Partisipasi Semesta, Jadikan Literasi sebagai Bekal Berkarya dan Meningkatkan Kualitas Hidup

Partisipasi Semesta, Jadikan Literasi sebagai Bekal Berkarya dan Meningkatkan Kualitas Hidup

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 830/sipers/A6/IX/2026

Cilacap, Jawa Tengah, 25 September 2026 — Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-60 Tingkat Nasional digelar di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/9). Dengan mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, peringatan HAI ke-60 menegaskan paradigma baru literasi yang tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi kini dipandang lebih luas, mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hingga teknologi, sebagai bekal masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman dan dinamika perubahan sosial.
 
Dalam sambutannya mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, menyampaikan bahwa perubahan sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi yang semakin pesat menuntut pemaknaan literasi yang lebih luas.
 
Literasi tidak lagi sekadar kemampuan baca tulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami keadaan, memilah informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang bermanfaat. Dengan demikian, literasi diharapkan mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap semesta.
 
“Tema Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata untuk memastikan setiap orang memperoleh kesempatan belajar, memahami lingkungan, serta menjadi pengetahuan dan kecakapan hidup untuk modal berkarya, bekerja, atau menggunakan teknologi serta meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Direktur PNFI Kemendikdasmen, I Gusti Made Ardana.

Made menambahkan, pemerintah terus mendorong penguatan gerakan literasi melalui berbagai program prioritas, mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga Digitalisasi Pembelajaran. Upaya tersebut juga mencakup penguatan tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sehingga keberadaannya dapat semakin optimal dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat, khususnya dalam memperkuat literasi masyarakat serta menangani anak tidak sekolah (ATS).
 
Menurutnya, Cilacap bukan sekadar lokasi penyelenggaraan HAI ke-60. Dengan keberagaman yang dimiliki, Cilacap menjadi ruang belajar nyata tentang bagaimana literasi dapat menjadi jembatan untuk menyatukan keberagaman, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan. Semangat tersebut menjadi wujud nyata dari tema HAI tahun ini.
 
“Di sini 75,09 persen penduduk usia lima tahun ke atas telah menggunakan internet sehingga tantangannya bergeser bukan pada peningkatan akses internet, melainkan pada bagaimana kecakapan literasi digital dibutuhkan agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara aman dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap,” kata Made.
 
Mewakili Bupati Cilacap, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting yang tidak boleh berhenti pada tataran individu. Lebih dari itu, literasi perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama yang mendorong kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
“Oleh karena itu, gerakan literasi perlu hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjangkau semua kelompok usia, menjangkau berbagai daerah, baik di perkotaan maupun di pedesaan,” kata Annisa.
 
Pemerintah Kabupaten Cilacap terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif melalui keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, ia berharap peringatan HAI di Cilacap dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat gerakan literasi, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih baik.
 
Puncak HAI 2026 berlangsung semarak dengan menghadirkan beragam aktivitas menarik, mulai dari Talkshow Literasi yang mengangkat tema-tema strategis terkait HAI, pameran, aktivitas edukatif, Jumpa Pegiat Literasi, dan Apresiasi Tokoh Inspiratif.
 
Kemeriahan peringatan HAI ke-60 ini turut dirasakan oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, DPW Forum Komunikasi Pusat Belajar Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, satuan pendidikan nonformal seperti PKBM dan SKB, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Lembaga Kursus, organisasi mitra, keluarga, komunitas, dunia usaha dan dunia industri, kolaborasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Cilacap, hingga para pegiat literasi. Kehadiran dan partisipasi berbagai elemen tersebut semakin memperkuat semangat kolaborasi dalam menggerakkan budaya literasi di Indonesia.

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Kemendikdasmen Kirim 20 Murid dan Alumni SMK di WorldSkills Shanghai 2026

Kemendikdasmen Kirim 20 Murid dan Alumni SMK di WorldSkills Shanghai 2026

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 828/sipers/A6/IX/2026

Shanghai, Tiongkok, 24 September 2026 – Semangat talenta muda dari berbagai penjuru dunia bergema di Shanghai, Tiongkok. Momen ini menjadi penanda dimulainya WorldSkills Competition (WSC) ke-48 yang digelar di Shanghai World Expo Cultural Center, Selasa (22/9). Seluruh delegasi Indonesia turut hadir membawa semangat untuk menampilkan kompetensi terbaik dan siap mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Gelaran yang berlangsung pada 22 s.d. 27 September 2026 ini mempertemukan talenta-talenta muda dari 68 negara dan wilayah yang akan beradu keterampilan dalam 64 bidang keahlian. Rangkaian acara WSC Shanghai 2026 diawali dengan Parade of Nations yang dipimpin oleh WorldSkills Champions Trust, yang dilanjutkan dengan pertunjukan seni serta tata cahaya dan suara yang memadukan unsur budaya dan teknologi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia mengirimkan 20 kompetitor didampingi 17 eksper (expert), serta tim pendukung yang akan berlaga dalam 17 bidang keahlian. Adapun 17 keahlian tersebut mulai dari Mechatronics, Software Applications Development, Autobody Repair, Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Pâtisserie and Confectionery, Automobile Technology, Cooking, Restaurant Service, Refrigeration and Air Conditioning, IT Network Systems Administration, Industry 4.0, Heavy Vehicle Technology, 3D Digital Game Art, Rail Vehicle Technology, serta Robot Systems Integration.

Para kompetitor berasal dari berbagai latar belakang, termasuk murid dan alumni SMK, institusi pendidikan, serta mitra industri, yang telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif sebelum bertanding di tingkat dunia. Kehadiran delegasi Indonesia di tengah ribuan talenta muda dunia mencerminkan semangat untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas pengalaman internasional, dan memperkenalkan potensi keterampilan anak bangsa.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, menyampaikan dukungannya untuk delegasi Indonesia yang berlaga di WSC Shanghai 2026.

Dirjen Tatang menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WSC 2026 tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman, membandingkan standar keterampilan dengan negara lain, serta memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri global.

“Kesempatan ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa talenta vokasi muda Indonesia memiliki keterampilan, daya juang, dan kreativitas yang sejajar dengan standar dunia. Jangan minder, bertandinglah dengan percaya diri, fokus, disiplin, sportif, dan berikan yang terbaik,” terang Dirjen Tatang Muttaqin, Kamis (24/9).

Kepada para delegasi Indonesia, Dirjen Tatang berpesan untuk menyerap pengalaman sebanyak mungkin untuk kemudian dibawa pulang ke Indonesia. Momentum ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi murid SMK dan generasi muda Indonesia untuk terus mengasah keterampilan dan berani bersaing di tingkat internasional.

“Jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, teknologi, dan standar dunia. Kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium, tetapi juga ketika pengalaman mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan anak SMK di tanah air. Dari Indonesia untuk dunia, talenta terampil siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung WSC Shanghai 2026,” pungkas Dirjen Tatang.

Usai mengikuti upacara pembukaan, para kompetitor Indonesia bersiap menghadapi pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 23 s.d. 26 September 2026 di National Exhibition and Convention Center (NECC), Shanghai. Seluruh rangkaian WSC Shanghai 2026 akan ditutup pada 27 September 2026 melalui upacara penutupan dan penganugerahan medali. (Penulis: Tim Setditjen Dikmen Diksus, Editor: Destian, Seno)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Mendikdasmen Tindaklanjuti Arahan Presiden, Siapkan Penerapan Layanan Pendidikan Gratis

Mendikdasmen Tindaklanjuti Arahan Presiden, Siapkan Penerapan Layanan Pendidikan Gratis

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 827/sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 24 September 2026 — Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyiapkan skema pendidikan gratis sebagai bagian dari penguatan akses dan kualitas pendidikan nasional. “Dalam rapat terbatas, Bapak Presiden memberikan penekanan komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah, dan ini juga dimulai dari taman kanak-kanak,” tutur Mendikdasmen usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9).

Penguatan layanan pendidikan tersebut didukung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Dana BOS diberikan kepada seluruh murid, baik di sekolah negeri maupun swasta, untuk mendukung kebutuhan operasional satuan pendidikan, termasuk pembayaran gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, dan kegiatan ekstrakurikuler. Sementara itu, PIP diberikan kepada murid dari keluarga tidak mampu.

“Selama ini semua murid, baik negeri maupun swasta, itu mendapatkan dana BOS. Kemudian yang kedua, murid dari keluarga tidak mampu itu juga mendapatkan dana PIP. Untuk kebijakan baru dari Pak Presiden Prabowo adalah TK yang selama ini tidak mendapatkan PIP. Mulai tahun 2027 nanti, murid TK akan mendapatkan dana PIP, yang memang jumlahnya Rp450.000 per tahun,” jelas Mendikdasmen.

Selain pembiayaan untuk murid, pemerintah juga memperkuat dukungan bagi guru. Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa untuk guru PNS pada sekolah negeri dibayarkan melalui anggaran pemerintah pusat, sedangkan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nantinya juga akan memperoleh pembiayaan dari pemerintah pusat sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Sementara itu, guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat dibayarkan melalui dana BOS, dengan alokasi hingga 20 persen untuk pembayaran gaji guru non-ASN.

Lebih lanjut, mulai tahun 2027 para guru PPPK paruh waktu akan menjadi guru PPPK penuh waktu. Dengan perubahan tersebut, tunjangan guru PPPK akan dibayarkan oleh pemerintah pusat. Guru non-ASN juga tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi untuk menjadi PNS atau PPPK. Bagi yang belum lulus seleksi, statusnya tetap sebagai guru non-ASN dan pembiayaannya dapat berasal dari dana BOS.

Sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan, Kemendikdasmen juga menyiapkan peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan. Pembiayaan pelatihan tersebut akan diupayakan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Mendikdasmen menegaskan bahwa penerapan pendidikan gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan akses Pendidikan Bermutu untuk Semua kepada seluruh anak Indonesia.

“Inilah yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto sehingga komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu dalam rangka melaksanakan Asta Cita yang keempat Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Mendikdasmen. (Penulis: Stephanie / Editor: Destian, Seno)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

NPD 2025 Ungkap Capaian dan Kondisi Pendidikan di Jawa Barat

NPD 2025 Ungkap Capaian dan Kondisi Pendidikan di Jawa Barat

Bandung Barat – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah merilis Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Tahun 2025 sebagai salah satu sumber informasi untuk mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan berbasis data. NPD menyajikan informasi mengenai kondisi pendidikan di daerah melalui berbagai indikator, antara lain akses dan pemerataan pendidikan, mutu pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, pendanaan pendidikan, sarana dan prasarana, serta indikator pendidikan lainnya.

Berdasarkan Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Tahun 2025, kondisi pendidikan di Provinsi Jawa Barat menunjukkan sejumlah capaian positif sekaligus beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian. Dari sisi pembiayaan, alokasi anggaran pendidikan dalam APBD telah memenuhi amanat konstitusi dengan porsi lebih dari 20 persen. Sejumlah indikator akses pendidikan juga menunjukkan capaian yang telah memenuhi target Renstra Kemendikdasmen 2025–2029.

Di sisi lain, NPD masih mencatat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan. Ketersediaan ruang kelas pada jenjang PAUD, SD, dan SLB masih perlu ditingkatkan, sementara ruang kelas dengan kondisi rusak berat paling banyak terdapat pada jenjang SD. Persentase pendidik PAUD yang memiliki kualifikasi akademik minimal D4/S1 juga masih berada di bawah target yang ditetapkan.

Dari aspek pemerataan pendidik, sebaran guru pada sejumlah jenjang masih belum merata. Pada saat yang sama, masih terdapat satuan pendidikan yang belum terakreditasi, terutama pada jenjang PAUD. Infrastruktur pendidikan juga masih memerlukan penguatan, antara lain terkait akses listrik, konektivitas internet, ketersediaan toilet layak, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pada aspek mutu pembelajaran, capaian literasi dan numerasi menunjukkan adanya satuan pendidikan yang telah berada dalam kategori Baik, terutama pada jenjang SMA. Namun, capaian tersebut juga menunjukkan perlunya upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.

Berbagai temuan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Jawa Barat tidak hanya membutuhkan penguatan pada aspek yang masih tertinggal, tetapi juga keberlanjutan terhadap capaian yang telah diperoleh. Salah satu rekomendasi dalam NPD adalah memprioritaskan rehabilitasi ruang kelas yang berada dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat.

Melalui NPD, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan dapat mengidentifikasi kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan, menentukan prioritas intervensi, serta menyusun program pendidikan yang lebih tepat sasaran.

NPD Tahun 2025 dapat diakses publik melalui laman resmi npd.kemendikdasmen.go.id. Kemendikdasmen juga membuka ruang bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan melalui evaluasi pemanfaatan NPD sebagai bahan pengembangan NPD ke depannya melalui tautan https://ringkas.kemendikdasmen.go.id/FormEvaluasiNPD.

Sumber: NPD 2025 di Provinsi Jawa Barat

KKRI Ekstrakurikuler Pilihan, Wadah Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi Murid

KKRI Ekstrakurikuler Pilihan, Wadah Penguatan Karakter dan Bela Negara bagi Murid

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Nomor: 826sipers/A6/IX/2026

Jakarta, 24 September 2026 — Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) merupakan Ekstrakurikuler Pilihan di satuan pendidikan jenjang menengah sebagai wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, memiliki wawasan kebangsaan, dan memiliki kesadaran bela negara. Program ini diharapkan memberikan pengalaman kepada murid untuk mengembangkan kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, dan tanggung jawab.
 
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa keikutsertaan peserta didik dalam ekstrakurikuler KKRI bukan berarti menjadi prajurit, melainkan menjadi bagian dari penguatan karakter. KKRI tidak dimaksudkan untuk menghadirkan militerisme di sekolah. Hal yang ditekankan adalah kesadaran bela negara.
 
“Kehadiran ekstrakurikuler KKRI ini menurut saya sangat tepat, dan tidak wajib. Ketika sekolah menyelenggarakan pembinaan kesadaran bela negara, maka sebetulnya sekolah sedang memenuhi hak yang dimiliki oleh murid-murid kita,” ucapnya saat Peluncuran Ekstrakurikuler KKRI di SMK Negeri 26 Jakarta, Rabu (23/9).


 
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan beberapa langkah agar ekstrakurikuler KKRI memiliki dasar yang jelas di satuan pendidikan. Pada 5 Mei 2026, telah ditetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Menengah Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada Jenjang Pendidikan Menengah. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen sebagai pedoman teknis pelaksanaan.
 
“KKRI di tingkat pendidikan menengah ini sudah siap untuk dilaksanakan. Harus kita kawal pelaksanaannya untuk mencapai tujuan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi kita,” tambah Wamen Atip.
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Gabriel Lema, menyampaikan, “Hari ini kita tidak sekadar meluncurkan sebuah kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga terus membuka ruang-ruang bagi generasi muda dalam kaitan pembinaan, dalam rangka membangun karakter dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air.”


 
Mulai tahun ini, KKRI merupakan kegiatan ekstrakurikuler pilihan pada tingkat pendidikan menengah. Kehadirannya merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian Pertahanan dan Kemendikdasmen. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dan kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun melalui sinergi antara pendidikan, keluarga, masyarakat, dan negara.
 
Lebih lanjut, Gabriel menerangkan bahwa bagi seorang pelajar, bela negara dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, menghormati guru di sekolah dan orang tua di rumah, membina hubungan yang baik dengan sesama teman dalam konteks merawat persatuan, serta menjauhi perundungan dan hal-hal yang dapat berakibat buruk bagi cara berpikir, cara berucap, ataupun cara bertindak.

Kehadiran KKRI juga menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan diri dan membangun kepercayaan diri dalam mengejar cita-cita. Salah satunya dirasakan oleh peserta KKRI, Rahmad Al Farizky. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam KKRI membuka kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pilot.
 
“Titik balik hadir saat saya mengikuti KKRI. Kini, di Halim Perdanakusuma, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti beasiswa calon penerbang TNI. Di sana, fisik dan mental saya dibina. Dari sanalah saya disiapkan dan belajar bahwa keterbatasan keadaan bukan alasan untuk berhenti bermimpi,” tutur Rahmad.
 
Pengalaman serupa disampaikan peserta KKRI lainnya, Maraya Najmi Malika. Tumbuh dengan melihat ibunya membangun usaha, Maraya memiliki cita-cita menjadi entrepreneur. Pengalamannya berorganisasi melalui OSIS dan mengikuti KKRI menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan diri mencapai cita-cita tersebut.
 
“Lalu, aku bertemu KKRI dan aku mendapatkan satu pesan: jangan hanya mengejar bentuk, temukan fungsi. Hal yang paling penting adalah apa yang bisa aku bangun dan siapa yang bisa merasakan manfaatnya. Itulah arah yang sedang aku pilih untuk menjadi versi terbaik diriku,” ucap Maraya. (Penulis: Stephanie / Editor: Seno)

Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Laman: kemendikdasmen.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemendikdasmen.go.id
Siaran Pers Kemendikdasmen: kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers