Kemendikdasmen Perkuat Revitalisasi Pendidikan untuk Hadirkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Kemendikdasmen Perkuat Revitalisasi Pendidikan untuk Hadirkan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat revitalisasi pendidikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi murid. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, khususnya melalui peningkatan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam siniar bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febi Mahindra Putra, di Tribun Network, Jumat (25/9). Perbincangan tersebut membahas sejumlah isu pendidikan dasar dan menengah, antara lain revitalisasi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Abdul Mu’ti menjelaskan, visi Kemendikdasmen adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua melalui partisipasi semesta. Untuk mendukung visi tersebut, Kemendikdasmen memperkuat empat aspek, yakni physical infrastructure, pedagogical infrastructure, cultural infrastructure, dan legal infrastructure.

Dalam penguatan physical infrastructure, Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran menjadi bagian dari upaya menyediakan sarana pendidikan yang mendukung terciptanya proses belajar yang aman dan nyaman. “Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kondisi sarana dan prasarana sekolah memiliki kaitan dengan pelaksanaan pembelajaran. Ruang kelas dan fasilitas yang memadai dapat memberikan kenyamanan bagi murid sekaligus membantu guru menjalankan proses pembelajaran. Karena itu, revitalisasi tidak hanya diarahkan pada perbaikan bangunan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan mutu pembelajaran dan ekosistem pendidikan.

Ia menyebutkan, sekolah yang mengalami kerusakan tersebar di berbagai wilayah dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Secara keseluruhan, jumlah sekolah yang mengalami kerusakan mencapai lebih dari 200 ribu sekolah. Kemendikdasmen kemudian menetapkan sekolah dengan kerusakan berat sebagai salah satu prioritas untuk ditangani secara bertahap, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran dan program prioritas pendidikan lainnya.

Pada 2025, Kemendikdasmen merevitalisasi 16.167 sekolah dari target 10.669 sekolah atau mencapai 135 persen. Sementara itu, sasaran awal revitalisasi pada 2026 mencapai 71.744 sekolah. Jumlah tersebut kemudian bertambah sekitar enam ribu sekolah, dengan pelaksanaannya masih menunggu pencairan anggaran tambahan pada tahap berikutnya.

Penetapan penerima revitalisasi dilakukan berdasarkan berbagai usulan, antara lain dari pemerintah daerah, aspirasi anggota dewan dan tokoh masyarakat, serta masyarakat. Informasi mengenai kondisi sekolah juga dapat disampaikan oleh kreator konten. Program revitalisasi tersebut mencakup sekolah negeri maupun swasta. Pada 2025, sebanyak 23 persen penerima bantuan revitalisasi merupakan sekolah swasta.

Untuk 2026, prioritas revitalisasi mencakup sekolah yang terdampak bencana di sejumlah daerah, sekolah di wilayah 3T, serta sekolah dengan kondisi kerusakan berat, termasuk sekolah yang berada di kawasan perkotaan.

Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan pihak sekolah dalam proses pelaksanaannya. Mekanisme ini, menurut Mendikdasmen, memberikan sejumlah manfaat, antara lain efisiensi anggaran dan pelaksanaan pekerjaan yang lebih tepat waktu.

Selain mendukung perbaikan sarana pendidikan, mekanisme swakelola juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar karena tenaga kerja maupun material dapat diperoleh dari lingkungan setempat. Dengan demikian, revitalisasi diharapkan dapat memperbaiki kondisi fisik sekolah sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi murid dan menunjang guru dalam melaksanakan pembelajaran.

Berita ini telah tayang juga di https://www.kemendikdasmen.go.id/berita/16208-revitalisasi-satuan-pendidikan-dukung-murid-belajar-lebih-aman-dan-nyaman