran juga akan dikembangkan sehingga guru-guru terbaik dapat mengajar dari studio guru di Jakarta maupun ibu kota provinsi dan diakses oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

“Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan. Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” pungkas Presiden.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Save the Children Apresiasi Komitmen Mendikdasmen Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman

Save the Children Apresiasi Komitmen Mendikdasmen Perkuat Sekolah Aman dan Nyaman

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 721/sipers/A6/VIII/2026

Jakarta, 14 Agustus 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendapat apresiasi dari Save the Children Indonesia sebagai mitra strategis dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Festival Pahlawan Anak yang diselenggarakan Save the Children Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8), yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan, cita-cita, dan harapan kepada para pemangku kepentingan.

Festival Pahlawan Anak menjadi ruang bagi 14 anak dari program Nona Hebat untuk menyampaikan gagasan dan harapan, termasuk mengenai pencegahan perundungan, perlindungan dari kekerasan dan pelecehan seksual, serta lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Mu’ti mengatakan gagasan anak-anak mengenai sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman sejalan dengan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman. Hal tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo melalui gerakan Budaya ASRI, yaitu aman, sehat, resik, dan indah.

“Banyak ide yang menarik tentang bagaimana sekolah dapat menjadi tempat di mana mereka merasa aman, merasa nyaman untuk belajar. Dan ini yang juga sejalan dengan program yang sudah kami laksanakan, membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan budaya sekolah dilakukan dengan pendekatan humanis, inklusif, dan partisipatif melalui kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Save the Children. Ia juga menilai aspirasi anak mengenai pencegahan perundungan sejalan dengan program Kemendikdasmen yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Mudah-mudahan program seperti ini tidak sekadar menjadi seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama, bahkan menjadi budaya yang kita laksanakan berdasarkan kesadaran dan juga visi bahwa masa depan negara ini ditentukan oleh anak-anak kita,” tutur Mendikdasmen. Ia berharap sekolah menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, berinteraksi, dan tumbuh bersama dalam keberagaman.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menekankan pentingnya membangun ruang aman bagi anak melalui keterlibatan seluruh pihak. Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024, sebanyak 50,78 persen anak usia 13–17 tahun pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya, sementara 33,64 persen mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir.

Menteri Arifah menegaskan data tersebut merepresentasikan pengalaman takut, kecewa, khawatir, dan trauma yang dialami anak. Karena itu, seluruh pihak perlu bergerak sebelum anak menjadi korban. “Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini harus bersama-sama,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan anak perlu dilakukan dengan membangun lingkungan aman, merespons ketika kekerasan terjadi, serta memastikan dukungan bagi anak. Ruang aman tersebut perlu hadir di keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital

Menteri Arifah juga menilai Festival Pahlawan Anak menjadi momentum penting untuk mendengarkan suara anak. Ia mengajak seluruh pihak mengawal agar mimpi dan cita-cita anak dapat terwujud dengan dukungan bersama.

Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Save the Children Indonesia, Dewi Soeharto mengatakan ruang aman memungkinkan anak menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi, direndahkan, atau disakiti. Menurutnya, menciptakan ruang aman merupakan tanggung jawab orang dewasa.

“Tentunya pertama kalinya adalah dengan mendengarkan anak-anak. Mendengar tidak hanya menggunakan telinga kita, tapi dengan segenap hati, isi pikiran kita,” ujar Dewi. Ia berharap Festival Pahlawan Anak mendorong semakin banyak pihak untuk mendengarkan suara anak dan mengambil tindakan nyata.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers