Sempat Ada Kendala pada Sesi Pertama Hari Kedua, Pelaksanaan TKA Secara Umum Berjalan Lancar

Sempat Ada Kendala pada Sesi Pertama Hari Kedua, Pelaksanaan TKA Secara Umum Berjalan Lancar

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 906/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memantau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA/MAK/sederajat yang telah berlangsung selama dua hari, pada 26–27 Oktober 2026. Secara umum, pelaksanaan TKA hari pertama berjalan aman dan lancar. Pada hari kedua, meskipun terdapat kendala jaringan pada sesi 1 yang berdampak pada sebagian murid, pelaksanaan sesi 2 berlangsung lancar.

Kendala jaringan pada hari kedua sesi 1 menjadi perhatian Kemendikdasmen untuk ditangani melalui koordinasi dan pemantauan bersama pihak terkait antar Kementerian/Lembaga. Langkah-langkah penanganan terus dioptimalkan untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan sesuai prosedur serta memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh murid.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pemantauan dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan TKA di seluruh wilayah.

“Kami terus memantau pelaksanaan TKA dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap kendala ditangani dengan sebaik-baiknya. Kami mengapresiasi kesigapan satuan pendidikan dan seluruh petugas di lapangan dalam menjaga pelaksanaan TKA tetap berjalan. Kami optimistis, dengan kerja sama yang baik, TKA dapat terlaksana dengan tertib dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh murid,” ujar Toni Toharudin.

Kemendikdasmen mengapresiasi kerja sama seluruh satuan pendidikan, proktor, pengawas, dinas pendidikan, serta pihak-pihak terkait yang telah mendukung pelaksanaan TKA selama dua hari. Koordinasi dan pemantauan terus dilakukan agar setiap kendala dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Bagi murid yang mengalami kendala dalam pelaksanaan TKA dan memerlukan penjadwalan ulang, Kemendikdasmen akan menyediakan sesi khusus pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk memastikan murid yang terdampak tetap memperoleh kesempatan mengikuti asesmen,” jelas Toni.

Pelaksanaan TKA tetap mengedepankan prinsip objektivitas, kejujuran, dan keadilan bagi seluruh murid. Kemendikdasmen memastikan pemantauan berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan asesmen di berbagai wilayah.

Kemendikdasmen mengajak seluruh murid untuk tetap tenang, percaya pada kemampuan diri, dan mengikuti setiap tahapan TKA dengan semangat Jujur, Gembira. Dukungan dan kolaborasi semua pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan TKA demi terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kemendikdasmen Perluas Akses dan Perkuat Mutu Pendidikan

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kemendikdasmen Perluas Akses dan Perkuat Mutu Pendidikan

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 904/sipers/A6/X/2026

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana sekolah, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta penguatan bantuan pendidikan bagi murid.

Berdasarkan data capaian hingga 20 Oktober 2026, program revitalisasi dan pembangunan satuan pendidikan telah menjangkau 55.451 sekolah sepanjang 2025–2026. Berbagai program tersebut diarahkan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, memperluas kesempatan belajar, dan mendukung terwujudnya pendidikan bermutu bagi semua.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa capaian dua tahun pertama menjadi pijakan untuk terus memperbaiki layanan pendidikan secara berkelanjutan.

“Dua tahun pertama ini merupakan periode penting untuk membangun fondasi pendidikan bermutu bagi semua. Angka-angka capaian yang kita raih hari ini bukanlah hasil akhir, melainkan parameter dan tolok ukur bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Menteri Mu’ti dalam Taklimat Media Dua Tahun Capaian Kemendikdasmen di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (26/10).

Pada 2025, program revitalisasi dan pembangunan sekolah menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target 10.440 satuan pendidikan, dengan 99,96 persen pembangunan telah selesai. Hingga 20 Oktober 2026, program ini menjangkau 39.284 satuan pendidikan dari target 31.744 atau mencapai 123,75 persen. Pelaksanaannya dilakukan melalui skema swakelola dengan penyaluran dana langsung ke sekolah, melibatkan lebih dari 58 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja.

Pemulihan sekolah terdampak bencana juga menjadi perhatian Kemendikdasmen. Di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebanyak 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran telah direvitalisasi atau mencapai 98,62 persen. Untuk penanganan bencana lainnya, revitalisasi telah menjangkau 747 dari 749 sekolah sasaran atau 99,73 persen. Pemerintah mengalokasikan Rp1,4 triliun untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Di bidang digitalisasi, pada 2025 sebanyak 288.865 sekolah menerima perangkat papan interaktif digital (PID) beserta perangkat pendukung (laptop, dan diska keras). Pada 2026, distribusi PID mencapai 72.258 unit dari target 742.536 unit. Kemendikdasmen juga menyediakan akses listrik bagi 2.389 sekolah, internet bagi 8.152 sekolah, serta pendampingan pemanfaatan PID bagi 126.097 sekolah.

Pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) turut berjalan. Sebanyak 17 SNT telah beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 dengan menerima 1.360 murid baru di 13 provinsi. Sebanyak 20 kabupaten/kota lainnya masuk dalam rencana pembangunan SNT, yang pada 2027 akan dilanjutkan melalui pembangunan 100 sekolah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pendidikan dan kesejahteraan guru.“Tidak ada peningkatan kualitas hidup masyarakat tanpa didukung oleh program-program pendidikan yang bermutu. Kami sangat mengapresiasi perhatian besar pemerintah terhadap nasib dan kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, serta lompatan program digitalisasi pendidikan hingga ke daerah terpencil,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN pada 2026 mencapai 804.788 orang, sedangkan penerima Tunjangan Khusus Guru (TKG) non-ASN mencapai 31.131 orang. Sejak 2025, TPG bagi guru non-ASN non-inpassing naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Insentif guru non-ASN juga naik dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan. Hingga September 2026, penyaluran tunjangan guru dan tenaga kependidikan non-ASN tercatat Rp16,64 triliun kepada 890.280 penerima.

Peningkatan kesejahteraan disertai pengembangan kompetensi. Sepanjang 2025–2026, sebanyak 868.615 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu. Selain itu, 186.160 pendidik dan tenaga kependidikan menyelesaikan pelatihan Pembelajaran Mendalam, 53.023 guru mengikuti pelatihan koding dan kecerdasan artifisial (AI), serta 114.288 guru mengikuti pelatihan pendidikan inklusif.

Dukungan bagi murid diberikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pengembangan pembelajaran, dan pembentukan karakter. Pada 2025, PIP menjangkau sekitar 19 juta murid dengan anggaran Rp13,43 triliun. Pada 2026, program ini menargetkan 19,48 juta murid, termasuk 888 ribu murid PAUD, dengan penyaluran yang telah menjangkau sekitar 13,6 juta murid.

Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran, sebanyak 13,3 juta murid mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pembelajaran Mendalam dikembangkan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sementara koding dan kecerdasan artifisial telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di 20.167 sekolah. Penguatan karakter dilakukan melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang telah diterapkan di 170.870 sekolah di 38 provinsi, disertai pembiasaan positif dan upaya pencegahan kekerasan serta perundungan.

Pemerataan akses turut didukung melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), yang pada 2025 menjangkau 50,43 juta murid. Angka partisipasi sekolah penduduk usia 7–18 tahun mencapai 93,13 persen. Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) menjangkau 4.616 murid, sementara sekitar 8,04 juta anak menerima bantuan perlengkapan sekolah. Kemendikdasmen juga mendistribusikan 5.538.000 buku bacaan bermutu dan melanjutkan program pelindungan bahasa daerah serta pengembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Dari sisi tata kelola, Kemendikdasmen memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2025, dengan realisasi anggaran mencapai 96,64 persen atau Rp62,17 triliun. Kemendikdasmen juga meraih WSIS Prizes 2026 kategori e-Government untuk Rumah Pendidikan pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 untuk aplikasi Rumah Pendidikan dimana penghargaan ini menjadi kemenangan pertama Indonesia sejak 2012. Kemendikdasmen juga meraih Platinum Awards AHI 2026 untuk pertama kalinya, Popular Government Institution Award 2026, serta Football Development of the Year dari PSSI. Mendikdasmen Abdul Mu’ti turut menerima penghargaan TOP Digital Education Innovation Figure .

Berbagai capaian tersebut menjadi pijakan bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan perbaikan sarana pendidikan, meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru, serta memperluas kesempatan belajar bagi murid agar pendidikan bermutu dapat dirasakan secara lebih merata.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemdikdasmen.go.id/main/blog/category/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#2TahunGerakNyata
#PHTC
#2TahunPendidikanBermutu

Mendikdasmen: TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta untuk Memperbaiki Pembelajaran

Mendikdasmen: TKA Bukan Penentu Kelulusan, tetapi Peta untuk Memperbaiki Pembelajaran

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 902/sipers/A6/X/2026

Tangerang Selatan, Banten, 26 Oktober 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan merupakan penentu kelulusan murid, melainkan salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan menjadi bahan evaluasi pembelajaran. Hal tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10).

“Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10).

Menurutnya, hasil TKA perlu dipahami sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai akhir dari proses belajar murid. Pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran juga memberi kesempatan bagi murid untuk memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.

“Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja,” tuturnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa soal TKA disusun dengan standar yang memperhatikan validitas dan reliabilitas. Bentuk soal juga dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir murid, termasuk melalui pertanyaan kontekstual yang mendorong penalaran dan tidak semata-mata mengandalkan hafalan atau perhitungan langsung.

Kesiapan murid menghadapi TKA juga ditunjang oleh persiapan sekolah dan dukungan orang tua. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan Rokhmat Hidayat menyampaikan bahwa persiapan TKA telah dilakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan, mulai dari sosialisasi kepada orang tua, pendalaman materi bersama guru, hingga uji coba. Pada tahun ini, sebanyak 303 murid SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan mengikuti TKA dalam satu gelombang yang terdiri atas tiga sesi.

“Persiapan TKA sudah kami lakukan sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan. Dukungan orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar siap mengikuti TKA,” ujar Rokhmat.

Murid Hadapi Soal dengan Pemahaman dan Ketelitian

Pengalaman mengikuti TKA juga dirasakan langsung oleh murid SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Abiyyu Desain Nagari. Ia menilai soal yang dikerjakannya, khususnya mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama, membutuhkan pemahaman teks dan ketelitian untuk menentukan jawaban yang tepat.

“Alhamdulillah saya bisa menyesuaikan dengan baik. Soal-soal TKA pastinya membutuhkan pemikiran yang mendalam ya, karena selain kita perlu memahami teksnya, kita juga perlu teliti dalam mengerjakan soalnya supaya hasil yang kita dapat juga bisa sesuai dengan yang nanti diinginkan,” ujar Abiyyu.

“Kalau dari saya, selain kita mempelajari materi, perbanyak latihan soal yang telah dipelajari. Apalagi di TKA ini, dengan waktu yang terbatas, kita harus punya manajemen waktu yang baik,” tambah Abiyyu.

Abiyyu berharap hasil TKA dapat mendukung rencananya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Ia berencana memanfaatkan hasil tersebut sebagai bahan pendukung untuk memvalidasi nilai rapor apabila memenuhi kriteria mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).***(Penulis: Ririn/Editor: Destian/Seno H.)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

#PendidikanBermutuuntukSemua
#KemendikdasmenRamah
#2TahunGerakNyata
#2TahunPendidikanBermutu